<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276</id><updated>2012-02-13T01:40:42.741+08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='HKN'/><category term='Asma'/><category term='Dokter Keluarga'/><category term='flu burung'/><category term='Lomba'/><category term='Opini'/><category term='Drug Abuse'/><category term='Release'/><category term='Berita'/><category term='Insurances'/><category term='Online Games'/><title type='text'>LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN</title><subtitle type='html'>:::Pusat Analisis dan Riset Pembangunan Kesehatan:::</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>131</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-160862297879700016</id><published>2008-01-01T00:02:00.000+08:00</published><updated>2008-01-01T00:08:20.300+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kesehatan Wanita dan Aborsi (Telaah Wacana)</title><content type='html'>Disadur dari berbagai sumber oleh Direktur Penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga fakta utama yang mengangkat aborsi sebagai masalah kesehatan yang harus mendapatkan perhatian adalah ;aborsi yang dilakukan secara tidak aman merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian wanita; kebutuhan akan induksi aborsi merupakan kenyataan yang sering dan terus menerus dijumpai; dan wanita tidak perlu meninggal akibat aborsi yang tidak aman, oleh karena apabila induksi dilaksanakan secara benar dan higienis, tindakan aborsi sangatlah aman (Judith Timyan., 1996). Secara ringkas kesakitan dan kematian akibat aborsi hampir seluruhnya dapat dicegah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi akibat aborsi yang tidak aman menyebabkan kurang lebih dari 40% kematian ibu diseluruh dunia (Coeytaux et al., 1989; Royston dan Armstrong, 1989). Artinya paling tidak 200.000 dari 500.000 kematian setiap tahun akibat proses yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, meninggal karena aborsi yang tidak aman. Baik yang tercatat maupun yang tidak tercatat. Karena juga terdapat masalah aborsi gelap yang merupakan masalah yang sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesakitan akibat aborsi yang dilakukan secara tidak aman masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat yang belum mendapat perhatian khusus. Ini karena masalah ini kolaboratif dengan budaya setempat. Persoalan tabu dan malu. Selain itu isu lain membuat persoalan aborsi terkesan tertutup-tutupi dikalangan masyarakat kita khususnya di Indonesia. Masalah terbesar tentang kesehatan wanita terutama tentang kesehatan reproduksi terbanyak berada di negara berkembang. Indonesia mencakup salah satunya. Meskipun data yang menggambarkan besarnya masalah secara tepat masih kurang, namun tidak diragukan lagi bahwa aborsi yang tidak dilakukan secara higienis merupakan penyebab utama kesakitan yang kemudian menyebabkan infertilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborsi yang tidak aman masih meminta korban. Dari kondisi ini anak yang kemudian harus kehilangan ibu adalah suatu kondisi yang menyedihkan. Setiap tahun 1,5 juta anak menjadi tidak beribu akibat kematian ibu (WHO). Belum ada masyarakat yang berhasil melenyapkan induksi aborsi sebagai bagian dari pengendalian fertilitas. Induksi aborsi adalah yang tertua, dan menurut para ahli, juga yang paling banyak digunakan (Royston dan Armstrong, 1989). Masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan tiap tahunnya diakhiri dengan induksi aborsi. Dan telah nyata bahwa separuh dari jumlah aborsi ini adalah ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta bahwa wanita melaksanakan aborsi merupakan kenyataan yang tidak akan berubah. Di seluruh dunia, insidensi induksi aborsi meningkat meskipun ada kode legal dan sangsi agama, dan bahaya individual. Wanita dari berbagai latar belakang mengambil jalan aborsi. Faktor-faktor yang ikut mempengaruhi peningkatan ini meliputi keinginan memiliki keluarga yang lebih kecil, meningkatnya jumlah wanita usia subur, pergeseran dari masyarakat pedesaan ke perkotaan dan kenaikan insidensi aktivitas seksual di luar pernikahan (Coeytaux, 1990).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping masalah kesehatan, aborsi juga menimbulkan kerugian-kerugian lain. Pada wanita, kerugian tersebut meliputi kerugian waktu, stres psikologis, kerugian biaya, dan lebih benayk lagi beban individual yang lain. Selain besarnya kerugian secara individual, perawatan komplikasi aborsi menimbulkan beban yang berat bagi sistem kesehatan di negara berkembang, tempat terjadinya 99% dari seluruh kematian ibu di dunia. Di negara seperti indonesia, perawatan komlpikasi aborsi dapat mengkonsumsi hingga 50% anggaran rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO menganggap aborsi sebagai masalah yang gawat, pada rekomendasi tindakan tahun 1991 "mendorong pemerintah untuk melakukan semua upaya yang mungkin untuk menghilangkan risiko kesehatan yang berat akibat aborsi yang tidak aman" (WHO, 1991). Pada tahun konferensi Safe Motherhood menyimpulkan bahwa aborsi yang tidak aman pada kehamilan yang tidak diinginkan menyebabkan 25-35% kematian ibu, ini karena wanita kurang memiliki akses terhadapa pelayanan keluarga berencana, prosedur yang aman, dan perlakuan yang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan efektif adalah memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana wanita membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana wanita membuat keputusan reproduktif dan bagaimana keputusa-keputusan seperti ini dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang berhubungan dengan fertilitas, kondisi - kondisi yang mempengaruhi akses kontasepsi dan cara-cara yang menyebabkan perubahan sosial dan pembangunan ekonomi berpengaruh terhadap status, peran, dan kesempatan wanita. Meskipun begitu, kebutuhan akan pemahaman pengalaman dan kebutuhan wanita secara lebih mendalam bukan merupakan alasan tidak adanya tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-160862297879700016?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/160862297879700016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=160862297879700016' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/160862297879700016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/160862297879700016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2008/01/kesehatan-wanita-dan-aborsi-telaah.html' title='Kesehatan Wanita dan Aborsi (Telaah Wacana)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6670630352957954390</id><published>2007-12-05T12:24:00.000+08:00</published><updated>2007-12-05T12:28:18.410+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>[Opini] Bangsa Kita Sedang Sakit</title><content type='html'>Kala kita membuka laporan tentang kondisi “kesehatan” bangsa kita, maka cuma orang tidak berperasaan lah yang mampu untuk membaca sampai tuntas laporan tersebut. Bagaimana tidak ketika kita membuka laporan tentang kondisi “tubuhnya” kita akan mendapatkan laporan tentang berbagai macam penyakit menular yang menggerogoti tubuh bangsa kita. &lt;br /&gt;Laporan bayi yang meninggal akibat Demam Berdarah hampir setiap musim pancaroba kita mendengar, masyarakat yang terserang muntaber setiap saat kita bisa dengar laporannya dari media, malahan muncul kembali flu burung yang membuat resah bangsa ini, dan yang cukup “spektakuler” kita dengar adalah munculnya kembali polio dan kejadian busung lapar. Polio dari tahun 1990-an sudah digembar-gemborkan bahwa sudah musnah dari bumi kita, namun kini ia datang kembali menyadarkan kita dari kesombongan. Busung lapar adalah berita yang sangat menyedihkan dan sangat memalukan mengingat negara kita – konon katanya- kaya dengan sumberdaya alam sehingga sampai tujuh keturunan pun masih banyak persediaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kalau kita membuka lembaran berikutnya tentang kondisi “psikis” bangsa kita lebih menyedihkan lagi. Korupsi sudah menjadi tradisi yang “wajib” diturunkan dari generasi ke generasi, kerusuhan SARA kembali unjuk gigi setelah beberapa waktu istirahat untuk mengumpulkan energi, kemiskinan sudah menjadi hal biasa kita lihat, kebodohan sudah dianggap lumrah bagi yang tidak bersekolah. Kita sudah tidak tahan lagi untuk membuka lembaran-lembaran berikutnya.&lt;br /&gt;Di tengah ketakutan untuk membaca tuntas seluruh hasil laporan tersebut, tiba-tiba kita dikejutkan kembali oleh munculnya fatwa sesat dari pihak yang merasa memegang otoritas kebenaran Tuhan. Kembali kekerasan terjadi antar sesama ummat. &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Kalau kita melihat data penduduk bangsa ini, amat menggembirakan jika 90% lebih penduduknya beragama Islam. Seperti kita ketahui Islam adalah sebuah peradaban maha dahsyat yang mampu merubah kebudayaan dunia yang gelap gulita sehingga mampu menikmati setitik cahaya. Tapi kekecewaan muncul ketika tahu ternyata kita tidak bisa berbuat apa-apa. Keagungan Islam hanya sekedar cerita masa lalu yang kemudian sedang dalam proses penyimpanan di dalam lemari besi. Lalu kemudian siapa yang bertanggungjawab terhadap masalah ini ?&lt;br /&gt;Susah memang untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab, bangsa kita ini terlalu kompleks untuk kemudian melemparkan tanggungjawab pada kelompok tertentu. Tentu kita tidak bisa menuding pemerintah,(ingat orang-orang di pemerintahan sebagian besar juga Muslim). Sedangkan ketika kita limpahkan pada masyarakat, ah ibarat mengharapkan rejeki datang langsung dari langit. Masyarakat kita terlalu cepat pasrah !&lt;br /&gt;Pemerintah pun lebih asyik mengkorup anggaran, anggaran kesehatan yang sedianya minimal 5 % dari anggaran tapi kita cuma beraninya 2 – 3 % saja, itupun masih ada acara sunat sana sunat sini. Belum lagi pendidikan yang kian tak terjangkau, padahal sebagai bangsa yang beradab pendidikan semestinya menjadi sorotan utama. Janji –janji saat kampanye untuk 20% anggaran pendidikan, tetapi nayali kita ciut saat hanya berani memasang patok 6 % saja, dan sekali lagi masih ada sunat sana sunat sini. Jadi tidak heran jika penyakit fisik dan psikis yang melanda bangsa kita makin parah. Bisa jadi busung lapar,polio,flu burung sebagai “utusan Tuhan” untuk membangunkan kita dari tidur yang panjang. Kita tidak pernah mau bangun untuk kemudian membangun bangsa yang morat-marit ini, kita masih enak terbuai dalam mimpi-mimpi indah. &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Ketika kita ingin memperbaiki bangsa ini terlebih dahulu bangunkanlah orang-orang yang masih tidur di bangsa ini. Bangunkanlah mereka agar mereka mau merombak budaya yang lesu, gantilah dengan budaya Islam yang progresif. Karena Islam mengajarkan amar ma’ruf dan nahi munkar maka umat pun akan terpanggil untuk berlomba-lomba. Ingat bangsa kita ini merupakan pemberian Tuhan, yang kemudian manusia diberikan tanggungjawab untuk menjaganya.&lt;br /&gt;Kita juga harus membangunkan pejabat-pejabat yang masih tidur, bangunkanlah mereka, ajak mereka mengelilingi seluruh pelosok bangsa ini agar mereka dapat melihat kondisi bangsa ini. Beri semangat pada mereka agar mau memihak pada masyarakat miskin, berikanlah mereka peringatan bahwa mereka telah menjadi orang-orang yang mendustakan agama, mereka membiarkan orang miskin kelaparan, anak yatim terlunta-lunta. &lt;br /&gt;Masyarakat, pejabat, agamawan kini sudah saatnya bergandengan tangan untuk mengatasi penyakit bangsa ini. Agamawan jangan hanya larut dalam shalat saja,memikirkan surga – neraka saja,  sekali-kali pikirkanlah orang miskin, busung lapar dan tegasnya pikirkanlah dunia. &lt;br /&gt;Turunnya Islam ke dunia bukankah sebagai jawaban atas persoalan – persoalan kemanusiaan? Islam menjawab perbudakan, kemiskinan, penindasan lalu kenapa kita berani-beraninya menafsirkan Islam hanya sebagai persoalan ke – Tuhan - an saja. Memang betul Islam adalah persoalan ke-Tuhan-an, namun sebagai manifestasi bahwa kita ber - Tuhan, maka kita harus menjalankan pesan-pesan Tuhan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tentunya untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik, membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang panjang. Kita bisa memulainya dari diri kita sendiri, kita rubah paradigma kita selama ini. Paradigma Islam selama ini yang kita pahami sebagai perkara Teosentris saja, kita harus bisa menariknya agar memberikan jawaban terhadap persoalan – persoalan yang terjadi di bumi. Kita jadikan teks suci kita sebagai spirit, sebagai dasar pijakan, dan sebagai legitimasi bahwa benar kita sedang menjalankan perintah Tuhan. Ketika paradigma kita sudah kita ubah niscaya juga akan mengubah pola tindak kita dalam memandang realitas di masyarakat. Persoalan – persolan  yang terjadi di masyarakat adalah merupakan tanggungjawab kita untuk ambil bagian dalam menyelesaikannya, bukankah kita  mau menjalankan perintah Tuhan.&lt;br /&gt;Patut disyukuri bahwa bangsa kita dihuni oleh saudara – saudara Muslim, kuantitas ini bisa menjadi potensi besar dalam arah memberdayakan ummat ke arah lebih baik. Di ormas – ormas Islam sudah saatnya menjadi isu yang wajib bagi ummat, yakni isu-isu kemiskinan, isu-isu kesehatan, isu kenaikan BBM, isu globalisasi. &lt;br /&gt;Tradisi tetap kita pegang, tapi jangan lupa kita hidup di dunia yang senantiasa berubah. Ummat perlu kita “cuci otak” mereka agar lebih peka pada persoalan kemanusiaan, agamawan harus terus berijtihad dalam persoalan-persoalan sosial, kita harus vokal dalam menyikapi setiap kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat, kita harus punya rancangan alternatif untuk menjawab persoalan bangsa. Dan tentunya semua hal itu bisa terwujud ketika kita umat Islam bisa BERSATU !.&lt;br /&gt;Kita kunci mulut kita untuk berdebat pada persoalan-persolan yang tidak penting, bersikap lapang dada menghadapi perbedaan, dan tidak perlu lah kita mengambil tugas Tuhan untuk menghukum orang “sesat”. Biarlah Tuhan nanti yang menilai, sekarang kita kerjakan hal yang nyata di depan mata kita, harus  segera dikerjakan karena penyakit ini perlahan –lahan menggergoti bangsa kita. Tentu kita tidak ingin bangsa ini mati akibat penyakit ini khan?. Mari kita suntikkan vaksin dalam tubuh bangsa ini agar ia kebal terhadap segala penyakit. Vaksin ini dikenal dengan nama Persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fathul Rakhman.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Kontributor LKPK Indonesia. Penggiat Jaringan Masyarakat Marginal (JMM) Lombok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6670630352957954390?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6670630352957954390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6670630352957954390' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6670630352957954390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6670630352957954390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/12/opini-bangsa-kita-sedang-sakit.html' title='[Opini] Bangsa Kita Sedang Sakit'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2296696066884139130</id><published>2007-12-05T12:21:00.000+08:00</published><updated>2007-12-05T12:24:51.394+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Islam dan Advokasi Kesehatan</title><content type='html'>Oleh : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fathul Rakhman*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita (ummat Islam) banyak menghabiskan energi untuk mengatasi munculnya aliran yang (di) sesatkan. Persoalan tersebut cukup menguras energi, membuat resah ummat dan dapat mendatangkan anarkisme massal. Selain itu, kita juga disibukkan dengan proses pilkada, sebagai mayoritas umat beragama di negara ini, kita melalui partai politik berlabel Islam sibuk untuk dapat beperan dalam politik praktis. Seolah-olah kegiatan utama kita adalah memerangin kesesatan dan menjadi pemaian di pentas politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kesibukan tersebut, kita dikejutkan oleh beberapa kasus kesehatan yang membuat pemerintah kebakaran jenggot. Kasus Polio di Jawa Barat, Busung Lapar yang hampir disetiap propinsi, Demam Berdarah yang kembali mengganas, Flu Burung yang kembali menghantui, HIV/AIDS yang sudah tidak malu-malu lagi untuk tampil, KLB Diare di beberapa daerah dan ada banyak kasus kesehatan lain yang mungkin tidak terlacak oleh media.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini sangat ironi mengingat negara kita yang katanya kaya raya dengan sumberdaya alam justru tertimpa musibah penyakit – penyakit  “orang miskin”.  Dan lebih menyakitkan lagi justru yang terkena adalah saudara kita yang Muslim. Hal ini tentu menjadi dilematis mengingat jumlah terbanyak penduduk Indonesia adalah beragama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesehatan Ummat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sangat sedih ketika kita sebagai umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa terhadap saudara kita yang tertimpa musibah tersebut. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendemo kebijakan Amerika terhadap Irak dan Afganistan, para ulama sibuk membuat fatwa aliran ini sesat perbuatan itu haram, sehingga kita –sepertinya- melupakan kasus yang menimpa saudara di dekat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus busung lapar merupakan contoh bahwa kepedulian sosial kita rendah sesama ummat, padahal jika kita memberikan sedikit nafkah pada saudara kita tentu tidak akan sampai terjadi busung lapar. Kita menganggap bahwa Islam adalah melulu urusan ibadah shalat,puasa, haji dan urusan sosial adalah urusan pemerintah. Padahal kalau kita melihat Al-Qur’an bahwa ibadah vertikal dan horizontal harus berjalan seiring, bahkan tidak sah ibadah vertikal jika tidak diiringi ibadah horizontal ( QS. 107 : 1-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu – isu kesehatan di Indonesia seharusnya menjadi perhatian Ormas-Ormas Islam mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam. Gerakan dakwah seharusnya bukan hanya ditujukan pada seputar ibadah saja akan tetapi juga menyangkut masalah-masalah sosial, kesehatan salah satunya. Pemberdayaan ummat untuk mencapai masayarakat madani (civil society) tentu hanya akan menjadi utopis jika kualitas SDM kita buruk. Kualitas SDM tersebut dipengaruhi oleh kualitas kesehatan, disamping pendidikan dan ekonomi. Jika kesehatan ummat terpenuhi tentunya ini akan lebih memudahkan untuk melaksanakan aktivitas yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, melalui Ormas Islam hendaknya mampu menempatkan diri sebagai yang terdepan dalam advokasi bidang kesehatan. Memang selama ini ada beberapa kegiatan sosial yang menjadi ujung tombak dalam pelayan sosial terhadap ummat, akan tetapi yang spesifik menangani kesehatan belumlah memadai. Muhammadiyah walaupun sudah ada RS Islamnya, akan tetapi cenderung RS tersebut sebagai badan usaha. Sehingga fungsi pelayanan kesehatan menyeluruh tidak bisa terpenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya untuk melakukan advokasi kesehatan ini membutuhkan tenaga yang ahli pada bidangnya. Sudah banyak ummat Islam kini yang ahli dalam bidang ini, sehingga yang dibutuhkan adalah adanya wadah yang bisa menampung tenaga ahli tersebut. Ormas Islam bisa bekerjasama dengan lembaga-lembaga kesehatan baik pemerintah maupun swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan diharapkan Ormas Islam bisa lebih mandiri untuk mengelola usaha-usaha advokasi kesehatan dan bisa menjadi ujung tombak dalam peningkatan kualitas kesehatan ummat. Mengingat selama ini kedekatan Ormas dengan pengikut (masyarakat), hal ini bisa menjadi faktor penguat (Strength) dan kesempatan (Opportunity) dalam upaya-upaya tersebut. Tinggal bagaimana memadukan agar dakwah (ibadah) bisa jalan dan fungsi pelayanan sosial bisa berjalan seiring. Dan jika kedua hal ini bisa tercapai maka masayarakat madani bukan lagi menjadi impian, akan tetapi menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tantangan Kedepan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak isu-isu kesehatan yang masih menjadi PR bagi ummat Islam. Belum adanya tafsir terhadap isu – isu kesehatan merupakan penghambat kemajuan Islam dalam bidang kesehatan. Selain menjadi alat advokasi kesehatan, Islam juga dituntut untuk mampu memberikan jawaban terhadap isu – isu   kesehatan kontemporer. Selama ini dikalangan ummat Islam masih banyak terjadi perdebatan seputar isu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa isu kesehatan kontemporer yang mesti dibuatkan penafsiran adalah seputar kesehatan reproduksi, alat kontarasepsi [masih banyak perbedaan pendapat], penanganan Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS,  Transplantasi Organ, Sistem Pengobatan Modern dan isu yang lebih besar seputar bayi Tabung dan Kloning serta Rekayasa Genetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kebuntuan para ahli memberikan solusi terhadap hal tersebut, seharusnya Islam bisa memberikan alternatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fathul Rakhman. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengiat Jaringan Masyarakat Marginal (JMM) Lombok. Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas. Kontributor LKPK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2296696066884139130?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2296696066884139130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2296696066884139130' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2296696066884139130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2296696066884139130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/12/islam-dan-advokasi-kesehatan.html' title='Islam dan Advokasi Kesehatan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6298111126845378694</id><published>2007-11-30T17:58:00.000+08:00</published><updated>2007-12-04T07:56:06.848+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>AIDS; Terbelakang Persoalan Klasik</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Hariati SKM&lt;br /&gt;Direktur Penelitian Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan yang dialami saat ini dalam perkembangan Aids di Indonesia adalah semakin meningkatnya penderita Aids secara skala nasional ataupun propinsi. Statistik menunjukkan bahwa keadaan ini hanya merubah kondisi dari data yang lalu menjadi menanjak. Tidak mengalami penurunan ataupun stagnansi. Tapi yang patut dibanggakan adalah fenomena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ice berg&lt;/span&gt;, atau fenomena gunung es yang selalu dijadikan perkiraan prioritas praduga akhirnya perlahan-lahan mencuat. Beberapa kasus dan penderita Aids kemudian muncul satu-satu dan menjadi puluhan bahkan ratusan kasus. Ini berarti beberapa program telah berjalan dengan baik meskipun hanya untuk menampakkan kasus Aids yang sebelumnya tidak muncul ke permukaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu model kasus yang ada adalah lambannya mendeteksi penderita HIV/Aids yang masuk ke Rumah Sakit. Ternyata kebanyakan pasien yang dirujuk ke RS sudah dalam keadaan yang lanjut. Yakni pada stadium 3 dan 4 (WHO). Akibatnya kasus yang ternyata kurang tanggap di atasi ini sering sulit ditangani oleh tenaga medis. Sebenarnya beberapa kasus diatas sudah bisa terdeteksi lebih awal, misalnya kasus diare berulang dan TB berulang. Hanya saja dokter atau layanan kesehatan tidak mencurigai adanya suatu keadaan tertentu dari pasien tersebut. Sehingga pada akhirnya saat kondisi manifes baru di ajukan ke Rumah Sakit rujukan dalam keadaan yang jauh lebih lanjut. Preventif dari layanan kesehatan tentang kondisi ini sepertinya kurang dimengerti. Karena perjalanan penyakit ini menuju masa lanjut stadium masih tak diresponi dengan baik. Para dokter juga perlu mengenali kasus-kasus yang mungkin berhubungan dengan infeksi HIV sehingga tidak terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang agak berat menanggulangi HIV/Aids. HIV berada dalam tubuh seumur hidup. Cara penularan juga bermacam-macam. Stigma dan diskriminasi luar biasa dari segala penjuru. Di negara-negara yang tingkat rasionalitas berfikirnya sudah tinggi, masalah HIV/Aids dapat ditangani dengan lebih mudah. Tapi jika kita melihat pemikiran budaya indoensia kita yang beragam, perjalanan penanggulangan HIV/Aids akan menambah waktu semakin panjang dan lama penanganannya. Ini sangat berdampak pada usaha untuk mendeteksi dini keberadaan orang yang HIV/ Aids. Bila seseorang terinfeksi virus HIV/Aids ini cenderung untuk menyembunyikan atau menutup-nutupinya. Makanya, kasus kasus yang bermunculan mungkin telah memberikan tingkat malu yang jenuh dikalangan masyarakat pabila memilih untuk menyelamatkan ODHA atau mengorbankan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang lain dari kondisi ini adalah lingkungan lokalisasi pelacuran yang ada. kasus HIV/Aids di tempat lokalisasi selalu mendatangkan data yang mencengangkan. Karena kondisi ini paling rawan penularan HIV/Aids. Penularan HIV dengan kontak sex adalah yang paling mudah karena akses ke tempat ini relatif mudah (dan murah). Dengan analogi dua dari seratus orang PSK yang positif HIV, akan menularkan pelanggannya yang sering datang berganti pasangan. Tercatat data aktivitas seksual PSK dalam sehari bisa melayani 3 - 5 orang. 5 orang pemakai jasa sex yang sering berganti pasangan dilayani 1 orang PSK yang HIV positif. Buntutnya akan berlanjut ke orang lain yang melakukan kontak sex dengan lima orang pemakai jasa sex PSK. 1 dari lima orang pemakai jasa sex PSK tersebut melakukan kontak sex dengan istri atau pacar atau PSK lain, akan memboomingkan data hanya dalam beberapa hari saja. 1 berhubungan dengan 3, kemudian berhubungan lagi dengan 2 dan seterusnya dalam angka yang tak pasti tapi untuk jumlah yang pasti mencengangkan. Masuk akal bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan mereka yang terinfeksi HIV/Aids dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Injecting drugs user&lt;/span&gt; (IDU). Satu orang memakai narkoba suntik memakai satu buah spoit dipakai beramai-ramai oleh para IDU akan menularkan virus HIV kebanyak teman pemakai. Analogi hampir sama dengan pemularan dengan kontak sex. Yang menularkan virus lebih cepat dari data yang pernah ada adalah IDU. Ini sempat menjadi ketakutan internasional pada tahun 1997 - 2000 dimana pemakaian IDU memberikan gambaran data yang menularkan HIV lebih cepat. Kondisi ini dijelaskan dengan perilaku pemakai putaw misalnya yang telah pakaw ternyata juga melakukan sex dengan lawan jenis ataupun dengan sesama. Kondisi diperparah dengan penularan HIV double; Suntikan dan aktifitas sex. Ini kasus yang beruntun sulit diatasi laju penularannya. Karena keterlibatan semua pihak harus mendukung kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memaparkan bahwa permasalahan yang terjadi belakangan ini sebenarnya klasik. Kasus pasien yang kurang tertangani pada rujukan layanan kesehatan sebaiknya telah menjadi pandangan para ahli medis sejak tahun-tahun lalu. Misal kasus HIV stadium lanjut sebaiknya harus selalu dibuat standar atau mungkin skoring sistem untuk memudahkan dokter mengenali keadaan yang mungkin berhubungan dengan HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh telah menjadi kasus yang bebal sejak bertahun-tahun. Ke-klasik-an ini didukung dengan beberapa tema internasional yang sering berulang dari tahun tahun lalu:&lt;br /&gt;1. 2007 - Stop AIDS; Keep the Promise - Leadership&lt;br /&gt;2. 2006 - Stop AIDS; Keep the Promise - Accountability&lt;br /&gt;3. 2005 - Stop AIDS; Keep the Promise&lt;br /&gt;4. 2004 - Women, Girls, HIV and AIDS&lt;br /&gt;5. 2003 - Stigma &amp;amp; Discrimination&lt;br /&gt;6. 2002 - Stigma &amp;amp; Discrimination&lt;br /&gt;7. 2001 - I care. Do you?&lt;br /&gt;8. 2000 - AIDS : Men make a difference&lt;br /&gt;9. 1999 - Listen, Learn, Live: World AIDS Campaign with Children &amp;amp; Young People&lt;br /&gt;10. 1998 - Force for Change: World AIDS Campaign With Young People&lt;br /&gt;11. 1997 - Children Living in a World with AIDS&lt;br /&gt;12. 1996 - One World, One Hope&lt;br /&gt;13. 1995 - Shared Rights, Shared Responsibilities&lt;br /&gt;14. 1994 - AIDS &amp;amp; the Family&lt;br /&gt;15. 1993 - Act&lt;br /&gt;16. 1992 - Community Commitment&lt;br /&gt;17. 1991 - Sharing the Challenge&lt;br /&gt;18. 1990 - Women &amp;amp; AIDS&lt;br /&gt;19. 1989 - Youth&lt;br /&gt;20. 1988 - Communication&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelaah jauh semua berhubungan dengan kebijakan. Kebijakan adalah jalan akhir dari action lapangan. permasalahan utama ada pada lambannya bentuk penanganan karena program melulu terkucur bukan pada SDM yang handal. Dalam hal ini perlu menetapkan suatu yang ideal tentang permasalahan HIV/Aids yang dijadikan indikator sebagai evaluasi masalah. khususnya kalangan kritikus yang aktif di media, medis yang punya kualifikasi yang baik menangani pasien dan perlunya transparansi program yang menunjang perbaikan kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6298111126845378694?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6298111126845378694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6298111126845378694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6298111126845378694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6298111126845378694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/aids-terbelakang-persoalan-klasik.html' title='AIDS; Terbelakang Persoalan Klasik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1588484063249347778</id><published>2007-11-15T08:34:00.000+08:00</published><updated>2007-11-15T08:37:17.531+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Program Sistem Penjaminan Biaya Pelayanan Medik seharusnya Menjadi Fokus Kegiatan Depkes 5 tahun mendatang</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://sarmedipurba.blogspot.com/"&gt;Sarmedi Purba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem penjaminan biaya pelayanan medik masyarakat merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan di Indonesia pada saat ini. 90 % rakyat Indonesia tidak dicover dengan asuransi kesehatan atau dana untuk berobat kalau jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu fokus program kesehatan pada kabinet Indonesia Bersatu seharusnya menciptakan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan secara bertahap di Indonesia sehingga dalam waktu 5 tahun ke depan telah diletakkan dasar-dasar penjaminan biaya pengobatan yang pada tahapan selanjutunya merencanakan persentasi target coverage sistem ini pada 90% rakyat Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dalam kurun waktu 15 tahun 75 % rakyat Indonesia telah memiliki kartu asuransi sakit atau sejenisnya yang dapat menjamin pembiayaan berobat pada masa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, Malaysia telah mencapai 85% dan Singapura mencapai 95 % dari penduduknya yang telah memiliki asuransi pengobatan, sedang kita baru sekitar 12%. Hal ini terjadi karena sampai sekarang Pemerintah tidak pernah memikirkan hal ini dengan serius. Kita terfokus pada pengobatan murah melalui Puskesmas dan RSUD dengan subsidi pemerintah. Sekarang instalasi pengobatan itu telah bangkrut karena kewalahan dalam hal pembiayaan khususnya pada daerah miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat bahwa pelayanan kesehatan masyarakat hanya dapat berfungsi kalau dipenuhi kriteria:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedianya dana penjaminan melalaui asuransi atau dana penjaminan sejenisnya&lt;br /&gt;Tersedianya pelayanan yang tidak membiarkan orang sakit menunggu terlalu lama.&lt;br /&gt;Adanya pengaturan standard pelayanan yang dipatuhi dan diawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini perlu deregulasi sitem penjaminan pelayanan kesehatan yang pada saat ini ada pada PT Askes, PT Jamsostek dan Dana BUMN dan asuransi swasta. Dana yang tersedia harus ditata menjadi dana yang realistis dapat menyediakan uang yang cukup untuk pemeliharaan kesehatan pesertanya. Dana yang mubazir harus dikaji ulang sehingga lebih efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang tersedia dari anggaran pemerintah pusat dan daerah harus difokuskan untuk menambah jumlah peserta asuransi sakit yang sudah ada, tidak untuk membantu rumah sakit yang tidak mampu melayani pasien. Dengan demikian RS dan Puskesmas harus hidup dari banyaknya pasien yang dilayaninya, bukan dari anggaran yang diterimanya dari pemerintah. Dengan demikian instalasi pelayanan kesehatan yang tidak mampu melayani penderita tidak akan mendapat apa-apa sedang yang mampu menarik hati pasien akan menerima imbalan dari dana pasien yang berobat, khususnya pasien yang mempunyai kartu asuransi sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi kesehatan harus dapat menjamin biaya pelayanan minimal untuk nasabahnya. Yang tidak dapat memenuhi kriteria pembiayaan yang berlaku pada harga pasar tidak diberikan ijin operasional (sekarang ada asuransi kesehatan swasta atau pemerintah yang tidak dapat membayar biaya pengobatan sesuai standard yang baku, dpl. biaya yang diberikan tidak memungkinkan orang sembuh dari penyakitnya alias wanprestasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan RS sawasta dan pemerintah harus bersaing dan tidak ada yang dianaktirikan atau yang menjadi anak kesayangan. Satu-satunya penilaian untuk RS adalah kemampuannya melayani orang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memfokuskan program pada pembiayan pelayanan orang sakit tidak dimaksud untuk mengabaikan aspek-aspek lainnya di bidang kesehatan yang telah dilakukan selama ini, khususnya di bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat preventif, rehabilitatif dan promotif. Dalam bidang-bidang ini tentu harus mendapat perhatian yang proporsional, namun harus diingat bahwa pengobatan penyakit adalah ujung tombak pencegahan penyakit dan yang paling penting adalah pencegahan kematian. Dengan pengobatan yang baik kita serta merta bertindak promotif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.med. Sarmedi Purba, SpOG, pengamat politk kesehatan&lt;br /&gt;Email: sarmedi@vita-insani.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1588484063249347778?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1588484063249347778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1588484063249347778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1588484063249347778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1588484063249347778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/program-sistem-penjaminan-biaya.html' title='Program Sistem Penjaminan Biaya Pelayanan Medik seharusnya Menjadi Fokus Kegiatan Depkes 5 tahun mendatang'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6651574461706029690</id><published>2007-11-15T08:32:00.000+08:00</published><updated>2007-11-15T08:33:42.439+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Janji Kesehatan Gratis dan Pilkada</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;MOMENTUM pilkada sudah awam dipahami sebagai waktunya menebar janji oleh para politisi yang terhormat. Janji kesehatan gratis adalah salah satunya. Sejauh ini tidak pernah ada konsep yang rigid tentang kesehatan gratis. Semua hanya jargon semata.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pernah ada kajian dan kerangka pikir yang signifikan tentang penggratisan kesehatan itu sendiri. Kalaupun ada, kesehatan gratis tersebut hanya ditujukan bagi rakyat miskin yang bentuknya juga tidak jelas, umumnya hanya berupa pengobatan gratis selama masa kampanye. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Program bantuan jaminan kesehatan (JPK Gakin, Askeskin, dll.) bagi orang miskin saja belum mencukupi karena kebutuhan kesehatan sangat tidak pasti. Yang tidak miskin, banyak sekali yang tidak mampu membiayai perawatan dan pengobatan yang dibutuhkannya. Bahkan sesungguhnya lebih dari 90% penduduk Indonesia terancam jadi miskin jika menderita sakit berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data-data laporan maupun survei menunjukkan, memang lebih dari 90% bantuan JPK Gakin sampai pada orang tepat, alias miskin. Sesungguhnya tidak sulit mencari orang miskin di Indonesia, sebab jika kriteria miskin yang digunakan adalah pendapatan 2 dolar AS per hari, standar untuk negara berkembang yang digunakan Bank Dunia, lebih dari 60% penduduk Indonesia tergolong miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ideal tentang kesehatan gratis adalah universalisasi pelayanan kesehatan melalui penghapusan retribusi kesehatan dan asuransi kesehatan untuk seluruh penduduk. Kenapa seluruh penduduk? Jawabannya, kebijakan pengurangan kemiskinan selama ini hanya berupaya mengatasi yang miskin, tapi lupa menghalangi orang untuk jatuh miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penggratisan kesehatan, akan membantu mengurangi pengeluaran penduduk sehingga mereka dapat mengalokasikannya untuk pendidikan atau daya beli dan yang terutama adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya, mungkinkah kesehatan gratis bisa terwujud? Jawabannya bisa, beberapa kabupaten di Indonesia seperti Jembrana, Purbalingga, Sumedang, Musi Banyuasin, Banjarmasin, Sumbawa Barat, dengan optimalisasi dan efisiensi APBD mampu mewujudkan pelayanan kesehatan gratis bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tinggal kemauan politik, rasa sayang, dan keberpihakan pemerintah daerah kepada rakyatnya untuk tidak sekadar mengobral janji manis pada masa kampanye. Janganlah terus mengobral janji, gunakanlah sedikit nurani, dan rakyat pasti akan mengabdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ana Westy Martiani, S.Sos. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6651574461706029690?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6651574461706029690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6651574461706029690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6651574461706029690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6651574461706029690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/janji-kesehatan-gratis-dan-pilkada.html' title='Janji Kesehatan Gratis dan Pilkada'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-3367815529761331003</id><published>2007-11-10T04:45:00.000+08:00</published><updated>2007-11-10T04:55:17.461+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HKN'/><title type='text'>Penjelasan Tema Hari Kesehatan Nasional ke-43, 12 November 2007</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_FRvugY4J8y8/RzTHSCWVVdI/AAAAAAAAAAU/fgCS9Iyu1-4/s1600-h/header-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_FRvugY4J8y8/RzTHSCWVVdI/AAAAAAAAAAU/fgCS9Iyu1-4/s320/header-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130944988163954130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesehatan merupakan karunia Tuhan yang sangat berharga dan merupakan salah satu hak dasar manusia, serta salah satu dari tiga faktor utama selain faktor pendidikan dan pendapatan yang menentukan Indeks Pembangunan Sumberdaya Manusia. Peningkatan derajat kesehatan akan memberikan sumbangan nyata dalam meningkatkan daya saing bangsa yang sangat diperlukan dalam era globalisasi. Untuk itu, kesehatan bagi sebagian penduduk yang terbatas kemampuanya serta yang berpengetahuan dan berpendapatan rendah perlu diperjuangkan secara terus-menerus dengan cara mendekatkan akses pelayanan kesehatan, dan sekaligus memberdayakan kemampuan mereka melalui pengembangan berbagai upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang didorong menuju Desa Siaga sebagai proses menjadi Desa Sehat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, kesadaran masyarakat bahwa kesehatan merupakan investasi bagi pengembangan sumberdaya manusia, juga perlu terus dipromosikan melalui sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil kebijakan dan stakeholders (pemangku) di berbagai jenjang administrasi. Departemen Kesehatan yang memiliki visi ”Masyarakat yang Mandiri untuk Hidup Sehat” dengan misi ”Membuat Rakyat Sehat”, serta dengan strategi ”Menggerakkan dan Memberdayakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat”, berupaya untuk memfasilitasi percepatan pencapaian derajat kesehatan setinggi-tinginya bagi seluruh penduduk dengan mengembangkan kesiap-siagaan masyarakat di tingkat desa yang dikenal dengan Desa Siaga. Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular, perilaku kesehatan yang keliru, kejadian bencana, kedaruratan, dan sejenisnya dengan memberdayakan potensi lokal secara gotong royong dan sinergis. Oleh karena itu, kesehatan bagi semua rakyat perlu diperjuangkan dan diupayakan terus oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat, maupun semua komponen bangsa secara sinergisme untuk mencapai rakyat sehat, ketahanan bangsa dan akhirnya Negara kuat. Untuk tahun 2007 tema dipilih yang lebih mengarah pada bentuk kegiatan kongkrit berpihak kepada masyarakat yaitu dalam bentuk gerakan/tindakan nyata untuk menjadikan rakyat sehat sebagai sumber kapital sosial dalam upaya mewujudkan ketahanan bangsa yang tangguh dan negara kuat. Makna yang ingin disampaikan dalam tema ini adalah perlunya kesadaran, kemauan dan kemampuan semua komponen bangsa untuk mewujudkan semua rakyat sehat sebagai sumber kekuatan ketahanan bangsa yang tangguh dan negara kuat. Negara kuat dapat diartikan sebagai negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki ketahanan bangsa yang tangguh dengan basis utamanya dalam wujud semua rakyat sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki produktivitas yang tinggi.&lt;br /&gt;Berangkat dari tema HKN 2007 yaitu Rakyat Sehat Negara Kuat, Logo menggambarkan bagaimana 3 orang (rakyat) yang mengibarkan bendera merah putih, sebagai lambang Negara. Bendera merah putih melambangkan Negara, sementara rakyat sehat digambarkan oleh gesture 3 orang tersebut yang mengangkat tangannya. Grafis elips menggambarkan kekuatan Negara, yaitu rakyat dan bendera yang bersatu padu membentuk hierarki kerucut ke atas menggambarkan satu visi Negara yang kuat. Sementara itu bentuk bendera merah putih seperti kobaran api menggambarkansemangat rakyat yang sehat dalam membentuk Negara yang kuat. Warna: Merah dan biru tua. Merah menggambarkan semangat kenegaraan yang tertuang dalam bendera Negara kita. Biru menggambarkan suatu visi yang ingin dicapai Negara Indonesia yaitu kemapanan, kekuatan dan kesehatan Negara. Jenis Huruf: IMPACT&lt;br /&gt;Jenis huruf yang berkesan kuat dan kokoh mencerminkan pondasi bangsa yang sehat dan kuat. Jenis huruf ini harus senantiasa digunakan dalam berbagai media (digunakan untuk judul) pada spanduk, banner dll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-3367815529761331003?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/3367815529761331003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=3367815529761331003' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3367815529761331003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3367815529761331003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/penjelasan-tema-hari-kesehatan-nasional.html' title='Penjelasan Tema Hari Kesehatan Nasional ke-43, 12 November 2007'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_FRvugY4J8y8/RzTHSCWVVdI/AAAAAAAAAAU/fgCS9Iyu1-4/s72-c/header-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-4646048232812341768</id><published>2007-11-10T04:35:00.000+08:00</published><updated>2007-11-10T04:42:28.720+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Hari Kesehatan Nasional 2007: Rakyat Sehat maka Negara Kuat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_FRvugY4J8y8/RzTFYCWVVcI/AAAAAAAAAAM/1AdN0mVTZY0/s1600-h/header-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_FRvugY4J8y8/RzTFYCWVVcI/AAAAAAAAAAM/1AdN0mVTZY0/s320/header-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130942892219913666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rakyat adalah faktor utama bagi jatuh bangunnya sebuah bangsa dan negara. Oleh karena itu, kesehatan rakyat merupakan syarat utama bagi kelangsungan sebuah bangsa. Jika rakyat sehat maka negara akan kuat.&lt;br /&gt;“Rakyat yang rentan pada penyakit akan lemah dan mudah ditundukkan oleh bangsa lain. Oleh karena itu, negara bertanggung jawab menjamin kesehatan rakyatnya semaksimal mungkin,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menanggapi soal Hari Kesehatan Nasional yang akan jatuh pada 12 November depan nanti.&lt;br /&gt;Namun, Siti Fadilah menegaskan bahwa tidak mungkin negara dan pemerintah bekerja sendiri tanpa keterlibatan rakyat secara langsung untuk menjaga kesehatannya. “Negara dan pemerintahan ini adalah milik rakyat. &lt;span class="fullpost"&gt;Semua pihak harus sadar dan mau bertindak demi kesehatan dirinya dan semua orang. Tidak ada seorangpun yang terlepas dari tanggung jawab terhadap persoalan kesehatan di negeri ini,” katanya.&lt;br /&gt;Berbagai masalah kesehatan, bencana alam, dan penyakit yang sudah dilalui, menurut Menkes, adalah pelajaran bagi rakyat dan pemerintah untuk mempertahankan diri, keluarga, lingkungan, dan bangsa. “Satu orang dari kita yang terserang flu burung, itu ancaman bagi yang lain. Satu daerah terkena bencana, juga adalah penderitaan bagi seluruh rakyat. Semakin lama rakyat dan negara semakin kuat dalam menghadapi berbagai ancaman,” kata Fadilah.&lt;br /&gt;Ia melanjutkan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan cuma-cuma bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya untuk orang miskin saja. “Waktunya akan tiba kelak, seluruh rakyat secara nasional akan ditanggung biaya kesehatannya oleh pemerintah. Negara cukup kaya untuk melakukan itu. Kita sedang mempersiapkan sistemnya,” jelasnya lagi.&lt;br /&gt;Nanti, lanjutnya, yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah adalah memastikan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik di semua layanan kesehatan. “Ini bukan mimpi, tapi harus bisa kita capai segera. Kesehatan adalah hak seluruh rakyat. Kesehatan bukan komoditas,” katanya.&lt;br /&gt;Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1142/Menkes/SK/X/2007, Hari Kesehatan Nasioanl yang bertema “Rakyat Sehat Negara Kuat!” berada dibawah tanggung jawab Sekretaris Jenderal Depkes RI dr. Sjafii Ahmad MPH, melibatkan PT Sari Husada dan PT Unilever. Kegiatan peringatah HKN ke-43 akan diselenggarakan dengan melibatkan komponen-komponen rakyat.&lt;br /&gt;Anda bisa mendownload Buku Petunjuk Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-43 di &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/HKN%202007/buku%20panduan.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-4646048232812341768?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/4646048232812341768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=4646048232812341768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/4646048232812341768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/4646048232812341768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/hari-kesehatan-nasional-2007-rakyat.html' title='Hari Kesehatan Nasional 2007: Rakyat Sehat maka Negara Kuat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_FRvugY4J8y8/RzTFYCWVVcI/AAAAAAAAAAM/1AdN0mVTZY0/s72-c/header-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8683584651249639901</id><published>2007-11-07T16:37:00.000+08:00</published><updated>2007-11-07T16:39:45.824+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Pembiayaan Kesehatan Sistem Tunai Dinilai Kurang Efektif</title><content type='html'>Pembiayaan kesehatan dengan sistem pembayaran tunai berdasarkan jumlah dan jenis pelayanan (fee for service), seperti yang selama ini diterapkan di Indonesia, dinilai kurang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pembiayaan semacam itu, menurut Dekan dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof.Hasbullah Thabrany, di Jakarta, Kamis, membuat sebagian masyarakat tidak bisa menjangkau pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan lebih baik kalau setiap orang diwajibkan menabung atau membayar iuran asuransi atau jaminan kesehatan yang besarnya terjangkau sesuai penghasilannya. Dengan demikian mereka tidak kesulitan bila sewaktu-waktu sakit," katanya dalam seminar mengenai peran sektor publik dan swasta dalam implementasi Sistem Kesehatan Nasional (SKN).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsep bahwa orang dengan penghasilan tertentu mengiur uang dalam jumlah tertentu untuk asuransi kesehatan itu, menurut dia, sudah ada dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sudah ada dalam Undang-undang SJSN tapi belum dilaksanakan secara menyeluruh. Saat ini sudah mulai diterapkan pada masyarakat miskin melalui program Askeskin," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Operasional PT Asuransi Kesehatan I Gede Subawa, yang juga menjadi pembicara dalam seminar itu, menambahkan pembiayaan kesehatan dengan sistem pembayaran tunai juga membuat alokasi dana kesehatan yang kecil (3, 2 persen dari PDB-red) tidak bisa dimanfaatkan secara optimal, merata dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penerapan sistem ini kurang tepat dan menurut saya perlu dikaji lagi karena pola ini penuh dengan ketidakpastian yang akibatnya tidak menguntungkan," katanya serta menambahkan pembiayaan kesehatan dengan sistem asuransi lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial, ia melanjutkan, dana masyarakat yang cukup besar bisa dimobilisasi dan diberdayakan secara optimal dan selanjutnya bisa diarahkan menuju terwujudnya sistem jaminan kesehatan nasional sesuai amanat undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan pembiayaan kesehatan dengan sistem asuransi, ia melanjutkan, akan menggeser tanggung jawab perorangan menjadi tanggungjawab kelompok dan mengubah sistem pembayaran dari setelah pelayanan diberikan menjadi sebelum pelayanan diberikan serta sesudah sakit menjadi sebelum sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain menguntungkan bagi masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan ini juga bisa menjasi sarana sektor swasta untuk berperan dalam upaya kesehatan nasional," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa pembiayaan kesehatan dengan sistem asuransi dapat memberikan manfaat optimal jika pemerintah mengeluarkan kebijakan pendukung, utamanya yang menyangkut kepastian tarif biaya pelayanan kesehatan.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8683584651249639901?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8683584651249639901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8683584651249639901' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8683584651249639901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8683584651249639901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/pembiayaan-kesehatan-sistem-tunai.html' title='Pembiayaan Kesehatan Sistem Tunai Dinilai Kurang Efektif'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-9002116514682298570</id><published>2007-11-02T07:05:00.000+08:00</published><updated>2007-11-02T07:09:45.975+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengurangi Risiko Bahaya: Pencegahan dan Perawatan</title><content type='html'>Penyalahgunaan NAPZA sangat berisiko terhadap kelangsungan hidup pemakai maupun orang-orang lain yang berkepentingan dengan pemakai (keluarga, lingkungan, masyarakat luas) baik secara fisik, psiko-sosial, ekonomi, dst. Karenanya segala upaya harus dikerahkan untuk mengurangi risiko-risiko sampai sekecil-kecilnya, bahkan meniadakannya samasekali. Ada banyak upaya yang sudah dan sedang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi risiko penyalahgunaan NAPZA melalui upaya pencegahan, perawatan, maupun rehabilitasi. Selain itu juga dilakukan upaya pengurangan pemasokan NAPZA, pengurangan permintaan NAPZA dan upaya-upaya khusus untuk mengurangi dampak buruk NAPZA. Berbagai upaya tersebut dilakukan oleh lembaga pemerintah (Departemen Kesehatan, Rumah Sakit, Kepolisian, dst) maupun Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan NAPZA dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan NAPZA. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, kampanye atau penyebaran pengetahuan mengenai bahaya narkoba, dan pendekatan dalam keluarga, dll. Tahap ini bisa dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat dimanapun : sekolah, tempat tinggal, tempat kerja, dan di tempat-tempat umum. &lt;br /&gt;   2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini biasanya ditangani oleh lembaga professional di bidangnya yaitu lembaga medis seperti klinik, rumah sakit, dokter. Fase ini biasanya meliputi : Fase penerimaan awal (initial intake) antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1-3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.&lt;br /&gt;   3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini memakan waktu cukup lama dan biasanya dilakukan di lembaga-lembaga khusus seperti klinik rehabilitasi dan kelompok masyarakat yangn dibentuk khusus untuk itu (therapeutic community). Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3 - 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba harus mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif , dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan penggunaan NAPZA adalah tujuan yang paling penting dan harus diusahakan sekeras mungkin. Sayangnya, berbagai upaya yang sudah dilakukan ternyata tidak juga berhasil mengurangi jumlah pengguna NAPZA di Indonesia. Upaya menghentikan penggunaan NAPZA melalui cara medis, psikologis maupun spiritual dilakukan oleh berbagai lembaga, tetapi tingkat kambuh atau kembali menggunakan NAPZA (disebut relapse) juga sangat tinggi yaitu 80 - 90%.&lt;br /&gt;Untuk mengurangi risiko-risiko dari penyalahgunaan NAPZA, maka paling tidak harus ada tiga pendekatan yang walaupun berbeda tetapi harus berjalan bersamaan, yaitu : 1) Pengurangan Pemasokan NAPZA (Supply reduction); 2) Pengurangan permintaan (demand reduction); dan 3) Pengurangan dampak buruk (harm reduction) (Costigan, 2001) seperti dijelaskan secara singkat di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengurangan pemasokan atau persediaan (supply reduction)&lt;br /&gt;Biasanya berkaitan dengan langkah-langkah penegakan hukum terhadap penanaman atau pembuatan NAPZA, pengolahan, pengangkutan serta peredaran dan perdagangan NAPZA. Kemauan politis untuk mengurangi pemasokan tidak selalu ada, terutama di negara-negara penghasil tanaman illegal (bahan dasar NAPZA). Kalaupun ada kemauan politis untuk menindak secara hukum pihak-pihak yang terlibat dalam pemasokan, maka kesulitannya adalah menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang mengambil manfaat besar dari pemasokan (sindikat). Berbagai upaya lain untuk mengurangi pemasokan NAPZA masih dan sedang dilakukan di berbagai negara seperti penggantian jenis tanaman, perundang-undangan mengenai NAPZA dan persetujuan internasional dan multi lateral.&lt;br /&gt;Pengurangan pemasokan tidak akan berhasil selama perdagangan NAPZA mampu menghasilkan keuntungan yang sangat besar dan selama upaya tidak ada upaya pengurangan permintaan. Pengurangan pemasokan bisa berhasil bila dimulai di akar-akar persoalan : penegakan hukum, pemberantasan korupsi, pengembangan ekonomi, dll.&lt;br /&gt;2. Pengurangan permintaan (demand reduction)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dilakukan dalam bentuk upaya preventif dan kuratif. Upaya preventif atau pencegahan biasanya berbentuk pendidikan mengenai bahaya NAPZA maupun penyediaan alternatif kegiatan lain agar orang tidak memakai NAPZA. Upaya ini juga mencakup terapi pada pengguna untuk mengurangi konsumsi mereka. Pendidikan mengenai NAPZA dan dampak buruknya biasanya ditujukan pada masyarakat umum, generasi muda melalui program di sekolah maupun di luar sekolah, dan pada para pengguna NAPZA sendiri. Program pendidikan yang berisi pesan-pesan kampanye dan bersifat massal ini biasanya tidak terlalu besar dampaknya dalam mengurangi penggunaan NAPZA, apalagi bila memberi kesan bahwa penggunan NAPZA adalah musuh atau sampah masyarakat karena ini hanya membuat para pengguna bersembunyi tetapi tidak mengurangi penggunaan NAPZA. Pendidikan yang lebih berhasil adalah yang memandang kecanduan sebagai penyakit, dan karenanya pengguna NAPZA membutuhkan dukungan dan terapi. Dengan simpati dan empati (bukan berarti menyetujui) terhadap pengguna NAPZA sebagai "korban"dari sebuah situasi (sosial, ekonomi, politik, dll) yang tidak harmonis, maka terapi bisa lebih berhasil. Terapi yang berhasil, terutama terhadap ketergantungan NAPZA, memerlukan lebih dari sekedar detoksifikasi atau pembersihan racun-racun NAPZA dari dalam darah, melainkan pemahaman menyeluruh terhadap setiap individu pemakai (jenis yang dipakai, lama memakai, karakteristik individu, dll) sehingga dapat dilakukan pendekatan terapi yang sesuai dengan karakter dan masalah setiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye dengan slogan-slogan kurang efektif karena biasanya tidak mengenai sasaran. Strategi yang benar harus didasarkan pada pemahaman yang tepat dan menyeluruh mengenai permasalahan para pengguna NAPZA sehingga terapi dilakukan sesuai dengan latarbelakang dan permasalahan khas para pengguna. Meluruskan persepsi yang salah mengenai NAPZA dan mengganti slogan-slogan dengan pemahaman ilmiah lebih berguna untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman masyarakat umum dengan fakta ilmiah mengenai NAPZA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kecanduan sebagai penyakit dan menyediakan pelayanan untuk menyembuhkan penyakit dengan perhatian, tidak bersikap mengadili, dan menegakkan etika (menjaga kerahasiaan, menghormati martabat dan hak sebagai pasien, dll) akan jauh lebih efektif untuk mengurangi permintaan akan NAPZA dibandingkan pendekatan represif atau pengucilan misalnya. Perlu diingat terapi biasanya tidak cukup satu kali, tetapi bisa berulang karena jarang sekali seorang pecandu berhasil langsung berhenti samasekali setelah menjalani terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan pengguna NAPZA tidak hanya akan membantu pasien sendiri, melainkan juga berguna bagi masyarakat karena akan meningkatkan fungis sosial dan psikologis, mengurangi kriminalitas dan kekerasan, dan mengurangi penyebaran AIDS, selain juga akan sangat mengurangi berbagai kerugian biaya karena penyalahgunaan NAPZA. &lt;br /&gt;3. Pengurangan dampak buruk (harm reduction)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah upaya jangka pendek untuk mencegah dampak buruk yang lebih luas dari penggunaan NAPZA. Strategi ini terutama diarahkan pada pencegahan dampak buruk meluasnya penyebaran HIV/AIDS melalui penggunan NAPZA dengan jarum suntik. Dasar pemikirannya adalah kenyataan bahwa NAPZA tidak dapat diberantas dalam waktu cepat dan dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan NAPZA dan keadaan sosial yang melahirkan permintaan akan NAPZA mengakibatkan permintaan pada NAPZA akan berlangsung terus. Strategi ini meliputi beberapa tahap : mulai dari mendorong pengguna untuk berhenti menggunakan NAPZA à jika belum dapat berhenti, mendorong pengguna berhenti menggunakan cara menyuntik NAPZA à kalau belum dapat berhenti dengan cara menyuntik, memastikan ia tidak berbagi/bertukar semua peralatan suntiknya dengan pengguna lainà bila masih belum dapat menghentikan cara berbagi, memastikan (mendorong dan melatih) para pengguna untuk menyucihamakan peralatan setiap kali menyuntik. Selama upaya penggurangan dampak buruk ini dilakukan, pengguna tidak ditempatkan sebagai penerima pelayanan yang pasif, melainkan dilibatkan secara aktif dalam pencegahan dampak buruk NAPZA bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk dapat melakukan hal ini, dibutuhkan berbagai cara pendekatan kepada kelompok-kelompok pengguna.&lt;br /&gt;Program-program pengurangan dampak buruk pada dasarnya bertujuan merubah perilaku, meliputi : penyediaan informasi untuk menyadarkan pengguna mengenai berbagai risiko panggunaan NAPZA; pengalihan NAPZA dengan obat/zat pengganti yang lebih aman (metadon); pendidikan penjangkauan oleh pendidik sebaya; penyebaran jarum suntik suci hama dan pembuangan jarum suntik bekas; konseling dan tes HIV di antara pengguna NAPZA; memperbesar peluang pemberian layanan kesehatan bagi para pengguna NAPZA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan pengurangan pemasokan, pengurangan permintaan dan pengurangan dampak buruk NAPZA tidak efektif bila dilakukan secara sendiri-sendiri. Ketiganya baru efektif bila dilakukan secara bersama-sama dan saling melengkapi sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung untuk menghentikan penyalahgunaan NAPZA yang sudah terbukti merupakan malapetaka bagi bangsa (lihat Costigan, 2001)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-9002116514682298570?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/9002116514682298570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=9002116514682298570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/9002116514682298570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/9002116514682298570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/mengurangi-risiko-bahaya-pencegahan-dan.html' title='Mengurangi Risiko Bahaya: Pencegahan dan Perawatan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1454966436960446437</id><published>2007-11-02T07:01:00.000+08:00</published><updated>2007-11-02T07:05:15.631+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Memperingati Hari Pengguna Napza International, 1 November 2007; Penggunaan Narkoba di Indonesia Mengkhawatirkan</title><content type='html'>Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla menegaskan, Indonesia sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dalam hal penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba). Untuk tidak semakin parah, perlu upaya penegakan hukum lebih tegas, selain penyelesaian akar persoalannya baik ekonomi, sosial, kebiasaan, gaya hidup, maupun pergaulan.&lt;br /&gt;Dikatakan, Amerika Serikat adalah negara dengan korban tertinggi akibat penyalahgunaan narkoba, sedangkan Malaysia adalah negara yang menggunakan aturan sangat keras dalam pemberantasan kejahatan narkoba ini. Hasilnya, angka penggunaan narkoba di negara itu berhasil ditekan. Sedangkan di Indonesia, hukuman mati sudah diterapkan dengan tujuan untuk menciptakan efek jera sehingga tidak semakin banyak orang Indonesia meninggal gara-gara narkoba. Karena itu, kata Kalla, tidak cukup berbicara duka cita atau korban, tetapi harus berupaya keras secara bersama-sama guna mencegah penyalahgunaan narkoba. Unit terapi yang diresmikan Wapres itu terdapat rehabilitasi, penelitian dan pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat asrama untuk para residen sebanyak tiga buah dengan kapasitas 350 orang residen. "Bangunan ini juga dilengkapi delapan ruang kelas dengan kapasitas masing-masing kelas 30-50 orang, ruang laundry dan masak. Kesemuanya menjadi sarana bagi anak untuk belajar dan melatih diri menjalani hidup secara positif dan mandiri," demikian bunyi siaran pers Humas Set Lahar BNN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang dihimpun dari direktorat IV Narkoba dan KT Bareskrim Polri menyebutkan bahwa 4.347 kasus yang diselesaikan dalam kurun waktu Januari-Maret 2007, telah disita barang bukti antara lain narkoba jenis ganja dan sejenisnya sebanyak 155.935 ton yang ditemukan di areal lahan seluas 610 hektare. Sementara itu, wartawan yang meliput acara seremonial peresmian Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN itu memboikot acara tersebut, karena panitia mengusir wartawan keluar dari ruangan acara hanya dengan alasan kekurangan kursi. Wartawan merasa tidak diperlakukan manusiawi. ''Padahal, salah satu pilar penting dalam memerangi Narkoba tersebut adalah pers. Panitianya tidak profesional, kalau memang sungguh mau mengajak pers sebagai mitra memerangi Narkoba, mestinya perlakuannya tidak sekasar ini,'' ujar seorang wartawan sebuah koran ibu kota yang sehari-hari meliput di kantor Wapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan Hari Anti-Narkoba Sedunia, Indonesia's NGO Coalition for International Human Rights Advocasy dalam siaran persnya menyatakan, hendaknya momen peringatan tersebut dimanfaatkan untuk menerapkan sistem memerangi Narkoba tanpa penyiksaan. Sebab, dalam banyak kasus kata LSM tersebut, kerap kali terjadi penyiksaan yang dilakukan aparat kepolisian. Persoalan narkoba yang saat ini terjadi di dunia diyakini dapat dicegah perkembangannya, dan bisa diatasi serta dikontrol. Untuk itu upaya-upaya untuk memerangi peredaran harus terus dilakukan termasuk penegakan hukum secara terus menerus dan kolektif. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-Moon dalam sambutannya menyambut Hari Anti Narkoba Sedunia yang jatuh United Nation Offices on Drugs and Crime. Menurut Ban Ki-Moon, jika permintaan akan narkoba bisa ditekan, maka hal itu akan membawa pengaruh positif seperti berkurangnya suplai narkoba dan kasus-kasus kriminalitas yang disebabkan narkoba. "Memerangi narkoba adalah upaya kolektif semua kalangan. Mulai dari pemimpin politik, orang tua, guru, pekerja sosial, media massa, dan penegak hukum harus memainkan perannya masing-masing," tegas Ban. Dikatakan, misi yang dilakukan dalam pemberantasan narkoba ini adalah agar setiap orang khususnya kaum muda dapat mengontrol dirinya sendiri bukan oleh narkoba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1454966436960446437?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1454966436960446437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1454966436960446437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1454966436960446437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1454966436960446437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/11/memperingati-hari-pengguna-napza.html' title='Memperingati Hari Pengguna Napza International, 1 November 2007; Penggunaan Narkoba di Indonesia Mengkhawatirkan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1839363759825634102</id><published>2007-10-06T05:57:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T05:59:43.131+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Global Fund Mencari Local Fund Agent</title><content type='html'>Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM) atau lembaga donor internasional yang bergerak di bidang pengendalian penyakit HIV/AIDS, Tuberculosis and Malaria mencari mitra kerja di Indonesia seperti institusi swasta, universitas/institusi akademis, LSM atau organisasi non-profit, serta konsultan untuk dijadikan sebagai Local Fund Agent (LFA). Bagi yang berminat dapat mengajukan proposal ke kantor pusat Global Fund paling lambat tanggal 5 November 2007. LFA bertugas menjadi agen/perwakilan GF di Indonesia yang bertugas menilai kinerja pelaksanaan program dan memberikan saran kepada GF tentang penyerapan dan perbaikan program. Calon LFA harus dapat menyediakan jasa pemantauan dan evaluasi (M&amp;E), keuangan, pengadaan/pengelolaan pasokan (supply management), kesehatan, dan berbagai jasa pendukung lain. Informasi lengkap tentang LFA dapat diakses melalui alamat situs &lt;a href="http://www.theglobalfund.org/en/business_opportunities/lfa"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat GF bertempat di Jenewa dan tidak memiliki perwakilan di negara-negara penerima bantuan ataupun di tingkat regional. Pekerjaan pengelolaan dana bantuan didelegasikan kepada Country Coordinating Mechanism (CCM), Local Fund Agency (LFA), Principal Recipient (PR), dan Technical Review Panel (TRP). Selain komunikasi dua arah antara Sekretariat dan masing-masing negara, pertemuan berkala juga memungkinkan seluruh pihak tersebut, berinteraksi, juga dengan mitra dan donor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CCM adalah mitra lokal yang membuat dan menyerahkan proposal ke GF, berdasar prioritas nasional. Jika proposal disetujui GF, CCM memantau kemajuan pelaksanaan. CCM terdiri dari pemerintah seperti Bappenas, organisasi multilateral atau bilateral, LSM, institusi akademis, swasta, dan penderita ATM. Untuk setiap dana yang diberikan atas 1 proposal, CCM menominasikan satu atau dua organisasi publik atau swasta sebagai Principal Recipient (PR). Proposal ke GF kemudian direview oleh Technical Review Panel (TRP). Setelah proposal disetujui dan dikembalikan pada CCM, maka tanggungjawab pelaksanaan program diberikan pada PR yang bertugas melaksanakan program, termasuk bekerjasama dengan mitra pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian kapasitas calon PR dan kinerja PR dilakukan oleh LFA. LFA berperan pula sebagai auditor. Pada tahap awal, LFA menilai kapasitas para PR yang dinominasikan menerima hibah dan bertanggung-jawab terhadap pelaksanaan program, melakukan verifikasi penyerapan dana secara berkala dan mereview laporan tahunan PR serta memberi saran pada GF yang berkaitan dengan penyerapan dan hal-hal lain yang perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan regional Asia Timur dan Pasifik di Bali awal bulan ini, para peserta sepakat bahwa LFA selama ini kurang mengerti masalah pembangunan, kesehatan masyarakat, atau memahami tentang dinamika pengendalian penyakit yang ditangani GF. Akhirnya, sulit bagi pengelola proyek untuk menjelaskan dinamika dan keterbatasan di lapangan yang berhubungan dengan penilaian kinerja. Calon LFA yang akan datang diharapkan dapat mengatasi kekurangan ini. Karena itu, GF kini mencari mitra-mitra lokal sebagai LFA. GF menginginkan calon mitra mengutamakan transparansi dan akuntabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GF dibentuk tahun 2002 bertujuan menyediakan sumberdaya sehingga negara-negara dapat lebih agresif menangani penyakit HIV/AIDS, TB dan Malaria (ATM). Ketiga penyakit tersebut dipilih karena secara global, ATM dianggap sebagai tiga ancaman kesehatan dunia dengan total korban mencapai 6 juta orang meninggal setiap tahun karena ketiga penyakit yang sebenarnya cukup mudah dicegah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, GF telah memberikan 410 hibah ke 132 negara, memberikan pelayanan bagi 770 ribu pasien HIV, 2 juta pasien TBC dan mendistribusikan 18 juta kelambu khusus untuk melindungi keluarga dari nyamuk malaria. Negara-negara tersebut dibagi ke dalam 8 wilayah, yaitu Asia Timur dan Pasifik, Eropa Timur dan Asia Tengah, Amerika Latin dan Karibia, Afrika Selatan dan Timur Tengah, Asia Selatan, serta wilayah Sub Sahara yang dibagi atas Timur, Selatan, serta Barat dan Tengah. Sejauh ini, GF telah mengalokasikan 15% dananya untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik. 55% dana GF yang terkumpul diberikan kepada wilayah Subsahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi mengenai GF dapat dilihat pada situs beralamatkan www.theglobalfund.org. Untuk pengiriman proposal ataupun komunikasi, peminat dapat menghubungi &lt;a href="mailto:Riana.Napitupulu@theglobalfund.org"&gt;Riana.Napitupulu@theglobalfund.org&lt;/a&gt; atau &lt;a href="mailto:BSU.Contracts.RFPLFA@theglobalfund.org"&gt;BSU.Contracts.RFPLFA@theglobalfund.org&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1839363759825634102?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1839363759825634102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1839363759825634102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1839363759825634102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1839363759825634102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/global-fund-mencari-local-fund-agent.html' title='Global Fund Mencari Local Fund Agent'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6550233356765410215</id><published>2007-10-06T05:54:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T05:56:04.585+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2006-2010 Diluncurkan</title><content type='html'>Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Diperkirakan masih terdapat sekitar 1,7 juta balita terancam gizi buruk yang keberadaannya tersebar di pelosok-pelosok tanah air. Setiap tahun, sekitar 4 juta ibu hamil dan ibu menyusui menderita gangguan anemia yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Masalah gizi lain yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium dan Kurang Vitamin A.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakan Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat dr. Sri Astuti Soeparmanto, Msc (PH), dalam acara peluncuran Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2006-2010 (RAN-PANGAN DAN GIZI) di Jakarta, Rabu, 12 September 2007. Hadir pula dalam acara tersebut, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzzeta, dan Menteri Pertanian Ir. Anton Apriyantono. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menkes menyatakan, masalah-masalah gizi tersebut sangat merisaukan karena mengancam kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Berbagai penelitian membuktikan bahwa tingginya balita gizi buruk terkait dengan tingginya angka kesakitan dan kematian ibu, bayi dan balita. WHO memperkirakan sekitar 60% penyebab langsung kematian bayi dan anak didasari oleh keadaan gizi yang jelek. Tingginya masalah gizi berkaitan dengan tingkat pendidikan masyarakat terutama kaum perempuan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat produktivitas dan sosial ekonomi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kekurangan gizi belum dapat diselesaikan, prevalensi masalah gizi lebih dan obesitas mulai meningkat khususnya pada kelompok sosial ekonomi menengah keatas di perkotaan. Kelebihan gizi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit degeneratif dan penyakit tidak menular yang merupakan faktor penyebab kematian utama pada kelompok usia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya masalah gizi dan kesehatan masyarakat, sangat kompleks. Secara sederhana dapat dikelompokkan menjadi 3 faktor yang saling berinteraksi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga yaitu kemampuan keluarga untuk menyediakan makanan, dan ini sangat terkait dengan daya beli keluarga.&lt;br /&gt;Pola asuhan gizi keluarga yaitu kemampuan keluarga untuk memberikan makanan bayi dan anak, khususnya menyusui secara ekslusif dan pemberian makanan pendamping ASI. Pola asuhan gizi keluarga sangat terkait dengan upaya keluarga untuk memelihara kesehatan bayi dan balita serta menjaga lingkungan yang sehat.&lt;br /&gt;Akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, yaitu pemanfaatan fasilitas kesehatan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif seperti penimbangan balita di posyandu, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan bayi dan balita, suplementasi vitamin A dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), imunisasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga faktor tersebut jelas perbaikan gizi dan kesehatan sangat terkait dengan perbaikan sektor lain, terutama pangan, daya beli dan pendidikan. Masalah gizi dan kesehatan tidak akan bisa ditanggulangi hanya dengan pendekatan pengobatan atau kuratif saja, tetapi harus mengedepankan upaya-upaya pencegahan dan peningkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Dunia berdasarkan berbagai penelitian menyimpulkan bahwa intervensi gizi yang berbasis pemberdayaan dan pendidikan gizi lebih cost effective dibandingkan dengan intervensi gizi langsung seperti subsidi pangan dan pelayanan kuratif lainnya. Oleh karena itu, keberhasilan perbaikan pangan dan gizi memerlukan komitmen bersama, yang dicerminkan dengan adanya koordinasi dan integrasi yang baik mulai dari tahapan perumusan kebijakan, perencanaan, pengorganisasian, pemantauan dan evaluasi, ujar Menkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menkes, Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi merupakan instrumen kebijakan yang mengintegrasikan berbagai kebijakan dan strategi sektor yang terkait dengan perbaikan gizi masyarakat. Dengan mengutip kesepakatan pertemuan konsultatif WHO/FAO di India tahun 2004 bahwa di dalam Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi di suatu negara sekurangnya memerlukan 4 strategi utama, yaitu : (1) strategi dibidang peningkatan akses dan cakupan pelayanan gizi dan kesehatan yang berkualitas; (2) strategi yang diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga; (3) strategi untuk meningkatkan keamanan pangan, dan (4) strategi yang mengarah pada peningkatan pola menu sehat dan aktivitas fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paparannya, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzzeta menyampaikan tujuan penyusunan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-Pangan dan Gizi) 2006-2010 antara lain, meningkatkan pemahaman peran pembangunan pangan dan gizi sebagai investasi untuk SDM berkualitas, meningkatkan kemampuan menganalisis perkembangan situasi pangan dan gizi, dan meningkatkan koordinasi penanganan masalah secara terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bappenas menambahkan, dalam RAN-Pangan dan Gizi terdapat 4 pilar, yaitu kecukupan gizi, aksesibilitas terhadap pangan, keamanan pangan dan pola hidup sehat. Maksudnya, untuk mencapai kecukupan gizi di tingkat rumah tangga dan individu, pangan yang tersedia harus dapat diakses oleh rumah tangga, sehingga konsumsi pangan dapat memenuhi kecukupan jumlah dan mutu gizi yang seimbang. Selanjutnya, keamanan pangan juga diperlukan sehingga bahan pangan dapat dikonsumsi secara untuk kesehatan individu dalam rumah tangga. Agar konsumsi pangan yang memenuhi gizi seimbang dan aman, dapat membentuk generasi yang sehat dan cerdas, maka perlu pula diiringi dengan pola hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6550233356765410215?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6550233356765410215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6550233356765410215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6550233356765410215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6550233356765410215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/rencana-aksi-nasional-pangan-dan-gizi.html' title='Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2006-2010 Diluncurkan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-5685586816992140834</id><published>2007-10-06T05:17:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T05:18:06.203+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Indonesia jadi juga 'Jualan' Flu Burung</title><content type='html'>Departemen Kesehatan RI Rabu ini akhirnya sepakat meneken 'kesepakatan bisnis' dengan Baxter International Inc, perusahaan farmasi asal AS, untuk berkolaborasi mengembangkan vaksin flu burung. Langkah ini menyusul kenekadan Indonesia sebelumnya yang memutuskan untuk stop berbagi sampel virus flu burung dengan WHO, badan kesehatan PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika dan di Indonesia, kesepakatan itu baru diumumkan hari ini. Namun seperti diungkap website Depkes RI, kesepakatan kerja sama itu sudah ditandatangani kemarin. Yang teken adalah Dr. Triono Soendoro, Ph. D, Kepala Badan Litbangkes Depkes RI dan Kim C Bush, President, Vaccine SBU Baxter Healthcare SA, Switzerland, dan disaksikan Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K). Baxt er Healthcare SA merupakan anak perusahaan Ba xter International Inc yang berkantor di Swiss. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam karja sama tersebut, Badan Litbangkes Depkes akan menyediakan spesimen klinis H5N1 dan Baxter akan melakukan alih teknologi yang meliputi formulasi, pengisian, dan penyelesaian vaksin A/Indonesia/5/2005 kepada Badan Litbangkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOU juga menyebutkan bahwa Indonesia akan mempunyai hak untuk memproduksi dan memasarkan vaksin A/Indonesia/5/2005 di seluruh Indonesia dan mengekspor ke beberapa Negara lain (sedang dalam proses negosiasi). Produksi akan dilakukan dengan mitra produsen vaksin Indonesia yang ditunjuk oleh Departemen Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari AS, Chicago Tribune mengabarkan bahwa Baxter puas dengan kesepakatan itu. Meski begitu, Baxter mengaku bahwa MOU tadi tidak memberi pihaknya akses ekslusif ke virus H5N1 Indonesia. Pemerintah Indonesia masih bisa bekerjasama dengan perusahaan atau pihak lain baik dari dalam negeri Indonesia maupun asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ini Baxter sudah membuat vaksi flu burung dan membangun stok vaksin di AS, Inggris, dan Asia. Vaksin tersebut dibuat berdasarkan sampel yang diperoleh Baxter dari WHO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah berhasil menjalin kesepakatan langsung dengan Indonesia, Baxter berharap pemerintah Indonesia mau tetap bekerjasama dengan pihak lain, termasuk dengan WHO. Ia juga berharap pihak lain untuk tidak sungkan bernegosiasi dengan Indonesia untuk mendapatkan virus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Heyman, petinggi WHO urusan Flu Burung, dalam konperensi pers hari Selasa (waktu AS), mengaku WHO tidak bisa menyalahkan Baxter yang telah berhasil mendapatkan kesepakatan tersebut. Apakah WHO menyalahkan Indonesia? Chicago Tribune tak mengabarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, menurut Heyman, pihaknya tahu Baxter sudah bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia sejak kasus pertama flu burung muncul di Indonesia, Juli 2005. Sedangkan WHO baru menegosiasikannya akhir tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia sendiri memutuskan untuk tak kooperatif dengan WHO karena merasa tidak mendapatkan kompensasi apapun dari lembaga dunia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ketakharmonisan' Indonesia dengan WHO dalam 'bisnis flu burung' memang sudah terlihat sejak lama. Ketika Jepang-ASEAN-WHO meneken bantuan stok vaksin flu burung di Jakarta pertengahan tahun silam (stok-nya sendiri disimpan di Singapura), tak satu pun petinggi Depkes yang muncul. Yang muncul malah Menko Kesra Aburizal Bakrie. Kehadirannya benar-benar di luar agenda. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-5685586816992140834?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/5685586816992140834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=5685586816992140834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5685586816992140834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5685586816992140834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/indonesia-jadi-juga-jualan-flu-burung.html' title='Indonesia jadi juga &apos;Jualan&apos; Flu Burung'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7194244897692462615</id><published>2007-10-06T04:53:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:57:17.423+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Masyarakat Anggap RS sebagai Puskesmas Raksasa</title><content type='html'>Mantan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. F.A. Moeloek, Sp. OG (K), mengatakan, sekarang ini masyarakat mengangggap rumah sakit sebagai Puskesmas raksasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya orang yang sakit ringan dan berat minta ditampung di rumah sakit, sehingga dokter-dokter praktek sudah tidak ada gunanya lagi, karena masyarakat langsung pergi ke rumah sakit, katanya pada Diskusi Publik Bulanan di Gedung IDI, Jakarta, Kamis, (20/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tetapi masih banyak yang bertanya, bila mereka tidak mempunyai jaminan sosial atau asuransi, saya mau ke mana seandainya saya sakit, apakah saya langsung ke Puskemas atau ke dokter praktek pribadi atau rumah sakit?'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kebingungan masyarakat, masalahnya sekarang sebagai organisasi profesi IDI bisa tidak memperbaiki sistem ini, yang semula tidak terstruktur menjadi sistem yang terstruktur. ''Jadi sistem kesehatan di Indonesia belum terstruktur,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu tidak hanya menyuntik tangan atau bokong orang saja tetapi air juga diperhatikan. Air yang digunakan oleh masyarakat juga harus diperhatikan oleh dokter, juga bagaimana cara hidup masyarakat yang banyak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikerjakan dan dilakukan oleh masyarakat itulah menurut Moeloek sebetulnya tugas dokter sesungguhnya. ''Jadi dokter tugasnya bukan hanya menyembuhkan orang sakit. Pola pikir dokter harus diubah, bukan hanya menyembuhkan tetapi menjaga/memelihara orang sehat tetap sehat dari hulu sampai ke hilir.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau dokter hanya menyuntik dan kasih obat itu pekerjaan ke hilir, sedangkan dokter itu pekerjaannya dari hulu ke hilir. ''Sebagai profesor saja menyesal tidak mengajar begitu dari dahulu yang diajarkan hanya mengobati orang sakit, itu ternyata salah sama sekali. Kurikulum dari pada fakultas kedokteranpun harus diubah,'' kata Moeloek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kurikulum mengobati/merawat tetapi juga bagaimana cara memelihara kesehatan masyarakat Indonesia, itu yang harus dikerjakan sebetulnya oleh para dokter termasuk pada kurikulum pendidikan kedokteran di Indonesia, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ideal pelayanan medik itu adalah mutu, kualitas dan biaya serta keterjangkauan masyarakat ke dalam pelayanan kesehatan. Jadi ada mutu dan keterjangkauan. Terjangkau atau tidak masyarakat menuju kepada pelayanan kedokteran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang baik menurtnya hanya dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dalam sistem pemeliharaan kesehatan yang baik pula. ''Jadi kalau sistem pemeliharaan kesehatan tidak terstruktur nggak mungkin dokter bisa bekerja dengan bagus,'' katanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7194244897692462615?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7194244897692462615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7194244897692462615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7194244897692462615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7194244897692462615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/masyarakat-anggap-rs-sebagai-puskesmas.html' title='Masyarakat Anggap RS sebagai Puskesmas Raksasa'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2346727658569133934</id><published>2007-10-06T04:51:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:52:24.356+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flu burung'/><title type='text'>Ada Kemungkinan Virus Flu Burung Bermutasi</title><content type='html'>Unggas yang terkena virus flu burung saat ini memang tidak harus sakit. Hal ini kemungkinan besar karena adanya mutasi virus H5N1 yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian yang dilakukan Prof. Wasito, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, sejak 2003 sampai sekarang menunjukkan bukan hanya ayam yang tidak sakit meski terbukti terinfeksi H5N1. Tetapi hewan lain seperti entok dan puyuh juga mengalami hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak sakit? Hal ini kemungkinan besar karena adanya mutasi virus H5N1. Namun untuk membuktikan harus dilakukan penelitian lebih lanjut, kata Wasito, Senin (27/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekebalan unggas terhadap virus ini, menurut dugaan Wasito, bisa terjadi karena proses vaksinasi yang tidak tepat. Apalagi dia mendengar vaksinasi yang digunakan pemerintah adalah untuk jenis H5N2 bukan H5N1. Kalau ini benar tentu sangat berbahaya karena vaksinasi yang digunakan tidak sesuai dengan genetas virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga vaksinasi lebih baik dihentikan secara bertahap seperti saat penanganan penyakit kuku dan mulut pada masa lalu. Apalagi sebenarnya vaksinas itu tingkat keberhasilannya hanya 80 saja. Sehingga kalau diteruskan justru akan memungkinkan terjadinya mutasi virus, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian yang dilakukan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak 2003 lalu juga menunjukkan bahwa ada unggas yang virus hanya ditemukan pada paru-paru saja. Sehingga ketika diperiksa melalui sampel liur dan kotoran unggas itu negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya positif. Ini yang disebut positif palsu, kata mantan Direktur Jenderal Peternakan Departemen Pertanian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, untuk mengetahui secara benar unggas positif terkena H5N1 atau tidak, maka sampel yang diambil harus benar-benar tepat. Tidak hanya diambil pada sampel darah, kotoran dan lendir saja tetapi juga harus sampai ke paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bisa jadi di paru-paru ada tetapi di kotoran tidak ada, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan bersama Prof Hastari ini juga menemukan pada puyuh terjadi infeksi campuran antara H5N1 dan H7N1. Namun penelitian belum sampai menyimpulkan virus jenis apa H5N1 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga tengah bekerja sama dengan sejumlah ahli dari luar negeri untuk mengetahui jenis apa sebenarnya flu burung yang ada di Indoensia sekarang ini, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meminta agar vaksinasi ditinjau kembali serta melakukan pemeriksaan secara benar, Wasito yang menemukan adanya virus flu burung pada lalat ini juga secara tegas menolak upaya pencegahan dengan cara pemusnahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemusnahan hanya boleh dilakukan pada unggas yang positif terkena flu ini. Kalau main hantam kromo seperti selama ini bisa musnah seluruh unggas di Indonesia. Apalagi terbukti bahwa flu burung tidak hanya ada pada unggas saja tetapi juga pada lalat, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biosecurity yang tepat dan ketat harus dilakukan. Jangan hanya di atas kertas dan omong doang, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2346727658569133934?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2346727658569133934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2346727658569133934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2346727658569133934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2346727658569133934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/ada-kemungkinan-virus-flu-burung.html' title='Ada Kemungkinan Virus Flu Burung Bermutasi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8076580937277663732</id><published>2007-10-06T04:49:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:51:26.561+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Dokter dan Apotek Kolusi Harga Obat</title><content type='html'>Kolusi antara dokter dan apotek yang terjadi selama ini merupakan penyebab adanya permainan harga obat di pasaran. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertema Langkanya Obat dan Harga Obat Mahal, yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Rabu (30/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai pembicara Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Haryanto Dhanutirto, pengamat kesehatan Kartono Mohammad, Direktur Pemasaran PT Kimia Farma Sofyarman Tarmizi, dan anggota Komisi IX DPR RI Hakim S Pohan. Haryanto membenarkan selama ini harga obat sangat ditentukan oleh para dokter. "Perusahaan farmasi memberikan diskon yang cukup besar kepada dokter, bisa sampai 40%. Kemudian diskon untuk apotik sebanyak 5%-10%. Akhirnya apotik sangat tergantung dari keputusan dokter," kata Haryanto. Apoteker akhirnya tidak independen dalam menentukan pelayanan obat kepada masyarakat. "Sekarang kami sedang memperbaiki profesionalisme apoteker. Kalau tidak ada apoteker di apotik, maka apotik dilarang menerima resep," tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga antara dokter dan apoteker harus saling berkomunikasi, bukan menentukan sendiri-sendiri harga obat karena telah dipengaruhi komisi dari perusahaan farmasi. Hal senada juga dikemukakan oleh anggota Komisi IX DPR RI Hakim S Pohan dan Kartono Mohammad. "Perhatikan saja ada dua resep sama, tetapi yang membawa berbeda-beda. Resep pertama yang membawa orang dengan kendaraan mercy. Kemudian resep kedua dibawa oleh tukang becak. Harga pasti berbeda Karena apotik bisa memainkan harga setelah melihat sosial ekonomi orang itu. Demikian juga dokter, ketika memberikan resep, pasien tidak bisa menentukan. Semua di tangan si dokter itu," kata Kartono dan dibenarkan Hakim S Pohan. Mereka sependapat apabila pemerintah ikut menentukan dan mengontrol harga obat di pasaran. "Bila ini terus dibiarkan maka kondisi harga obat makin tidak sehat. Pasien tidak bisa menentukan obat. Padahal dia yang membayarnya. Sesuai dengan UU Konsumen, hal ini adalah pelanggaran dan bisa dituntut," kata Pohan. Pernyataan ketiga pembicara ini diperkuat dari data yang dimiliki Kimia Farma. Direktur Pemasaran PT Kimia Farma Syofarman Tarmizi menjelaskan dari pasaran obat di Indonesia, pemasaran terbesar bukan berada di apotik atau toko obat, melainkan meja dokter. "Sebab ada asumsi bahwa dokter paling mudah menjual obat dengan resep dokter. Total market obat di Indonesia sebesar Rp20,3 triliun. Distribusi di apotek kurang dari Rp5,3 triliun, dan di toko obat dan rumah sakit sebesar Rp4,5 triliun. Dan sisanya ada di meja dokter," ungkapnya. Untuk itu pemerintah harus mengatasi persoalan harga obat dengan tidak lagi melibatkan dokter sebagai penjual tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8076580937277663732?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8076580937277663732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8076580937277663732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8076580937277663732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8076580937277663732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/dokter-dan-apotek-kolusi-harga-obat.html' title='Dokter dan Apotek Kolusi Harga Obat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1751993163944144396</id><published>2007-10-06T04:46:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:47:57.998+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Penerapan Standar Tarif Rumah Sakit akan Diperluas</title><content type='html'>Standar baku tarif pelayanan rumah sakit (Indonesia Diagnosis Related Groups/INA-DRG) yang sejak 3 September 2007 diterapkan pada unit kelas tiga di semua rumah sakit pemerintah rencananya akan diperluas ke kelas perawatan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selanjutnya akan diperluas. Untuk kelas dua ke atas akan diujicoba penerapannya tiga bulan lagi," kata Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan, Farid W Husain, di Jakarta, Rabu. Ia menjelaskan, INA-DRG atau yang biasa disebut "Case-Mix" merupakan sistem standar baku tarif pelayanan rumah sakit dalam bentuk paket yang disusun berdasarkan kelas perawatan dan kelas atau tipe rumah sakit. "Biayanya dihitung perpaket. Misalnya saja, bila seseorang didiagnosis menderita penyakit tertentu dan harus mendapatkan tindakan medis tertentu juga, maka dia harus membayar sekian rupiah sesuai kelas perawatan dan tipe rumah sakit," jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan, menurut dia, telah menyusun daftar tarif baku pelayanan kesehatan di rumah sakit berdasarkan kelas perawatan dan tipe rumah sakit serta telah mensosialisasikannya kepada semua pimpinan rumah sakit pemerintah. Penerapan standar baku tarif rumah sakit tersebut, kata Farid, selanjutnya diharapkan dapat mempermudah pengajuan klaim biaya pelayanan kesehatan peserta Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin (Askeskin) di rumah sakit oleh PT Askes serta mendukung terwujudnya sistem jaminan pelayanan kesehatan nasional pada masa mendatang. INA-DRG atau "Case-Mix" adalah sistem pembayaran pelayanan kesehatan dalam bentuk paket yang besarnya ditentukan berdasarkan klasifikasi jenis penyakit dan prosedur atau tindakan pelayanan di rumah sakit. Pemerintah menyusun standar tarif baku pelayanan rumah sakit itu selama 1,5 tahun dengan mengacu pada standar penyusunan tarif pelayanan rumah sakit internasional atau International Refined Diagnosis Related Groups (IR-DRG) versi 2.0, versi terbaru. Standar tarif baku itu dibuat berdasarkan kumpulan data biaya pelayanan rumah sakit dan uji coba penerapan sistem pembiayaan terpadu berbasis layanan di 15 rumah sakit vertikal tahun 2006. Ke-15 rumah sakit tersebut berturut-turut RSU H.Adam Malik (Medan), RSUP Dr M Djamil (Padang), RSUP Dr M Hoesin (Palembang), RSUP Dr Cipto Mangunkusumo, RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais (Jakarta), RSUP Dr Hasan Sadikin (Bandung), RSUP Dr.Sardjito (Yogyakarta), RSUP Dr Kariadi (Semarang), RSUP Sanglah (Denpasar), RSUP Dr.Wahidin Sudiro Husodo (Makassar) dan RSUP Dr.R.Kandow (Manado). Sebelumnya Farid juga menjelaskan bahwa penerapan standar tarif baku rumah sakit tersebut secara otomatis akan mendorong terciptanya transparansi pembiayaan pelayanan rumah sakit, memacu rumah sakit melakukan efisiensi, meminimalkan kesalahan manusiawi, dan meningkatkan komitmen rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan. Pasienpun, katanya, juga diuntungkan karena bisa mengetahui kepastian biaya, kejelasan diagnosis penyakit dan perawatan yang diterima serta tidak harus mengeluarkan biaya yang seharusnya tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1751993163944144396?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1751993163944144396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1751993163944144396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1751993163944144396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1751993163944144396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/penerapan-standar-tarif-rumah-sakit.html' title='Penerapan Standar Tarif Rumah Sakit akan Diperluas'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7987601405388219137</id><published>2007-10-06T04:44:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:46:29.514+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Hanya 12% yang Cuci Tangan Pakai Sabun Usai dari Jamban</title><content type='html'>Kesadaran masyarakat Indonesia untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) terbukti masih sangat rendah. Tercatat, rata-rata hanya 12% masyarakat yang melakukan CTPS setelah buang air besar di jamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian gambaran kesadaran CTPS di Tanah air berdasarkan survei environmental service program (ESP) tentang perilaku masyarakat terhadap kebiasaan mencuci tangan yang dilakukan Depkes dan instansi lainnya pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Penyehatan Lingkungan Depkes Wan Alkadri di Jakarta, Senin (9/7), menyampaikan bahwa berdasarkan survei ESP juga ditemukan fakta, walau penetrasi sabun telah masuk ke hampir seluruh rumah tangga di Indonesia, namun rata-rata hanya 3% saja yang menggunakan sabun untuk cuci tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hanya 12% yang mencuci tangan pascabuang air besar, rendahnya perilaku CTPS pada 4 waktu kritis lainya, tercermin dari hanya 9% yang melakukan CTPS setelah membantu buang air besar bayi, hanya 14% CTPS dilakukan sebelum makan, 7% sebelum memberi makan bayi dan 6% sebelum menyiapakan makanan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan Depkes Indrijono Tantoro mengakui Indonesia sedikit terlambat dalam mengkampanyekan gerakan CTPS.&lt;br /&gt;Indonesia baru meluncurkan program itu pada sekitar April 2007. Padahal Vietnam telah sekitar 1 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Ghana, dari sebelumnya hanya 14% penduduknya yang melakukan CTPS pada waktu penting, pasca 2 tahun program diluncurkan, kini lebih dari 62% penduduknya melakukan CTPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang gerakan baru dimulai, tetapi sudah 181 kabupaten/kota yang telah melakukan kampanye CTPS. Memang, ini baru seperempat dari sekitar 450-an kabupaten/kota. Namun setahap demi setahap akan kita tambah," janji Indrijono yang saat itu hadir dalam kapasitas mewakili Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan I Nyoman Kandun yang berhalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato tertulisnya dalam pembukaann, Kandun memaparkan diharapkan gerakan CTPS dapat menurunkan kasus insiden diare pada anak balita. Tercatat, tulis Kandun, 100 ribu anak di tanah air meninggal tiap tahun karena diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Depkes Chandra Yoga Adhitama mengutarakan, dari 4,8 juta bayi yang lahir tiap tahun di Indonesia, angka kematian bayi rata-rata mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan balita mencapai 46 per 1000 kelahiran hidup. Dari jumlah kematian bayi tersebut, 19% kematian dipicu oleh penyakit diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan kebiasaan cuci tangan, kasus insiden diare bisa diturunkan hingga 47%," ungkap Chandra.&lt;br /&gt;CTPS juga dapat mencegah hingga 80% berbagai penyakit infeksi termasuk dapat mencegah 45% penyakit infeksi berat, seperti ISPA, flu burung, cacingan dan sebagainya selain diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan CTPS, tutur Chandra, juga akan mendorong ketersediaan sarana air bersih, pasalnya selain pakai sabun, cuci tangan yang baik harus dilakukan dengan air yang mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna memperlancar program dan menyiapkan berbagai sarana, Depkes juga berharap berbagai pihak termasuk swasta untuk berperan dalam kegiatan ini. (Tlc/OL-03)&lt;br /&gt;sumber : mediaindo.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7987601405388219137?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7987601405388219137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7987601405388219137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7987601405388219137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7987601405388219137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/hanya-12-yang-cuci-tangan-pakai-sabun.html' title='Hanya 12% yang Cuci Tangan Pakai Sabun Usai dari Jamban'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7742446179577927529</id><published>2007-10-06T04:42:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:44:12.494+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Derajat Kesehatan di Indonesia Masih Tertinggal</title><content type='html'>Meski beberapa indikator kesehatan terlihat membaik, derajat kesehatan di Indonesia dianggap tertinggal dari negara tetangga. Hal itu, menurut Asisten Ahli Menteri Kesehatan Dr Haspsara Habib Rachmat pada Dies Natalis Poltekes ke 3 di Jakarta, Selasa (17/7), akibat masih mahal dan belum efisiennya fasilitas kesehatan plus tenaga yang belum sesuai kebutuhan. Dia mengatakan angka kematian bayi turun dari 46 pada 1997 menjadi 30,8 per 1.000 kelahiran hidup pada 2006 (proyeksi Badan Pusat Statistik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula angka kematian ibu melahirkan yang turun dari 334 pada 1997 menjadi 262 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2005. Umur harapan hidup meningkat dari 41 tahun pada 1960 menjadi 69,4 tahun pada 2006. Prevalensi gizi kurang pada balita juga menurun dari 37,5 persen pada 1989 menjadi 23,6 persen pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara di satu sisi, kata dia, deteksi dini beberapa penyakit yang seharusnya bisa dilakukan di tingkat paling bawah masih belum terwujud. 'Masalahnya memang karena ketidaksinkronan antara kebutuhan tenaga kesehatan dan program pendidikan,' tambah Direktur Poltekkes Departemen Kesehatan Heryati. Untuk itu menurut Heryati perlu peningkatan keterampilan tenaga kesehatan baik melalui pelatihan dan pendidikan. Lebih jauh, Hapsara yang juga konsultan senior Departemen Kesehatan menyatakan, secara bertahap, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan terus dilakukan untuk pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, sangat terpencil, dan daerah perbatasan. 'Sejak 2005 hingga Juni 2007 telah ditempatkan 141 dokter spesialis, 7.091 dokter umum, 2.065 dokter gigi, dan 38.889 bidan,' ungkapnya. Dari jumlah tersebut, kata Hapsara, yang ditempatkan di daerah terpencil dan sangat terpencil sebanyak 7 dokter spesalis, 3.275 dokter umum, 903 dokter gigi, dan 17.356 bidan. 'Dengan meningkatnya pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan, maka kematian dan kecacatan akibat penyakit dapat ditekan,' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7742446179577927529?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7742446179577927529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7742446179577927529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7742446179577927529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7742446179577927529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/derajat-kesehatan-di-indonesia-masih.html' title='Derajat Kesehatan di Indonesia Masih Tertinggal'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-589825226543827723</id><published>2007-10-06T04:40:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:42:30.118+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Cuci Tangan Cara Termudah Cegah Penyakit</title><content type='html'>Cuci tangan pakai sabun yang dipraktikkan secara tepat dan benar merupakan cara termudah dan efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit seperti diare, tifus, dan bahkan flu burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, secara tidak langsung juga membantu upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita akibat diare," kata Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur (Wagub) Paku Alam IX, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun di Stadion Mandala Krida Yogyakarta yang diikuti 600 siswa SD se-DIY, Sultan mengatakan, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program hidup bersih dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya mencapai program Indonesia Sehat 2010," katanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, dalam program Indonesia Sehat 2010 diharapkan sumber daya manusia di negara ini semakin tangguh, mandiri dan berkualitas yang dapat dihasilkan dari sikap proaktif masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dr Bondan Agus Suryanto mengatakan, kampanye cuci tangan yang dilaksanakan sekarang merupakan salah satu upaya mendukung program gerakan cuci tangan pakai sabun yang telah diluncurkan pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit menular serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mencuci tangan secara tepat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuci tangan pakai sabun merupakan cara mudah dan murah untuk membersihkan anggota tubuh dari kuman penyebab infeksi," katanya. &lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://mediaindo.co.id"&gt;mediaindo.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-589825226543827723?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/589825226543827723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=589825226543827723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/589825226543827723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/589825226543827723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/cuci-tangan-cara-termudah-cegah.html' title='Cuci Tangan Cara Termudah Cegah Penyakit'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8145355936161804634</id><published>2007-10-06T04:37:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:40:13.953+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Hindari Konsumsi Obat Palsu</title><content type='html'>Aneh tapi nyata. Itulah sebutan untuk peredaran beragam obat palsu yang saat ini justru makin marak. Namanya obat, bisa saaja memiliki efek samping selain dapat menyembuhkan penyakit. Lalu bagaimana nasib si sakit jika yang dikonsumsi ternyata obat palsu? Adakah cara tepat untuk mengantisipasinya? Bisnis obat sangat menggiurkan. Itu sebabnya banyak yang tertarik bermain di situ. Di antara banyak pengusaha obat itu sebagian beroperasi secara tidak resmi dan hanya memikirkan keuntungan bisnis di atas penderitaan orang lain. Mereka kehilangan rasa kemanusiaan terhadap si sakit dan keluarganya. Obat palsu, itulah sebutan bagi obat-obatan yang diedarkan tidak memenuhi peraturan yang ada. Ada tiga kategori suatu obat disebut obat palsu. Pertama, yaitu bahan, takaran dan mereknya sama dengan obat asli, tetapi dibuat oleh produsen bukan pemegang merek. Kedua, mereknya sama tetapi bukan biatan produsen yang sama, dan isinya substandar. Ketiga, mereknya sama, tetapi isnya bukan obat dan tidak jelas pembuatannya. Jenis ketiga ini paling merugikan. Obat palsu juga mencakup suatu produk yang tidak mencapat izin resmi. Produk yang ternyata berisi bahan berkhasiat lain un disebut obat palsu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berakibat Fatal Pemalsuan dan peredaran obat palsu mencakup berbagai macam jenis, mulai dari obat-obatan kimia, jamu, suplemen mapun obat tradisional Cina (Traditional Chinese Medicine) yang lazim disebut TCM. Sejauh ini pemalsuan paling banyak dilakukan terhadap obat-obatan terkenal dan obat penyakit kronis. Persoalan serius sangat mungkin timbul akibat obat palsu tersebut, lebih-lebih karena menyangkut jarapan hidup seseorang. Bayangkan betapa berbahayanya bila penderita diabetes mengonsumsi obat ;alsu yang terbukti tidak mengandung zat pengontrol kadar gula darah sama sekali. kdar gula pasien bisa melonjak tinggi hingga mengakibatkan koma atau bahkan lebih fatal algi. Obat palsu lain yang juga mengundang bahaya adalah cairan injeksi Kamethasone. Suntikan ini digunakan untuk menenangkan pasien syok atau asma berat. Namun, bila yang disuntukkan Kalmethasone dengan akdar zat aktif nol persen, pasien bisa meninggal. Maraknya peredaran obat palsu, menurut Ida Marlinda dari yayasaan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dipengaruhi oleh mahalnya obat asli di apotek atau distribusi resmi. Karena jalur distribusi yang kelewat panjang dan berbelit-belit, konsumen cenderung terjebak membeli obat palsu yang harganya lebih murah. Faktor lain adalah kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang jenis obat. Ditambah dengan kebutuhan yang mendesak, menjadikan khasiat dan keamanan obat diabaikan. Sulitnya menutup ruang gerak peredaran obat palsu tersebut juga diakui BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Buktinya setiap tahun selalu ditemukan beberapa jenis obat palsu di berbagai tempat, di antaranya Amoxsan 500 (kapsul), Fansidar (tablet). Ponstan 500 (kaplet), deztamine (tablet), dan Daonil (tablet) Soal pemalsuan ini sebetulnya sudah lama berlangsung dan banyak pula pihak yang mengetahuinya, tetapi tetap saja tidak bisa diberantas secara tuntas. Kondisi ini terus berlanjut seiring dengan ompongnya taring hukum. Hal ini dipahami sekaligus dimanfaatkan betul oleh para pedagang dan produsen obat palsu yang hanya memikirkan untung besar semata. Ganjaran ringan Di KUHP, pemalsua obat dapat dikenakan sanksi pasal 386 ayat 1 dan dipenjara selama-lamanya empat tahun. Sementara sesuai UU nomor 23 tentang Kesehatan, pelaku bisa dihukum penjara selama 15 tahun dan denda paling banyal Rp 300 jutaa. Menurut UU Perlindungan Konsumen nomor 8 tahun 1999, pelaku dapat dikenai sangksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda harta benda senilai Rp 2 miliar. Kenyataannya, dari 426 kasus pemalsuan yang dilaporkan selama April 1999 hingga Juni 2000, hanya tujuh kasus yang sampai ke putusan pengadilan. Hukumannya pun hanya berupa denda Rp 200 ribu-Rp250 ribu atau kurungan satu sampai dua bulan. Diantaranya kasus pemalsuan obat senilai Rp 1 miliar di Jawa Tengah. Hakim hanya mengaganjar tiga bulan penjara dengan masa percobaan lima bulan bagi si pelaku. Duta BPOM menyebutkan, sejauh ini vonis tertinggi bagi pemalsu obat hanya tujuh bulan penjara, yaitu yang terjadi di tahun 1999. Dendanya antara Rp 200 ribu - Rp 750 ribu, susider satu hingga empat bulan penjara. Sementara di tahun 2000, rata-rata vonis hanya denda Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta, subsider satu hingga tiga tahun penjara. YLKI melihat kenyataan yang membuat konsumen obat tak berdaya, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Selain juga harus terus mendidik masyarakat agar menjaddi konsumen yang aktif dengan bekal pengetahuan tentang obat maupun hak-haknya sebagaii konsumen. Di tingkat konsumen, meningkatnya pengetahuan yang didapat melalui konsultasi dengan dokter medis maupun penyembuh tradisional menjadi sangat penting demi menghindari penggunaan obat, jamu, suplemen, maupun obat TCM palsu. Ingat, obat palsu tidak mudah dikenali. Konsumen hanya mampu mengurangi risiko penggunaan obat palsu dengan membelinya di tempat resmi, khususnya untuk obat resep dokter. Pastikan dengan memeriksa ada tidaknya nomor registrasi dari BPOM, produsen atau agen penyalur, serta nomor kontak pusat layanan konsumen untuk produk jamu, suplemen dan obat TCM. Semua tersera pada konsumen apakah masih mau diracuni oleh obat, jamu, suplemen maupun obat TCM palsu hanya karena bisa membeli dengan harga lebih murah. Apa itu obat palsu? Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 242 tahun 2000, yang dikategorikan sebagai obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak menurut undang-undang. Ada beberapa macam obat palsu yaitu: 1. Produk yang mengandung bahan berkhasian dengan kadar memenuhi syarat, diproduksi, dikemas dan dilabel seperti produk aslinya, tetapi bukan dibuat oleh pabrik aslinya. 2. Obat yang mengandung bahan berkhasiat dengan kadar yang tidak memenuhi syarat. 3. Produk dibuat dengan bentuk dan kemasannn seperti produk asli, tetapi tidak mengandung bahan yang berkhasiat. 4. Produk yang menyerupai produk asli, tetapi mengandung bahan berkhasiat yang berbeda. 5. Produk yang diproduksi tanpa izin. Jangan terkecoh harga miring Memilih obat, jamu, suplemen, maupun obat TCM itu gampang-gampang susah, sekalipun untuk jenis atau merek yang memang terbukti baik dan telanjur populer. Pasalnya, saat ini beredar banyak sekali obat palsu yang sekilas sangat mirip dengan yang asli. Berikut ini beberapa cara untuk mengenali obat palsu: ? Periksa kemasannya dengan teliti. Secara fisik akan terlihat perbedaan, mulai dari segel pengaman, stiker hologram dan kualitas cetaknya. Jika perlu simpanlah contoh kemasan aslinya agar saat Anda membeli ulang, kemungkinan mendapat produk palsu dapat dicegah. ? Belilah produk di tempat resmi atau toko yang benar-benar Anda yakini menjual obat asli. Jangan mudah terpengaruh harga miring untuk produk serupa. ? Jika Anda ragu, mintalah bukti pembelian yang mencantumkan jenis produk, alamat, serta nomor kontak di tempat Anda membeli, agar mudahmelakukan keluhan jika terjadi masalah atau produk yang dibeli ternyata palsu. ? Pastikan tercantum kode atau daftar registrasi dari BPOM atau identitas lain yang menjamin produk tersebut asli. ? Untuk jamu, suplemen maupun obat TCM, pastikan selalu ada atau tercantum nama produsen maupun agen dan penyalur resminya. ? Satu yang tak boleh dilupakan adalah nomor telepon cutomer service atau alamat kontak maupun konsultasi pelanggan, yang biasanya tercantum pada kemasan. ? Hentikan pemakaian secepatnya dan segeralah berkonsultasi ke dokter jika Anda merasakan perubahan yang tidak semestinya, seperti muncul rasa sakit di bagian tubuh tertentu atau alergi akibat minum obat atau jamu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8145355936161804634?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8145355936161804634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8145355936161804634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8145355936161804634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8145355936161804634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/hindari-konsumsi-obat-palsu.html' title='Hindari Konsumsi Obat Palsu'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7300248739936753889</id><published>2007-10-06T04:34:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:36:30.135+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Tetapkan Hanya Ada Obat Generik dan Obat Paten</title><content type='html'>Pemerintah perlu menetapkan secara tegas lewat peraturan pemerintah bahwa di Indonesia hanya boleh ada obat generik dan obat paten seperti yang diterapkan di banyak negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi obat generik bermerek yang sebenarnya obat generik yang dibungkus dengan merek tertentu dan dijual dengan harga puluhan kali lebih mahal dari obat generik sehingga mendorong promosi tidak etis. Hal itu dikemukakan Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Fachmi Idris, Rabu (3/10) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, industri obat dikuasai kartel sehingga harga obat menjadi mahal. Dokter disinyalir mendapatkan keuntungan dari praktik itu (Kompas, 3/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kenegaraan, demikian Fachmi, kalau menteri mengetahui ada kartel, seharusnya ia segera mengadukan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha karena lembaga itu yang berhak menilai adanya kartel atau bukan. &lt;br /&gt;Ketua Umum Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) Indonesia Anthony Ch Sunarjo yang dihubungi terpisah membantah adanya kartel dalam industri farmasi. Kendati industri obat hanya dikuasai sejumlah produsen, harga obat tidak pernah ditentukan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dua merek obat sejenis yang harganya sama. Harga obat berada pada jenjang berbeda-beda, bahkan beberapa obat generik bermerek sama murahnya dengan obat generik, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anthony, kenaikan harga sejumlah obat bukan dipicu kartel harga, melainkan dampak inflasi, kenaikan harga bahan baku, dan nilai tukar dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fachmi dan Anthony berpendapat, yang diperlukan saat ini untuk menekan biaya kesehatan adalah penerapan asuransi sosial kesehatan sesuai dengan amanat UU Sistem Jaminan Sosial Nasional tahun 2004. Dengan asuransi sosial kesehatan bisa dilakukan kendali mutu dan kendali biaya. Dokter tidak bisa meresepkan obat di luar ketentuan badan pelaksana asuransi sosial kesehatan yang tentu memilih obat dengan mutu baik dan harga wajar, kata Fachmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seretnya produksi obat generik, menurut Fachmi, karena pemerintah membuat aturan kurang arif. Harga obat generik dipatok lebih rendah dari harga bahan baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya harga obat generik diatur lewat formulasi dengan variabel harga bahan baku, nilai tukar mata uang, dan marjin keuntungan sehingga berkisar pada rentang tertentu. Dengan demikian, industri tidak enggan memproduksi obat generik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai niat Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk mengimpor obat generik dari negara lain seharusnya segera dilaksanakan, jangan hanya diwacanakan. Fachmi menyatakan, PB IDI membuat nota kesepahaman dengan GP Farmasi mengenai prinsip promosi yang baik. Kode etik kedokteran juga dijadikan hukum disiplin di bawah Konsil Kedokteran Indonesia. Dokter yang meresepkan obat dengan mengharapkan imbalan akan dicabut registrasinya. Dukungan industri farmasi bagi dunia kedokteran tidak bisa dihindarkan dalam konteks pengembangan ilmu dan pendidikan berkelanjutan, ujar Fachmi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7300248739936753889?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7300248739936753889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7300248739936753889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7300248739936753889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7300248739936753889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/tetapkan-hanya-ada-obat-generik-dan.html' title='Tetapkan Hanya Ada Obat Generik dan Obat Paten'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-5446375181804419900</id><published>2007-10-06T04:32:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:33:41.047+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Diluncurkan Obat untuk Stop Merokok</title><content type='html'>Jika motivasi saja tak cukup kuat untuk menghentikan kebiasaan merokok, kini ada pilihan baru yang bisa membantu Anda, yakni dengan obat berbahan aktif varenicline produksi PT.Pfizer Indonesia yang peluncurannya di lakukan hari ini di Jakarta (4/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitnya berhenti merokok, menurut dr Irawan Rustandi, Medical Director PT.Pfizer Indonesia, disebabkan karena pengaruh nikotin yang terhirup bersama asap rokok. Nikotin merupakan salah satu satu dari 4000 senyawa kimia yang terdapat dalam rokok dan akan mencapai susunan saraf pusat di otak dalam dua detik setelah kita menghisap rokok, katanya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menjelaskan, nikotin yang sampai di otak akan menempel pada reseptor otak yang bernama alfa 4 beta 2, sehingga merangsang pelepasan transmiter saraf dan melepaskan dopamin yang akan memberikan efek fisiologis seperti rasa nikmat dan tenang. Saat kita tidak merokok kadar dopamin lama kelamaan akan berkurang, sehingga badan merasa tidak enak, tidak bisa konsentrasi, lalu kita akan mencari rokok lagi untuk dihisap, ini tarafnya sudah kecanduan, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perokok yang sudah kecanduan otomatis akan sulit menghentikan kebiasaannya. Ditambah lagi dengan munculnya gejala craving dan withdrawal (putus obat), seperti sulit berkonsentrasi, gelisah, dan sebagainya. Untuk memutus siklus tersebut Irawan mengatakan pentingnya intervensi klinis seperti varenicline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Irawan, varenicline merupakan terapi pengganti nikotin tanpa memasukkan nikotin ke dalam tubuh. Obat ini bekerja hanya di reseptor alfa 4 beta dua namun merangsang reseptor sebagian untuk menghasilkan dopamin dalam jumlah sangat kecil, sehingga tidak muncul gejala putus obat, paparnya. Dengan obat tersebut para perokok tidak akan merasakan kenikmatan saat merokok dan meski berhenti merokok gejala-gejala ketagihan akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perokok yang ingin berhenti merokok disarankan meminum obat ini selama 12 minggu sebelum tanggal yang ditentukan untuk berhenti. Jadi tentukan dulu tanggal berhenti merokok, tambah Irawan. Efek samping dari obat yang diresepkan dengan dokter ini, antara lain rasa mual, sakit kepala, insomnia, dan muncul mimpi abnormal. Meski penelitian membuktikan 44 persen pengguna varenicline mampu berhenti merokok selamanya, namun dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar tetap diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-5446375181804419900?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/5446375181804419900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=5446375181804419900' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5446375181804419900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5446375181804419900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/diluncurkan-obat-untuk-stop-merokok.html' title='Diluncurkan Obat untuk Stop Merokok'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-4609291497881231706</id><published>2007-10-06T04:31:00.001+08:00</published><updated>2007-10-06T04:31:55.952+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>40% Suntik di Dunia Ternyata tak Aman</title><content type='html'>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahun ada antara 12-16 miliar injeksi (suntikan) digunakan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah itu, 40% di antaranya tidak aman dan membahayakan kesehatan pasien. Ashok K Patwari, guru besar dan senior program consultant International Clinical Epidemology Network (INCLEN), mengatakan injeksi atau suntik yang tidak aman tersebut mengakibatkan 80-160 ribu orang terinfeksi virus HIV. Selain itu, 2,3 juta hingga 4,7 juta orang tertular Hepatitis C dan 8 juta hingga 16 juta orang tertular Hepatitis B.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kebanyakan suntik yang tidak aman karena dosis yang tidak tepat serta penggunaan jarum suntik lebih dari satu kali," kata Ashok dalam seminar nasional on Patient Safety yang diselenggarakan Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta di Hotel Jogja Plaza, Kamis (30/8). Ashok menambahkan beberapa kategori suntik yang tidak aman, selain tingkat kebersihan yang tidak bersih juga pemeliharaan serum yang tidak baik. Selain itu sering kali serum terkontaminasi sehingga tidak lagi bersih. Juga kerap terjadi pemberian injeksi juga tidak teradministrasi dengan baik. Dengan kondisi seperti ini, Ashok menilai pemberian injeksi harus benar-benar hati-hati. Meski diakui suntik cukup efektif dalam sistem pengobatan, namun cara ini juga mempunyai tingkat risiko yang cukup tinggi. "Lebih baik hentikan injeksi yang tidak penting," tegasnya. Kesalahan pengobatan tinggi Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, Iwan Dwiprahasto mengatakan tingkat kesalahan pengobatan atau medication error di Indonesia juga cukup tinggi. Studi yang dilakukan FK UGM antara 2001-2003 menunjukkan medication error mencapai 5,07. Dari jumlah itu 0,25 berakhir fatal hingga kematian. "Dalam studi yang dilakukan pada 1.116 rumah sakit ditemukan medication error terjadi pada 97 pasien ICU antara lain dalam bentuk dosis yang tidak tepat," kata Iwan. Menurut Iwan, medication error juga tinggi pada saat pasien menjalani sectio sesarea, yang mencapai 56 dan umumnya berupa kesalahan dalam penentuan waktu pemberian antibiotic profilaksi. Dampak dari kesalahan proses pengeobatan ini, ujar Iwan, cukup beragam, mulai dari keluhan ringan hingga kejadian serius yang memerlukan perawatan rumah sakit atau bahkan kematian. Di Amerika, menurut data The Institute of Mecdicine, setiap tahun medical error menyebabkan kematian pada 44-98 ribu penduduk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-4609291497881231706?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/4609291497881231706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=4609291497881231706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/4609291497881231706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/4609291497881231706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/40-suntik-di-dunia-ternyata-tak-aman.html' title='40% Suntik di Dunia Ternyata tak Aman'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8090318598308415635</id><published>2007-10-06T04:29:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T04:30:46.695+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>1,7 Juta Balita Masih Terancam Gizi Buruk</title><content type='html'>Diperkirakan masih terdapat 1,7 juta balita yang terancam gizi buruk di pelosok-pelosok Tanah Air. Setiap tahun, juga tercatat, sekitar 4 juta ibu hamil dan ibu menyusui menderita gangguan anemia karena kekurangan zat besi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terungkap dalam sambutan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Soepari pada Peluncuruan buku Rancangan Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2006-2010, di Jakarta, Rabu (12/9). Sambutan tersebut dibacakan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Sri Astuti Soeparmanto. Masalah gizi lain yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah gangguan akibat kekurangan yodium dan kurang vitamin A. "Masalah-masalah tersebut sangat merisaukan mengingat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang," utur Astuti. Penelitian membuktikan bahwa tingginya jumlah balita yang mengalami gizi buruk terkait dengan angka sakit dan kematian ibu, ibu dan balita. Lembaga kesehatan dunia, WHO memperkirakan bahwa sekitar 60% penyebab langsung kematian bayi dan anak didasari oleh keadaan gizi yang buruk. Depkes menilai terdapat tiga faktor yang mempengaruhi besarnya masalah gizi dan kesehatan masyarakat. Yakni, ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga, pola asuhan gizi keluarga serta akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8090318598308415635?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8090318598308415635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8090318598308415635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8090318598308415635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8090318598308415635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/17-juta-balita-masih-terancam-gizi.html' title='1,7 Juta Balita Masih Terancam Gizi Buruk'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8109649948941925364</id><published>2007-10-05T05:23:00.000+08:00</published><updated>2007-10-06T05:26:54.657+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Jalan Keluar bagi Kemiskinan</title><content type='html'>Data kemiskinan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus 2006 di Sidang Paripurna DPR telah mengundang banyak polemik. Polemik tersebut adalah wajar karena kemiskinan menyangkut martabat setiap orang, bahkan martabat bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya polemik tersebut memberi kita hikmah tersendiri karena dapat membangkitkan kesadaran kita semua bahwa kemiskinan masih ada secara sangat serius sehingga perlu kita atasi. Namun, tentu kita tak boleh berlarut-larut dalam polemik demikian, yang lebih penting adalah bagaimana kita memecahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan bagi kita untuk menuding pemerintah belum berusaha mengatasi masalah kemiskinan. Pemerintah bahkan yakin telah berbuat banyak untuk melindungi masyarakat miskin dari kebijakan yang tak populer, seperti pengurangan subsidi BBM melalui program, seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan operasional sekolah (BOS). Masalahnya adalah apakah program-program tersebut sudah tepat dan efektif untuk mengatasi kemiskinan? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Model pembangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masa krisis pada tahun 1997, Indonesia menjadi salah satu model pembangunan yang diakui berhasil menurunkan angka kemiskinan secara bermakna. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik, dalam kurun waktu 1976-1996 jumlah penduduk miskin di negeri ini menurun dari 54,2 juta jiwa atau sekitar 40 persen dari total penduduk menjadi 22,5 juta jiwa atau sekitar 11 persen. Keberhasilan menurunkan tingkat kemiskinan tersebut adalah hasil dari pembangunan yang menyeluruh yang mencakup bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, termasuk keluarga berencana, serta prasarana pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1993, di Bappenas saya bersama para pemikir dan pelaku pemberdayaan masyarakat, seperti almarhum Mubyarto, Adi Sasono, Sri Edi Swasono, dan Bambang Ismawan, merancang program Inpres Desa Tertinggal. Hal tersebut didasarkan pada kajian sebelumnya yang menunjukkan bahwa angka kemiskinan memang menurun tetapi laju penurunan kemiskinan tersebut semakin melambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlambatan tersebut terjadi karena masyarakat miskin yang tersisa dan belum dapat dientaskan adalah mereka yang benar-benar miskin (the poorest of the poor), sehingga sulit untuk membebaskan diri dari kemiskinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi kemiskinan seperti itu diperlukan adanya program tepat dan intensif, yang kemudian sebagai program IDT tersebut. Dalam program ini, dana yang disalurkan ke masyarakat hanya dapat digunakan untuk kegiatan produktif, dan sama sekali bukan untuk konsumtif. Dana tersebut juga hanya dimanfaatkan melalui kelompok usaha bersama, yang dibantu oleh para pendamping profesional. Dengan demikian, peran pendamping hanya bersifat sementara sehingga kelompok dapat melanjutkan usaha tersebut secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan karakternya tersebut, program IDT sebenarnya adalah untuk membangkitkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat miskin itu sendiri. Sebagai program baru, IDT tentu tak luput dari kelemahan-kelemahan, tetapi secara nyata telah ikut berkontribusi menurunkan angka kemiskinan dari 14 persen pada tahun 1993 ke 11 persen pada tahun 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis moneter 1997 yang sungguh parah telah mengakibatkan jumlah penduduk miskin membengkak kembali sehingga pada tahun 1998 menjadi hampir 50 juta jiwa atau 24 persen dari jumlah penduduk. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diturunkan secara besar-besaran dengan pendekatan yang terintegrasi baik secara finansial hingga bentuk padat karya dipercaya mempunyai kontribusi yang cukup nyata dalam mengerem laju kemiskinan tersebut, sehingga dalam periode berikutnya, yaitu pada tahun 1999-2005, jumlah penduduk miskin menurun kembali menjadi 35,1 juta (15,97 persen). Namun, pada periode 2005-2006 terjadi pertambahan jumlah penduduk miskin sebesar 3,95 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum memadai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurangan subsidi BBM diyakini telah memicu kenaikan jumlah penduduk miskin selama setahun terakhir, dengan membuat upah riil dan daya beli masyarakat menurun secara cepat. Pemerintah bukan tak menyadari itu, tetapi sangat percaya bahwa pemberian dana kompensasi atas pengurangan subsidi BBM dalam bentuk BLT akan mampu mempertahankan daya beli masyarakat. BLT yang ditujukan pada 19,2 juta keluarga miskin dan dekat miskin pada tingkat tertentu memang mampu memperbaiki daya beli masyarakat. Namun, upaya tersebut tentu belum memadai untuk mengatasi kemiskinan secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang sejak tahun 1976 sampai tahun 2004 tersebut memberikan pelajaran berharga kepada kita semua berkenaan dengan upaya penanggulangan kemiskinan. Pelajaran tersebut antara lain adalah upaya penanggulangan kemiskinan membutuhkan (1) komitmen yang sangat kuat semua pihak, terutama pemerintah; (2) program yang jelas dan komprehensif; (3) bersifat memberdayakan masyarakat dan bukan hanya sekadar bersifat karitas (charity); (4) memerlukan anggaran besar yang dapat digunakan secara efektif dan efisien, bebas dari kebocoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman IDT dan pengalaman lainnya menunjukkan bahwa program penanggulangan kemiskinan harus merupakan perpaduan serasi tiga arah kebijaksanaan, yakni kebijaksanaan tidak langsung untuk menciptakan kondisi makro yang mendukung penanggulangan kemiskinan, kebijaksanaan langsung membantu golongan masyarakat miskin (affirmative action), serta kebijaksanaan khusus untuk menjamin kelangsungan (sustainability) program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan politik tak sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati betapa serius persoalan kemiskinan di Indonesia akan mendorong kita segera mengakhiri perdebatan menyangkut masalah angka kemiskinan yang dapat berkembang menjadi perdebatan politik yang tidak sehat. Pemerintah, kalangan akademisi, para pemimpin organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai pihak lainnya semestinya perlu secepatnya duduk bersama guna mengidentifikasi akar persoalan kemiskinan yang kita hadapi agar dapat merumuskan kesamaan pandang bagaimana memecahkannya. Tanpa adanya pemahaman yang serentak dari berbagai pihak menyangkut persoalan kemiskinan, upaya untuk mengatasi kemiskinan tidak akan pernah bisa efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut upaya pemerintah sekarang untuk mengatasi kemiskinan melalui program BLT dan BOS memang merupakan langkah yang baik untuk membantu masyarakat miskin. Akan tetapi, yang lebih diperlukan untuk membantu mereka adalah tindakan langsung berupa program affirmative yang mampu membangun keberdayaan dan bukan derma atau karitas (charity) hingga terwujud kemandirian; harus dilakukan oleh masyarakat miskin sendiri dan bukan oleh orang lain untuk orang miskin; serta harus berkelanjutan (sustainable). Program seperti BLT tidak memenuhi persyaratan-persyaratan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya hanya komitmen kuat semua pihak terutama pemerintah, dan disertai dengan adanya program pengentasan kemiskinan yang benar-benar bersifat memberdayakan masyarakat secara tuntas persoalan kemiskinan di Indonesia akan dapat diatasi. Tanpa komitmen kuat dan program tepat tersebut upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan hampir pasti akan gagal sebelum dimulai. Mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi di negeri yang kita cintai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Ginandjar Kartasasmita, Ketua Dewan Perwakilan Daerah dan Ketua Dewan Pakar ICMI &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8109649948941925364?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8109649948941925364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8109649948941925364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8109649948941925364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8109649948941925364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/10/jalan-keluar-bagi-kemiskinan.html' title='Jalan Keluar bagi Kemiskinan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1909131118409640681</id><published>2007-08-18T01:06:00.000+08:00</published><updated>2007-08-18T01:22:43.195+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Merdeka dalam 62 Tahun, Bagaimana Kesehatan Kita?</title><content type='html'>Oleh : Asri Tadda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terminologi sederhana, kemerdekaan berasal dari akar kata “merdeka”, yang berarti bebas, tidak bergantung dan mandiri. Kemerdekaan merupakan konstruk kebebasan yang terbangun dari kapabilitas internal yang otonom. Dalam konteks kenegaraan, kemerdekaan lebih dipahami sebagai kemandirian untuk dapat mengurus dan mengatur negara tanpa intervensi dari negara-negara lainnya. Untuk selanjutnya, dibentuklah sebuah sistem ketatanegaraan yang diproyeksikan menjalankan mekanisme kenegaraan, termasuk menghidupi dan mensejahterakan rakyatnya. Hanya saja, dalam realisasinya, tak urung sistem ketatanegaraan inilah yang justru melahirkan model penjajahan baru terhadap rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan yang Mana?&lt;br /&gt;Merdeka, dalam versi kerakyatan, merupakan kondisi di mana aksesibilitas hidup dimiliki setiap orang. Sebuah gambaran realitas yang secara proporsional memungkinkan setiap orang menikmati haknya tanpa tekanan dan batasan dari siapa pun. Termasuk hak untuk makan, sekolah, sehat, mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak, dan lain sebaginya. Penguatan atas hal ini, secara tegas dinyatakan dalam Declaration of Human Rights-nya PBB dan Konstitusi kenegaraan kita, yakni Pancasila dan UUD 1945. Sebagai kewajiban (responsibility), pemenuhan atas semua hak rakyat harus diupayakan secara rasional oleh pemerintah yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika pemenuhan hak rakyat tidak dilakukan, maka negara dapat dianggap telah melakukan pengabaian (state neglect). Pengabaian oleh negara, selanjutnya dapat dianggap sebagai sebuah bentuk penjajahan. Melihat realitas di bangsa kita, maka dapat saja kita tarik benang merah bahwa banyaknya pengangguran, tingginya angka kesakitan dan kematian, membludaknya anak-anak putus sekolah, serta membanjirnya keluarga miskin papa yang kelaparan, adalah wujud nyata ketakberpihakan pemerintah terhadap nasib rakyatnya.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah ini dapat dikatakan sebagai pemasungan kemerdekaan yang telah diproklamirkan 62 tahun yang lalu? Atau, inikah bentuk penjajahan model baru oleh negeri sendiri? Jika demikian halnya, maka berarti kita belum layak dikatakan merdeka, apalagi merayakan kemerdekaan dengan mencoba “melupakan sejenak” realitas di atas dan menghipnotis rakyat kecil melalui pentas-pentas seni dan olahraga yang bukan rutinitasnya.&lt;br /&gt;Semarak peringatan kemerdekaan tidaklah dapat dinilai dari sisi luarnya saja, tetapi harus ditinjau dari sejauh mana pemaknaan rakyat atas momentum ini. Jangan sampai kekhawatiran “pensakralan” tanpa pemaknaan filosofis atas tanggal 17 Agustus, benar-benar menjadi kenyataan. Sehingga pada akhirnya, peringatan HUT kemerdekaan hanya menjadi rutinitas atau hiburan tahunan belaka. Bukankah pentas tujuhbelasan menjadi ramai karena selama ini rakyat kita memang butuh hiburan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi Enam Puluh Dua Tahun&lt;br /&gt;Pengabaian negara, khususnya dalam sektor kesehatan, hingga saat ini masih tidak bisa dihapus. Selalu saja terjadi fenomena di mana rakyat terpaksa harus rela “mati” karena tak mampu membayar biaya perawatan rumah sakit. Lumrah nampak di pelupuk mata banyaknya anak-anak kurang gizi serta tingginya angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan. Gambaran tersebut belum digenapkan oleh masih tingginya pemalakan anggaran kesejahteraan dan kesehatan rakyat, masih terbatasnya pelayanan kesehatan yang mengedepankan aspek promotif dan preventif, serta timbulnya kasus-kasus kesalahan kebijakan (malpolicy) pembangunan yang tidak berwawasan kesehatan.&lt;br /&gt;Rakyat berada dalam posisi yang dilematis. Antara kebutuhan untuk dapat hidup (survival) dan lingkungan yang tidak mendukung untuk itu. Sementara, belaian tangan pemerintah masih sangat kurang dirasakan, bahkan terkesan sebelah mata untuk memandang kesehatan sebagai sebuah investasi. Ini adalah sebuah ironi kemanusiaan dan penjajahan atas kemerdekaan yang telah puluhan tahun diproklamasikan. Sekadar ilustrasi, indeks pembangunan manusia (Human Development Index/HDI) Indonesia tahun 2002 berada di peringkat 110, sementara sebagai perbandingan, Vietnam yang tahun 1995 lalu HDI-nya di peringkat 117, justru melejit ke urutan 95 pada tahun yang sama. HDI merupakan gambaran keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa dari Program Pembangunan PBB (UNDP), yang dilihat dari tiga aspek: ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Cukup ironis mengingat usia bangsa ini yang sudah lebih setengah abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan untuk Sehat&lt;br /&gt;Sebagai negara yang telah “merdeka” dari penjajahan bangsa lain, Indonesia kini diperhadapkan pada tantangan untuk mengisi dan mentransformasikan kemerdekaan yang telah diraih. Termasuk untuk mewujudkan kemerdekaan untuk sehat secara layak bagi rakyatnya. Sehat, dalam kategori ini, mesti dipahami sebagai sebuah komprehensivitas kondisi di mana terwujud normalitas atas fisik, psikis, dan sosial (lingkungan). Kesehatan tidak boleh dipandang secara parsialistik, tetapi mutlak dilihat sebagai bagian integral yang tidak dapat dipisahkan. Seorang baru dapat dikatakan “sehat’, jika dia sehat secara fisik, psikis, dan sosial.&lt;br /&gt;Kemerdekaan untuk sehat, berdasarkan batasan di atas, lebih dimaknai sebagai kondusivitas yang terwujud, dalam mana setiap warga masyarakat dapat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan secara memadai, lingkungan sekitar yang mendukung terwujudnya nuansa hidup yang sehat, serta tereduksinya tekanan psikis (stress) dalam interaksinya dalam masyarakat. Untuk itu, secara otomatis, negara mesti mengupayakan penduduknya agar tetap sehat secara menyeluruh. Jika memandang bahwa mengisi kemerdekaan adalah stage level saat ini, maka perumusan dan pelaksanaan program pembangunan, khususnya bidang kesehatan, harus mendapat prioritas yang utama. Apalagi setelah cakrawala kita mulai terbuka untuk memahami bahwa kesehatan adalah investasi berharga, sekaligus sebagai sebuah hak asasi manusia (HAM).&lt;br /&gt;Program pembangunan kesehatan, pada level apapun, bukanlah merupakan subjektivitas absolut dari penguasa. Tetapi harus terbangun secara participatory dari masyarakat, melalui program pemberdayaan kesehatan dengan tetap mengedepankan spirit kemerdekaan itu sendiri. Bahwa setiap orang berhak untuk menetukan nasib dan arah hidupnya, termasuk untuk sehat atau memilih sakit. Pembanguan kesehatan harus tetap mengutamakan proporsionalitas aspek-aspek kesehatan, antara lain promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam frame kemerdekaan, maka seyogianya yang harus menjadi prioritas pembangunan adalah aspek promotof dan preventif kesehatan. Bukan aspek kuratif, dengan antara lain membangun banyak rumah sakit dan membeli sejumlah alat-alat kedokteran canggih saja. Sehingga dengan demikian, angka kejadian penyakit dapat direduksi secara maksimal karena setiap orang mengetahui bagaimana upaya mencegah dan menghindarinya.&lt;br /&gt;Kemerdekaan untuk sehat dalam kerangka idealnya harus dimaknai sebagai upaya negara menyehatkan setiap warganya tanpa terkecuali. Tanpa pembedaan status sosial-ekonomi, tanpa pembedaan kelas perawatan rumah sakit, dan tanpa pembayaran yang memberatkan pasien. Masyarakat, melalui kemerdekaan ini, harus mulai diajar untuk mencegah dan menghindari penyakit yang setiap saat dapat menimpanya. Sehingga dengan demikian, jika negara masih saja tetap memprimadonakan aspek layanan kuratif dalam pembangunan kesehatan, maka bukankah secara tidak langsung, negara telah melahirkan sebuah bentuk baru penjajahan kesehatan? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1909131118409640681?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://asritadda.blogspot.com/2007/08/kemerdekaan-untuk-sehat.html' title='Merdeka dalam 62 Tahun, Bagaimana Kesehatan Kita?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1909131118409640681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1909131118409640681' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1909131118409640681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1909131118409640681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/08/merdeka-dalam-62-tahun-bagaimana.html' title='Merdeka dalam 62 Tahun, Bagaimana Kesehatan Kita?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8996093898874561456</id><published>2007-08-18T00:59:00.000+08:00</published><updated>2007-08-18T01:00:33.615+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dokter Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sistem Pelayanan Dokter Keluarga</title><content type='html'>Belakangan ini banyak dibicarakan atau bahkan dipertanyakan orang tentang Dokter Keluarga demikian pula sistem pelayanannya. Wacana ini ini mencoba mengetengahkan secara menyeluruh dasar-dasar pemikiran dan komponen sistem ini serta kendalanya. Maksudnya, wacana ini ingin menjelaskan atau paling tidak urun rembug tentang dokter keluarga dan sistem pelayanannya. Selain itu penulis juga mengharapkan kritik dan sumbang-saran ataupun saran-sumbang yang menyangkut ke-laik-laksana-an (feasibility) implementasinya. Persamaan pemahaman tentang sistem itu sangat diperlukan mengingat keberhasilan penerapannya sangat bergantung pada kerjasama mutualistis di antara komponennya. Selanjutnya, diharapkan dapat diwujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, efektif, efisien, dan merata. Sebagian orang berpendapat bahwa misinya terlalu “retorik” dan “utopis” namun tidak ada salahnya kita pikirkan bersama kiat penerapannya secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan dalam pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Sebenarnya atau idealnya, ada tiga tahap pelayanan kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat. Sayangnya hal ini tidak pernah dimasyarakatkan secara proporsional apalagi secara gencar dan terus-menerus baik oleh Departemen Kesehatan maupun oleh organisasi profesi (IDI), segencar yang dilakukan untuk program KB. Akibatnya, setiap anggota masyarakat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan keinginan, kemampuan finansial, atau keterbatasan pengetahuannya, kalau tidak mau disebut ketidaktahuannya. Dalam skala besar, keadaan ini akan memboroskan biaya kesehatan dan merugikan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tahap pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pelayanan Tingkat Primer. Pelayanan di sini diselenggarakan oleh Dokter Praktik Umum (DPU) atau yang selama ini dikenal dengan sebutan Dokter Umum. Tahap ini disebut tahap awal atau kontak pertama pasien dengan dokter yang biasanya bertempat di Klinik Pribadi, Klinik Dokter Bersama, Puskesmas, Balai Pengobatan, Klinik Perusahaan, atau Poliklinik Umum di rumah sakit, dsb. Setiap pasien semestinya harus ke DPU dulu untuk semua masalah kesehatan yang dihadapinya. Perkecualian tentu saja ada misalnya untuk kasus kedaruratan yang parah, pasien bisa langsung ke unit gawat darurat terdekat di manapun. Walaupun demikian kasus kedaruratan pun dapat ditangani pada tahap awal di Klinik DK agar dipersiapkan untuk transportasi yang aman ke unit gawat darurat di RS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pelayanan Tingkat Sekunder. Jika diangap perlu, pasien akan dirujuk ke Pelayanan Tingkat Sekunder. Untuk itu DPU akan menulis surat konsultasi atau rujukan yang menjelaskan masalah medis dan kendala yang dihadapi pada pasien ybs. Di sini pasien akan dilayani oleh Dokter Spesialis (DSp) yang sebagian besar praktik di rumah sakit, sebagian yang lain di Klinik Spesialis atau Klinik Pribadi. Jika masalah kesehatan yang sulit telah diselesaikan pasien akan dikirim balik ke DPU yang mengirimnya dengan bekal surat rujuk balik yang berisi ajuran kelanjutan pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pelayanan Tingkat Tersier. Jika masalahnya juga tidak dapat atau tidak mungkin diselesaikan oleh DSp di tingkat sekunder maka pasien ybs akan dikirim ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu pelayanan Tingkat Tersier (top referral). Di sini pasien akan dilayani oleh para dokter superspesialis atau Spesialis Konsultan (DSpK) yang biasanya bertempat di Rumah Sakit Pendidikan atau rumah sakit besar yang mempunyai berbagai pusat riset yang mapan. Rujuk balik pun tetap berlaku di sini dan bukan tidak mungkin berisi ajuran untuk kembali ke DPU-nya jika masalah telah diatasi. Jika masalahnya tidak mungkin dapat diatasi lagi (stadium terminal), sehingga diputuskan untuk dilanjutkan dengan perawatan di rumah agar dekat dgn keluarganya, maka yang terakhir ini pun menjadi tugas DPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas tampak bahwa setiap pasien sebaiknya memilih Dokter Praktik Umum yang sesuai dengan keinginannya, yang akan memberikan pelayanan primer atau merujuknya ke pelayanan sekunder yang sesuai jika diperlukan. Sepintas, secara individual, tata langkah pentahapan ini sepertinya “birokratis” atau memperpanjang proses dan bukan tidak mungkin menambah biaya. Akan tetapi dalam skala besar cara inilah yang paling efektif dan efisien. Disebut efektif karena setiap pasien akan memperoleh pelayanan yang sesuai dengan keperluan dan kemampuannya. Disebut efisien karena sebenarnya yang memerlukan pelayanan spesialistis hanyalah 15-20% dari seluruh pasien yang datang ke tempat pelayanan primer. Selebihnya, yang 80-85% sebenarnya dapat diselesaikan masalahnya di tingkat primer oleh DPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter keluarga&lt;br /&gt;Pada dasarnya Dokter Keluarga adalah dokter penyelenggara pelayanan primer yang berprofesi sebagai Dokter Praktik Umum. Di beberapa negara, misalnya Inggeris dan negara-negara persemakmurannya dokter penyelenggara pelayanan primer ini tetap disebut Dokter Praktik Umum (General Practitioner). Di sejumlah negara lainnya disebut Dokter Keluarga (DK) atau “Family Physician” (mis. USA, Filipina, dsb) atau “Family Doctor” (sebagian Negara Eropa ). Oleh karena itu organisasi profesinya di tingkat dunia pun disebut Organisasi DPU dan DK sedunia yang disingkat WONCA. Kepajangan WONCA yang sebenarnya adalah “World Organization of National Colleges, Academies and Academic Association of Gerenal Practice/Family Physicians”, yang secara singkat disebut juga sebagai “World Organization of General Practitioners/Family Doctors”, tetapi akronimnya tidak diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia DPU tidak kurang dari 40.000 orang dan ada beberapa orang di antaranya memperoleh gelar keprofesian sebagai DK di luar negeri. Wadah organisasinya adalah KDKI (Kolese Dokter Keluarga Indonesia) yang sampai sekarang masih merupakan perhimpunan dokter seminat sebagai Badan Kelengkapan IDI. Hampir semua anggota KDKI adalah DPU, beberapa orang DK lulusan luar negeri dan beberapa orang lainnya DSp. Sebagian anggotanya telah mendapat penataran kedokteran keluarga dan sebagian besar lainnya belum. Anggotanya memang beragam karena masih berstatus Perhimpunan Dokter Seminat, namun demikian KDKI telah menjadi anggota ‘WONCA World’, dan telah melaksanakan kongresnya setiap tiga tahun. Kongres yang ke-6 akan digelar di Surabaya pada tgl. 9-10 Agustus 2003 yad. Dalam uraian selanjutnya Dokter Keluarga akan ditulis DK agar lebih efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sementara pendapat yang mengira bahwa DK adalah “dokternya keluarga” yaitu dokter yang menangani atau mengelola aspek medis sebuah keluarga, ia bertanggung jawab untuk meningkatkan taraf kesehatan dan mencegah anggota keluarga itu jangan sampai sakit dst. Jadi dalam hal ini unit terkecil pasiennya adalah sebuah keluarga. Sekalipun pendapat ini tidak salah, akan tetapi kurang tepat. Yang disebutkan tadi itu hanyalah salah satu dari sekian banyak tugas dokter keluarga. Sebenarnya tugas dokter keluarga lebih kompleks daripada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pemahaman, penulis tidak akan menguntai definisi, melainkan akan mengurai prinsip dasar pelayanan Dokter Keluarga. Pada dasarnya ada 6 (enam) prinsip yang harus diterapkan. Bagi para DPU yang telah lama praktik mandiri di satu tempat, pastilah telah menerapkan prinsip-prinsip ini secara rutin sekalipun tidak sempurna. Keenam prinsip itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan pelayanan secara komprehensif atau dengan kata lain adalah pelayanan yang paripurna. DK menggunakan segenap kemampuan ilmunya, serta sarana dan prasarana medis yang tersedia untuk sebesar-besarnya kepentingan pasien. Dokter keluarga bukan hanya menyembuhkan pasien dari sakitnya, tetapi juga menyehatkannya serta menjadi mitra, konsultan, atau penasihat di kala sakit dan sehat. Jika masalahnya dinilai memerlukan pendapat atau penanganan spesialistis, DK akan mengkonsultasikan atau bahkan merujuk pasien ke dokter spesialis yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan pelayanan secara bersinambung. Pelayanan yang kontinu berarti pasien harus dipantau secara terus menerus, boleh dikatakan mulai dari konsepsi (pembuahan/dalam rahim) sampai mati dan tentu saja selama sakit sampai sembuh dan sehat kembali. Wujud kontinuitas pelayanannya itu berupa pemantauan bersinambung, antara lain melalui penyelenggaraan rekam medis yang handal dan kerjasama profesional dengan “naramedik” (medical professionals) lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberikan pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif. Sejalan dengan butir 1, DK akan mengkoordinasikan keperluan pasien dengan DK yang lain, dengan para spesialis yang diperlukan, dengan paramedik, dengan fasilitas kesehatan yang diperlukan, dan bahkan dengan keluarganya. Koordinasi ini pun merupakan salah satu bentuk kesinambungan pelayanannya. Dengan koordinasi yang baik dapat dihindari tumpang-tindih penggunaan obat, duplikasi pemerikasaan penunjang, atau perbedaan pendapat mengenai manajemen pasien. Kerjasama dengan para spesialis yang dikoordinasikan oleh DK ini akan menjadikan kolaborasi saintifik yang handal untuk meningkakan kepercayaan pasien kepada pelayanan medis yang disediakan. Dengan demikian terjadi saling kontrol sehingga efektivitas pengobatan dan efisiensi biaya dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengutamakan pencegahan. Pencegahan di sini berarti luas; DK harus melakukan upaya peningkatan kesehatan misalnya melalui ceramah kesehatan. Selain itu DK juga akan melakukan upaya pencegahan penyakit melalui vaksinasi. Upaya KB, pemeriksaan kehamilan, dan pemantauan tumbuh-kembang anak juga merupakan bentuk upaya pencegahan yang harus dilakukan oleh DK. Jika pasien datang dalam keadaan sakit, DK harus dapat membuat diagnosis dini dan memberikan pengobatan yang cepat dan tepat agar penyakit tidak semakin parah. Jika penyakit sudah parah, DK harus segera bertindak cepat misalnya dengan segera merujuk ke fasilitas pelayanan yang lebih tinggi dengan persiapan yang memadai, agar jangan sampai terjadi cacat permanen. Seandainya diperkirakan akan terjadi cacat, DK harus berusaha agar jangan sampai kecacatan itu menjadi penghalang besar bagi pasien nantinya. Di sini juga dituntut partisipasi DK untuk membantu upaya rehabilitasi bagi pasien penyandang cacat, baik secara fisik, psikologik, maupun sosial, agar keterbatasannya dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mempertimbangkan keluarganya. Sekalipun unit terkecil pasiennya adalah individu, artinya pekerjaan DK berawal dari keluhan individu setiap pasien, DK tidak pernah mengabaikan bahwa pasien adalah bagian dari keluarganya. Saling-aruh (interaksi) antara pasien dan keluarganya merupakan salah satu fokus perhatian DK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mempertimbangkan komunitasnya. Dalam hal ini, seperti juga keluarganya, DK harus juga mengingat bahwa pasien merupakan bagian dari komunitasnya baik di lingkungan tempat tinggal maupun kerjanya. Seperti juga keluarganya, lingkungan tempat tinggal dapat mempengaruhi penyakitnya, demikian pula penyakit pasien dapat pula berdampak pada lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatlah disimpulkan, inilah yang membedakan pelayanan DK dengan pelayanan spesialistis. Kalau DK berupaya menyembuhkan dan menyehatkan pasien dengan mempertimbangkan dan atau memanfatkan potensi dan kendala ‘habitat’-nya, sedangkan pelayanan spesialistik di RS berusaha menyembuhkan pasien dalam lingkungan artifisial yang dibuat ideal untuk membantu penyembuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas tersirat pengertian bahwa mungkin saja sebuah keluarga ditangani oleh lebih dari satu DK atau Klinik DK, atau seorang anggota keluarga mempunyai DK atau Klinik DK yang berbeda dengan anggota keluarga yang lainnya. Jadi, pasien tidak lagi bergantung kepada seorang dokter akan tetapi bergantung kepada Klinik DK. Kebergantungan pasien kepada klinik DK dan bukan kepada seorang dokter akan menjadikan sistem ini lebih manusiawi bagi DK sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sebenarnya sebagian DPU telah melaksanakan prinsip-prinsip itu dalam praktiknya sekalipun secara tidak disadari dan dalam bentuk yang masih perlu disempurnakan. Oleh karena itu dapat dikatakan sebenarnya pelayanan DK bulankahlah upaya yang sama sekali baru. Hanya saja sistemnya masih perlu dibenahi mengingat pada saat ini tahapan dalam pelayanan kesehatan belum berjalan baik dan kerjasama professional mutualistis antara para “naramedik” (medical professionals) masih perlu dibenahi kalau tidak mau disebut “amburadul”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pelayanan Dokter Keluarga (SPDK)&lt;br /&gt;Pada dasarnya sistem perlayanan dokter keluarga (selanjutnya digunakan SPDK), haruslah menerapkan ketiga tahapan pelayanan medis sesempurna mungkin. Komponen sistem, yang sekarang biasa disebut sebagai “pemegang saham” (stakeholders), paling tidak terdiri atas:&lt;br /&gt;1. DPU/DK (Sebagai Penyelenggara Pelayanan Tingkat Primer)&lt;br /&gt;2. DSp (sebagai Penyelenggara Pelayanan Tingkat Sekunder)&lt;br /&gt;3. DSpK (sebagai Penyelenggara Pelayanan Tingkat Tersier)&lt;br /&gt;4. Dokter gigi&lt;br /&gt;5. Pihak pendana (Asuransi Kesehatan, Pemerintah, dsb.)&lt;br /&gt;6. Regulasi (perundangan, Sistem Kesehatan Nasional, dsb.)&lt;br /&gt;7. Pasien (dengan keluarga dan masyarakatnya)&lt;br /&gt;8. Farmasi (profesional dan pengusaha)&lt;br /&gt;9. Staf klinik selain dokter (Bidan, perawat, dsb)&lt;br /&gt;10. Karyawan non-medis&lt;br /&gt;11. Dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus bekerjasama secara mutualistis mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Semua pemegang saham mempunyai andil, hak dan kewajiban yang sama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi pasien, tidak melanggar aturan atau perundangan maupun etika profesi, dan menjamin kesejahteraan bagi penyelenggaranya. Jika salah satu komponen sistem “merusak” tatanan, menyalahi aturan main agar memperoleh keuntungan bagi dirinya, maka akibat negatifnya akan dirasakan oleh seluruh komponen sistem termasuk, pada akhirnya, yang menyalahi aturan itu. Oleh karena itu diperlukan kerjasama profesional yang mutualistis di antara anggota sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, dalam sistem pelayanan dokter keluarga pelayanan diselenggarakan oleh “tim” kesehatan yang bahu-membahu mewujudkan pelayanan yang berumutu. Setiap komponen sistem mempunyai tugas masing-masng dan harus dikerjakan sungguh-sungguh sesuai dengan tatanan yang berlaku. Bidan dan perawat membantu dokter di klinik misalnya, memberikan obat kepada pasien d ibawah tanggung-jawab dokter. Jadi bidan dan perawat tidak memberikan obat tanpa persetujuan dokter. Sebaliknya dokter harus memberikan perintah tertulis di dalam rekam medis untuk setiap pemberian obat. Bidan dan perawat dibenarkan mengingatkan dokter jika perintah pemberian obat itu tidak jelas atau belum dicantumkan. Demikian pula dokter keluiarga yang sebenarnya dokter praktik umum dibenarkan mengingatkan dan diharuskan bertanya langsung kepada dokter spesialis yang dikonsuli atau dirujuki jika ada hal yang kurang jelas atau berbeda pendapat. Demikianpula komponen system yang lain termasuk masyarakat pasien dibenarkan dan bahkan diharuskan saling kontrol saling mengingatkan agat tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkan diterapkan di Indonesia?&lt;br /&gt;Inilah pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap anggota sistem. Banyak orang pesimis dan beranggapan sistem ini terlalu idealis dan utopis. Namun demikian mereka yang pesimis itu tetap mengakui bahwa memang demikianlah yang seharusnya. Bahkan WHO bersama WONCA pada tahun 1994 di Toronto telah membuat kesepakatan: “Making medical practice and education more relevant to people’s needs: the contribution of Family Doctor”. Jadi jelas bahwa SPDK haruslah diterapkan sekalipun melalui pentahapan yang panjang; mengingat bergitu banyak komponen sistem yang harus diubah misalnya, kebiasaan buruk masyarakat yang terbiasa berobat secara bebas harus diubah menjadi berobat secara benar dan baik. Belum lagi masalah tambahan pendidikan bagi para DPU agar benar-benar mampu mengelola pelayanan primer secara optimal. Di banyak Negara, yang sudah maju sekalipun diperlukan beberapa dasawarsa sampai benar-benar dirasakan manfaatnya. Contoh lain adalah Program KB memerlukan tidak kurang dari 25 tahun untuk menjadi programKB mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pesimisme itu bukan tidak beralasan apalagi jika mengingat ada yang berpendapat bahwa tanpa penerapan asuransi kesehatan yang memadai sistem ini tidak dapat berjalan baik. Sementara itu masyarakat masih skeptis terhadap sistem asuransi kesehatan yang ada. Sekalipun pendapat ini tidak seluruhnya benar namun sistem asuransi yang mapan akan sangat membantu melancarkan penerapan SPDK. Memang banyak masalah yang harus diselesaikan bersama. Bagaimana sesungguhnya, akan dibahas pada kesempatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik DK&lt;br /&gt;Jika melihat bahwa DK harus memberikan pelayanan yang komprehensif dan kontinu, maka mau tidak mau DK harus berpraktik secara paripuna memberikan pelayanan selama 24 jam sehari dan 7 hari sepekan. Tak ada hari libur untuk melayani pasien. Untuk itu DK haruslah praktik berkelompok, paling tidak 3 orang dalam sebuah klinik. Dengan demikian pelayanan paripurna dapat diberikan secara baik dan tidak terlampau membebani pribadi dokternya, mengingat dokter pun perlu istirahat dan membina diri serta keluarganya. Jadi SPDK akan terasa lebih manusiawi bagi pasiennya, karena dapat berobat kapan saja, dan bagi dokternya, karena mempunyai kesempatan untuk melakukan kegiatannya sebagai manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah DPU dekat rumah anda dapat dianggap sebagai DK keluarga anda sekalipun dia belum berpredikat DK? Tentu bisa, hanya saja jika dia praktik pribadi sendirian tentunya tidak mungkin menyelenggarakan praktik 24 jam. Dengan kata lain tidak mungkin sistem pelayanan DK dilaksanakan di tempat praktiknya secara sempurna. Namun demkian kontinuitas pelayanan dapat dicapai jika dokter ybs. mempunyai rekam medis yang baik dan setiap pasien diminta dan bersedia lapor perkembangan penyakitnya atau jika pada suatu waktu berobat ke fasilitas lain. Dengan demikian semua pelayanan medis yang dialami pasien dapat dicatat secara cermat. Dengan kepiawaiannya mengelola pasien, DPU yang berpraktik ‘solo’ (sendiri) pun dapat menerapkan prinsip-prinsip pelayanan DK sekalipun tidak mungkin sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin praktik dokter keluarga ini menjadi bagian integral dari sebuah rumah sakit. Klinik DK dalam hal ini mungkin saja ada di lingkungan RS ataupun menjadi klinik satelit di daerah tempat RS induknya. Dalam jangka panjang jaring-jaring seperti ini yang dikehendaki sehingga masalah kesehatan seluruh penduduk di daerah tersebut menjadi tanggungan RS yang bersangkutan. Jika system asuransi baik yang sosial dan komersial dapat berjalan, jaring-jaring seperti inilah yang memungkinkan pemerataan pelayanan dengan cara subsidi silang. Melalui upaya inilah kita dapat merebut kepercayaan masyarakat akan pelayanan yang kita berikan. Inilah sebenarnya yang merupakan salah satu kunci kemenangan dalampersaingan pasar bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang boleh menjalankan SPDK?&lt;br /&gt;Apakah setiap Doter Praktik Umum dibenarkan menjalankan sistem pelayanan DK? Tentu saja boleh dan malahan dianjurkan. Lalu apa bedanya DK dengan DPU? Itulah yang menjadikan di beberapa Negara menyamakan DPU dan DK dan di Negara lain membedakannya satu sama lain. Negara yang mengatakan bahwa DPU setara dengan DK biasanya telah memberlakukan aturan bahwa dokter yang baru lulus dari fakultas kedokteran belum dibenarkan praktik mandiri sebelum menjalani magang di klinik DK yang telah diakreditasi sebagai tempat magang. Magang itu dijalani sambil memperolah tambahan ilmu dan keterampilan yang mengacu kepada kurikulum yang dibakukan dan diakui oleh organisasi profesi. Kurun magangnya bervariasi 1-3 tahun. Selesai magang disebut “General Practitioner” atau “Family Physician” atau “Family Doctor” dan berhak praktik mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia belum ada tempat magang, jadi praktis semua DPU hanya berbekal pendidikan di fakultas sudah boleh praktik mandiri. Bagi yang beruntung mendapat kesempatan WKS (Wajib Kerja Sarajana) di tempat yang dapat untuk “magang” dia akan memperoleh tambahan pengalaman yang berharga. Sekalipun belum bisa diberi predikat DK, DPU sudah dibenarkan menjalankan sistem pelayanan DK karena sebagian pengetahuan dan keterampilan yang harus dipunyai sebagai DK sudah diperoleh di fakultas masing-masing. Jika telah menjalani magang dengan kurikulumm tertentu, barulah dapat memperoleh gelar DK. Karena tempat magang sampai sekarang masih menjadi angan-angan, maka dengan segala keterbatasannya PDU di Indonesia sekarang pada umumnya berusaha untuk menjalankan prinsip-prinsip pelayanan DK sekalipun belum sempurna dengan berbagai cara. Untuk memperoleh dasar-dasar yang lebih mapan telah dilakukan upaya pelatihan dasar-dasar pelayan DK oleh KDKI dengan bekerjasama dengan DEPKES dan Fakultas Kedokteran. Pascapelatihan, biasanya DPU akan semakin mantap menjalankan SPDK sekalipun belum berpredikat DK.Tak rotan akar pun jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini KDKI sedang berusaha keras untuk mewujudkan tempat magang bagi dokter praktik umum yang baru lulus. Selain itu juga sedang diupayakan melakukan standarisasi berbagai sarana dan prasarana implementasi SPDK. Namun demikian, sekeras apapun upaya itu jika perangkat perundangan tidak mendukung, maka upaya ini akan kandas. Oleh kasrena itu dalam komponen SPDK dicantumkan sistem perundangan termasuk SKN. Jadi untuk memuluskan penerapan SPDK, SKN yang sekarang sedang digodok lagi harus akomodatif bagi penerapan SPDK. Selain itu, organisasi profesi yang memungkinkan pendidikan tambahan bagi para DPU harus segera diwujudkan. Oleh karena itu sekarang ini KDKI sudah saatnya bersiap-siap untuk menjadi organisasi profesi untuk DPU dan DK dan bukan sekedar organisasi dokter seminat seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian apakah DK adalah sebuah upaya spesialisasi?&lt;br /&gt;Bukan!!! Inilah yang perlu dijelaskan. Sebutan spesialis DK tidak diperlukan. Yang lebih penting adalah peningkatan kompetensi DPU agar dapat menyelenggarakan pelayanan primer yang bermutu sehingga mampu menyelesaikan masalah kesehatan lebih banyak dan lebih baik. Dengan demikian biaya kesehatan akan dapat ditekan sebesar mungkin tanpa harus menurunkan mutu pelayanan. Walupun demikian di beberapa negara, DK adalah sebuah spesilisasi, misalnya di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah spesialis itu memang telah menjadi isu sumbang karena berbagai alasan; antara lain, dikhawatirkan jika disebut spesialis akan menimbulkan kasta baru dengan tarif yang lebih mahal sehingga tidak menyelesaikan masalah. Namun demikian ketakutan ini tidak seluruhnya benar karena tarif dokter pun dapat diatur melalui perhitungan-perhitungan yang rasional yang akan lebih mapan jika dilegalisasi melalui perundangan. Tambahan lagi, sebutan spesialis tidak menjamin terwujudnya pelayanan kesehatan yang sebenarnya lebih bergantung kepada kompetensi dan kerjasama profesional yang mutualistis. Sementara spesialis merasa penghasilannya akan berkurang karena selama ini mereka “praktik umum” dengan tarif spesialis. Akibatnya jelas, pemborosan dana masyarakat. Jika penjenjangan pelayanan diterapkan, artinya dokter spesialis menempati pelayanan sekunder, maka jumlah pasien yang ke dokter spesialis memang akan lebih sedikit, akan tetapi tidak perlu menurunkan penghasilan kalau tariff disesuaikan. Yang jelas dengan cara ini para spesialis akan lebih memusatkan perhatian pada bidang ilmunya sehingga memungkinkan munculnya “pusat unggulan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Boelen C, Haq C, Hunt V, Rivo M, Sahadhy E. Improving Health Systems: The Contribution of Family Medicine. A Guide Book. WONCA World. Best Printing Company. Singapore. 2002.&lt;br /&gt;2. McWhinney IR. Basic Principles. In. A Texbook of Family Medicine. Oxford University Press New York. Second Rdition. 3-46. 1997.&lt;br /&gt;3. Rakel RE. The Family Physician. In: Essential of Family Practice. Rakel RE. Ed. WB Saunders Company. Philadelphia. Second Ed. 3-20. 1998.&lt;br /&gt;4. Saultz JW. A Theorethical framework for the Discipline of Family Medicine. In: Textbook of Family Medicine; Defining and reexamining the Discipline. Saultz JW. Ed. Mc.Graw-Hill Health Professions Division. New York. 17-30. 2000.&lt;br /&gt;5. Saultz JW. An Overview and History of the Specialty of Family Practice. In: Textbook of Family Medicine; Defining and reexamining the Discipline. Saultz JW. Ed. Mc.Graw-Hill Health Professions Division. New York. 3-16. 2000.&lt;br /&gt;6. Shahady JE. Principles of Family Medicine. An Overview. In: Essentials of Family Medicine. Sloan PD, Slatt LM, Curtis P. Eds. William Wilkins. Baltimore. Second Ed. 3-8.1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengirim : Dr Sugito Wonodirekso, M.S, PKK - Dokter Praktek Umum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8996093898874561456?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8996093898874561456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8996093898874561456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8996093898874561456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8996093898874561456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/08/sistem-pelayanan-dokter-keluarga.html' title='Sistem Pelayanan Dokter Keluarga'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7737260046729747874</id><published>2007-08-18T00:53:00.000+08:00</published><updated>2007-08-18T00:55:15.848+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menyusui Pada Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan Dengan Menyusui Eksklusif 6 Bulan, Menyelamatkan Lebih Dari Satu Juta Bayi</title><content type='html'>Sudah tidak dapat dpungkiri lagi bahwa ASI merupakan mukjizat dari Tuhan yang diberikan kepada umatnya melalui ibu yang menyusui bayinya dengan ASI. ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi, baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Dan pemberian ASI selama 1 jam pertama dalam kehidupannya dapat menyelamatkan i juta nyawa bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa 1 jam pertama ?&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pentingnya ASI dalam 1 jam pertama maka dianjurkan sesegera mungkin meletakkan bayi yang baru dilahirkan pada dada ibunya dan membiarkannya selama 30 – 60 menit. Kontak dari kulit ke kulit segera setelah lahir dan menyusu sendiri setelah satu jam pertama kehidupan itu sangat penting karena pada jam pertama bayi menemukan payudara ibunya merupakan awal suatu life sustaining breastfeeding relationship antara ibu dan bayi menyusui.&lt;br /&gt;Ibu tidak perlu takut bayi akan kedinginan, karena saat bayi berada di dada ibu, dada ibu akan menstransfer kehangatan pada sang bayi. Namun suhu ruangan tidak kurang dari 27 o C , mereka akan saling menghangatkan. Bayi berkurang stres, lebih tenang, pernafasan dan detak jantung lebih stabil; bayi memperoleh kolostrum sebagai minuman pertama; dan sentuhan tangan, mulut dan kepala bayi serta isapan pada payudara merangsang produksi Oxytocin. Oxytocin menyebabkan kontraksi rahim, merangsang hormon lain yang menyebabkan ibu merasa senang dan relaks, serta merangsang aliran ASI dalam payudara ke mulut bayi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ASI Eksklusif ?&lt;br /&gt;ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berusia 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadium ASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI stadium I&lt;br /&gt;ASI stadium satu adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama dikeluarkan/disekresi oleh kelenjar payudara pada 4 hari pertama setelah persalinan. Komposisi kolostrum ASI setelah persalinan mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mikonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI. Hal ini menyebabkan bayi sering defekasi dan feces berwarna hitam. Jumlah energi dalam kolostrum hanya 56 Kal /100 ml kolostrum dan pada hari pertama bayi memerlukan 20 – 30 CC.&lt;br /&gt;Kandungan protein pada kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein dalam susu matur, Sedangkan kandungan karbohidratnya lebih rendah dibandingkan ASI matur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI stadium 2&lt;br /&gt;ASI stadium 2 adalah ASI peralihan. ASI ini diproduksi pada hari ke-5 sampai hari ke-10. jumlah volume ASI semakin meningkat tetapi komposisi protein semakin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang semakin tinggi, Hal ini untuk memenuhi kebutuhan bayi karena aktifitas bayi yang mulai aktif dan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan. Pada masa ini pengeluaran ASI mulai stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI stadium 3&lt;br /&gt;ASI stadium 3 adalah ASI matur. Yaitu ASI yang desekresi pada hari ke –10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping selain ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi zat gizi dalam kolostrum, ASI dan PASI&lt;br /&gt;Kandungan zat gizi dalam kolostrum, ASI dan PASI (pengganti air susu ibu) memiliki komposisi yang berbeda. Kandungan protein dalam kolostrum jauh lebih tinggi dari pada ASI. Hal ini menguntungkan bayi yang baru lahir karena dengan mendapat sedikit kolostrum ia sudah mendapat cukup protein yang dapat memenuhi kebutuhan bayi pada minggu pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat&lt;br /&gt;Karbihdrat dalam ASI berbentuk laktosa yang jumlahnya berubah-ubah setiap hari menurut kebutuhan tumbuh kembang bayi. Rasio jumlah laktosa dalam ASI dan PASI adalah 7:4 sehingga ASI terasa lebih manis dibandingkan dengan PASI. Hal ini menyebabkan bayi yang sudah mengenal ASI dengan baik cenderung tidak mau minum PASI. Dengan demikian pemberian ASI akan semakin sukses. Hidrat arang dalam ASI merupakan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan sel syaraf otak dan pemberi energi untuk kerja sel-sel syaraf. Selain itu karhidrat memudahkan penyerapan kalsium mempertahankan factor bifidus di dalam usus (faktor yang menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya dan menjadikan tempat yang baik bagi bakteri yang menguntungkan) dan dan mempercepat pengeluaran kolostrum sebagai antibody bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein&lt;br /&gt;Protein dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan PASI. Namun demikian protein ASI sangat cocok karena unsur protein didalamnya hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernan bayi yaitu protein unsur whey. Perbandingan protein unsur whey dan casein adalam ASI adalah 80:40, sedangkan dalam PASI 20:80. Artinya protein pada PASI hanya sepertiganya protein ASI yang dapat diserap oleh sistem pencernaan bayi dan harus membuang dua kali lebih banyak protein yang sukar diabsorpsi. Hal ini yang memungkinkan bayi akan sering menderita diare dan defekasi dengan feces berbentuk biji cabe yang menunjukkan adanya makanan yang sukar diserap bila bayi diberikan PASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak&lt;br /&gt;Kadar lemak dalam ASI pada mulanya rendah kemudian meningkat jumlahnya. Lemak dalam ASI berubah kadarnya setiap kali diisap oleh bayi dan hal ini terjadi secara otomatis. Komposisi lemak pada lima menit pertama isapan akan berbeda dengan 10 menit kemudian, Kadar lemak pada hari pertama berbeda dengan hari kedua dan akan terus berubah menurut perkembangan bayi dan kebutuhan energi yang diperlukan. Jenis lemak yang ada dalam ASI mengandung lemak rantai panjang yang dibutuhkan oleh sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna karena mengandung enzim lipase. Lemak dalam bentuk Omega 3, Omega 6, dan DHA yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel jaringan otak. Susu formula tidak mengandung enzim, karena enzim akan mudah rusak bila dipanaskan. Dengan tidak adanya enzim, bayi akan sulit menyerap lemak PASI sehingga menyebabkan bayi lebih mudah terkena diare. Jumlah asam linoleat dalam ASI sangat tinggi dan perbandinganya dengan PASI yaitu: 6:1. Asam linoleat adalah jenis asam lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh yang berfungsi untuk memacu perkembangan sel syaraf otak bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mineral&lt;br /&gt;ASI megandung mineral yang lengkap walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi bisa mencukupi kebutuhan bayi sampai berumur 6 bulan. Zat besi dan kalsium dalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan mudah diserap dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Dalam PASI kandungan mineral jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar tidak dapat diserap hal ini akan memperberat kerja usu bayi serta menganggu keseimbangan dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan sehingga mengakibatkan kontraksi usus bayi tidak normal. Bayi akan kambung, gelisah karena obstipasi atau ganguan metabolisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin.&lt;br /&gt;ASI mengandung vitamin yang lengkap yang dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai 6 bulan kecuali vitamin K, karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7737260046729747874?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7737260046729747874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7737260046729747874' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7737260046729747874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7737260046729747874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/08/menyusui-pada-satu-jam-pertama.html' title='Menyusui Pada Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan Dengan Menyusui Eksklusif 6 Bulan, Menyelamatkan Lebih Dari Satu Juta Bayi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-5538173440027708044</id><published>2007-08-18T00:43:00.000+08:00</published><updated>2007-08-18T00:53:13.335+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menjinakkan Demam Berdarah dengan Obat Tradisional</title><content type='html'>Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih saja memakan banyak korban. Agar tidak terlambat, harus ditangani sedini mungkin. Ada, lo, pengobatan tradisional yang bisa dijadikan pilihan pengobatan&lt;br /&gt;Seringkali, penyakit demam berdarah dengue (DBD) baru diketahui ketika sudah akut. Gejalanya yang mirip dengan penyakit lain, acap kali membuat penanganannya jadi terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar herbal dan pengobatan Timur, dr. Setiawan Dalimartha, gejala utama penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah demam, sakit kepala, dan mual. Setelah digigit nyamuk, masa tunasnya sekitar seminggu. Gejala permulaan yang timbul setelah masa tunas antara lain nyeri kepala, badan pegal-pegal, tidak napsu makan, kadang-kadang menggigil, dan ada ruam (bintik kemerahan)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terjadi pembengkakan akibat kebocoran pada pembuluh darah. "Kelopak mata membengkak, atau kalau pakai cincin susah dikeluarkan. Ini karena cairan dari pembuluh darah merembes ke jaringan, sehingga semua bagian tubuh membengkak. Yang juga khas adalah terjadi pembengkakan hati," papar Dalimartha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELUM TENTU DBD&lt;br /&gt;Yang harus diketahui, pada tahap awal gejala, diagnosis bandingnya banyak. "Belum tentu DBD. Bisa measles (campak Jerman), radang tenggorok, atau bahkan Chikungunya. Semua penyakit akibat virus, gejalanya memang mirip. Trombosit sama-sama turun, meski pada Chikungunya misalnya, trombosit tidak turun sampai di bawah 100 ribu. Demamnya sih, sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gejala permulaan seperti itu, biasanya diberikan pengobatan simtomatik. "Kalau demam, diberi obat penurun demam, kalau radang tenggorok, diberi antibiotik," kata Setiawan. Jika memang DBD, pengobatan simtomatik biasanya tak banyak berpengaruh. "Panas tingginya tetap, tidak turun. Pada hari ketiga baru dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar trombosit, leukosit (sel darah putih), dan hematokrit (kekentalan darah)," jelas Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar hematokrit akan menentukan kekentalan darah, akibat bocornya pembuluh darah yang terjadi pada pasien DBD. Jika kadar hematokrit meningkat 20 persen di atas normal (dari permulaan diperiksa), berarti sudah terjadi kebocoran pembuluh darah. "Berarti, kemungkinan memang terkena DBD. Begitu pula kadar trombosit. Jika turun hingga sampai di bawah 100 ribu, kemungkinan memang terkena DBD."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KETIGA&lt;br /&gt;Terkadang, pada hari ketiga demam, dilakukan tes Widal untuk melihat kemungkinan terkena tipus. Jika hasil tes Widal negatif dan trombosit cenderung turun terus (di atas 100 ribu, di bawah 200 ribu), biasanya dilakukan pemeriksaan ulang. Kadar mormal trombosit adalah sekitar 200- 350 ribu. "Di bawah 100 ribu, kita anjurkan masuk rumah sakit, supaya perkembangan turun-naiknya trombosit bisa diikuti terus. Sementara jika jumlah trombosit masih 100-150 ribu, dilakukan pengobatan simtomatik, istirahat, dan banyak minum, karena belum tentu DBD."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di tahap ini (jumlah trombosit antara 100 ribu-150 ribu), pasien atau orang tua pasien biasanya sudah 'panik'."Dianjurkan banyak minum, entah oralit, jus jambu biji, rebusan angkak, obat Cina, dan sebagainya, untuk mengatasi kekurangan cairan, sekaligus membantu menaikkan jumlah trombosit. Biasanya, kalau memang positif DBD, trombosit akan tetap turun. Karena pada saat itu, pembuluh darah sudah bocor dan cairan merembes keluar ke jaringan. Karena merembes keluar, maka kadar hematokrit biasanya akan meningkat. Kalau berat, kadar leukosit juga turun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kelima, jumlah trombosit biasanya baru berangsur naik. "Yang ditakutkan adalah jika trombosit terus turun sampai di bawah 10 ribu. Di tahap ini, biasanya diberikan tambahan cairan trombosit, supaya tidak terjadi perdarahan di otak yang bisa berakibat fatal. Kebocoran pembuluh darah juga berakibat syok atau kadang-kadang terjadi bekuan darah di pembuluh darah yang bisa berakibat kematian," tandas Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika baru pertama kali digigit nyamuk dengan virus DBD, lanjut Setiawan, tubuh biasanya masih bisa melawan, dan kemudian sembuh sendiri, seperti halnya penyakit virus lainnya. "Penderita DBD berat biasanya karena gigitan yang kedua atau ketiga, yang mengandung virus dari tipe lain yang lebih berat."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OBAT TRADISIONAL&lt;br /&gt;Di tahap awal penyakit dan tahap pemulihan, beberapa jenis tanaman dan buah bisa dikonsumsi untuk membantu mengatasi kekurangan cairan dan trombosit, serta meningkatkan daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLIK - Detail1. Jambu biji merah&lt;br /&gt;Jambu biji merah dihubungkan dengan darah karena warna buahnya yang juga merah. Tanaman ini juga mengandung banyak vitamin C, yang dianggap sebagai antioksidan untuk menambah daya tahan tubuh. Meski belum terbukti secara klinis, daun dan buah jambu biji merah disebut-sebut bisa meningkatkan jumlah trombosit. "Meskipun tidak akan begitu membantu jika pasien sudah dalam kondisi berat dan jumlah trombosit turun drastis," kata Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah jambu biji merah bisa dibuat jus, sementara daunnya direbus dan diminum. Cukup ambil 5-6 lembar daun, lalu rebus dengan 3 gelas air. Minum setelah dingin. Untuk anak-anak, cukup 2 lembar daun. "Tapi, barangkali agak susah kalau anak-anak diberi rebusan daun jambu biji, soalnya rasanya, kan, tidak enak. Lebih baik jus jambu, rebusan angkak, duong quy atau qi zi yang rasanya manis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLIK - Detail2. Angkak&lt;br /&gt;Cara kerja klinis angkak belum diketahui secara pasti, karena seperti halnya jambu biji merah, penelitian tentang angkak juga belum banyak. "Yang jelas, jika proses penyakit DBD sedang berat, semua cairan tidak bisa terserap melalui pembuluh darah. Jadi, dari pencernaan, cairan langsung dibuang. Kebocoran pada dinding pembuluh darah tidak bisa diatasi dengan cairan apa pun secara oral. Pengobatan satu-satunya hanya dengan memberikan infus cairan," jelas Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk angkak, ambil setengah sendok teh, lalu rebus dan minum setiap hari. Untuk anak-anak, cukup seperempat sendok teh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, bisa ditambahkan rebusan daun sambiloto pada rebusan angkak tadi. "Cukup 7-8 lembar daun sambiloto. Ini akan membantu kondisi tubuh tidak drop, selain membantu menurunkan demam," jelas Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketiga tanaman di atas, ada pula tanaman dan buah asal Cina yang, berdasarkan penelitian, bisa membantu menaikkan jumlah trombosit dan menyehatkan darah. "Secara tradisional, akibat DBD, darah jadi kurang sehat. Nah, kedua tanaman dan buah ini berfungsi menyehatkan darah," lanjut Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Duong-quy (Radix Angelica Sinensis)&lt;br /&gt;Merupakan akar-akaran yang rasanya manis. "Buah ini berfungsi menyehatkan darah, mengatasi sindroma lesu darah, meningkatkan trombosit dan leukosit, serta melancarkan darah," jelas Setiawan. Untuk DBD, rebus 5-10 gram duong-quy dengan 3 gelas air, lalu dinginkan dan minum setiap hari. "Anak-anak cukup 5 gram setiap hari." Minuman ini tidak memiliki efek samping, jadi bisa diminum saban hari untuk menyehatkan darah sekaligus menjaga kondisi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gou qi zi (Fructus Lycii)&lt;br /&gt;Buah dari tanaman ini memiliki khasiat tonik yang menguatkan. Rasa buah ini manis dan berfungsi memberi makan darah. Jadi, fungsinya juga untuk menyehatkan darah. Caranya, ambil 6-15 gram qi zi, rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal satu gelas, lalu minum. Untuk anak-anak cukup 6 gram. "Qi zi bisa membantu mempercepat penyembuhan pasien DBD, paling tidak menjaga supaya jumlah trombosit tidak turun drastis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qi zi dan duong quy bisa direbus dan diminum bersamaan. Bisa juga ditambah angkak, lalu direbus bersama-sama sebelum diminum. Atau ditambah jus jambu biji merah. "Ramuan ini tidak memiliki efek samping, jadi bisa dikonsumsi setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh, sekaligus menyehatkan darah." Duong quy dan qi zi bisa diperoleh di toko-toko obat Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUS BANYAK MINUM&lt;br /&gt;Kapan kita tahu pasien DBD kekurangan cairan? Tanda-tandanya antara lain suhu badan menurun, badan terasa dingin, tubuh lesu, mengantuk, nadi melemah (tidak teratur), dan serasa melayang setiap kali berjalan. "Jika tanda-tanda ini muncul, berarti pasien sudah kekurangan cairan. Kalau tidak segera diatasi, bisa-bisa terjadi syok. Jadi, harus segera dibawa ke rumah sakit," kata Setiawan seraya melanjutkan, prinsip pengobatan DBD sebenarnya hanya menambah cairan ke pembuluh darah. "Kalau masih bisa minum, dianjurkan banyak minum. Tapi, kalau sudah berat, pasien biasanya enggak mau minum dan harus diberi cairan lewat infus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai jenis cairan apa yang paling baik, khususnya bagi anak-anak, Setiawan menyebut cairan apa saja boleh. "Air putih pun bagus, karena yang utama pada pasien DBD adalah mengisi pembuluh darah dengan cairan supaya darah tidak kental. Cuma, anak-anak khususnya, kan, biasanya susah kalau minum minuman yang tidak ada rasanya atau pahit. Jadi, pada anak-anak, susu atau jus, misalnya, lebih mudah diberikan."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :www.tabloidnova.com/articles.asp?id=10908&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-5538173440027708044?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/5538173440027708044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=5538173440027708044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5538173440027708044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5538173440027708044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/08/menjinakkan-demam-berdarah-dengan-obat.html' title='Menjinakkan Demam Berdarah dengan Obat Tradisional'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2417315623874129602</id><published>2007-07-18T01:02:00.000+08:00</published><updated>2007-08-18T01:03:33.653+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dokter Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KENDALI BIAYA PELAYANAN DOKTER KELUARGA DALAM SISTEM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh : Dr Donald Pardede, MPPM, dan Dr Trisa Wahjuni Putri, MKes&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendali biaya bersama-sama dengan kendali mutu pelayanan kesehatan merupakan hal yang paling mendasar dari penyelenggaraan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Tujuannya adalah agar tercapai suatu peningkatan status kesehatan pesertanya dengan pelayanan yang komprehensif, bermutu, berkesinambungan dan terjangkau. Keberhasilan penyelenggaraan program kesehatan berlandaskan JPKM dalam mencapai tujuannya dapat diukur dengan menganalisa :&lt;br /&gt;a. Besarnya biaya pemeliharaan kesehatan terhadap sejumlah iuran yang dikumpulkan&lt;br /&gt;b. Jumlah pendaftaran peserta dan tingkat kepuasannya&lt;br /&gt;c. Mutu pelayanan, baik selama proses pemberiannya maupun sebagai hasil klinisnya.&lt;br /&gt;d. Status kesehatan peserta yang tercermin dari angka disabilitas, morbiditas dan mortalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian biaya pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Dari sisi peyelenggara pelayanan kesehatan, biaya pelayanan kesehatan mempunyai pengertian sejumlah dana yang harus disediakan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Sedangkan dari sisi pengguna jasa, biaya pelayanan kesehatan mempunyai arti sejumlah dana yang perlu disediakan oleh pengguna jasa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya biaya pemeliharaan kesehatan ditimbulkan oleh dua faktor, yaitu penggunaan pelayanan dan harga satuan pelayanan. Besarnya biaya ditentukan oleh banyaknya penggunaan (utilisasi) pelayanan dikalikan besarnya satuan biaya. Karena dalam bidang kesehatan ada bermacam-macam pelayanan, maka jumlah besarnya biaya dihitung sebagai penjumlahan perkalian utilisasi dan biaya satuan setiap macam pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas maka biaya pemeliharaan kesehatan dipengaruhi oleh:&lt;br /&gt;a. Jenis pelayanan yang diberikan.&lt;br /&gt;b. Biaya satuan dari setiap jenis pelayanan yang diberikan&lt;br /&gt;c. Banyaknya (frekwensi) penggunaan setiap jenis pelayanan&lt;br /&gt;d. Demografi dan epidemiologi kelompok peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jenis pelayanan yang diberikan&lt;br /&gt;Sesuai dengan Permenkes no 527/1993 maka jenis pelayanan yang minimal harus diberikan adalah berupa Paket Pemeliharaan Kesehatan Dasar. Besarnya biaya dari paket ini tergantung pada fasilitas kesehatan yang memberikannya (Pemerintah atau swasta, dokter umum atau spesialis, dsb), yang pada umumnya dapat memberi harga yang berbeda bagi jenis pelayanan yang sama. Memilih fasilitas Pemerintah biasanya biayanya lebih rendah dari pada di swasta, begitu pula spesialis akan lebih mahal dari dokter umum. Perbedaan kelas di rumah sakit juga membawa perbedaan dalam harga pelayanan yang diberikan, meskipun jenis pelayanannya sama. Mengendalikan biaya pemeliharaan kesehatan dalam hal ini ditentukan oleh pemilihan fasilitas kesehatan yang harganya sesuai dengan ”ability-to-pay” dari peserta ( = iuran/premi yang dibayar) dengan mutu yang tetap sesuai standard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Biaya Satuan pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Biaya Satuan tergantung kepada: siapa yang memberi pelayanan, dimana diberikannya, obat/bahan/alat yang dipergunakan dan jenis tindakan yang diberikan. Dalam rangka ini sudah diketahui bahwa jasa seorang spesialis akan lebih besar dari pada seorang dokter umum atau dokter keluarga. Lebih banyak dapat dihindari tindakan spesialistis, lebih terkendali biaya pemeliharaan kesehatan. Begitu pula lebih sedikit pelayanan rawat inap, lebih terkendali biaya. Dengan demikian, maka usaha mengalihkan penggunaan pelayanan rawat inap ke rawat jalan, dan dari spesialis ke dokter umum, akan bermanfaat bagi pengendalian biaya pemeliharaan kesehatan. Tentunya, pengalihan ini tidak boleh menurunkan mutu pelayanan yang diberikan. Dalam rangka inilah pengembangan dokter keluarga dalam JPKM dan pembayaran jasanya secara kapitasi menjadi penting. Fokus terhadap pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan akan dapat menghindari tindakan-tindakan kesehatan yang lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Frekwensi penggunaan pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Selain besarnya satuan biaya, frekwensi penggunaan (utilisasi) pelayanan turut menentukan dalam besarnya biaya pemeliharaan kesehatan. Banyak tidaknya penggunaan pelayanan tergantung pada pola digunakannya pelayanan tersebut (terstruktur atau tidak terstruktur), pola penyakit dan profil demografi peserta program. Mulai dari penetapan premi/iuran sampai pada penetapan kapitasi sebagai cara pembayaran kepada PPK, diambil ketentuan untuk mendasarkan perhitungannya atas dasar real cost, serta faktor-faktor risiko yang ditimbulkan oleh demografi dan jumlah peserta (group size). Mekanisme struktur pelayanan diterapkan sedapat mungkin agar utilisasi pelayanan dapat terarah (tidak lebih, tidak kurang), sehingga menguntungkan kesehatan peserta dan mengendalikan biaya yang dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Demografi dan epidemiologi dari kelompok peserta.&lt;br /&gt;Umur dan jenis kelamin turut menentukan dalam penggunaan pelayanan kesehatan karena menimbulkan risiko yang bervariasi. Umur balita dan lansia, yang berisiko tinggi dalam hal kesehatan, memerlukan pelayanan kesehatan yang cenderung lebih mahal. Oleh sebab itu maka penetapan premi dan kapitasisedapat mungkin memperhitungkan besarnya risiko menurut umur dan jender ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGENDALIAN BIAYA PELAYANAN KESEHATAN DARI SISI SUPPLY DAN DEMAND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan biaya kesehatan haruslah dilakukan pada kedua sisi yakni pada sisi supply, yakni pemberi pelayanan kesehatan (Provider) bersamaan dengan pengendalian pada sisi demand, yakni pengguna pelayanan kesehatan (Consumer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengendalian biaya dari sisi supply&lt;br /&gt;Pengendalian biaya dari sisi supply dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain :&lt;br /&gt;1. Peningkatan efisiensi&lt;br /&gt;a. Efisiensi teknis&lt;br /&gt;Hal ini dapat dilakukan terhadap peralatan yang digunakan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Untuk melakukan investasi peralatan canggih perlu dilakukan dengan perhitungan yang matang, karena apabila utilisasi dari alat tsb rendah berarti terjadi inefisiensi. Disamping itu dapat terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan karena dapat mendorong supply induced demand karena tuntutan pengembalian biaya investasi yang telah ditanamkan.&lt;br /&gt;b. Efisiensi ekonomi,&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah penggunaan input yang biayanya rendah. Hal ini dapat dilakukan terhadap obat, alat kesehatan dan ketenagaan. Misalnya penggunaan obat generik adalah upaya untuk meningkatkan efisiensi ekonomi. Disamping itu drug utilization review juga penting dilakukan untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam kaitannya dengan tingkat penggunaan obat secara kuantitatif maupun kualitatif.&lt;br /&gt;2. Sistim pembayaran&lt;br /&gt;Sistim pembayaran prospektif kepada PPK akan mengendalikan kecenderungan supply induced demand, yakni kecenderungan mendorong tingkat penggunaan utilisasi pelayanan kesehatan apabila PPK masih dibayar tunai.&lt;br /&gt;3. Standarisasi pelayanan&lt;br /&gt;Standarisasi pelayanan secara medis dan standarisasi pelayanan administratif merupakan bagian yang penting dari pengendalian biaya (cost containment, cost effectiveness, quality control). Tanpa standar yang jelas, akan sulit memprediksi dan mengendalikan biaya, artinya ketidak pastian akan semakin besar karena sifat dari pelayanan kesehatan adalah kebutuhan yang tidak dapat diprogramkan.&lt;br /&gt;4. Pembinaan, promosi dan penyuluhan kesehatan&lt;br /&gt;Adalah upaya sistematis dan terencana untuk mengarahkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif, preventif dan edukatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengendalian biaya dari sisi demand&lt;br /&gt;Pengendalian demand pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah pengendalian utilisasi pelayanan kesehatan pada sisi pengguna jasa pelayanan / peserta.&lt;br /&gt;Beberapa hal yang sering dilakukan dalam rangka mengendalikan perilaku pengguna jasa pelayanan kesehatan adalah :&lt;br /&gt;1. Eksklusi dan Limitasi&lt;br /&gt;Ekslusi adalah jenis-jenis pelayanan yang tidak ditanggung/tidak termasuk dalam paket standar pelayanan. Limitasi adalah pembatasan penggunaan jenis pelayanan tertentu. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin biaya yang terkumpul dari peserta akan dapat menutup seluruh biaya pelayanan kesehatan. Ekslusi dan limitasi pelayanan juga dilakukan untuk mendidik pasien agar menggunakan pelayanan kesehatan secara rasional.&lt;br /&gt;2. Cost sharing&lt;br /&gt;Yakni membebankan pasien sebagian dari biaya pelayanan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penggunaan fasilitas secara berlebihan oleh peserta.&lt;br /&gt;3. Identifikasi epidemiologi dan demografi&lt;br /&gt;Merupakan faktor kendali biaya karena dapat dibuat pola perencanaan pelayanan kesehatan yang akurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak faktor yang mempengaruhinya seperti teknologi, pergeseran pola penyakit dari pola penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif, sert hal-hal lainnya, biaya kesehatan pada dasarnya merupakan hasil perkalian dari harga satuan pelayanan kesehatan (unit cost) dan tingkat penggunaan pelayanan kesehatan (Utilization rate) . Karenanya pengendalian biaya kesehatan haruslah mencakup pengendalian kedua hal tersebut, yakni mengendalikan harga pelayanan kesehatan serta mengendalikan tingkat penggunaan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut waktu pelaksanaannya, kendali biaya dan kendali mutu pelayanan kesehatan itu sendiri sesungguhnya dapat dilakukan secara prospective, concurrent dan retrospective.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara prospektif&lt;br /&gt;Adalah upaya kendali biaya yang dilakukan sebelum pelayanan kesehatan diberikan.&lt;br /&gt;a. Mengadakan ikatan kerja sama (kontrak) dengan PPK/Dokter Keluarga yang bermutu dan sadar biaya. Peserta yang harus memilih dari daftar PPK/Dokter Keluarga yang dikontrak oleh Bapel, perlu diberi keyakinan bahwa PPK/Dokter Keluarga yang terdaftar tersebut adalah PPK/DOkter Keluarga yang dapat diandalkan mutunya dan akan memberi pelayanan sesuai aturan main JPKM. PPK ini akan melakukan pelayanan yang cost-effective, sehingga menunjang pengendalian biaya.&lt;br /&gt;b. Membayar PPK/Dokter Keluarga dengan cara kapitasi, yang sekaligus dikaitkan dengan sistem risk-profit sharing, membatasi pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan. Selain itu, perubahan orientasi ke pencegahan dan promosi kesehatan, penggunaan pelayanan kuratif juga dapat dikurangi.&lt;br /&gt;c. Dengan PPK/DOkter Keluarga yang belum dibayar secara kapitasi diberlakukan pembayaran secara tarif yang lebih rendah dari tarif untuk umum (discounted fee)&lt;br /&gt;d. Sebelum peserta masuk rawat inap di rumah sakit, kepada rumah sakit diminta untuk terlebih dahulu memberitahu kepada Bapel. Bapel dapat turut menentukan perlu tidaknya dirawat inap (pre-admission screening). Hal ini tidak berlaku dalam kasus gawat darurat.&lt;br /&gt;e. Second opinion dilakukan jika terdapat keraguan akan perlu tidaknya dirawat inap dengan meminta pendapat orang lain, biasanya seorang ahli dibidang pelayanan bersangkutan. Meminta second opinion juga dapat dilakukan secara concurrent dan retrospektif.&lt;br /&gt;f. Kesepakatan bersama antara Bapel dan PPK/Dokter Keluarga untuk mengikuti standard pelayanan sesuai Standard Pelayanan Medik dari I.D.I. dan standard penggunaan obat secara rasional, akan menjamin pelayanan yang diberikan adalah sesuai kebutuhan mediknya dan tepatguna.&lt;br /&gt;g. Dokter Keluarga yang berperan sebagai “gatekeeper” akan membantu dalam mengendalikan biaya dengan turut menentukan pelayanan yang cost-effective serta tepatguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara concurrent&lt;br /&gt;Adalah upaya kendali biaya yang dilakukan selama pelayanan kesehatan berlangsung/ dilaksanakan.&lt;br /&gt;a. Turut memantau peserta yang sedang dirawat di rumah sakit dengan maksud agar bersama dengan dokter yang menanganinya, dapat memastikan bahwa pelayanan yang diberikan tidak berlebihan atau kurang dari semestinya. Hal ini harus jelas dicantumkan dalam kontrak yang disepakati bersama (case management).&lt;br /&gt;b. Length of Stay (LOS) dalam rumah sakit turut menentukan biaya pemeliharaan kesehatan yang harus dikeluarkan. Oleh sebab itu selama peserta dirawat di rumah sakit perlu dipantau apakah LOS sesuai dengan diagnosa dan rencana perawatannya, sehingga tidak ada hari rawat yang tidak perlu (Discharge planning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara retrospektif&lt;br /&gt;Adalah upaya kendali biaya yang dilakukan setelah pelayanan kesehatan dilakukan&lt;br /&gt;a. Analisa dari laporan pelayanan kesehatan yang telah dilakukan, beserta analisa dari klaim atau pengeluaran untuk pelayanan tersebut, dapat dipergunakan untuk mengadakan profiling dari PPK/Dokter Keluarga. Profiling PPK/Dokter Keluarga bermaksud untuk mendapat gambaran tentang kinerja satu PPK dibandingkan dengan yang lain, baik dalam hal mutu pelayanan maupun dalam hal efisiensi kerja dan ketaatannya dengan aturan main JPKM. Dengan mengadakan profiling ini dapat ditentukan PPK/DOkter Keluarga mana yang bekerja cost-effective, yang mana yang tidak.&lt;br /&gt;b. Baik sistem kapitasi maupun sistem reimbursement klaim yang masih ada, diverifikasi oleh Bapel dan disesuaikan dengan harga pelayanan yang telah disepakati. Dengan demikian maka terjaga agar tidak ada pengeluaran yang berlebihan.&lt;br /&gt;c. Untuk jumlah peserta yang tidak mencapai sampai 500 orang, Bapel mengadakan kontrak dengan perusahaan reasuransi, agar dapat menghindari pembayaran pemeliharaan kesehatan yang besar, yang tidak dapat didukung oleh kelompok yang relatif kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan Biaya atau Unit Cost turut menentukan dalam pengeluaran biaya kesehatan. Namun demikian pengalaman menunjukkan bahwa belum banyak PPK, terutama rumah sakit, yang dapat menunjukkan unit cost dari setiap jenis pelayanan yang diberikan.&lt;br /&gt;Besarnya unit cost dipengaruhi oleh beberapa faktor, a.l.:&lt;br /&gt;a. Jenis pelayanan yang dilakukan: rawat inap lebih besar dari rawat jalan-I, operasi besar lebih mahal dari pengobatan biasa,dsb.&lt;br /&gt;b. Tenaga yang melakukan pelayanan: dokter spesialis lebih mahal dari dokter biasa, perawat lebih rendah biayanya dari dokter,dsb.&lt;br /&gt;c. Alat dan bahan yang dipergunakan: lebih canggih lebih mahal&lt;br /&gt;d. Obat yang dipakai: generik lebih murah dari obat paten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian besarnya unit cost pada intinya adalah dengan sedapat mungkin mengalihkan kegiatan dengan unit cost tinggi ke kegiatan yang unit costnya lebih rendah. Umpamanya: kegiatan yang dapat dijalankan oleh dokter umum (keluarga) tidak perlu dilakukan oleh seorang spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JURUS KENDALI BIAYA DALAM JPKM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian biaya melalui jurus kendali biaya dalam JPKM dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Pembayaran premi dimuka (iuran pra bayar)&lt;br /&gt;Premi atau iuran adalah sejumlah uang yang harus dibayar di muka oleh seorang peserta sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;Pembayaran iuran/premi di muka (pra bayar) akan menghindarkan resiko finansial masyarakat ketika jatuh sakit serta pula akan mendorong Bapel mengelola usaha pemeliharaan kesehatan secara nyata dan efisien.&lt;br /&gt;Beberapa syarat harus diperhatikan dalam penetapan premi / iuran yakni :&lt;br /&gt;- Premi harus wajar&lt;br /&gt;Artinya, besar premi memadai dengan kebutuhan untuk memberikan paket pelayanan yang sesuai&lt;br /&gt;- Premi harus terjangkau&lt;br /&gt;Artinya, besar premi harus terjangkau oleh masyarakat dan sesuai dengan kemampuan masyarakat&lt;br /&gt;- Premi harus dihitung secara cermat&lt;br /&gt;Artinya, premi perlu dihitung secara cermat dengan memperhatikan faktor resiko, antara lain risiko kemungkinan tingginya penggunaan fasilitas pelayanan karena banyaknya yang sakit, dsb nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembayaran secara prospektif / pra upaya kepada PPK&lt;br /&gt;Pembayaran prospektif adalah kesepakatan pembayaran oleh Badan Penyelenggara terhadap PPK , sebelum upaya pelayanan kesehatan diberikan . Ada berbagai bentuk pola pembayaran prospektif, termasuk diantaranya adalah Per diem, yaitu sistim pembayaran yang didasarkan pada rata-rata biaya menginap per hari di RS), DRG (diagnosis related group), yaitu cara pembayaran yang didasarkan pada biaya rata-rata satu kelompok diagosa penyakit yang terkait, sistim Paket, kapitasi, dll. Dalam JPKM kapitasi merupakan cara pembayaran prospektif yang utama.&lt;br /&gt;Membayar PPK dengan cara kapitasi berarti bahwa PPK dibayar di muka ( pra-upaya) atas dasar biaya perkapita per bulan. Dengan demikian maka PPK mendapat imbalan yang sama untuk setiap peserta setiap bulan, tidak tergantung pada setiap jumlah pelayanan yang dberikan dan tidak tergantung pada harga dari pelayanan tersebut.&lt;br /&gt;Cara kapitasi dianggap yang paling baik didalam memacu pelayanan yang berorientasi kepada prevensi dan promosi, serta menjaga mutu pelayanan dan mengendalikan biaya keehatan, terutama kalau dikaitkan dengan term “ risk / profit sharing “ dan pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;Karena system pembiayaan ecara kapitasi ini dilaksanakan secara pra-upaya, maka diperlukan suatu ikatan kerja konraktual antara Badan Penyelenggara dan PPK. Dalam ikatan kerja ( kontrak ) ini antara lain disepkti bahwa :&lt;br /&gt;a. PPK menyetujui cara pembiayaan berdasarkan kapitasi dan bersedia memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta program sesuai dengan apa yang tercantum dalam kontrak.&lt;br /&gt;b. Secara bersama sanggup menangung beban financial yang disebabkan pemanfaatan yang berlebihan ( over utilization ) atau disebabkan perhitungan biaya kapitasi yang terlampau rendah,serta membagi sisa anggaran cadangan bersama (withhold) untuk satu kurun waktu tertentu, sesuai dengan kesepakatan.&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan hal-hal tersebut diatas, dapat diharapkan sistem kapitasi membawa manfaat sebagai berikut, :&lt;br /&gt;- Memacu para PPK berorientasi kepada prevensi dan promosi serta lebih memperhatikan pengendalaian biaya pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;- Memacu para PPK leibih memperdalam manajemen kesehatan&lt;br /&gt;- Memperhatikan mutu pelayanan, karena mutu yang baik dapat menarik lebih banyak peserta mendaftarkan diri padanya, seinga dapat menambah kapitsi baginya.&lt;br /&gt;- Meningkatnya efisiensi pengelolaan program JPKM secara menyeluruh&lt;br /&gt;- System kapitasi dengan RPS dapat memberikan keuntungan yang lebih besar kepada PPK/Dokter Keluarga dan tidak bertentangan dengan Etik Kedokteran&lt;br /&gt;- Penggunaan pelayanan menurun&lt;br /&gt;- Biaya per peserta menurun&lt;br /&gt;- Kerjasama antara Bapel, PPK/DOkter Keluarga dan Peserta meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendali biaya pelayanan kesehatan merupakan hal yang prinsip dalam JPKM yakni berlangsungnya pemeliharaan kesehatan dengan pembiayaan yang cost effective tetapi mutunya tetap terjaga. Keberhasilan penyelenggaraan pelayanan dengan pembiayaan yang terkendali spenenuhnya tergantung pada perilaku semua pelaku yakni ;pemberi pelayanan kesehatan, pengguna jasa pelayanan kesehatan serta juga badan penyelenggara itu sendiri,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2417315623874129602?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2417315623874129602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2417315623874129602' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2417315623874129602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2417315623874129602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/07/kendali-biaya-pelayanan-dokter-keluarga.html' title='KENDALI BIAYA PELAYANAN DOKTER KELUARGA DALAM SISTEM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7998415228370920146</id><published>2007-06-27T05:28:00.000+08:00</published><updated>2007-06-27T05:31:11.825+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Peningkatan Program Kesehatan Masyarakat bagi Kabupaten/ Kota dengan Human Proverty Index (HPI) Tinggi</title><content type='html'>Program Kesehatan Masyarakat adalah bagian dari program pembangunan kesehatan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan, dengan titik berat pada upaya peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit, disamping pengobatan dan pemulihan. Oleh karena itu program Kesmas perlu ditingkatkan agar status kesehatan masyarakat terus meningkat, terutama bagi wilayah/daerah dimana Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKB) serta Umur Harapan Hidup rendah, sebagai indikator yang berperan dalam Human Proverti Index (HPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2000, Angka Harapan Hidup di Provinsi NTB dalam periode 5 (lima) tahunan menduduki posisi yang terendah, dibandingkan dengan provinsi lain yaitu : 51,29 tahun (1992), 55,07 tahun (1997), dan perkiraan pada tahun (2002) sebesar 63,88.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan Angka Haran Hidup yang tertinggi adalah provinsi DI Yogyakarta yaitu 74,17 tahun (estimasi untuk tahun 2002). Selain itu berdasarkan data dari buku Indonesia Human Development Report tahun 2001 (BPS, 2001), jika dibandingkan antar provinsi di Indonesia, HPI untuk provinsi NTB tahun 1995 dan 1998 menduduki peringkat ke-25 dari 26 Provinsi, yaitu 34,9 tahun (1995) dan 33,7 tahun (1998). Sedangkan provinsi NTT peringkat ke-21, yaitu 29,9 tahun (1995) dan 15,5 tahun (1998). Demikian juga dengan Human Development Index (HDI), tahun 1996 dan 1999, provinsi NTB menduduki peringkat ke 26 (terakhir), yaitu 56,7 (1996) dan 54,2 (1999). Sementara provinsi NTT menduduki peringkat ke-24, yaitu 60,9 tahun (1996) dan 60,4 tahun (1999), sedangkan yang terbaik adalah DKI Jakarta yaitu 76,1 tahun (1966) dan 72,5 tahun (1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Pengembangan Program Kesehatan Masyarakat Bagi Kabupaten/Kota dengan HPI Tinggi di Mataram � NTB pada tanggal 3 � 5 September 2003 yang lalu. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk meningkatkan pelaksanaan melalui kesamaan pemahaman/ persepsi, dan merupakan koordinasi pengembangan program antara pengelola program Kesmas tingkat pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan diikuti 50 peserta dari pusat dan daerah, yang memperoleh masukan materi mengenai program-program kesehatan dari Ses. Ditjen Bina Kesmas, Kadinkes Prop. NTB, presentasi propinsi dan kabupaten/kota di NTB dan NTT yang memberikan gambaran pelaksanaan, masalah dan pemecahan program kesehatan masyarakat di Kab/Kota dalam tatanan otonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut Ses.Ditjen Bina Kesmas mengemukakan bahwa tujuan program (khusus Kesmas) adalah terselenggaranya upaya kesehatan (masyarakat) untuk Mencapai Sehat 2010. Sementara sasarannya adalah semakin mantapnya kebijakan pengembangan program Kesmas, terlaksananya program/proyek/kegiatan sesuai standar, acuan, juklak dan didapatnya informasi program Kesmas dari pencatatan-pelaporan, bimbingan teknik dan sumber lain. Lingkup terkait dengan Ditjen Bina Kesmas adalah pengembangan kebijakan dan manajemen Program Kesehatan Masyarakat. Menurutnya guna mengantisipasi pelaksanaan kebijakan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan baik, diperlukan adanya persepsi dan pemahaman yang sama antara para pengelola program kesmas di pusat dan daerah. Selain itu agar upaya peningkatan derajat kesehatan dapat berjalan secara efektif dan efisien diperlukan adanya penyesuaian dengan diberlakukannya tatanan otonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini menurut Ses.Ditjen mempunyai 3 (tiga) maksud utama yaitu : selain untuk meningkatkan pelaksanaan program kesmas melalui kesamaan pemahaman/ persepsi tentang program kesmas di era desentralisasi ; juga merupakan kesempatan untuk sharing informasi tentang pelaksanaan program Kesmas di Kabuipaten/Kota, karena dapat mendengarkan dan berdialog secara langsung dengan teman-teman di lapangan. Ia juga mengharapkan agar seluruh jajaran Dinas Kesehatan Propinsi NTB dan NTT dapat lebih memahami ruang lingkup program kesmas, juga dapat mengkaji kembali perencanaan program kesmas khususnya untuk tahun 2004,agar disesuaikan dengan anggaran yang semakin terbatas, dengan memprioritaskan kepada kesinambungan program seperti program Kesehatan Keluarga, pelayanan kesehatan bagi Keluarga Miskin dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan presentasi dan dialog yang berkembang selama pertemuan, disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pelayanan kesehatan di NTB dan NTT menunjukkan angka yang cukup baik, namun dikaitkan dengan angka IMR, MMR dengan beberapa indikator kemiskinan, terjadi hal yang sebaliknya. Oleh karena itu perlu diselusuri permasalahan terjadinya kesenjangan tersebut.&lt;br /&gt;   2. Peningkatan sarana fisik pelayanan kesehatan perlu dibarengi dengan peningkatan manajemen, SDM dan lain-lain, sehingga upaya tersebut tidak menimbulkan masalah baru.&lt;br /&gt;   3. Peningkatan anggaran perlu terus dilakukan khususnya di Kab/Kota guna membiayai program Kesmas. Sumber biaya perlu digali, sehingga tidak terlalu bergantung kepada APBN yang anggarannya sangat terbatas.&lt;br /&gt;   4. Struktur boleh berbeda-beda, namun prioritas program Kesmas harus tetap dapat diakomodir, utamanya program-program dengan komitmen nasional dan global.&lt;br /&gt;   5. Gerakan Sekolah Sehat (GSS) merupakan asset SDM di usia sekolah, oleh karena itu perlu dilanjutkan dengan memperkuat manajemen maupun sosialisasinya.&lt;br /&gt;   6. Permasalahan bidan di desa perlu ada kejelasan, baik status maupun kewenangannya, termasuk kualifikasinya.&lt;br /&gt;   7. Pelatihan tenaga perawat menjadi tenaga penolong persalinan, perlu dikaji kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;   8. Perlu ada kajian mengenai konsep Polindes termasuk standar bangunan.&lt;br /&gt;   9. Perlu dirumuskan indicator HPI yang secara langsung berkaitan dengan upaya Kesmas. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7998415228370920146?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7998415228370920146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7998415228370920146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7998415228370920146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7998415228370920146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/06/peningkatan-program-kesehatan.html' title='Peningkatan Program Kesehatan Masyarakat bagi Kabupaten/ Kota dengan Human Proverty Index (HPI) Tinggi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-509391514308602708</id><published>2007-06-27T05:26:00.000+08:00</published><updated>2007-06-27T05:28:22.777+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Emas Biru Itu Mulai Langka</title><content type='html'>Seperti udara, air begitu melimpah di muka bumi ini. Namun, keduanya bernasib sama—terabaikan. Di banyak tempat, apalagi di perkotaan, sungguh sulit menemukan air berkualitas baik. Sumber kehidupan ini telah dicemarkan sampah organik dan zat beracun, hingga akhirnya berbalik menjadi sumber kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tawar sesungguhnya memang amat penting artinya, bahkan menyangkut hidup-mati makhluk di muka bumi ini. Orang baru melihat betapa berharganya Emas Biru ini ketika jiwanya terancam saat terjadi kemarau berkepanjangan karena air di permukaan hingga di bawah tanah dan di lahan pertanian pun kering kerontang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, kekeringan yang disusul bencana kelaparan mulai kerap terjadi dan kian meluas ke berbagai wilayah di dunia, tak terkecuali di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti disampaikan Jacques Diouf, Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), pada Hari Air Dunia 22 Maret lalu, saat ini penggunaan air di dunia naik dua kali lipat lebih dibandingkan dengan seabad silam. Namun, ketersediaannya justru menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung oleh lebih dari 40 persen penduduk bumi. Kondisi ini akan kian parah menjelang tahun 2025 karena 1,8 miliar orang akan tinggal di kawasan yang mengalami kelangkaan air secara absolut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan air telah berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk kesehatan. Tanpa akses air minum yang higienis mengakibatkan 3.800 anak meninggal tiap hari oleh penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan ketersediaan air di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini sekitar 100 juta penduduk belum mempunyai akses air minum yang aman. Kondisi ini ironis bagi Indonesia yang termasuk 10 negara kaya sumber air tawar. Masalah ini dihadapi penduduk di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Indonesia, April lalu, ketersediaan air di Pulau Jawa hanya 1.750 meter kubik per kapita per tahun pada tahun 2000, dan akan terus menurun hingga 1.200 m3 per kapita per tahun pada tahun 2020. Padahal, standar kecukupan minimal 2.000 m3 per kapita per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangkaan air bersih disebabkan pula oleh pencemaran limbah di sungai, ujar Masnellyarti Hilman, Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, 60 persen sungai di Indonesia, terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare. Tahun 2002 terjadi 5.789 kasus diare yang menyebabkan 94 orang meninggal, menurut data Departemen Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai masalah yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air yang buruk ini antara lain yang menempatkan Indonesia pada peringkat terendah dalam Millennium Development Goals (MDGs). Laporan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) tentang MDGs Asia Pasifik tahun 2006 menyebutkan, Indonesia berada dalam peringkat terbawah bersama Banglades, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Niugini, dan Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemauan politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat masalah kelangkaan air dalam skala global itu, FAO sebagai badan koordinasi dalam sistem PBB pada peringatan Hari Air Dunia tahun 2007 menetapkan tema "Mengatasi Kelangkaan Air" (Coping with Water Scarcity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, FAO meminta dukungan kekuatan politik dan moral guna membuka akses air tawar bagi 1,1 miliar orang dan memberikan sanitasi yang layak bagi 2,6 miliar orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemauan politik dan investasi untuk menyediakan air, menurut Jacques, juga diperlukan jutaan petani kecil di dunia mengingat konsumsi air bagi pertanian mencapai 70 persen dan sampai 95 persen di beberapa negara tengah berkembang. Dengan membantu petani, kelaparan dapat diperangi dan taraf hidup penduduk dunia ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor pertanian harus menemukan cara yang lebih efektif untuk mengatasi kelangkaan air. Untuk itu, diperlukan teknik memproduksi pangan dengan air yang lebih sedikit. Dengan pola konvensional, untuk menghasilkan satu kilogram beras diperlukan 3.000 liter air, ujar Peter Hehanussa, pakar limnologi yang masih aktif di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara yang hanya memiliki 30 persen daratan, Indonesia harus menjaga ketersediaan air tawar di darat dalam jumlah memadai. Menurut Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Gadis Sri Haryani, secara alami, air hujan sebagai sumber air tawar hanya sebagian kecil jatuh di darat. Dari 517.000 km3 uap air berupa awan yang terbentuk setiap tahun di dunia, yang jatuh di darat hanya 62.000 km3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini, karena perubahan lingkungan di darat dan perubahan iklim, semakin sedikit hujan yang jatuh di darat. Harusnya air hujan ditampung. Tetapi, yang sekarang terjadi malah dipercepat masuk ke laut dengan program normalisasi sungai dan kanalisasi," ujar Gadis. Padahal, mengubah kondisi sungai itu justru akan menimbulkan pendangkalan, kepunahan spesies ikan, hingga bencana banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masnellyarti juga menekankan perlunya pengelolaan sumber daya air dengan memerhatikan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial secara selaras. Untuk itu dilakukan penetapan kelas air dan rencana induk pemulihan kualitas air di sungai prioritas, seperti Ciliwung, Cisadane, Citarum, Citanduy, Progo, Bengawan Solo, Siak, dan Kampar, dilanjutkan dengan sungai lintas provinsi. Selain itu, juga prioritas pemulihan danau, antara lain Limboto, Tondano, Tempe, Toba, Maninjau, Sentarum, Singkarak, dan Rawa Pening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masterplan ini diarahkan untuk memenuhi target lima tahunan sehingga kualitas air dapat naik satu tingkat lebih baik," ujar Masnellyarti. Upaya percepatan pemulihan kualitas air ini bertujuan untuk mencapai MDGs dalam memberikan akses air bersih kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-509391514308602708?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/509391514308602708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=509391514308602708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/509391514308602708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/509391514308602708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/06/emas-biru-itu-mulai-langka.html' title='Emas Biru Itu Mulai Langka'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2341645146852973777</id><published>2007-06-10T06:12:00.000+08:00</published><updated>2007-06-10T06:33:34.469+08:00</updated><title type='text'>Setahun LKPK Berbagi Harapan  Laporan Persiapan Kegiatan Milad I LKPK Indonesia</title><content type='html'>Meskipun selama ini telah banyak pihak yang bersuara betapa penting dan fundamentalnya meletakkan pembangunan kesehatan sebagai investasi bangsa, kenyataannya pembangunan kesehatan masih berada pada urutan kesekian dalam etalase kebijakan pembangunan bangsa. Pemerintah belum (bias) berbuat banyak. Akibatnya, sederet indikator pembangunan berikut sejumlah dokumen pembangunan kesehatan tetap hanya wacana saja. Gaung pembangunan kesehatan tak lebih dari sebatas retorika politik para birokrat dan menjadi manis hanya ketika birokrat kesehatan diwawancarai oleh para wartawan. &lt;br /&gt;Sebelumnya, harapan sedikit mencuat dengan ditelorkannya dokumen Sistem Kesehatan Nasional (SKN) oleh Departemen Kesehatan tahun 2004 lalu. Memang sejak dahulu, patron yang dijadikan sebagai payung pembangunan kesehatan sangat sulit ditemukan. Kesadaran untuk mengaplikasikan sebuah sistem dalam pembangunan kesehatan, selain didasari oleh pahaman begitu integralistiknya pembangunan kesehatan dengan sektor pembangunan lain, juga karena tanpa arah yang jelas, pembangunan kesehatan dikhawatirkan akan terombang-ambing arus politik kepentingan. Sebelumnya, dokumen penting Visi Indonesia Sehat 2010 juga telah diterbitkan dan tengah disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait. Bagaimana implementasinya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal ini agaknya kita harus mengulang kembali “harapan” akan pembangunan kesehatan. Kiranya semua semakin jelas, bahwa kita membutuhkan kondisi yang melayakkan kita dapat hidup secara produktif, baik secara fisik, psikis dan sosial, baik yang diupayakan secara sadar maupun yang dikontribusikan oleh lingkungan kehidupan kita sendiri. Kita semakin membutuhkan konteks dimana kita bisa hidup secara sehat.&lt;br /&gt;Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam salah satu laporannya bertajuk Dying for Change, dalam WHO Report 2002, mencatat bahwa parameter kesehatan (well being) dapat diukur dari tiga indikator, yaitu kecukupan materi (material well being), kekuatan dan kesehatan secara fisik (bodily well being) dan akses sosial yang memadai untuk hidup (social well being).&lt;br /&gt;Di negara ini, rentetan perubahan kondisi social politik tak dapat dipungkiri telah ikut memperburuk kondisi dan status kesehatan rakyat. Minimnya advokasi dan akibat masih relatif longgarnya aturan-aturan dalam pembangunan kesehatan menyebabkan pembangunan kesehatan hanya dipandang sebelah mata, bahkan cenderung diabaikan. Padahal, jika hendak jujur melihat ke dalam diri, sesungguhnya hanya dengan kesehatanlah kita dan bangsa ini bisa berbuat dan berkarya. Memang, sehat bukanlah segalanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak ada. Pemahaman ini yang seolah tidak cukup diindahkan oleh mereka yang memegang tampuk kekuasaan, baik di eksekutif maupun di legislatif. &lt;br /&gt;Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) setelah secara resmi didirikan sejak 9 Juni 2006 lalu, kini akan memasuki tahunnya yang kedua. Sebagai salah satu Non Government Organization (NGO), LKPK secara khusus mengkonsentrasikan diri untuk melakukan pengkajian atas pelaksanaan pembangunan kesehatan, sehingga praktis, wilayah kerja LKPK adalah advokasi kesehatan.&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang belum cukup menggembirakan saat ini, khususnya ketika kita mencoba mengevaluasi kinerja pemerintah dan semua pihak terkait dalam pembangunan kesehatan, LKPK lantas memandang perlu untuk kembali menegaskan langkah dan memantapkan ritme gerak untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan, mewujudkan masyarakat dan bangsa yang sehat. Melalui momentum peringatan Ulang Tahun ke-1 Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) ini, diharapkan akan tergambar secara jelas tentang arah dan komitmen perjuangan kelembagaan serta sejumlah keinginan untuk menyaksikan pembangunan kesehatan terselenggara secara baik dan tanpa cela, karena kita sama menyadari, bahwa kesehatan adalah hak asasi setiap warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA KEGIATAN &lt;br /&gt;Peringatan 1 Tahun Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA KEGIATAN&lt;br /&gt;“Setahun Berbagi Harapan; Menegaskan Visi LKPK”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN KEGIATAN&lt;br /&gt;1. Memperingati 1 tahun berdirinya Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan&lt;br /&gt;2. Menegaskan visi dan komitmen kelembagaan, khususnya dalam perjuangan mengawal pelaksanaan pembangunan kesehatan&lt;br /&gt;3. Menjalin silaturrahim dan kerjasama dengan seluruh elemen terkait dalam pembangunan kesehatan&lt;br /&gt;4. Mengevaluasi 1 tahun perjalanan Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan dan merumuskan agenda aksi selanjutnya&lt;br /&gt;5. Melaksanakan program kerja Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) tahun 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENTUK-BENTUK KEGIATAN&lt;br /&gt;A. KAMPANYE FREE TOBACCO DAY 2007&lt;br /&gt;Free Tobacco Day diperingati setiap tanggal 31 Mei. Untuk tahun 2007, Free Tobacco Day diperingati oleh Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan :&lt;br /&gt;1. Tebar 100 Sticker Anti Tobacco&lt;br /&gt;2. Sosialisasi Publik tentang Bahaya Merokok &lt;br /&gt;3. Talk Show Radio dengan tema “Enggak Ngerokok Bukan Berarti Enggak Gaul, Kan?”&lt;br /&gt;Seluruh rangkaian Kampanye Free Tobacco Day akan dilaksanakan pada hari Kamis/31 Mei 2007. &lt;br /&gt;Kegiatan point (1) dan (2) berlokasi di Pintu 1 Universitas Hasanuddin&lt;br /&gt;Kegiatan point (3) dilaksanakan bekerjasama dengan Radio Kampus Unhas EBS FM dan Voice of Medica 90,1 FM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEKAN PROMOSI KESEHATAN&lt;br /&gt;Pekan Promosi Kesehatan dimaksudkan untuk memasyarakatkan arti pentingnya aspek-aspek promotif kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Pekan Promosi Kesehatan akan diselenggarakan dalam beberapa kegiatan, antara lain :&lt;br /&gt;1. Seminar Awam : “Kiat Sehat Hidup Diusia Tua”&lt;br /&gt;2. Penyebaran 1000 Sticker Promosi Kesehatan di Kendaraan Umum Kota&lt;br /&gt;3. Lomba Desain Poster Layanan Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;4. Kontest SMS Layanan Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;Pekan Promosi Kesehatan akan diselenggarakan tanggal 18 s.d 23 Juni 2007.&lt;br /&gt;Kegiatan (1) dilaksanakan pada hari Sabtu/23 Juni 2007 di Hotel Berlian Makassar&lt;br /&gt;Kegiatan (2) dilaksanakan pada Rabu/20 Juni 2007 di Simpang Empat Karebosi&lt;br /&gt;Kegiatan (3) dan (4) dilaksanakan di Kampus Universitas Hasanuddin tanggal 18 s.d 22 Juni 2007&lt;br /&gt;Pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Desain Poster dan Kontest SMS Layanan Kesehatan Masyarakat akan dilaksanakan pada saat Pembukaan Seminar Awam.&lt;br /&gt; Desain dan Content Sticker akan menyesuaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. DIALOG TOKOH SULAWESI SELATAN&lt;br /&gt;Dialog Tokoh Sulawesi Selatan akan dilaksanakan dalam bentuk Panel Diskusi dengan menghadirkan Tokoh Masyarakat yang berpengaruh di Sulawesi Selatan, dengan tema : “Satukan Langkah Menuju Sulawesi Selatan Sehat”.&lt;br /&gt;Talk Show ini akan dibuka untuk praktisi kesehatan, organisasi profesi kesehatan, mahasiswa dan masyarakat umum.&lt;br /&gt;Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu/30 Juni 2007 di Horison Hotel Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. LOMBA ENTRY BLOG&lt;br /&gt;Lomba entry blog diselenggarakan dengan maksud mensosialisasikan tema-tema kesehatan secara tidak langsung kepada masyarakat luar di dunia cyber/internet, khususnya kepada para blogger (pemilik blog/weblog).&lt;br /&gt;Lomba entry blog dilaksanakan dengan tema entry : “Rokokku Malang, Rokokku Sayang” dengan sejumlah ketentuan yang dapat diakses di weblog Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) dengan alamat URL di www.lkpk-indonesia.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2341645146852973777?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2341645146852973777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2341645146852973777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2341645146852973777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2341645146852973777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/06/setahun-lkpk-berbagi-harapan.html' title='Setahun LKPK Berbagi Harapan &lt;br&gt; Laporan Persiapan Kegiatan Milad I LKPK Indonesia'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-906873067718452639</id><published>2007-05-30T22:18:00.000+08:00</published><updated>2007-05-30T22:37:23.184+08:00</updated><title type='text'>Refleksi Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei 2007MEROKOK , Masihkah Sebuah Pilihan?</title><content type='html'>&lt;em&gt;Artikel Kiriman : Shanty Riskiyani, SKM, M.Kes&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan merokok sudah meluas hampir disemua kelompok masyarakat di Indonesia. Jumlah perokok cenderung meningkat terutama di kalangan anak dan remaja, sebagai manifestasi dari gencarnya promosi rokok di berbagai media massa. Produsen rokok pun tidak kalah canggihnya berpromosi. Beberapa diantaranya dengan cara mendukung berbagai kegiatan yang melibatkan remaja dan anak muda di tanah air ini.&lt;br /&gt;Saat ini sekitar 1,1 miliar orang merokok di seluruh dunia. Pada tahun 2025, jumlah ini akan meningkat menjadi 1,6 miliar. Di negara-negara maju, kebiasaan merokok umumnya menurun selama beberapa dekade terakhir, namun terus meningkat untuk beberapa kelompok penduduk. Sebaliknya, di negara berkembang, perdagangan rokok yang lebih bebas memberikan konstribusi pada peningkatan konsumsi rokok.&lt;br /&gt;Banyak perokok mulai merokok sejak usia muda. Di negara berpendapatan tinggi, sekitar 8 dari 10 perokok mulai merokok sejak mereka berusia belasan tahun. Sementara banyak perokok di negara berkembang mulai merokokm pada awal umur 20-an, tetapi umur puncak awal merokok ini mulai menurun. &lt;br /&gt;Mungnkin setiap orang disepanjang hidupnya telah berkali-kali mendengar atau membaca tentang bahaya mengisap rokok. Tetapi hal ini tidak pernah membuat mereka yang merokok menyadari dampak negatif dari merokok. Atau bahkan hanya menanggapinya dengan acuh tak acuh saja. “...toh sampai saat ini saya masih sehat-sehat saja”. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian, setiap rokok mengandung 4000 jenis bahan kimia dan sebagian besar beracun. Antara lain ammonia, menthanol, naftalena, cadmium, karbon monoksida, vinil klorida, hydrogen sianida, toluidina, arsenic dan fenol. Dengan kandungan zat kimia tersebut, maka dapat dipastikan efek rokok sangat merugikan bagi kesehatan. Hal ini bukan saja bagi perokok tapi juga berakibat bagi orang-orang yang tidak merokok dan terkena asap rokok. Rokok adalah penyebab sejumlah besar penyakit mematikan. Berbagai macam kanker, penyakit jantung, lever, juga berbagai gangguan pernapasan, termasuk diantaranya penyakit-penyakit yang secara langsung berakibat dengan kebiasaan mengisap rokok.&lt;br /&gt;Kelesuan dan kelemahan tubuh adalah tanda-tanda perokok yang paling menonjol pada generasi muda dan remaja. Menurut para pakar, konsumsi nikotin diawal-awal prosesnya, membawa pengaruh negatif langsung pada saraf, terutama sistem kerja. Hanya pada batas tertentu, ia menimbulkan konsentrasi dan semangat kerja serta kesegaran pada orang yang mengonsumsi nikotin. Kondisi ini hanya akan berlangsung maksimal selama satu jam dan secara perlahan kondisi tersebut akan menurun. Kemudian yang akan muncul adalah rasa ketergantungan yang sesungguhnya bersifat kejiwaan, ketidaktenangan, ketegangan saraf dan stres, yang akan berlangsung dalam waktu lama.&lt;br /&gt;Rokok mengandung nikotin yang menyebabkan ketagihan yang sama seperti pada heroin atau kokain. Nikotin dapat meningkatkan adrenalin yang dapat menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan bekerja lebih kuat. Ini berarti jantung akan memerlukan lebih banyak oksigen untuk terus berdenyut. Selain itu juga menyebabkan darah lebih cepat membeku, beresiko tinggi terhadap serangan jantung. Nikotin hanya memerlukan 10 detik untuk sampai ke otak dan membuat badan dan pikiran tergantung kepadanya. Jika tidak merokok, sugesti akan muncul dengan berbagai gejala ( seperti rasa mabuk, penat, rasa bergetar pada tangan, pening kepala, sulit berpikir) oleh sebab itu yang tidak disadari adalah bahwa seorang perokok memerlukan usaha yang lebih kuat untuk berhenti merokok. &lt;br /&gt;Kaum remaja dan anak muda di negara berkembang adalah korban utama promosi rokok. Berbagai data dari lembaga-lembaga internasional mengindikasikan bahwa di negara-negara maju konsumsi rokok mengalami penurunan setelah diberlakukannya sistem pendidikan dan peraturan anti rokok. Namun, di negara-negara berkembang masalah ini justru semakin mengakar dan sulit ditangani.&lt;br /&gt;Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selain biaya konsumsi, rokok juga memiliki biaya lain yang tidak terlihat dengan nyata, yang menyebabkan suatu masyarakat menjadi semakin miskin. Berkurangnya hari kerja karena sakit akibat merokok akan menurunkan produktivitas pekerja, dengan demikian jumlah pendapatan akan berkurang dan pengeluaran akan meningkat hanya untuk biaya berobat. Sesungguhnya negara dan masyarakat kehilangan uang sebanyak Rp 20 triliun per tahun akibat gangguan kesehatan karena rokok, yang sebenarnya dapat diinvestasikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. &lt;br /&gt;Orang yang merokok satu bungkus sehari seharga Rp 5000 dapat menghabiskan uang sebesar Rp 1.825.000 per tahun. Apabila seorang perokok menghabiskan satu bungkus rokok dalam sehari sebanyak 20 batang, berarti ia menghabiskan 600 batang dalam sebulan dan 7,2 juta batang rokok dalam setahun. Bisa dibayangkan, berapa banyak kadar nikotin yang terkandung dalam darah dan otak seorang perokok.&lt;br /&gt;Penjualan rokok model eceran (per batang) yang membuat kaum muda sangat “mudah dan murah” untuk mendapatkan rokok. Alih-alih pengeluaran mereka yang semestinya digunakan untuk kebutuhan esensial bagi kecukupan gizi dan kesehatan, malah digunakan untuk menambah karsinogenik dalam tubuh. Hal ini menjadikan resiko penyakit yang berhubungan dengan rokok dan kematian dini juga lebih besar di kalangan warga miskin. Di negara-negara maju, kemungkinan mati pada usia setengah baya bagi laki-laki dari kelompok sosial ekonomi terendah adalah dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki dari kelompok sosial ekonomi tertinggi, dan merokok minimal menyumbang separuh dari resiko kematian tersebut.&lt;br /&gt;Dari aspek sosial, merokok dapat mempengaruhi lingkungan, orang lain, dan orang-orang terdekat. Seseorang yang bukan perokok bila terus-menerus terkena asap rokok dapat menderita dampak resiko kesehatan yang sama dengan perokok. Selain itu, dapat juga menyebabkan nafas bau, serta warna kecokelatan pada kuku, gigi, serta bau yang tidak enak pada rambut dan pakaian. Bayi dari ibu perokok lahir dengan berat badan yang rendah. Menghadapi resiko tinggi terjangkit penyakit pernapasan, dan menghadapi resiko “sindrom bayi meninggal secara mendadak” (sudden death syndrom) yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bayi yang lahir dari bukan ibu perokok. Orang dewasa bukan perokok menghadapi resiko kecil,  tetapi resiko mendapat penyakit dan kecacatan yang fatal terus meningkat karena berhadapan dengan orang lain yang merokok.&lt;br /&gt;Merokok juga memberi beban biaya pada orang yang tidak merokok. Dengan membebankan sebagian biaya pada orang lain, para perokok mungkin akan terdorong untuk lebih banyak lagi dibandingkan jika mereka harus memikul sendiri semua biaya itu. Hal ini terjadi di kalangan remaja usia sekolah, yang masih mendapatkan subsidi dari orang tua. Untuk mereka yang bukan perokok jelas biaya-biaya itu termasuk terganggunya kesehatan, ketidaknyamanan, serta iritasi yang disebabkan tersebarnya kepulan asap rokok di lingkungan sekitarnya. &lt;br /&gt;Peraturan baru tentang kawasan bebas asap rokok di wilayah DKI Jakarta cukup mengagetkan. Pasalnya selama ini sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap rokok sebagai kebutuhan pokok dan mengisap rokok dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Perda yang menerapkan denda Rp 50 juta bagi pelanggarannya itu dianggap mengada-ada, karena masalah ini belum tersosialisasi dan sebagaian orang masih menganggapnya sebagai pelanggaran hak azasi. Keadaan masyarakat Indonesia pada umumnya selama ini sangat bertenggang rasa dengan ketidakdisiplinan. Sementara peraturan pelanggaran merokok merupakan salah satu cara untuk membuat masyarakat disiplin dan tidak mengenyampingkan hak orang lain yang tidak merokok.&lt;br /&gt;Di negara-negara maju, masyarakat tidak hanya takut pada peraturannya, tetapi juga sudah pada tahap masalah etika dan kesopanan. Orang yang merokok sembarangan dianggap sebagai orang yang tidak beretika dan melanggar sopan-santun. Mereka akan menganggap si perokok pasti berasal dari negara dunia ketiga, dimana sikap tidak menaati peraturan adalah hal yang biasa. Kadang orang menyebutkan negara di mana aturan masih bisa ‘ditawar’.&lt;br /&gt;Keadaan akan semakin memburuk apabila peraturan menjadi sumber kepentingan oknum aparat. Mereka memanfaatkan peraturan itu untuk mencari keuntungan, karena berharap adanya suap dari masyarakat yang melanggar peraturan. Mungkin mereka akan menerima ‘uang rokok’ untuk tidak meneruskan hukuman bagi perokok yang melanggar aturan. Keadaan ini membuat masyarakat skeptis dan tak percaya dengan segala aturan yang dibuat.&lt;br /&gt;Penanganan rokok merupakan isu yang tidak pernah tuntas dibahas. Ada buah simalakama yang ditawarkan industri rokok. Ia dibutuhkan oleh sebagian orang, tetapi ia juga menyimpan bahaya penderitaan dan kematian. Hidup ini adalah pilihan-pilihan, berikan pilihan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan tidak menjadikan petaka bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penulis adalah Dosen Jurusan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Unhas) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-906873067718452639?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/906873067718452639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=906873067718452639' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/906873067718452639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/906873067718452639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/05/refleksi-hari-tanpa-tembakau-sedunia-31.html' title='Refleksi Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei 2007&lt;br&gt;MEROKOK , Masihkah Sebuah Pilihan?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-3527881252788399037</id><published>2007-05-26T09:10:00.000+08:00</published><updated>2007-05-26T10:17:02.118+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba'/><title type='text'>Lomba Entry Blog Free Tobacco Day 2007</title><content type='html'>Dalam rangka  memperingati Milad 1 Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan 6 Juni 2007 dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Free Tobacco Day) 31 Mei 2007, Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan akan menggelar Lomba Entry Blog/Website dengan tema :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Rokokku Malang, Rokokku Sayang"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lomba ini terbuka untuk semua blogger dan pemilik website secara umum, dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. JENIS DAN WAKTU LOMBA&lt;br /&gt;Jenis Lomba : Lomba Penulisan Entry Blog&lt;br /&gt;Sosialisasi dan Pendaftaran : 26 - 31 Mei 2007&lt;br /&gt;Pelaksanaan Lomba : 31 Mei - 11 Juni 2007&lt;br /&gt;Penjurian dan Poling : 11 - 15 Juni 2007&lt;br /&gt;Pengumuman : 16 Juni 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KETENTUAN LOMBA&lt;br /&gt;1. Tulisan&lt;br /&gt;a. Tema : Rokokku Malang, Rokokku Sayang&lt;br /&gt;b. Tulisan disusun dalam bentuk artikel/essay&lt;br /&gt;c. Panjang tulisan tidak dibatasi&lt;br /&gt;d. Hasil karya asli penulis (kutipan pada beberapa bagian entry diperbolehkan, dengan mencantumkan sumber kutipan)&lt;br /&gt;e. Menggunakan bahasa Indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan, atau bahasa sehari-hari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peserta Lomba&lt;br /&gt;a. Peserta lomba adalah perorangan dan memiliki blog/website&lt;br /&gt;b. MENDAFTAR sebagai peserta lomba dengan mengisi comment di posting pengumuman ini, caranya tulis DAFTAR pada awal comment, kemudian menyertakan Nama, URL Blog, serta alamat email. Pendaftaran dilakukan mulai 26 - 31 Mei 2007. &lt;br /&gt;c. Peserta DIWAJIBKAN memasang banner Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) di blog masing-masing. (khusus untuk yang blognya di multiply atau friendster, banner bisa dipasang pada posting entry blog nanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/asritadda2006/lkpk3.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 4px; margin-bottom: 4px;"&gt;&lt;textarea rows="2" cols="25" name="banner" style="border: 1px solid rgb(192, 192, 192); color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;a href="http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/05/lomba-entry-blog-free-tobacco-day-2007.html" target="_blank" title="Lomba Blog Entry Free Tobacco Day 2007"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/asritadda2006/lkpk3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Posting Hasil Entry yang Dilombakan&lt;br /&gt;Hasil karya peserta yang dilombakan, dipublikasikan di blog masing-masing pada selambat-lambatnya tanggal 11 - 15 Juni 2007 DAN peserta juga DIHARUSKAN mengirimkan hasil karya yang dilombakan ke alamat email : lkpk_indonesia@yahoo.com dengan menyebutkan :&lt;br /&gt;- Nama peserta&lt;br /&gt;- Judul Hasil Tulisan yang dilombakan&lt;br /&gt;- Permalink / URL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan lomba di atas, tidak akan diikutsertakan ke proses selanjutnya, yaitu penjurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Panitia dan juri berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Juri yang ditunjuk adalah dari Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. ASPEK PENILAIAN&lt;br /&gt;1. Kesesuaian dengan tema&lt;br /&gt;2. Penyajian&lt;br /&gt;3. Orisinalitas/Otentisitas&lt;br /&gt;4. Pesan-pesan promotif/advokatif kesehatan di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. HADIAH&lt;br /&gt;1. Uang Tunai Sebesar Rp. 100.000,-&lt;br /&gt;1. Banner eksklusif&lt;br /&gt;2. Pilihan buku-buku kesehatan dari koleksi LKPK Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lanjut, hubungi :&lt;br /&gt;Fiqar (081342515678)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-3527881252788399037?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/3527881252788399037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=3527881252788399037' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3527881252788399037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3527881252788399037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/05/lomba-entry-blog-free-tobacco-day-2007.html' title='Lomba Entry Blog Free Tobacco Day 2007'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7719441909591508247</id><published>2007-05-08T01:12:00.000+08:00</published><updated>2007-05-08T01:15:39.348+08:00</updated><title type='text'>Permenkes 512 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran</title><content type='html'>Peraturan Menteri Kesehatan nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 mengatur kembali izin praktik dan pelaksanaan praktik kedokteran dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan praktik dokter dan dokter gigi. Dengan ditetapkannya peraturan ini, maka peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1419/Menkes/Per/X/2005 tentang penyelenggaraan Praktik Dokter dan Dokter Gigi, dinyatakan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah link yang anda dapat download untuk melihat :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://depkes.go.id/downloads/Permenkes/permenkes%20512.pdf" target="_blank"&gt;Permenkes No. 512/Menkes/Per/IV/2007 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://depkes.go.id/downloads/Permenkes/form.pdf" target="_blank"&gt;Formulir Perizinan Praktik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7719441909591508247?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7719441909591508247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7719441909591508247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7719441909591508247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7719441909591508247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/05/permenkes-512-tentang-izin-praktik-dan.html' title='Permenkes 512 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2312868948553989513</id><published>2007-05-08T01:09:00.000+08:00</published><updated>2007-05-08T01:11:30.046+08:00</updated><title type='text'>Masa Depan yang Lebih Aman Lewat IHR   Print</title><content type='html'>Rajutan keterikatan penduduk dunia yang makin rapat menyebabkan tidak ada lagi satu masalah kesehatan yang secara khusus, atau dianggap khas, terjadi hanya di satu negara saja. Wajar WHO menjadikan keamanan kesehatan global sebagai fokus Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day) tahun 2007. Pemilihan fokus ini diselaraskan dengan mulai berlakunya International Health Regulation (IHR) 2005, bulan Juni 2007, yang membawa pengendalian masalah kesehatan ke tingkat yang lebih luas. Sesuai tujuan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) untuk menggerakkan masyarakat dunia agar memperhatikan aspek kesehatan teraktual, Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan menyelenggarakan Seminar tentang IHR di Jakarta, 30 Mei 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IHR adalah suatu dokumen perjanjian internasional yang mengikat negara-negara yang menyepakatinya untuk menerapkannya. Penyusunan peraturan kesehatan internasional dilakukan sesuai ayat 21 dan 22 Undang-Undang Dasar WHO (WHO Constitution), yang menyatakan bahwa para pemimpin kesehatan dunia yang tergabung dalam World Health Assembly (WHA) bertanggungjawab merancang peraturan untuk mencegah menyebarnya suatu penyakit ke seluruh bagian dunia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah UUD WHO yang dibentuk pada tahun 1948, peraturan kesehatan pertama dirumuskan dalam WHA ke 4 (1951), dan dinamai International Sanitary Regulations. Peraturan ini kemudian mengalami penyesuaian, diperbaharui pada tahun 1969, dan dinamai International Health Regulations (IHR). Tujuan IHR 1969 adalah memastikan keamanan maksimum terhadap penyebaran penyakit secara internasional dengan sesedikit mungkin menimbulkan imbas terhadap lalu lintas Internasional. Dalam IHR diatur penerapan karantina untuk penyakit demam kuning, pes, dan kolera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi peraturan kesehatan dunia yang kini berlaku bukanlah peraturan yang sama dengan peraturan kesehatan dunia beberapa dekade lalu. Perkembangan dunia mengharuskan WHO merubah peraturannya dari waktu ke waktu. Amendemen bagian IHR pertama dilakukan WHA pada tahun 1973, dan dengan berhasilnya eradikasi beberapa penyakit menular, IHR kembali disesuaikan pada tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua dekade berlalu, berbagai penyakit baru bermunculan, diantaranya Flu Burung. Masalah kesehatan tidak lagi hanya diakibatkan oleh gangguan dalam tubuh seseorang ataupun penyakit akut, melainkan apapun yang mengganggu kesehatan orang banyak seperti peningkatan suhu, perubahan iklim, penurunan mutu lingkungan, limbah kimia, hingga bioterorisme. Dengan masyarakat yang makin kolektif karena makin kerapnya manusia melakukan perjalanan dan perdagangan antar negara, dirasakan adanya keharusan bagi masyarakat dunia untuk bersama-sama bertanggungjawab melindungi bumi dari risiko terjadinya wabah, resesi dan musnahnya penduduk. SARS (Severe Acute Respitory Syndrome) sudah membuktikan betapa rentannya dunia dengan tingginya mobilitas, saling terkait dan kuatnya ketergantungan satu dengan yang lainnya. Telah nyata bahwa masalah kesehatan mampu mengguncang kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi terhadap IHR 1969 dilakukan untuk memperluas gerak WHO dan negara-negara anggotanya dalam mendeteksi dan melakukan respon terhadap wabah penyakit yang berdimensi internasional. Menurut WHO, dua hal utama yang harus diperkuat guna menciptakan perlindungan adalah sistem kesehatan masyarakat dan surveillans. Untuk mendukung kedua hal tersebutlah IHR kembali mulai diperbaharui pada pertemuan WHA ke 48 (1995). Setelah melalui proses panjang yang hati-hati dan memperhatikan kepentingan serta atas persetujuan negara-negara anggota, pada pertemuan WHA ke 58, tuntas disepakati IHR tahun 2005. Menimbang perlunya sosialisasi serta memperhatikan kesiapan 193 negara WHO, maka IHR 2005 baru akan diberlakukan pada bulan Juni tahun 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IHR 2005 ini tidak hanya mendefinisikan penyakit baru sebagai ancaman kesehatan, tetapi menggerakkan negara-negara untuk memperhatikan pula pengendalian berbagai aspek, seperti pencemaran bahan kimia dan radioaktif, demi menjaga kesehatan masyarakatnya dan mencegah menyebarnya masalah kesehatan melintas batas wilayah, dan menimbulkan kerugian bagi sebagian besar umat dunia. Setiap negara anggota WHO yang tidak menolak dan tidak menyatakan keberatannya terhadap IHR 2005 harus menjalankan peraturan kesehatan internasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perubahan utama dalam IHR 2005, dibandingkan dengan IHR 1969, adalah penetapan kapasitas yang harus diperkuat setiap negara untuk mendeteksi, melaporkan dan berespon terhadap risiko kesehatan masyarakat dan kegawat-daruratan kesehatan masyarakat yang patut ditanggulangi di tingkat dunia. Juga diatur pengamanan yang harus dilakukan oleh bandara dan pelabuhan internasional, serta pos perbatasan antar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar pengalaman, banyak negara enggan secara langsung melaporkan suatu masalah kesehatan di wilayahnya karena tidak ingin dikenai larangan kunjungan ataupun pembatasan perdagangan. Karenanya, IHR 2005 mengharuskan setiap negara terikat untuk melaporkan suatu keadaan yang dianggap oleh negara tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang perlu menjadi pusat perhatian dunia, atau disebut sebagai Public Health Risk of International Concern sehingga tidak menimbulkan kegawat-daruratan kesehatan tingkat dunia atau disebut sebagai Public Health Emergency of International Concern. Demi kelancaran komunikasi antara negara dan WHO, setiap negara harus menunjuk satu Penanggungjawab (focal points) Nasional IHR. Penanggungjawab akan melaporkan dan menerima laporan dari WHO tentang keadaan teraktual, selama 24 jam penuh setiap hari, 7 hari dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima laporan, WHO harus merekomendasikan tindakan yang harus dilakukan, berdasarkan analisa mendalam terhadap keadaan negara pelapor. IHR 2005 juga menetapkan prosedur penunjukan lembaga independen untuk memberikan rekomendasi terhadap penerapan IHR. Langkah pertama adalah membentuk Komite Gawat Darurat untuk memberi masukan bagi Direktur Jenderal WHO dalam menentukan tindakan yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi butir-butir peraturan atau prosedur yang ditetapkan oleh 10 pasal dan 66 ayat IHR. Banyak pula kondisi penyerta yang harus dipahami. Pemahaman yang tepat tentu diperlukan agar Indonesia, sejajar dengan negara lain, mampu menerapkannya dengan tepat, dan terhindar dari kesalahan yang tidak saja berbuah sanksi terhadap Indonesia, tapi berimbas pada membengkaknya masalah kesehatan tanah air kita ini. Atas pertimbangan itulah, seminar IHR dilakukan. Buat peserta dan siapapun yang terlibat di dalam seminar, selama mencoba memahami, berdiskusi, dan menyebarkan informasi IHR, setidaknya kepada siapa saja yang bergelut dalam sektor kesehatan. Seminar ini juga merupakan bagian dari peningkatan investasi Depkes demi memastikan keamanan kesehatan masyarakat Indonesia, selaras dengan tema Hari Kesehatan Sedunia tahun 2007,"invest in health, build a safer future."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2312868948553989513?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2312868948553989513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2312868948553989513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2312868948553989513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2312868948553989513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/05/masa-depan-yang-lebih-aman-lewat-ihr.html' title='Masa Depan yang Lebih Aman Lewat IHR   Print'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1614863612508048534</id><published>2007-04-18T04:39:00.000+08:00</published><updated>2007-04-18T04:42:36.011+08:00</updated><title type='text'>Pengumuman Penerimaan Dokter Umum dan Dokter Gigi PTT Depkes Bulan Mei 2007</title><content type='html'>Departemen Kesehatan RI membutuhkan tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi&lt;br /&gt;yang akan diangkat sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) Depkes untuk ditempatkan&lt;br /&gt;pada Puskesmas di wilayah terpencil/sangat terpencil di Provinsi/Kabupaten luar Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;Berikut ini disajikan informasi selengkapnya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/Pengumuman.pdf" target="_blank"&gt;Pengumuman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/Surat.pdf" target="_blank"&gt;Surat Pernyataan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/BIODATA.pdf" target="_blank"&gt;Biodata&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan daftar tenaga yang dibutuhkan berdasarkan jenis tenaga dan provinsi yaitu ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Umum&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/NAD%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ NAD ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULSEL%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SULSEL ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SUMUT%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SUMUT ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULA%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SULA ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SUMBAR%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SUMBAR ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/NTB%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ NTB ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/RIAU%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ RIAU ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/NTT%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ NTT ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/JAMBI%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ JAMBI ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/MALUKU%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ MALUKU ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SUMSEL%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SUMSEL ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/PAPUA%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ PAPUA ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/BENGKULU%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ BENGKULU ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/MALUT%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ MALUT ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/LAMPUNG%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ LAMPUNG ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALBAR%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ KALBAR ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/GORON%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ GORONTALO ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALTENG%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ KALTENG ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/IRJABAR%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ IRJABAR ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALSEL%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ KALSEL ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KEPRI%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ KEPRI ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALTIM%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ KALTIM ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULBAR%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SULBAR ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULUT%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SULUT  ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULTENG%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ SULTENG ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/REKAP%20UMUM.pdf" target="_blank"&gt;[ REKAP ] &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dokter Gigi&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/NAD%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ NAD ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULSEL%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SULSEL ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SUMUT%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SUMUT ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULA%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SULA ]&lt;/a&gt;      &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SUMBAR%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SUMBAR ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/NTB%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ NTB ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/RIAU.pdf" target="_blank"&gt;[ RIAU ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/NTT%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ NTT ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/JAMBI%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ JAMBI ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/MALUKU%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ MALUKU ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SUMSEL%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SUMSEL ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/PAPUA%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ PAPUA ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/LAMPUNG%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ LAMPUNG ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALBAR%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ KALBAR ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/BABEL%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ BABEL ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALTENG%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ KALTENG ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/GORON%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ GORONTALO ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALSEL%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ KALSEL ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/IRJABAR%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ IRJABAR ] &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KALTIM%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ KALTIM ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/KEPRI%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ KEPRI ]&lt;/a&gt;              &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULUT%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SULUT ]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULBAR%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SULBAR ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/SULTENG%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ SULTENG ]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/ptt07/Mei/REKAP%20GIGI.pdf" target="_blank"&gt;[ REKAP ]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Ilmu, Iman dan Amal senantiasa padu mengabdi. Selamat mecoba daerah PTT kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baca juga di &lt;a href="http://astaqauliyah.blogspot.com" target="_blank"&gt;Randezvous&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1614863612508048534?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1614863612508048534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1614863612508048534' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1614863612508048534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1614863612508048534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/pengumuman-penerimaan-dokter-umum-dan.html' title='Pengumuman Penerimaan Dokter Umum dan Dokter Gigi PTT Depkes Bulan Mei 2007'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1302187413647908550</id><published>2007-04-15T01:15:00.000+08:00</published><updated>2008-04-15T01:20:41.910+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Insurances'/><title type='text'>About Senior Health Care Insurance</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-an advertisement post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As people reach their senior years the task of protecting assets and putting in place the appropriate legal, financial and health coverage can be quite confusing and somewhat daunting. As people reach their senior years the task of protecting assets and putting in place the appropriate legal, financial and health insurance coverage can be quite confusing and somewhat daunting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the most complicated matters that is required to be addressed is that of putting in place an appropriate senior health care insurance plan. As such it is vitally important to recognize that there are quite a number of options that should be considered when it comes to this specialized type of insurance. However, once the required information is obtained it makes the job of selecting the appropriate senior &lt;a href="http://www.ehealthhelp.com/"&gt;Health Insurance&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; plan a much simpler task.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Seniors' &lt;a href="http://www.ehealthhelp.com/"&gt;Health Insurance&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Information Program is one resource that you definitely should take advantage of before you choose any senior health care insurance plan. This program will ensure all your questions regarding Medicare supplements, Medicare prescription drug plans, long-term care insurance and other important matters are adequately answered. Armed with this information you will be in a much better position to decide on the best options for your particular circumstances&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you start to select a senior health care insurance plan, the first thing you need to do is to actually work out what the available options are and which ones will best suit your needs. It is strongly recommended that you make contact with providers of senior health care insurance. You can call them by phone or check out their websites or even go through the Better Business Bureau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1302187413647908550?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1302187413647908550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1302187413647908550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1302187413647908550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1302187413647908550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/about-senior-health-care-insurance.html' title='About Senior Health Care Insurance'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-297405530365881243</id><published>2007-04-15T01:08:00.001+08:00</published><updated>2008-04-15T01:14:44.197+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Games'/><title type='text'>Tips for selecting online casinos</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-an advertisement post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are some selection criteria like go about discovering the authenticity and integrity of any poker room, internet casino, sports book or bingo hall. If you are looking for interesting gambling online like at the &lt;a href="http://www.gamingdirectory.co.uk/"&gt;UK Casinos&lt;/a&gt;, you are obviously a betting man or woman, so take the safest gamble - make use of every basic strategy offered in this article to make sure a safe, secure and pleasant casino gamble experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The important factor is that you want to look for is casinos reviews. If you are looking for poker room to play online poker first go for reputed search engine and look up "Online Casino Poker Reviews" or "Reputed Poker Room". Be sure the review offers a good deal of information, top rated and preferably with a rating system. Most are 1 through 10, 10 being best - some give up to 5 stars. Then start comparing the information to make sure it matches up, specially the good technical information: Which years were they established? What software platform they offered? Where are they licensed? How the player's playing network? Select reputed and heavy crowded casinos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If these all information full fill with your reviews criteria go for the poker website but do not register yet! Search some related stuff which will more clear you. Find an image, informative text, and main thing is link offering the poker room's licensing information. On the seals and banners image text says "Gambling Commission", "CIGA", "Kahnawake" so long as it matches up with the information you found in the reviews, it's sufficient information. If you could not find the licensing information on the index page of the casino website, and there's no link with the word "Licensing" in it, try browsing the 'About Us' page.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now start research and find you interesting casino games. I suggest you to visit &lt;a href="http://www.gamingdirectory.co.uk/"&gt;UK Casinos&lt;/a&gt;. This is a guide to the best uk casinos, online sportsbooks and poker rooms for serious gamblers living throughout the UK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Select your favorite casino games and confirm all bonus and payout percentages offers. Learn the procedure of payment and playing rules. Be very clear about rules and read the&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-297405530365881243?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/297405530365881243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=297405530365881243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/297405530365881243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/297405530365881243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/tips-for-selecting-online-casinos.html' title='Tips for selecting online casinos'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2292019471649196540</id><published>2007-04-14T04:43:00.000+08:00</published><updated>2007-04-18T04:47:29.361+08:00</updated><title type='text'>PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS</title><content type='html'>Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam kaitannya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang telah mengalami kemajuan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan penduduk. Kemajuan ini dapat dilihat melalui angka kematian bayi yang menurun dari 46 (1997) menjadi 35 per seribu kelahiran hidup (2003). Umur harapan hidup telah meningkat dari 65,8 tahun (1999) menjadi lebih dari 66,2 tahun (2003). Prevalensi gizi kurang (underweight) pada anak balita, telah menurun dari 37,5 persen (1989) menjadi 25,8 persen (2002). Namun demikian masih banyak masalah yang harus dipecahkan dan tantangan baru muncul sebagai akibat perubahan sosial ekonomi agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Permasalahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya disparitas status kesehatan. Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat, akan tetapi disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antar kawasan, dan antar perkotaan-perdesaan masih cukup tinggi. Angka kematian bayi dan angka kematian balita pada golongan termiskin adalah empat kali lebih tinggi dari golongan terkaya. Selain itu, angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan lebih tinggi di daerah perdesaan, di kawasan timur Indonesia, serta pada penduduk dengan tingkat pendidikan rendah. Persentase anak balita yang berstatus gizi kurang dan buruk di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih pada golongan terkaya adalah empat kali lebih tinggi dibanding dengan golongan termiskin. Cakupan imunisasi pada golongan miskin adalah lebih rendah dari golongan kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya beban ganda penyakit. Pola penyakit yang diderita oleh masyarakat sebagian besar adalah penyakit infeksi menular seperti TB, ISPA, malaria, diare, dan penyakit kulit. Namun demikian, pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, serta diabetes mellitus. Dengan demikian telah terjadi transisi epidemiologi dan menghadapi beban ganda pada waktu yang bersamaan (double burden). Dengan terjadinya beban ganda yang diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk, serta perubahan struktur penduduk yang ditandai dengan meningkatnya penduduk usia produktif dan usia lanjut, akan mempengaruhi jumlah dan jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah. Faktor utama penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia sebenarnya dapat dicegah dengan intervensi yang dapat terjangkau dan sederhana, oleh karena itu kinerja pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk. Masih rendahnya kinerja pelayanan kesehatan dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti: proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, proporsi bayi yang mendapatkan imunisasi campak, proporsi penemuan kasus (Case Detection Rate) TB Paru. Pada tahun 2001, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan baru mencapai 67,7 persen, dengan variasi antara 41,39 persen di Propinsi Maluku dan 100 persen di Propinsi Bali dan Sulawesi Selatan. Pada tahun 2002, cakupan imunisasi campak untuk bayi umur 12-23 bulan baru mencapai 71,6 persen, dengan variasi antara 44,1 persen di Propinsi Banten dan 91,1 persen di Propinsi D.I Yogyakarta. Sementara itu, proporsi penemuan kasus penderita TB Paru pada tahun 2002 baru mencapai 29 persen. Rendahnya kinerja pelayanan kesehatan ini berpengaruh terhadap upaya peningkatan status kesehatan penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung peningkatan status kesehatan. Beberapa perilaku masyarakat yang kurang sehat antara lain dapat dilihat antara lain melalui kebiasaan merokok dan rendahnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan gizi lebih pada balita. Proporsi penduduk dewasa yang merokok sebesar 31,8 persen. Sementara itu, proporsi penduduk perokok yang mulai merokok pada usia di bawah 20 tahun meningkat dari 60 persen pada tahun 1995 menjadi 68 persen pada tahun 2001. Pada tahun 2002, persentase bayi usia 4-5 bulan yang memperoleh ASI eksklusif baru mencapai 13,9 persen. Persentase gizi-lebih pada balita mencapai 2,8 persen pada tahun 2003. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan. Salah satu faktor penting lainnya yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah kondisi lingkungan yang tercermin antara lain dari akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi dasar. Pada tahun 2002, persentase rumah tangga yang mempunyai akses terhadap air yang layak untuk dikonsumsi baru mencapai 55,2 persen (BPS 2002), dan akses rumah tangga terhadap sanitasi dasar 63,5 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2002, rata-rata setiap 100.000 penduduk baru dapat dilayani dilayani oleh 3,5 Puskesmas. Selain jumlahnya yang kurang, kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan di Puskesmas masih menjadi kendala. Pada tahun 2003 terdapat 1.179 Rumah Sakit (RS), terdiri dari 598 RS milik pemerintah, dan 581 RS milik swasta. Jumlah seluruh tempat tidur (TT) di RS sebanyak 127.217 TT. Dengan demikian rata-rata 61 TT melayani 100.000 penduduk. Walaupun rumah sakit terdapat di hampir semua kabupaten/kota, namun kualitas pelayanan sebagian besar RS pada umumnya masih dibawah standar. Pelayanan kesehatan masih belum memenuhi harapan masyarakat. Masyarakat merasa kurang puas dengan mutu pelayanan rumah sakit dan puskesmas, karena lambatnya pelayanan, kesulitan administrasi dan lamanya waktu tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusi tidak merata. Dalam hal tenaga kesehatan, Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan. Pada tahun 2001, diperkirakan per 100.000 penduduk baru dapat dilayani oleh 7,7 dokter umum, 2,7 dokter gigi, 3,0 dokter spesialis dan 8,0 bidan. Rendahnya rasio ini diperburuk oleh penyebaran tenaga kesehatan yang tidak merata. Lebih dari dua per tiga dokter spesialis berada di Jawa dan Bali, dan sekitar 15 propinsi yang memiliki rasio dokter per penduduk di atas rata-rata nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rendahnya kualitas kesehatan penduduk miskin. Angka kematian bayi pada kelompok termiskin adalah 61 dibandingkan dengan 17 per 1.000 kelahiran hidup pada kelompok terkaya. Penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita, seperti malaria dan TBC, lebih sering terjadi pada masyarakat miskin. Rendahnya status kesehatan penduduk miskin terutama disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan karena kendala geografis dan kendala biaya (cost barrier). Data SDKI 2002-2003 menunjukkan bahwa 48,7 persen masalah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan adalah karena kendala biaya, jarak dan transportasi. Utilisasi rumah sakit masih didominasi oleh golongan mampu, sedang masyarakat miskin cenderung memanfaatkan pelayanan di puskesmas. Demikian juga persalinan oleh tenaga kesehatan pada penduduk miskin hanya sebesar 39,1 persen dibanding 82,3 persen pada penduduk kaya. Asuransi kesehatan sebagai suatu bentuk sistem jaminan sosial hanya menjangkau 18,74 persen (2001) penduduk, dan hanya sebagian kecil diantaranya penduduk miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SASARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran pembangunan kesehatan pada tahun 2004-2009 adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang antara lain tercermin dari:&lt;br /&gt;1. Meningkatnya umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 67,9 tahun&lt;br /&gt;2. Menurunnya angka kematian bayi dari 35 menjadi 25 per 1000 kelahiran hidup&lt;br /&gt;3. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup&lt;br /&gt;4. Menurunnya prevalensi gizi-kurang pada anak balita dari 25,8 persen menjadi 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. ARAH KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai sasaran tersebut, kebijakan pembangunan kesehatan diarahkan pada: &lt;br /&gt;1. Peningkatan jumlah jaringan dan kualitas Puskesmas; &lt;br /&gt;2. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis; &lt;br /&gt;3. Pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin; &lt;br /&gt;4. Peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat; &lt;br /&gt;5. Peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat sejak usia dini; &lt;br /&gt;6. Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah kebijakan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut dijabarkan dalam program-program pembangunan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan untuk memberdayakan individu, keluarga, dan masyarakat agar mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi: &lt;br /&gt;1. Pengembangan media promosi kesehatan dan teknologi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE); &lt;br /&gt;2. Pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat dan terutama generasi muda; serta&lt;br /&gt;3. Peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PROGRAM LINGKUNGAN SEHAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi: &lt;br /&gt;1. Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar;&lt;br /&gt;2. Pengawasan kualitas lingkungan; serta&lt;br /&gt;3. Pengendalian dampak resiko lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah, pemerataan, dan kualitas pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan jaringannya meliputi puskesmas pembantu, puskesmas keliling dan bidan di desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini antara lain meliputi: &lt;br /&gt;1. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya;&lt;br /&gt;2. Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya;&lt;br /&gt;3. Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial;&lt;br /&gt;4. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar; serta&lt;br /&gt;5. Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PROGRAM UPAYA KESEHATAN PERORANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini meliputi: &lt;br /&gt;1. Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III Rumah Sakit;&lt;br /&gt;2. Pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit di daerah pemekaran;&lt;br /&gt;3. Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit;&lt;br /&gt;4. Pengadaan peralatan dan perbekalan rumah sakit;&lt;br /&gt;5. Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan; serta&lt;br /&gt;6. Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular. Prioritas penyakit menular yang akan ditanggulangi adalah malaria, demam berdarah dengue, diare, polio, filaria, kusta, TB, HIV/AIDS, pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Prioritas penyakit tidak menular yang ditanggulangi adalah penyakit jantung dan gangguan sirkulasi, diabetes mellitus, dan neoplasma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program adalah: &lt;br /&gt;1. Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko;&lt;br /&gt;2. Peningkatan imunisasi;&lt;br /&gt;3. Penemuan dan tatalaksana penderita;&lt;br /&gt;4. Peningkatan surveilens epidemiologi dan penanggulangan wabah; serta&lt;br /&gt;5. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan balita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini meliputi: &lt;br /&gt;1. Peningkatan pendidikan gizi;&lt;br /&gt;2. Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya&lt;br /&gt;3. Penanggulangan gizi-lebih; serta&lt;br /&gt;4. Peningkatan surveilens gizi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PROGRAM SUMBER DAYA KESEHATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan meningkatkan jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan, serta meningkatkan jaminan pembiayaan kesehatan bagi penduduk miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini meliputi: &lt;br /&gt;1. Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan;&lt;br /&gt;2. Peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan;&lt;br /&gt;3. Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya, serta rumah sakit;&lt;br /&gt;4. Pembinaan tenaga kesehatan termasuk pengembangan karir tenaga kesehatan; serta&lt;br /&gt;5. Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan bagi penduduk miskin yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PROGRAM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu, keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan program ini meliputi: &lt;br /&gt;1. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan;&lt;br /&gt;2. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan; serta&lt;br /&gt;3. Peningkatan mutu obat dan perbekalan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PROGRAM PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini bertujuan untuk menjamin produk terapetik/obat, obat tradisional, kosmetik, perbekalan kesehatan, produk komplemen dan produk pangan memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan/khasiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan program ini adalah: &lt;br /&gt;1. Peningkatan pengawasan obat dan makanan; dan&lt;br /&gt;2. Penanggulangan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif lainnya (NAPZA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. PROGRAM PENGEMBANGAN OBAT ASLI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman obat Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi: &lt;br /&gt;1. Pengembangan dan penelitian tanaman obat; dan&lt;br /&gt;2. Peningkatan promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. PROGRAM KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN KESEHATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini ditujukan untuk mengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program antara lain meliputi: &lt;br /&gt;1. Pengkajian kebijakan;&lt;br /&gt;2. Pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian, pengawasan dan penyempurnaan administrasi keuangan; serta&lt;br /&gt;3. Pengembangan sistem informasi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini bertujuan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini adalah: &lt;br /&gt;1. Penelitian dan pengembangan;&lt;br /&gt;2. Pengembangan tenaga peneliti, sarana dan prasarana penelitian; serta&lt;br /&gt;3. Penyebarluasan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2292019471649196540?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2292019471649196540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2292019471649196540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2292019471649196540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2292019471649196540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/peningkatan-akses-masyarakat-terhadap.html' title='PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-3494479004338971284</id><published>2007-04-12T02:55:00.001+08:00</published><updated>2008-04-12T02:59:00.327+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Games'/><title type='text'>About Online Poker</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-an advertising post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;However, making a living with playing &lt;a href="http://www.onlinepoker-rooms.org/"&gt;Online Poker&lt;/a&gt; or offline may not work for everybody except for rare skilled and lucky few. Before deciding to play some regular poker online you need to decide about which site you are going to play in. Some sites offer good tutorials and good help desk while some offer a good cash money even for your free rolls tournaments per week or per month kinds of. Well even if all is true you need to be sure that the site makes the pay outs in the correct time, because some sites do not pay on time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of late, some sites organize world class tournaments in poker online where most of the tables are played online and the finals is conducted as a real time show with sponsorship for the traveling expenses for the qualifying candidates to the destination in which the tournament is being organized.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.onlinepoker-rooms.org/"&gt;Online Poker&lt;/a&gt; can be played by downloading the software or by just playing in the online site with having the internet connected. There is an option for you to play to a computer or a robot or you can play with real time players. But you need to be careful at times when you are playing real money where people can employ robots to play against you. And, it is very difficult to win a robot unless you have a very sharp sense to be unbeatable. You can report such discrepancies to the help board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poker online can be a good start to become top professionals. Where do you think most of the champions did start to play; if you had read through what they have to say, you might know that they all started to play poker online on one of the free sites and slowly progressed with wholesome financial discipline and die-hard determination and passion to eventually win the games.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-3494479004338971284?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/3494479004338971284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=3494479004338971284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3494479004338971284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3494479004338971284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/about-online-poker.html' title='About Online Poker'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1303297675449991863</id><published>2007-04-11T23:02:00.000+08:00</published><updated>2008-04-11T23:06:48.510+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Games'/><title type='text'>Online Casinos Advantages</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-an advertisement post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gamblecraft.com/"&gt;Online Casino&lt;/a&gt; are a definite advantage for all of us who want to try their hand in the game for fun. A casino online is fun, and gives you real-time experience of gambling. The primary benefit of online casinos is the convenience. Since gambling is more like a day at the casino, you would not plan to visit the casino weeks in advance. All you need is a computer and an Internet connection.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many states across the United States do not recognize the game as a sport. This limitation exists in the case of physical casinos and some online casinos are legalized. Thus, by participating in online casino gambling, you have you not likely to be qualified as illegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expense is an important factor that must be taken into account in gambling. By participating in a physical casino, you will often tempted to play on and waiting for a favorable offer. The ambiance of a casino seduced. However, while participating in the free online casino, you do not have to risk your livelihood because you do not pay anything to play. Even if you play, you should get a bonus only after the victory and do nothing cowardly, even if you lose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is one of the most striking advantages of &lt;a href="http://www.gamblecraft.com/"&gt;Online Casino&lt;/a&gt;. The history of the game has enough situations where some very wealthy players have literally transformed into needy. The very atmosphere of a casino, it is very difficult for anyone to leave or stop playing without winning anything. In free casino games, the scene is quite different. You have no haste, no attachments and not worried. You can take your time to study soft and gamble. You can also keep your records to the study of other hands; you can not do in a casino. And above all, you do not have to sacrifice your other priorities for fun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1303297675449991863?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1303297675449991863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1303297675449991863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1303297675449991863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1303297675449991863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/online-casinos-advantages.html' title='Online Casinos Advantages'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7444716827741113824</id><published>2007-04-10T20:41:00.000+08:00</published><updated>2007-04-10T20:50:42.326+08:00</updated><title type='text'>Antisipasi Perencanaan Tenaga Kesehatan Guna Mendukung Indonesia Sehat 2010</title><content type='html'>Artikel oleh : Sugiharto, M.Sc* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan diselenggarakan antara lain melalui pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan atau masyarakat, demikian antara lain bunyi pasal 51 UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Untuk medukung hal tersebut maka PP No. 32 tentang tenaga kesehatan telah menetapkan bahwa Perencanaan nasional tenaga kesehatan adalah menjadi tanggung jawab Menteri Kesehatan dengan memeperhatikan jenis pelayanan yang dibutuhkan masyarakat, sarana pelayanan kesehatan serta jenis dan jumlah tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan hal-hal tersebut di atas maka Departemen Kesehatan telah mencanangkan visi baru, misi serta kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan melalui Indonesia Sehat 2010 yang dideklarasikan presiden B.J Habibie tahun 1999. Salah satu strateginya di bidang pengembangan sumber daya Manusia Kesehatan adalah pemantapan profesionalisme tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai dan menetapkan ukuran tentang semua upaya kesehatan agar dapat diukur secara baik, maka melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1202/Menkes/SK/VIII/2003 telah ditetapkan indikator keberhasilan Indonesia Sehat 2010 untuk semua jenis pelayanan kesehatan termasuk tentang indikator sumber daya kesehatan yang merupakan kelompok indikator proses dan masukan untuk mencapai atau melaksanakan pelayanan kesehatan dalam mencapai Indonesia Sehat 2010.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar hal-hal tersebut di atas maka Pusat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan telah menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan dengan mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku tersebut di atas melalui Keputusan menteri Kesehatan Nomor : 81/Menkes/SK/I/2004 tentang Pedoman Perencana-an SDM Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kab/Kota serta Rumah Sakit tertanggal 13 januari 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTISIPASI KEBUTUHAN DOKTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal jumlah tenaga dokter apabila diperhitungkan secara deret hitung maka pada saat ini diperkirakan jumlah dokter sekitar 40.000 orang ini berarti bahwa untuk mencapai jumlah 94.376 orang di tahun 2010 diperlukan tambahan dokter baru sebanyak 54.376 dokter baru. Ini berarti bahwa setiap tahun diperlukan penambahan dokter sebanyak 54.376 dibagi 7 (tujuh tahun lagi) atau sebanyak 7.768 dokter baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi keberadaan Fakultas Kedokteran yang ada saat ini berjumlah sekitar 45 buah fakultas kedokteran negeri yang rata rata kelulusannya sekitar 100 orang dokter, maka maksimal hanya dihasilkan dokter baru sebanyak 4.500 orang dokter . Sedangkan Fakultas kedokteran swasta yang saat ini baru berdiri masih belum bisa diharapkan kontribusinya dalam waktu dekat ini. Dengan demikian kita akan kekurang-an tenaga dokter sekitar 3.000 orang setiap tahunnya, ini berarti bahwa apabila kita ingin konsisten menunjang kebutuhan akan dokter dalam menunjang pencapaian Indonesia sehat 2010 maka mau tidak mau harus memepercepat produksi dokter melalui fakultas kedokteran swasta dengan tidak boleh mengesampingkan kualitasnya. Jalan lain yang bisa ditempuh adalah memanfaatkan kondisi globalisasi dengan membuka seluas-luasnya masuknya tenaga kesehatan asing di Indonesia untuk dapat ditempatkan pada sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTISIPASI KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tenaga lulusan keperawatan yang sampai dengan 2003 diperkirakan sebanyak 233.116 orang tersebar di seluruh wilayah. Apabila dibandingkan dengan Indikator Indonesia sehat 2010 sebesar 117 orang perawat untuk 100.000 penduduk atau sebanyak 276.049 orang perawat di tahun 2010, maka Indonesia hanya memerlukan tambahan tenaga perawat sebanyak 42.933 orang perawat lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam menunjang Indonesia Sehat 2010 atau sekitar 6.130 orang perawat setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan tenaga dokter yang institusi pendidikannya sangat terbatas maka khusus untuk tenaga keperawatan sampai saat ini telah berdiri sekitar 32 buah Politeknis Kesehatan dan 598 Akademi Kesehatan yang berstatus milik daerah, ABRI, dan Swasta (DAS) yang saat ini telah menghasilkan lulusan sekitar 20 – 23.000 lulusan tenaga Perawat setiap tahunnya. Apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan untuk menunjang Indonesia Sehat 2010 sebanyak 6.130 orang setiap tahun, sedangkan lulusan tenaga Keperawatan sebesar 23.000 orang maka khusus untuk tenaga keperawatan akan terjadi surplus tenaga sekitar 16.670 tenaga perawat setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu masih layakkah kita saat ini masih terus menerus mendirikan sekolah setingkat diploma III keperawatan yang sudah secara jelas jumlah produksi mengalami kelebihan . Apakah tidak sebaiknya para mitra swasta yang berminat di bidang pendidikan ini mengalihkan perhatiannya dengan mendirikan pendidikan non keperawatan seperti pendidikan tenaga Refraksi Optisi atau Radiografer yang sudah jelas sangat kekurangan tenaganya dan bahkan untuk tenaga terapi Wicara sampai saat ini hanya terdapat satu institusi pendidikan swasta yang bergerak di bidang pendidikan terapi wicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk mengantisipasi kelebihan tenaga tersebut salah satu yang perlu disiapkan oleh semua pihak terkait adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat di Luar Negeri yang sangat banyak setiap tahunnya sehingga kelulusannya lebih ditingkatkan dengan cara meningkatkan kemampuan/kualitas lulusan yang ada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi organisasi profesi penataan profesi keperawatan merupakan sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar lagi agar mampu dan diakui oleh organisasi keperawatan di Luar Negeri dengan melakukan sertifikasi tenaga Keperawatan yang berstandar International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pihak swasta yang berminat di bidang Institusi pendidikan, diharapkan mampu menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan melaksanakannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan tanpa mengurangi kewajiban yang harus disiapkan sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas tenaga keperawatan. Kata kunci bagi pihak swasta untuk ikut bertanggung jawab terhadap mutu tenaga keperawatan adalah dengan mendirikan Institusi Keperawatan yang memenuhi syarat baik kurikulum maupun sarana dan prasarana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTISIPASI TENAGA SANITARIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanitarian sebagai salah satu dari tenaga yang berkategori sebagai tenaga Kesehatan masyarakat dimana semua upaya pelayanannya bersifat sebagai public goods maka akan sangat berbeda dengan tenaga keperawatan dan dokter yang lebih bersifat private goods.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan kebutuhan untuk mendukung Indonesia Sehat 2010 sebanyak 94.376 sanitarian sedangkan saat in baru mempunyai tenaga sebanyak 12.461 orang masih membutuhkan tenaga sanitarian sebanyak 81.915 orang atau sekitar 11.000 sanitarian setiap tahunnya. Apabila dikaitkan dengan Institusi pendidikan sanitarian yang ada saat ini yaitu D III kesehatan lingkungan yang berjumlah 23 buah dan dari jurusan Kes.Lingkungan di Poltekes sebanyak 20 buah apabila diperkirakan setiap institusi mengahasilkan lulusan sebanyak 60 orang setiap tahunnya maka institusi ini baru mengahsilkan lulusan sebanyak 2.580 orang atau masih kekurangan 8.420 orang. Meskipun secara perhitungan bahwa tenaga Sanitarian masih sangat kekurangan namun pada kenyataannya masih banyak tenaga sanitarian yang belum bekerja sesuai dengan bidangnya karena keterbatasan pemerintah dalam menyerap tenaga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar hal tersebut di atas maka kiranya sudah saatnya di dalam merencanakan kebutuhan tenaga kesehatan di masa mendatang sudah harus dipikirkan perekrutan terhadap tenaga public health dan bukan hanya tenaga dokter, perawat dan bidan yang telah dijalankan selama ini. Dengan demikian pengangkatan Sanitarian dan tenaga public Health lainnya sebagai Pegawai Negri Sipil Perlu medapatkan dukungan dari semua pihak mengingat bahwa tenaga public health merupakan tenaga yang keberadaanya memang diperuntukan memikirkan kepentingan masyarakat luas bukan untuk kepentingan individu/perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga contoh tenaga tersebut diatas adalah merupakan contoh yang perlu mendapatkan perhatian lebih seksama dengan telah dikeluarkannya pedoman dan Keputusan menteri kesehatan yang berkaitan dengan penataan tenaga kesehatan pada khususnya dan SDM Kesehatan pada umunya karena sebetulnya masih banyak hal-hal yang perlu diantisipasi di bidang ketenagaan dan sumberdaya Manusia Kesehatan lainya seperti dibutuhkannya jenis tenaga Sarjana Hukum yang ahli di bidang kesehatan atau ahli ekonomi kesehatan serta tenaga aktuaria yang terkait erat dengan pelayanan dokter keluarga dalam hal menghitung premi pelayanan kesehatan dan cost analisis untuk advokasi kepada pemegang kekuasaan sehingga memahami arti penting pembiayaan kesehatan dihubungkan dengan masalah ekonomi. Untuk itu diperlukan antisipasi terhadap semua jenis tenaga lainnya yang lebih terperinci satu persatu pada kesempatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah Kepala Bidang Perencanaan Pusgunnakes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7444716827741113824?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7444716827741113824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7444716827741113824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7444716827741113824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7444716827741113824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/antisipasi-perencanaan-tenaga-kesehatan.html' title='Antisipasi Perencanaan Tenaga Kesehatan Guna Mendukung Indonesia Sehat 2010'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-4004872913694390646</id><published>2007-04-07T20:16:00.001+08:00</published><updated>2008-04-07T20:28:16.535+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drug Abuse'/><title type='text'>About Drug Abuse</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-an advertisement post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drug and &lt;a href="http://www.maliburecovery.com/drugAbuse.html"&gt;Drug Abuse&lt;/a&gt; almighty problems in the apple today, ruining the lives of endless millions. However, what is added alarming is the still added alarming abridgement of acquaintance about the botheration amidst the masses. Now this is one affair that not abounding humans accept agreed to. However, afar from the specifics, all the definitions of biologic corruption harp on the amount of abusage or overuse of assertive defined substances. To elaborate, these substances are cerebral stimulants and performance-enhancing drugs that accept been acclimated for non-healing purposes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alcohol, amphetamines, barbiturates, cocaine, methaqualone, opium alkaloids and balmy tranquilizers are some of the substances that are a lot of broadly misused. The use of these substances brings on bent prosecutions adjoin the user, afar from the accessible concrete and cerebral damages. And add to it the amusing bigotry that will follow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The after-effects of application biologic and corruption of it amount baleful frontiers. There are some drugs that affect the axial afraid arrangement (CNS) arch to affection disorders, accident of sensations and animosity of disorientation and dizziness. Then there are drugs that added go on to affect added organs and systems of the body. Studies in USA accept credible that assertive drugs accept led to accretion of comorbid psychiatric syndromes amidst its users.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The abiding use of biologic and &lt;a href="http://www.maliburecovery.com/drugAbuse.html"&gt;Drug Abuse&lt;/a&gt; of it aswell leads to bloom complications like lung blight or emphysema from smoker tobacco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, in this context, it is account canonizing that all drugs that act aloft the CNS do not accept the “abuse potential”, that is to say, they are not accountable to misuses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apart from the accessible bloom problems, cerebral addiction is one of the a lot of astringent after-effects of acceptance of biologic and corruption of it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While not credible on the surface, biologic corruption has added extensive consequences, mostly societal. The use and the consistent addiction on drugs has had abounding a ancestors accountable to immense accent levels and ultimately bargain to penury. Furthermore, amusing studies accept actually accurate that biologic corruption is one of the primary causes abaft the ascent levels of abandon in abounding nations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The convenance of administration all-overs amidst the biologic users has led to the advance of abounding a disease, HIV/AIDS getting the arch a part of them.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-4004872913694390646?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/4004872913694390646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=4004872913694390646' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/4004872913694390646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/4004872913694390646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/about-drug-abuse.html' title='About Drug Abuse'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-8879876499691503762</id><published>2007-04-07T20:09:00.000+08:00</published><updated>2008-04-07T20:14:12.673+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Games'/><title type='text'>Gambling Guide For Beginners</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-an advertisement post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Here is a short but comprehensive online gambling guide for beginners, describing several important issues that he or she needs to know before plunging headfirst into the world of online gambling. These tips will ensure that you enjoy your online gambling experience to the fullest by helping you avoid the hassles and problems that may confront you just when you're ready to enjoy your game. If you want to know and learn more about gamblign guide, just visit &lt;a href="http://www.casinoscrutiny.com/"&gt;Online Casino Scrutiny&lt;/a&gt; site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Know Your Online Gambling Laws The very first thing you should check before sitting down in front of your computer and firing up that casino software is whether or not online gambling is legally allowed in your area. If you're in the United States, be aware that online gambling is actually illegal in several states. Make sure to contact your local authorities first if you're not sure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Know Your Casino Familiarize yourself with the casino you're going to play with before logging in or downloading anything. You can easily visit the casino's website to check if they have a proper and updated license to operate. You should also check to see who actually owns and runs the casino, how their banking procedures are, and what awards they have won over the times they have been operating, if any.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Play For Free First Most of the big-time casinos allow players to try out their games before playing for real money. So take advantage of this and try out a few games at different casinos before making a decision where to play. This way, you can familiarize yourself with the different games and software, and avoid plunking down your money at the first casino you see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Know Your Support It's a very good idea to check first how the casino customer support works and how it handles problems before you sign up and deposit your money. When and how will they be available? You should be able to reach them by phone and email. The casino's website should have this information, so you can see how many phone numbers and email addresses they have available for customer support. The availability should be 24 hours a day, 7 days a week for all year round. If you're sending an email, you should be able to get a reply from them within a few hours during the day. If the casino has live chat support offered, so much the better. Learn more this guide at &lt;a href="http://www.casinoscrutiny.com/"&gt;Online Casino Scrutiny&lt;/a&gt; site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Know The Payouts Another important thing to check out first is how the casino pays out winnings. Is there an additional charge or fee for this? You might get lucky one day and win big, so it would be a great help if you knew beforehand what payout options are available to you. One more thing: some casinos only payout up to a maximum of $5,000 a week, so if you're a high roller, you'd most probably want to avoid such casinos.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-8879876499691503762?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/8879876499691503762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=8879876499691503762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8879876499691503762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/8879876499691503762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/gambling-guide-for-beginners.html' title='Gambling Guide For Beginners'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2817403358181129105</id><published>2007-04-07T20:04:00.001+08:00</published><updated>2008-04-07T20:09:14.188+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Games'/><title type='text'>Guide To Get Best Online Casino</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;-An Advertisement Post-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Many people have no idea where to begin when starting a journey into the world of online gambling, so hopefully I'll cover a few of the dos and dont's of internet gambling if you have absolutely no idea where to go. You can try to choose the &lt;a href="http://www.borntobet.com/"&gt;Best Online Casino&lt;/a&gt; if you want. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first thing you'll have to do is to pick an online casino to start gambling in, and for most this is the biggest confusion of all. They all have flashing lights, pretty graphics and all that, but what makes them different? Well to be brutally honest, not much at all. In fact, most of them use exactly the same computer program to run their games, making a lot of the carbon copies of each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you're just starting out, you'll want a casino that's easy to navigate and the best two would have to be borntobet.com (which is in fact the world's largest casino) and probably Golden Palace. These casinos actually make it easy for the first-time gambler to start-up and the entire process is explained on their site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you play you can either choose to play online (which is called Flash-play, named after the program used to run it), or you can actually download the casinos program onto your computer in order to play. In my opinion, downloading the casino onto your computer is a much better choice as the gaming is faster, visually more attractive, and won't slow down your Internet as much when it is running. Many people are worried about downloading software onto their computers for fear of viruses, though if you use a well-known and reputable casino, I guarantee you will have no problem at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can play for free at most &lt;a href="http://www.borntobet.com/"&gt;Best Online Casino&lt;/a&gt;, though if you want to play for money, you'll first have to deposit some money into your account attached to the casino you wish to play at. In most cases this is done by entering your credit card details and having the money automatically deposited, though some casinos offer other facilities like Paypal, Moneybookers and Neteller in case you don't wish to give them your credit card details.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once you've done that, all that remains is to choose a game and play! Your choice of game is totally up to you, however if you're looking for a game that offers the best odds of winning, then you definitely cannot go past blackjack. Other than that, it's totally up to you!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2817403358181129105?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2817403358181129105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2817403358181129105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2817403358181129105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2817403358181129105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/guide-to-get-best-online-casino.html' title='Guide To Get Best Online Casino'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6996519772929209634</id><published>2007-04-05T01:30:00.001+08:00</published><updated>2007-04-05T01:30:55.733+08:00</updated><title type='text'>Apotek Rakyat, Akses Mudah Mendapatkan Obat</title><content type='html'>Apotek Rakyat adalah sarana kesehatan tempat dilaksanakannya pelayanan kefarmasian yaitu penyerahan obat dan perbekalan kesehatan tetapi tidak boleh melakukan peracikan. Perbekalan kesehatan adalah semua bahan selain obat dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat luas akan semakin mudah memperoleh obat dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 284/Menkes/Per/III/2007 tanggal 8 Maret 2007 tentang Apotek Rakyat. Dalam memberikan pelayanan kefarmasian, Apotek Rakyat harus mengutamakan obat generik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Apotek Rakyat juga dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat-obat palsu, obat kadaluarsa, dan obat yang tidak jelas asal-usulnya serta mencegah penyalahgunaan obat. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh obat dengan mudah, murah dan aman. Di samping itu Pendirian Apotek Rakyat juga dimaksudkan untuk meningkatkan penertiban peredaran obat-obatan di sentra-sentra perdagangan yang selama ini telah dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mendirikan Apotek Rakyat, selain harus melengkapi syarat administrasi, juga harus mengantongi ijin dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat. Untuk memperoleh ijin tidak dipungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat lain Apotek Rakyat adalah adanya sarana dan prasarana berupa komoditi, lemari obat, lingkungan yang terjaga kebersihannya. Apotek harus mudah diakses masyarakat serta memiliki bangunan yang dapat menjamin obat atau perbekalan kesehatan lainnya bebas dari pencemaran atau rusak akibat debu, kelembaban dan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Permenkes No. 284/Menkes/Per/III/2007 termaktub standar dan persyaratan Apotek Rakyat. Dalam hal ketenagaan, sama seperti apotek lainnya, setiap Apotek Rakyat harus memiliki apoteker sebagai penanggung jawab dan dapat dibantu oleh asisten apoteker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Permenkes ini, pedagang eceran obat dapat mengembangkan diri menjadi Apotek Rakyat setelah memenuhi syarat tertentu. Sementara itu, pedagang eceran obat yang statusnya sudah berubah menjadi Apotek Sederhana secara langsung dianggap telah menjadi Apotek Rakyat. Dinas kesehatan Kabupaten/Kota harus mengganti Izin Apotek Sederhana selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 bulan sejak ditetapkannya Permenkes ini (8/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apotek Rakyat dapat merupakan satu atau gabungan dari paling banyak empat pedagang eceran obat. Gabungan pedagang eceran obat dibawah satu pengelola harus memiliki ikatan kerjasama berbentuk badan usaha atau bentuk lainnya serta berada pada lokasi yang berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan pula bahwa pengelolaan persediaan obat dan perbekalan kesehatan semestinya dilakukan sesuai dengan pengaturan pemerintah terhadap perencanaan, pengadaan dan penyimpanan yang ditetapkan. Pengeluaran obat perlu memakai sistem FIFO (First In First Out). Maksudnya obat yang lebih dulu dibeli atau disimpan pengelola juga harus lebih dahulu dijual atau dilekuarkan. Aturan lain adalah FEFO (First Expire First Out), maksudnya obat yang tanggal kadaluarsanya lebih awal harus lebih dulu dukeluarkan atau dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan pelayanan, seorang apoteker pada Apotek Rakyat harus melakukan pemeriksaan resep dan sebelum obat diserahkan pada pasien harus dilakukan pemeriksaan akhir terhadap kesesuaian antara resep dan obat. Apotek Rakyat dilarang menyerahkan obat dalam jumlah besar, selain dilarang menjual obat-obatan narkotika dan psikotropika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan dan pengawasan terhadap Apotek Rakyat dilakukan oleh Depkes, Badan POM, Dinkes Kabupaten/kota dengan mengikutsertakan organisasi profesi. Bila dalam pelaksanaannya ditemukan bahwa suatuApotek Rakyat melakukan pelanggaran, maka dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan, tertulis sampai dengan pencabutan ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6996519772929209634?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6996519772929209634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6996519772929209634' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6996519772929209634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6996519772929209634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/apotek-rakyat-akses-mudah-mendapatkan.html' title='Apotek Rakyat, Akses Mudah Mendapatkan Obat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2661010568070016258</id><published>2007-04-05T01:06:00.000+08:00</published><updated>2007-04-05T01:10:22.361+08:00</updated><title type='text'>Karbon Monoksida Berpengaruh Terhadap Bayi dengan BBLR?</title><content type='html'>Pada pertengahan tahun 1970-an beberapa pakar melaporkan adanya tanda bahwa polusi udara mungkin lebih berbahaya di dapur rata-rata rumah dibanding di luar rumah yang dekat dengan jalan raya (Haryoto, 1995 : 50) . Adapun sumber polusi dalam rumah adalah pembakaran dalam rumah untuk keperluan memasak dan pemanas ruangan. Gas alam yang merupakan bahan bakar yang paling umum digunakan terutama menghasilkan nitrogen dioksida dan karbon monoksida bersama dengan produk pembakaran yang tidak berbahaya. Jika kayu dibakar dalam suatu perapian atau untuk memasak (yang dilakukan dibanyak negara), selain polutan tersebut akan ditambahkan lagi partikulat dan sejumlah besar hidrokarbon. Paparan karbon monoksida selama masa kehamilan “mungkin” berhubungan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan mungkin mengurangi kemampuan mental anak (WHO, 1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Carbon Monoksida itu ?&lt;br /&gt;CO adalah gas yang mudah terbakar,tidak berwarna dan tidak berbau. CO ada dimana mana di sekitar lingkungan kita, diproduksi oleh pembakaran yang tidak sempurna. Menurut Lioy dan Daisey (1987) Karbon Monoksida dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar fosil. Sedangkan menurut Manahan (1992) karbon monoksida adalah gas industri beracun yang diproduksi oleh pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar carbonous. Sumber karbon monoksida dari lingkungan diluar tempat kerja adalah pemanas ruangan, tungku perapian dan pembakaran mesin, batu bara, kayu bakar, juga dihasilkan dari dalam tubuh oleh katabolisme dari hemoglobin dan protein heme.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Standar utama untuk udara ambien dari karbon monoksida adalah 9 ppm untuk rata-rata waktu 8 jam, dan 35 ppm untuk standar waktu 1 jam (Nebel dan Wright, 1993), sedangkan WHO merekomendasikan sebagai berikut,&lt;br /&gt;a.100 mg/m3 (87 ppm) selama 15 menit&lt;br /&gt;b. 60 mg/m3 (52 ppm) selama 30 menit&lt;br /&gt;a. 30 mg/m3 (26 ppm) selama 1 jam&lt;br /&gt;b. 10 mg/m3 (9 ppm) selama 8 jam&lt;br /&gt;Berdasarkan “Fairbank North Star Borough Environmental Services “ (Tom Gosink, 1983) menggunakan kriteria sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Kualitas udara baik, kandungan CO kurang dari 9 ppm&lt;br /&gt;b. Kualitas udara sedang, kandungan CO 9 – 15 ppm&lt;br /&gt;c. Kualitas udara buruk, kandungan CO lebih dari 15 ppm.&lt;br /&gt;Menurut WHO (1999) ada kesamaan antara asap rokok dengan asap dari bahan pembakaran biomassa. Pemakaian bahan bakar kayu dan arang untuk keperluan memasak di wilayah perkotaan maupun pedesaan secara rata-rata adalah 87,4 % dari total penggunaan bahan bakar pada tahun 1971 kemudian menjadi 70,9 % pada tahun 1990 (Depkes, 1997). Berdasarkan survei pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga di Jawa Tengah tahun 1999, pengeluaran rata-rata per Kapita untuk pembelian kayu bakar dan bahan bakar lain adalah Rp. 3.093. lebih tinggi dari pengeluaran untuk minyak tanah (Rp 1.093) dan LPG (Rp. 43).&lt;br /&gt;Di negara –negara berkembang, masalah polusi udara dalam ruangan yang penting adalah polusi dalam rumah, dimana ada yang memasak dan atau membakar kayu untuk pemanasan tanpa cerobong asap yang memadai. Menurut Sumarwoto (2001), pengunaan bahan bakar biomassa (BBB) pada tingkat nasional sekitar 80 % jumlah rumah tangga menggunakan BBB yang terdiri atas kayu, residu pertanian, dan arang. Di daerah perdesaan lebih dari 90 % rumah tangga (BPS,1990). Pembakaran kayu bakar menghasilkan antara lain, CO, SO2, NOx, ammonia, HCL, hidrokarbon, antara lain formaldehide, benzene, dan benzo(a)pyrene yang merupakan karsinogen potensial dan partikulat (SPM=suspended particulate matter). SPM , hidrokarbon dan CO dihasilkan dalam kadar yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metabolisme dan Interaksi Biokimia&lt;br /&gt;Lebih kurang 80 % - 90 % dari jumlah CO yang diabsorbsi berikatan dengan hemoglobin, membentuk carboxyhemoglobin (HbCO). HbCO menyebabkan lepasnya ikatan oxyhemoglobin dan mereduksi kapasitas transport oksigen dalam darah. Afinitas ikatan karbon monoksida dan hemoglobin adalah 200 – 250 kali dari oksigen (WHO,1996), 200-300 kali (Kindwall,1994 ), 200 kali (James,1985). Karbon monoksida masuk kedalam aliran darah melalui paru-paru dan bereaksi dengan hemoglobin (Hb) dengan reaksi sebagai berikut :&lt;br /&gt;O2 + CO COHb + O2 (Manahan,1992)&lt;br /&gt;Carboxyhemoglobin beberapa kali lebih stabil dibandingkan dengan oxyhemoglobin sehingga reaksi ini mengakibatkan berkurangnya kapasitas darah untuk menyalurkan O2 kepada jaringan tubuh. Jika kita duduk di udara dengan kadar karbon monoksida 60 bpj selama 8 jam, maka kemampuan mengikat oksigen oleh darah itu turun sebanyak 15 % , sama dengan kehilangan darah sebanyak 0,5 liter (A. Tresna S,1991). Paparan dari karbon monoksida menghasilkan hypoxia pada jaringan. Hypoxia menyebabkan efek pada otak dan perkembangan janin. Efek pada sistem kardiovaskuler terjadi pada HbCO kurang dari 5 % ( WHO,1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Toksik&lt;br /&gt;Kombinasi dari penurunan kapasitas oksigen yang dibawa dalam darah, merusak pelepasan oksigen ke jaringan dan mempengaruhi proses oksidasi intraselular yang menyebabkan hypoxia jaringan merupakan proporsi antara HbCO jenuh dan kebutuhan oksigen. Otak, system cardiovascular, kelenturan otot skeletal, dan perkembangan janin adalah jaringan yang paling sensitive terhadap hypoxia (WHO, 1996). Dengan demikian toksik efek berhubungan dengan fungsi neurobehavioural, kapasitas latihan cardiovascular, dan efek- efek pada pertumbuhan. Seorang peneliti menemukan bahwa, anjing yang terpapar 100 ppm karbon monoksida selama 5,75 jam/hari, selama 6 hari perminggu untuk waktu 11 minggu menunjukkan tidak ada perubahan elektroenchephalographic tetapi menunjukkan kegagalan psychomotor dan kerusakan cerebral corteal yang cenderung diikuti kerusakan jalan pembuluh darah (Kindwall, 1994).&lt;br /&gt;Lebih lanjut paparan karbon monoksida dapat mereduksi kapasitas penampilan aktifitas fisik pada level diatas 2,5 %. Orang dengan penyakit arteri coronary sangat sensitif terhadap karbon monoksida. Penurunan waktu pelatihan terhadap serangan anguna atau ischemia telah diamati pada HbCO level serendah 3 % dan peningkatan ventricular arrythmias pada HbCO level 6%. Menurut Manahan (1992) kadar 100 ppm menyebabkan pusing, sakit kepala dan kelelahan ; kadar 250 ppm menyebabkan kehilangan kesadaran ; dan kematian cepat pada 1000 ppm.&lt;br /&gt;Menurut Sodeman (1995), jaringan yang paling mudah mengalami kerusakan oleh gas CO adalah otak dan miokardium karena kedua jaringan ini mengkonsumsi oksigen paling banyak. Kelainan serebral atau miokardial yang sudah ada sebelumnya merupakan faktor predisposisi terjadinya akibat-akibat merugikan pada kadar yang tidak menimbulkan gangguan pada orang normal. Gejala sisa lanjut mencakup demielinasi yang fatal, disfungsi serebral permanen, neuropati perifer dan bebagai akibat terhadap sistem hantaran jantung. Gas CO juga memegang peranan penting sebagai penyebab aterosklerosis. Timbunan kolesterol dalam aorta pada kelinci semakin dipercepat oleh anoksia akibat menurunnya tekanan parsial O2 atau akibat sedikit meningkatnya gas CO dalam atmosfer. Anoksia akan meningkatkan permeabilitas dinding arteri terhadap protein serum kalau diukur dengan protein berlabel isotop. Paparan kronis terhadap gas CO kadar rendah dapat menimbulkan akibat yang bermakna pada pembuluh pembuluh arteri lewat keadaan hipoksia derajat ringan. Pasien yang sudah menderita penyakit koroner dengan angina pektoris mempunyai batas keamanan yang kecil sehingga peningkatan kadar COHb dapat mencetuskan serangan nyeri iskemik.&lt;br /&gt;Berikut pengaruh CO Hb ( dalam %) terhadap kesehatan :&lt;br /&gt;- &lt; 1,0 :Tidak ada pengaruh&lt;br /&gt;- 1,0 – 2,0 :Penampilan agak tidak normal&lt;br /&gt;- 2,0 – 5,0 :Pengaruhnya terhadap sistem syaraf sentral, reaksi panca indra tidak&lt;br /&gt;normal, pandangan kabur.&lt;br /&gt;- 5,0 : Perubahan fungsi jantung&lt;br /&gt;- 10,0 -80,0 : Kepala pusing, mual, berkunang-kunang,pingsan,kesukaran&lt;br /&gt;bernafas,kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Philip Kristanto ( 2002), Ekologi Industri.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persentase ekuilibrium COHb di dalam darah manusia yang mengalami kontak&lt;br /&gt;dengan CO pada konsentrasi kurang dari 100 ppm dapat ditentukan berdasarkan&lt;br /&gt;persamaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;% COHb dalam darah = 0,16 x [konsentrasi CO diudara(ppm)] +0,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai 0,5 merupakan persentase normal COHb dalam darah.&lt;br /&gt;Berdasarkan rumus tersebut konsentrasi CO di udara dengan konsentrasi COHb di dalam darah dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Konsentrasi CO di uadara 10 ppm= 2,1 % CO Hb di dalam darah&lt;br /&gt;- Konsentrasi CO di uadara 20 ppm= 3,7 % CO Hb di dalam darah&lt;br /&gt;- Konsentrasi CO di uadara 30 ppm= 5,3 % CO Hb di dalam darah&lt;br /&gt;- Konsentrasi CO di uadara 50 ppm= 8,5 % CO Hb di dalam darah&lt;br /&gt;- Konsentrasi CO di uadara 70 ppm= 11,7 % CO Hb di dalam darah&lt;br /&gt;(Sumber : Srikandi Fardiaz ( 1992),Polusi Udara dan Air.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang Mempengaruhi BBLR&lt;br /&gt;Faktor –faktor yang mempengaruhi BBLR (Mariyati Sukarni,1989 : 25) adalah :&lt;br /&gt;a. Status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan&lt;br /&gt;b. Perioda gestasi paling sedikit 8 bulan, jarak paling ideal anatara 18 – 36 bulan, jika pernah terjadi komplikasi.&lt;br /&gt;c. Umur ibu, antara 20 – 35 tahun adalah umur-umur paling baik untuk kehamilan&lt;br /&gt;d. Jumlah kehamilan dimana paling ideal adalah kurang dari 4&lt;br /&gt;e. Pemeriksaan kehamilan, paling sedikit 3 kali kunjungan. Kunjungan pertama segera setelah diketahui adanya kehamilan.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tahun 2000, hal V, penyebab BBLR adalah akumulasi dari kurang energi protein, anemia kurang zat besi, tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya pengetahuan tentang KB dan kawin muda atau hamil pada usia sebelum 20 tahun.&lt;br /&gt;Penyebab lain yaitu karena ibu menderita penyakit infeksi saluran kencing, si ibu suka merokok atau minum-minum keras, penyakit malaria, anemia, persalinan premature. Berat badan bayi yang lahir dari ibu merokok lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tidak merokok (Ilmu Kesehatan Anak FK-UI,1985). Berdasarkan hasil penelitian di Mahoning County (M. Stefanak,et.al,1996) ada hubungan antara merokok selama kehamilan dengan bayi berat lahir rendah, OR=1,8 (95 % CI=1,4-2,4). Ukuran tubuh ibu juga mempengaruhi kelahiran bayi dengan berat badan kurang, terutama akibat keadaan gizi ibu semasa kecil.&lt;br /&gt;Disamping faktor tersebut faktor perilaku juga mempengaruhi kejadian BBLR, Tinuk Istiarti (2000) menemukan bahwa ada hubungan yang positif antara pengetahuan, sikap, praktek ibu hamil dalam pelayanan antenatal dan BBLR. Pengetahuan yang rendah mengenai pelayanan antenatal akan berisiko 3,43 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR, sikap yang kurang baik terhadap pelayanan antenatal akan berisiko 8,62 kali lebih tinggi untuk melahirkan BBLR.&lt;br /&gt;Penelitian di Beijing Yanshan Petrochemical Corporation (BYPC) China antara Mei 1996 sampai dengan Desember 1998 menemukan ada interaksi yang signifikan antara paparan benzena dan stress kerja relatif terhadap pengurangan berat badan ketika bayi lahir (Dafang Chen et.al,2000). Sedangkan Penelitian di Baltimore Washington, menemukan bahwa paparan dari Pb pada level yang tinggi merupakan predictor bagi bayi berat lahir rendah ( American Journal of Industrial Medicine ).&lt;br /&gt;Dampak dari berat bayi lahir rendah ini adalah pertumbuhannya akan lambat, dan kecendrungan memiliki penampilan intelektual yang lebih rendah daripada bayi yang selama janin tumbuh normal (Suhardjo, 1989) . Disamping itu mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal ketika dilahirkan (Sediaoetama, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carbon Monoksida dan BBLR&lt;br /&gt;Mekanisme mengenai terjadinya BBLR dari paparan karbon monoksida “diduga” terjadi karena adanya hipoxia, dan ini ada hubungannya dengan plasenta. Beberapa pokok dalam sirkualsi darah fetus adalah :&lt;br /&gt;a. Oleh karena fetus menerima oksigen dan makanan dari plasenta , maka seluruh darah fetus harus melalui plasenta.&lt;br /&gt;b. Fungsi paru dijalankan oleh plasenta. In utero (di dalam uterus) fetus tidak mempunyai sirkulasi pulmoner seperti siklus pada orang dewasa.; pemberian darah secara terbatas mencapai paru-paru, cukup hanya untuk makan dan pertumbuhan paru-paru itu sendiri.&lt;br /&gt;c. Saluran pencernaan pada fetus juga tidak berfungsi , karena plasenta menyediakan makanan dan menyingkirkan bahan buangan keluar dari fetus.&lt;br /&gt;Keadaan anoksia pada embrio (gangguan fungsi plasenta) dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu (Ilmu Kesehatan Anak FK-UI,1985). Paparan dari CO pada perkembangan fetus kera dapat menyebabkan hemorrhagic necrosis pada cerebral hemisphere fetus (Ginsberg dan Meyers, 1976). Menariknya, bahwa paparan CO pada studi ini, konsentrasinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan keracunan pada ibu.&lt;br /&gt;Suatu penelitian yang menggunakan kelinci menunjukkan , paparan dari CO pada 90 ppm (0,09 %) dapat menimbulkan efek merugikan pada fetus dan pengurangan berat badan pada neonatal. Sementara pada konsentrasi 180 ppm mengakibatkan peningkatan rate dari keguguran (Astrup, 1972). Singh dan Scot (1984) mencatat penurunan berat pada fetus tikus setelah induknya terpapar CO diatas 150 ppm. Kilbride M. (1999), mengemukan bahwa hemoglobin pada fetus memiliki afinitas 10 – 15 % lebih kuat daripada orang dewasa. Sehingga dengan adanya ikatan dengan CO akan menyebabkan pengurangan 60 % aliran darah sehingga terjadinya hypoxia pada jaringan, selanjutnya terjadi kerusakan oksidasi pada Cytochrome (bertanggung jawab pada produksi energi pada sel).&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa paparan CO pada konsentrasi 50 ppm untuk waktu yang lama , sama dengan merokok 20 batang per hari. Suatu penelitian di Ontario menunjukkan akibat merokok tersebut menyebabkan terjadinya placental abruption dan placenta previa. Plasental abruption dapat dijelaskan karena terjadinya pengurangan aliran darah ke placenta yang akhirnya menyebabkan nekrosis pada periper dari plasenta. Sedangkan Placenta Previa terjadi karena terjadinya pembesaran plasenta sebagai akibat dari berkurangnya transpot oksigen dari ke fetus akibat paparan CO. Plasenta berubah secara tetap dengan kerusakan pada kemampuan plasenta untuk untuk melakukan pertukaran gas dimana terjadi pengentalan dari trophoblastic basal lamina dan mengurangi ukuran pada kapiler dari fetus ( Krisa Van Meurs, 1999).&lt;br /&gt;Penelitian di Papua New Guinea,SPM mencapai 5.000, CO 150 mg/m3, dan aldehide 3,80 ppm; di Guatemala CO 35 – 45 mg/m3 dan darah wanita yang diuji mengandung 2 % karboksihemoglobin, kadar yang dapat mengganggu pertumbuhan janin. Ahmedabad (TT) melaporkan bahwa konsentrasi CO selama memasak dengan pupuk kandang, kayu bakar, batu bara, minyak tanah dan LPG berturut –turut adalah : 144, 156, 94, 108, 14 mg/m3 (ICMR Bulletin, 2001 ). WHO (1996), berpendapat bahwa paparan dari karbon monoksida selama kehamilan dapat menyebabkan BBLR dan mengurangi kemampuan mental anak. Penelitian di California Selatan antara tahun 1989 dan 1993, menemukan bahwa paparan karbon monoksida ambien pada dosis yang tinggi (5,5 ppm selama rata-rata 3 bulan) selama akhir trimester III kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah , odd ratio=1,22 ,95 % confidence level, 1,03 – 1,44 , (Ritz dan Fei Yu). Penelitian di Guatemala menunjukkan bahwa pengunaan kayu bakar untuk memasak menyebabkan bayi yang dilahir 63 gram lebih ringan dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan pada keluarga yang tidak menggunakan kayu bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis :&lt;br /&gt;I Dewa MW,Staf PL Dinkes Prop. Jateng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonymus, 2000, Pedoman Penyusunan Analisa Situasi Ibu dan Anak (ASIA ), v-vii, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah,Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Jakarta, 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonymus, 1996,Pedoman Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesehatan Neonatal,12,Direktorat Bina Kesehatan Kelurga,Ditjen Binkesmas,Depkes R.I., Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonymus, Internatinal Programme On Chemical Safety (IPCS); Environmental Health Criteria 213:Carbon Monoxide (second edition), Accessed 10/23/01:21:28:09,http://www.who.int/pcs/ehc/summaries/ehc_213.html.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonymus, Effect of Ambient Carbon Monoxide on Low Birth Weight among Children Born In Southern California between 1998 and 1993, Accessed 10/23/01 20:35:47. http://ehpnet.niehs.nih.gov/docs/1999/107917-25ritz/abstract.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonymus, Smoking in Pregnancy, exhaled carbon monoxide, and birth weight, Accessed 10/23/01 20:42:44. http://www.uvm.edu/~ohpr/ab50.html.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonymus,2001, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 376, JNPKKR-POGI bekerjasama dengan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Behrman, Richard E dan Victor C. Vaughn, 1994, Ilmu Kesehatan Anak : Nelson (Nelson:Texbook of Pediatrics) , Edisi 12, Bagian 1, 557-569, Penerbit Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daryanto, 1995, Masalah Pencemaran, 23, Tarsito Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dafang Chen et.al,2000, Exposure to Benzena, Occupational Stress, and Reduced Birth Weight, Occupational and Environmental Medicine,57 : 661-667, www.occenvmed.com.accepted May 25, 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampoerno Does, 1999, Paradigma Sehat, Makalah pada Seminar “ Reformasi Pembangunan Kesehatan Yang Berwawasan Paradigma Sehat “ Dalam Rangka Dies Natalis Universitas Diponegoro Semarang 2 Oktober 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraser T.M., Stress &amp; Kepuasan Kerja, 64-65,PT Sapdodadi Jakarta,1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusnoputranto Haryanto, 1995, Pengantar Toksikologi Lingkungan, 38-55, Dirjen Pendidikan Tinggi, Depdikbud,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiarti Tinuk,2000,Menanti Buah Hati;Kaitan Antara Kemiskinan dan Kesehatan,xvii-xviii,Media Pressindo,Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditama Tjandra Yoga (Bagian Pulmonologi FKUI), 1999, Penilaian Polusi Udara,Journal Respir Indo, Vol 19, No 1 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli Soemirat S, 1991, Kesehatan Lingkungan, Cetakan keempat, 58-59,Gajah Mada University Press,Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Nebel Bernard and Wight Richard T, 1993, Environmental Science, The Way the world works,fourth edition, 348 – 349, Prentice Hall, Englewood,New Jersey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristanto Philip ,2001,Ekologi Industri, 99 - 104 LPPM Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lioy Paul J. and Daisey Joan M, 1990, Toxic Air Pollution , A Comprehensive study of Non-Criteria Air Pollutans, Third Printing, 8-9, Lewis Publisheers Inc., Michigan,USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubis Pandapotan,1985, Perumahan Sehat,19-20,29-30,36-47 Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Sanitasi Pusat,Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Separtemen Kesehatan,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manahan Stanley E. ,1992, Toxicological Chemistry, Second edition, 291, Lewis Publishers , Michigan, USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodeman, William A dan Thomas M. Sodeman, 1995, Patofisiologi ( Pathologic Physiology Mechanism Of Disease), Edisi 7, Jilid II, 812-817, Hipokrates, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukarni Mariyati, 1989, Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, 24 – 25, Depdikbud,Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fardiaz Srikandi ,1992, Polusi Udara dan Air, 94-102,Penerbit Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiyed HN,Patel TS,Gokani VN,2001,Indoor Air Pollution In India – A Major Environmental and Public Health Concern, ICMR Bulletin,Vol 11,No. 5,May 2001,ICMR Offset Press,New Dehli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djaya Sarimawar , Ratna L,Budiarso Lubis,R.Widodo, Studi Angka Kematian Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah di Sukabumi 1983/1984,363-368,Medika No.4,Tahun 13,April 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayogo Savitri, Gizi Pada Masa Kehamilan,503-506, Majalah Kedokteran Indonesia,Volume 47 Nomor 10,Oktober 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediaoetama Djaelani Achmad , 1989, Ilmu Gizi untuk Mahasisswa dan Profesi di Indonesia Jilid II, 34, Dian Rakyat , Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastrawijaya A. Tresna,1991, Pencemaran Lingkungan, 176,Rineka Cipta,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scott Ronald M., 1989, Chemical Hazards in the Workplace,16 ;51-55, Lewis Publishers Inc. ,Michigan,USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stefanak M,T Styka,J. Warga, Cigarette Smoking During Pregnancy and Low Birth Weight Babies, http://www.mahoning-health.org/reports/upload/lowbirthrate.htm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price, Syvia Anderson dan Lorraine McCarty Wilson, 1994, Pato Fisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit ( Pathophysiology Clinical Concepts of Disesase Processes), Buku Pertama dan Kedua ,Penerbit Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK-UI,Ilmu Buku Kuliah Kesehatan Anak 1, Bagian Ilmu Anak FK-UI,Jakarta,1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK-UI, 1985, Ilmu Buku Kuliah Kesehatan Anak 3, Bagian Ilmu Anak FK-UI,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiknjosastro Hanifa, 1994, Ilmu Kebidanan, 770-784, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wibowo Adik, Pemanfaatan Pelayanan Antenatal:Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, dan Hubungannya dengan Bayi Berat Lahir Rendah, Majalah Kesehatan Perkotaan, Tahun IV,No.2, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Williams Philip L. and Burson James L, 1995, Industrial Toxicology, safety and Health Application in the Workplaces, 28 ; 59 – 66, Van Nostrand Reinhold, New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wark Kenneth and Warner Cecil F., 1981, Air Pollution, Its Origin and Control, second edition, 20 – 26 ; 50 51,Harper &amp; Row Publishers,New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wibowo Singgih,2000, Industri Pengasapan Ikan, 8 – 9, PT. Penebar Sawadaya,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO,1995, Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja, Cetakan II, 157 - 161,Penerbit Buku Kedokteran EGC,Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO,1996, Biological Monitoring of Chemical Exposure in the Workplace, Guidelines,Volume 1, 264 – 281, Geneve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO,1999, Environmental Helath Information – Air Quality Guidelines, http://www.who.int/environmental_information/Air/Guidelines/Chapter4.htm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zenz Carls, O. Bruce Dickerson, Edward P. Harvath,1994, Occupational Medicine,Third Edition, 447 – 452, Mosby St. Louis Missouri,USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2661010568070016258?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2661010568070016258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2661010568070016258' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2661010568070016258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2661010568070016258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/karbon-monoksida-berpengaruh-terhadap.html' title='Karbon Monoksida Berpengaruh Terhadap Bayi dengan BBLR?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6807907947122724582</id><published>2007-04-05T01:04:00.000+08:00</published><updated>2007-04-05T01:06:02.646+08:00</updated><title type='text'>Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah</title><content type='html'>Setiap pasangan suami-istri tentu mendambakan bayi mereka lahir normal, yaitu berat lahir antara 2.500-4.000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan) yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada kalanya keinginan tersebut tidak terwujud, misalnya bayi lahir kurang bulan atau bayi berat lahir rendah (BBLR). Kenyataan ini sebetulnya jangan menjadikan orang tua patah semangat, karena kemajuan teknologi kedokteran dan didukung kemauan keras orang tua yang memiliki BBLR, maka bayi itu dapat bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, tanpa memandang usia kehamilan. BBLR dibedakan menjadi dua bagian: pertama, BBL sangat rendah bila kahir berat lahir kurang dari 1.500 gram, dan kedua, BBLR bila berat lahir antara 1.501-2.499 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab BBLR sangatlah multifaktorial, antara lain asupan gizi ibu sangat kurang pada masa kehamilan, gangguan pertumbuhan dalam kandungan (janin tumbuh lambat), faktor plasenta, infeksi, kelainan rahim ibu, trauma, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat persalinan, BBLR mempunyai risiko kurang menyenangka, yaitu asfiksia atau gagal untuk bernapas secara spontan dan teratur saat atau beberapa menit setelah lahir. Hal itu diakibatkan faktor paru yang belum matang. Risiko lainnya adalah hiportemia (suhu tubuh 6,5 167 C). Karena itu, perhatian dan pelayanan atau perawatan BBLR dimulai sejak lahir dan sebaiknya persalinannya ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan di puskesmas, rumah sakit, atau rumah sakit bersalin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan BBLR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip penting dalam perawatan BBLR setelah lahir adalah mempertahankan suhu bayi agar tetap normal, pemberian minum, dan pencegahan infeksi. Bayi dengan BBLR juga sangat rentan terjadinya hiportemia, karena tipisnya cadangan lemak di bawah kulit dan masih belum matangnya pusat pengatur panas di otak. Untuk itu, BBLR harus selalu dijaga kehangatan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling efektif mempertahankan suhu tubuh normal adalah sering memeluk dan menggendong bayi. Ada suatu cara yang disebut metode kangguru atau perawatan bayi lekat, yaitu bayi selalu didekap ibu atau orang lain dengan kontak langsung kulit bayi dengan kulit ibu atau pengasuhnya dengan cara selalu menggendongnya. Cara lain, bayi jangan segera dimandikan sebelum berusia enam jam sesudah lahir , bayi selalu diselimuti dan ditutup kepalanya, serta menggunakan lampu penghangat atau alat pemancar panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum sangat diperlukan BBLR, selain untuk pertumbuhan juga harus ada cadangan kalori untuk mengejar ketinggalan beratnya. Minuman utama dan pertama adalah air susu ibu (ASI) yang sudah tidak diragukan lagi keuntungan atau kelebihannya. Disarankan bayi menyusu ASI ibunya sendiri, terutama untuk bayi prematur. ASI ibu memang paling cocok untuknya, karena di dalamnya terkandung kalori dan protein tinggi serat elektrolit minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, refleks menghisap dan menelan BBLR biasanya  masih sangat lemah, untuk itu diperlukan  pemberian ASI peras yang disendokkan ke mulutnya atau bila sangat terpaksa dengan pipa lambung. Susu formula khusus BBLR bisa diberikan bila ASI tidak dapat diberikan karena berbagai sebab. Kekurangan minum pada BBLR akan mengakibatkan ikterus (bayi kuning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBLR sangat rentan terhadap terjadinya infeksi sesudah lahir. Karena itu, tangan harus dicuci bersih sebelum dan sesudah memegang bayi, segera membersihkan bayi bila kencing atau buang air besar, tidak mengizinkan menjenguk bayi bila sedang menderita sakit, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan pemberian imunisasi sesuai dengan jadwal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tumbuh, BBLR harus mendapat asupan nutrien berupa minuman mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin yang lebih dari bayi bukan BBLR. Penting dipertahikan agar zat tersebut betul-betul dapat digunakan hanya untuk tumbuh, tidak dipakai untuk melawan infeksi. Biasanya BBLR dapat mengejar ketinggalannya paling lambat dalam enam bulan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6807907947122724582?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6807907947122724582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6807907947122724582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6807907947122724582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6807907947122724582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/perawatan-bayi-berat-lahir-rendah.html' title='Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-3726399523125723928</id><published>2007-04-05T01:00:00.000+08:00</published><updated>2007-04-05T01:03:35.914+08:00</updated><title type='text'>Program Perbaikan Gizi Makro</title><content type='html'>Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan serta aktifitas. Keadaan kurang gizi dapat terjadi dari beberapa akibat, yaitu ketidakseimbangan asupan zat-zat gizi, faktor penyakit pencernaan, absorsi dan penyakit infeksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah gizi terbagi menjadi masalah gizi makro dan mikro. Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi dari masalah gizi makro bila terjadi pada wanita usia subur dan ibu hamil yang Kurang Energi Kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus, kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program perbaikan gizi makro diarahkan untuk menurunkan masalah gizi makro yang utamanya mengatasi masalah kurang energi protein terutama di daerah miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan dengan meningkatkan keadaan gizi keluarga, meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan gizi baik di puskesmas maupun di posyandu, dan meningkatkan konsumsi energi dan protein pada balita gizi buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi makro adalah melalui pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi, pemberdayaan masyarakat di bidang gizi, pemberdayaan petugas dan subsidi langsung berupa dana untuk pembelian makanan tambahan dan penyuluhan pada balita gizi buruk dan ibu hamil KEK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi juga dilaksanakan dalam pelaksanaan program perbaikan gizi makro, yaitu dimulai dari evaluasi input, proses, output dan impact dengan tujuan untuk menilai persiapan, pelaksanaan, pencapaian target dan prevalensi status gizi pada sasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk download atau baca artikel selengkapnya, &lt;a href="http://www.gizi.net/kebijakan-gizi/download/GIZI%20MAKRO.doc"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-3726399523125723928?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/3726399523125723928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=3726399523125723928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3726399523125723928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3726399523125723928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/program-perbaikan-gizi-makro.html' title='Program Perbaikan Gizi Makro'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-3550300555927056497</id><published>2007-04-01T07:01:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:04:08.048+08:00</updated><title type='text'>Penanggulangan Leptospirosis di Indonesia</title><content type='html'>Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbentuk spiral dari genus Leptospira, yang menyerang hewan dan manusia. Penelitian tentang Leptospirosis pertama dilakukan oleh Adolf Heil pada tahun 1886. Dia melaporkan adanya penyakit tersebut pada manusia dengan gambaran klinis demam, pembesaran hati dan limpa, ikterus dan ada tanda-tanda kerusakan pada ginjal.&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit dengan gejala tersebut oleh Goldsmith (1887) disebut sebagai "Weil's Disease" dan pada taun 1915, Inada berhasil membuktikan bahwa Weil's Disease disebabkna oleh Bakteri Leptospira icterohemorrhagiae. Sejak itu beberapa jenis Leptospira dapat diisolasi baik dari hewan maupun manuia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epidemologi&lt;br /&gt;Bakteri Leptospira sebagai penyebab Leptospirosis berbentuk spiral termasuk ke dalam Ordo Spirochaetales dalam family Trepanometaceae. Lebih dari 170 serotipe leptospira yang patogen telah diidentifikasi dan hampir setengahnya terdapat di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk spiral dengan pilinan yang rapat dan ujung-ujungnya yang bengkok, seperti kait dari bakteri Leptospria menyebabkan gerakan leptospira sangat aktif, baik gerakan berputar sepanjang sumbunya, maju mundur, maupun melengkung, karena ukurannya yang sangat kecil. Leptospira hanya dapat dilihat dengan mikroskop medan gelap atau mikroskop fase kontras. Leptospira peka terhadap asam dan dapat hidup di dalam air tawar selama kurang lebih satu bulan, tetapi dalam air laut, air selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan-hewan yang menjadi sumber penularan leptospirosis ialah tikus, babi, sapi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, insektivora (landak, kelelawar, tupai), sedangkan rubah dapat menjadi karier leptospira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah (lumpur), tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan-hewan penderita leptospirosis.Bakteri leptospira masuk ke dalam tubuh melaui selaput lendir (mukosa) mata, hidung atau kulit yang lecet dan kadang-kadang melalui saluran pencernaan dari makanan yang terkontaminasi oleh urine tikus yang terinfeksi leptospira. Masa inkubasi Leptospirosis 4-19 hari, rata-rata 10 hari. Penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leptospirosis tersebar baik di Indonesia maupun di Luar negeri. Di Indonesia Leptospirosis ditemukan antara lain di propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Sumtera Barat, Sumatera Utara, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara,Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Leptospirosis umumnya menyerang para petani, pekerja perkebunan, pekerja tambang/selokan, pekerja rumah potong hewan dan militer. Di samping itu tidak sedikit pula yang menyerang para penggemar olahraga renang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patogenesis&lt;br /&gt;Masuknya kuman Leptospirosis pada tubuh hospes melalui selaput lendir, luka-luka lecet maupun melalui kulit menjadi lebih lunak karena terkena air. Kemudian, kuman akan dibawa ke berbagai bagian tubuh dan memperbanyak diri terutama di dalam hati, ginjal, kelenjar mamae dan selaput otak. Kuman tersebut dapat ditemukan di dalam atau di luar sel-sel jaringan yang terkena. Pada beberapa tingkatan penyakit dapat ditemukan fase leptospiremia, yang biasanya terjadi pada minggu pertama setelah infeksi. Beberapa servoar menghasilkan endotoksin, sedangkan servoar lainnya menghasilkan hemolisin, yang mampu merusak dinding kapiler pembuluh darah. Pada proses infeksi yang berkepanjangan reaksi imunologik yang timbul dapat memperburuk keadaan hingga kerusakan jaringan makin parah. Berbeda dengan infeksi oleh kuman-kuman lain, pada leptospirosis tidak dibebaskan eksotoksin oleh kuman leptospira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leptospira hidup dengan baik didalam tubulus kontortus ginjal. Kemungkinan kuman tersebut akan dibebaskan melalui air kemih untuk jangka waktu yang lama, meskipun kadar antibodi penderita cukup tinggi dan banyak sel-sel penghasil zat kebal dapat ditemukan di tempat-tempat yang mengalamai infeksi. Sampai sekarang tidak ada uraian yang dapat menjelaskan kejadian tersbut. Kematian terjadi karena septimia, anemia hemolitika, kerusakan hati karena terjadinya uremia. keparahan penderita bervariasi tergantung pada umur serta servoar leptospira penyebab infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Klinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Stadium pertama&lt;br /&gt;         1. Demam, menggigik&lt;br /&gt;         2. Sakit kepala&lt;br /&gt;         3. Malaise&lt;br /&gt;         4. Muntah&lt;br /&gt;         5. Konjungtivis&lt;br /&gt;         6. Rasa nyeri pada otot terutama otot betis dan punggung. Gejala-gejala tersebut akan tampak antara 4-9 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Gejala-gejala karakteristik sebagai berikut :&lt;br /&gt;         1. Konjungtivis tanpa disertai eksudat serous/purulent&lt;br /&gt;         2. Kemerahan pada mata&lt;br /&gt;         3. Rasa nyeri pada otot-otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Gejala ini biasanya terjadi pada hari ketiga sampai keempat setelah penyakit tersebut muncul.&lt;br /&gt;    * Stadium kedua&lt;br /&gt;         1. Pada stadium ini biasanya telah terbentuk antibodi di dalam tubuh penderita&lt;br /&gt;         2. Gejala-gejala yang tampak pada stadium ini lebih bervariasi dibanding pada stadium pertama antara lain ikterus (kekuningan)&lt;br /&gt;         3. Apabila demam dan gejala-gejala lain timbul lagi, besar kemungkinan akan terjadi meningitis&lt;br /&gt;         4. Biasanya stadium ini terjadi antara minggu kedua dan keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menurut beberapa klinikus, penyakit ini juga dapat menunjukkan gejala klinis pada stadium ketiga (konvalesen phase). Komplikasi leptospirosis dapat menimbulkan gejala-gejala berikut :&lt;br /&gt;         1. Pada ginjal,renal failure yang dapat menyebabkan kematian&lt;br /&gt;         2. Pada mata, konjungtiva yang tertutup menggambarkan fase septisemi yang erat hubungannya dengan keadaan fotobia dan konjungtiva hemorrhagic&lt;br /&gt;         3. Pada hati, jaundice (kekuningan) yang terjadi pada hari keempat dan keenam dengan adanya pembesaran hati dan konsistensi lunak&lt;br /&gt;         4. Pada jantung, aritmia, dilatasi jantung dan kegagalan jantung yangd apat menyebabkan kematian mendadak&lt;br /&gt;         5. Pada paru-paru, hemorhagic pneumonitis dengan batuk darah, nyeri dada, respiratory distress dan cyanosis&lt;br /&gt;         6. Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah (vascular damage) dari saluran pernapasan, saluran pencernaan, ginjal dan saluran genitalia&lt;br /&gt;         7. Infeksi pada kehamilan menyebabkan abortus, lahir mati, premature dan kecacatan pada bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;Pengobatan terhadap penderita leptospirosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik seperti Penisilin, Streptomycin, Tetracycline atau Erythromycin. Dari bermacam-macam antibiotik yang tersebut diatas, menurut Turner, pemberian penisilin atau tetracycline dosis tinggi dapat memberikan hasil yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengobati penderita leptospirosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pemberian suntikan Benzyl (crystal) Penisilin akan efektif jika secara dini pada hari ke 4-5 sejak mulai sakit atau sebelum terjadi jaundice dengan dosis 6-8 megaunit secara 1.v, yang dapat secra bertahap selama 5-7 hari&lt;br /&gt;    * Selain cara diatas, kombinasi crystalline dan procaine penicillin dengan jumlah yang sama dapat diberikan setiap hari dengan dosis 4-5 megaunit secara i.m, separuh dosis dapat diberikan selama 5-6 hari. Procaine penicillin 1,5 megaunit i.m, dapat diberikan secara kontinue selama 2 hari setelah terjadi albuminuria&lt;br /&gt;    * Untuk penderita yang alergi terhadap penicilline dapat diberikan antibiotik lain yaitu Tetracycline atau Erythromycine. Tetapi kedua antibiotik tersebut kurang efektif dibanding Penicilline. Tetracycline tidak dapat diberikan jika penderita mengalami gagal ginjal. Tetracycline dapat diberikan secepatnya dengan dosis 250 mg setiap 8 jam i.m atau i.v selama 24 jam, kemudian 250-500 mg setiap 6 jam secara oral selama 6 ahri. Erythromycine diberikan dengan dosis 250 mg setiap 6 jam selama 5 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kematian akibat penyakit Leptospirosis termasuk tinggi, bisa mencapai 2,5-16,45% (rata-rata 7,1%). Pada usia lebih dari 50th malah kematian bisa sampai 56%. penderita Leptospirosis yang disertai selaput mata berwarna kuning (kerusakan jaringan hati), resiko kematian akan lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan leptospirosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pendidikan kesehatan mengenai bahaya serta cara menular penyakit, berperan dalam upaya pencegahan penyakit leptospirosis&lt;br /&gt;    * Usaha-usaha lain yang dapat dianjurkan antara lain mencuci kaki, tangan serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah&lt;br /&gt;    * Pembersihan tempat-tempat air dan kolam-kolam renang sangat membantu dalam usaha mencegah penyakit leptospirosis&lt;br /&gt;    * Melindungi pekerja-pekerja yang dalam pekerjaannya mempunyai resiko yang tinggi terhadap Leptospirosis dengan penggunaan sepatu bot dan sarung tangan&lt;br /&gt;    * Vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan dan hewan ternak dengan vaskin strain lokal&lt;br /&gt;    * Mengisolasi hewan-hewan sakit guna melindungi masyarakat, rumah-rumah penduduk serta daerah-daerah wisata dari urine hewan-hewan tersebut&lt;br /&gt;    * Pengamatan terhadap hewan rodent yang ada disekitar penduduk, terutama di desa dengan melakukan penangkapan tikus untuk diperiksa terhadap kuman Leptospirosis&lt;br /&gt;    * Kewaspadaan terhadap leptospirosis pada keadaan banjir&lt;br /&gt;    * Pemberantasan rodent (tikus) dengan peracunan atau cara-cara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkecil angka kematian sebaiknya semua suspect (tersangka) penderita Leptospirosis segera dibawa ke Puskesmas/rumah sakit yang terdekat untuk segera mendapati pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Sub Dit Zoonosis, Dit Jen PPM &amp; PL, Depkes RI&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Kesehatan Depkes RI/Nty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-3550300555927056497?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/3550300555927056497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=3550300555927056497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3550300555927056497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/3550300555927056497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/penanggulangan-leptospirosis-di.html' title='Penanggulangan Leptospirosis di Indonesia'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2798916072775893416</id><published>2007-04-01T06:58:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:01:26.113+08:00</updated><title type='text'>Minuman Favorit, Perusak Tubuh</title><content type='html'>Minuman yang kerap diijadikan minuman favorit di segala acara ini cukup digandrungi kawula muda, tidak terkecuali anak-anak dan orang tua. Bila tidak merasakan segarnya soft drink lidah terasa hambar. Dan bisa jadi Anda di cap sebagai orang kampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soft drink kini telah populer di Amerika dan merupakan minuman favorit penduduk di sana, sehingga minuman ini telah menggeser minuman klasik seperti kopi, teh dan aneka jus. orang Amerika sendiri mampu meneguk dua kaleng lebih per hari sejak 25 tahun silam, dan rata-rata menghabiskan 56 galon setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak masuk akal, namun kenyataannya, rata-rata orang Amerika minum lebih banyak soft drink ketimbang air putih. Gaya hidup seperti ini tidak hanya terjadi di Amerika, di belahan dunia lain, soft drink juga lebih banyak digemari ketimbang air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman berbau soft drink bukanlah minuman tanpa resiko. Di balik kesegaran dan kenyamanan soft drink tersimpan berbagai zat perusak kesehatan. Soft drink mengandung zat pewarna buatan, memiliki bau kimia karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet dan kafein.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia juga mengandung zat gula berlebih. Minuman karbonat ini adalah sumber gula terbesar dalam diet orang Amerika, yaitu lebih dari sepertiga total konsumsi gula. Kandungan gula di minuman soft drink rata-rata sebesar 8-12 sendok teh. Jumlah sebesar itu berbahaya bagi kesehatan Jadi beruntunglah Anda yang belum mendewakan minuman yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya soft drink bila dikonsumsi berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Melemahkan sistem imunitas&lt;br /&gt;      Gula yang terkandung didalam soft drink adalah salah satu alasan mengapa sering terjadinya flu dan infeksi pada pecandunya. Seorang ilmuan telah membuktikan dan menunjukkan bahwa gula dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Soft drink yang mengandung 12 sendok teh gula, cukup melemahkan kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat. Yaitu sebesar 60 persen untuk selama 5 jam. Ketika Anda sering mengkonsumsi soft drink setiap hari dan makanan bergula lainnya berakibat sel-sel darah putih tidak bekerja efektif untuk beberapa jam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Nutrisi tidak seimbang&lt;br /&gt;      Banyak minuman soft drink mengandung kalori berlebih yang berasal dari gula, tetapi tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. dengan minum 2 atau 3 kaleng soft drink berdampak mengurangi asupan makanan bergizi Anda dan meminimalisasi zat gizi yang masuk ke dalam tubuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi soft drink dalam jumlah banyak dapat menyebabkan asupan vitamin B esensial dan mineral seperti kalsium, tembaga (copper) dan chromium menjadi rendah, serta meningkatnya kalori, lemak, dan gula, akibatnya pecandu soft drink menderita malnutrisi. Kini masalah ini menjadi perhatian para pakar kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Kalori berlebih&lt;br /&gt;      Minum soft drink berlebih, artinya mengkonsumsi gula berlebih, tentu kadar gula yang masuk ke dalam tubuh juga lebih banyak. Peningkatan mengkonsumsi minuman soft drink dalam waktu yang lama akan beresiko mengalami obesitas. Dimana setiap kaleng soft drink memuat 150 kalori. Setiap tahun, rata-rata orang Amerika menghabiskan lebih dari 64 ribu kalori gula dari soft drink saja. Jika mengkonsumsi lebih dari 3500 kalori dalam sekali periode waktu dapat mengakibatkan kegemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sebuah penelitian pada 75 ribu ibu ditemukan, mereka yang mengkonsumsi makanan dengan pemanis buatan berhubungan signifikan dengan mengalami kegemukan di kemudian hari dibandingkan dengan ibu yang sama sekali tidak menggunakan pemanis buatan. Di penelitian yang lain dengan mengejutkan ditemukan, peminum soda makanan menjadi gemuk ketimbang mereka yang tidak minum sama sekali minuman soft drink yang mengandung pemanis dan gula. Mereka menyimpulkan bahwa pemanis buatan membangkitkan rasa lapar dan selera makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Laporan dari The Lancet, sebuah Jurnal Kedokteran Inggris, sebuah tim peneliti Harvard mempresentasikan bukti pertama hubungan mengkonsumsi soft drink dengan kegemukan pada anak-anak. Mereka menemukan bahwa anak-anak usia 12 tahun yang minum secara teratur lebih memungkinkan mengalami over weight ketimbang yang tidak mengkonusmsi soft drink. Untuk setiap tambahan setiap hari dari gula pemanis soft drink yang dikonsumsi selama hampir dua tahun penelitian, resiko obesitas meningkat 1,6 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Mengandung zat lain&lt;br /&gt;      Hampir semua soft drink berisi tambahan pewarna kimia, bau dan bahan pengawet. Selama tahun 1996, diperkirakan bahwa seluruh dunia, orang minum 20,6 juta ton kimia dari soft drink saja, sekitar 9 pound atau 4 kg per orang. Kini beberapa bahan tambahan soft drink memunculkan masalah kesehatan yang serius. Diantaranya bahan tambahan tersebut adalah kafein. Enam dari 7 soft drink yang populer mangndung kafein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Mengandung kafein&lt;br /&gt;      Anda sudah umum mendengar bahwa seharusnya minum 8 gelas air putih setiap hari untuk mendapatkan kesehatan maksimal. Nasehat tersebut acapkali diabaikan dengan alasan pilihan minuman di luar rumah lebih menarik. Padahal minuman populer seperti cola, kopi, teh dan minuman beralkohol sebetulnya dapat mengakibatkan Anda dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Minuman tersebut tampak sepintas banyak mengandung air, namun sebetulnya minuman tersebut berkafein yang bekerja seperti diuretik, yang sebetulnya mengeluarkan air dari tubuh Anda. Biasanya gejala yang sering dirasakan adalah merasa lelah, kulit kering, gangguan pencernaan dan sakit kepala. Kafein juga menyebabkan kecemasan, sulit tidur, lekas marah dan detak jantng bergerak cepat. resiko osteoporosis juga meningkat. dimana minuman berkafein menunjukkan peningkatan kehilangan kalsium tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Namun jika ada soft drink bebas kafein, kebanyakan minuman ini mengandung asam fosfat (phosphoric acid). Phosfor berkombinasi dengan kalsium dapat mengikis simpanan kalsium di tubuh yang dibuang lewat ginjal. Keadaan ini berakibat dapat berakibat menderita osteoprosis dan kearpuhan tulang. Minuman yang menyegarkan seperti soft drink ini juga dapat menyebabkan meningkatnya resiko menderita batu ginjal dan mempermudah terjadinya gigi berlubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sebetulnya mudah sekali solusi untuk tidak kecanduan minuman soft drink agar terhindar dari gangguan kesehatan, yaitu segeralah menghindari minuman bersoda tersebut atau meminimal mengurangi kecanduan mengkonsumsi soft drink. Yaitu dengan menikmati air putih yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2798916072775893416?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2798916072775893416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2798916072775893416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2798916072775893416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2798916072775893416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/minuman-favorit-perusak-tubuh.html' title='Minuman Favorit, Perusak Tubuh'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6934720451713751640</id><published>2007-04-01T04:49:00.000+08:00</published><updated>2007-04-18T04:51:05.541+08:00</updated><title type='text'>ITS Temukan Cara Deteksi Golongan Darah Lewat Komputer</title><content type='html'>Mahasiswa Institut Teknologi Surabaya (ITS) menemukan cara deteksi golongan darah lewat komputer. Peranti yang digunakan, jaringan syaraf tiruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini dihasilkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan akan diikutkan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Negeri Lampung pada Juli mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini, pemeriksaan atau penentuan golongan darah ditentukan berdasarkan proses pengenalan pola pembekuan setelah diberi reagen antigen," ujar salah seorang penemu, Bagus Arianandhika, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara baru itu merupakan hasil karyanya bersama rekannya Achmad Fatkhur Rokhman, Arief Furqon, Agatha Septiandika Putri, dan Nanang Kurniawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil karya itu sudah kami pamerkan pada 14-15 April lalu dengan judul Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan untuk Mendeteksi Golongan Darah Manusia dengan Menggunakan Pengolahan Citra," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PKM lainnya yang juga tidak kalah menariknya adalah Penyangga Sepeda Motor Otomatis untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Berkendara karya Muchamad Ghofar Efendi, Agustian Sulistyoadi, Deny Ghofar Fanani, Rachman Alfi Shaladin, dan Andik Riyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyangga otomatis itu dibuat untuk membantu para penyandang cacat serta masyarakat yang memiliki tinggi badan yang kurang, atau bisa digunakan ketika pengendara memasuki daerah banjir, sehingga kaki bisa diangkat dengan aman dan tidak basah," kata mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Deny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pembuatan penyangga otomatis itu terinspirasi dari ketidaknyamanan seorang penyandang cacat atau mereka yang memiliki tubuh pendek saat mengendarai sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan penyangga itu mereka tidak akan kesulitan mengendarai sepeda motor. Bukan hanya itu, saat hujan misalnya, banyak pengendara yang sering menaikkan kakinya di atas mesin. Dengan penyangga ini mereka tidak perlu khawatir untuk jatuh," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pembantu Rektor (PR) III ITS, Dr Ir Achmad Jazidie MEng, menyatakan pameran 59 hasil karya PKM mahasiswa ITS itu merupakan persiapan untuk menyambut kedatangan tim penilai dari Dirjen Dikti Depdiknas yang telah mendanai puluhan PKM ITS itu senilai Rp318 juta lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mentargetkan sedikitnya 20 dari 59 judul PKM yang dipamerkan itu akan dapat lolos untuk maju ke ajang PIMNAS 2007 di Lampung," ujar mantan Ketua Jurusan Teknik Elektro ITS itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pameran PKM pada 14-15 April itu, katanya, akan dapat melihat persiapan dan hasil yang telah dikerjakan para mahasiswa sebelum kedatangan tim penilai dari Jakarta pada Mei mendatang, sekaligus membuka datangnya masukan dari sesama mahasiswa dan para dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6934720451713751640?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6934720451713751640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6934720451713751640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6934720451713751640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6934720451713751640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/04/its-temukan-cara-deteksi-golongan-darah.html' title='ITS Temukan Cara Deteksi Golongan Darah Lewat Komputer'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-7880378834241063363</id><published>2007-03-31T22:56:00.000+08:00</published><updated>2007-03-31T22:59:38.828+08:00</updated><title type='text'>Kampanye Nasional Tuberculosis (TB) 2007</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Memasyarakatkan Gejala Utama TB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang berbahaya namun pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut masih sangat beragam sehingga diperlukan suatu kampanye khusus untuk menyebarluaskan informasi tentang TB.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengetahuan Masyarakat tentang TB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdasarkan Survei Prevalensi Tuberkulosis 2004 yang juga memuat penelitian KAP (Knowledge, Attitude and Practice) ditemukan bahwa hanya 26% responden yang mengetahui tentang dua gejala utama TB. Ketika hal ini diteliti kembali dalam penelitian kualitatif pra produksi iklan, para responden ternyata secara konsisten mengkaitkan tuberkulosis dengan batuk berdarah, batuk yang lama (lebih dari dua minggu) sebagai gejala awal TB belum diketahui secara luas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu, masyarakat ternyata tidak mengetahui bahwa TB disebabkan oleh bakteri sehingga mereka menganggap bahwa merokok, polusi dan kondisi lingkungan yang tidak bersih merupakan penyebab utama penyakit ini. Di beberapa daerah, masih ada kepercayaan bahwa TB adalah penyakit keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fokus pada Gejala Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya kesenjangan pengetahuan ini, kampanye media TB perlu memfokuskan perhatian publik terhadap gejala utama TB. Selain itu, pesan yang disampaikan haruslah menarik dan mampu bersaing dengan iklan-iklan komersial lainnya.&lt;br /&gt;Untuk menyederhanakan informasi tentang gejala utama ini, tim kreatif mengusung tema 3B: Bukan Batuk Biasa. Pesan yang sangat pendek ini terbukti mudah diingat dan dimengerti. Dengan tema 3B, masyarakat diingatkan bahwa batuk merupakan gejala yang harus diwaspadai. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya iklan yang saat ini beredar di berbagai media massa merupakan tantangan tersendiri bagi tim kreatif untuk mengembangkan konsep iklan yang dianggap cukup menarik. Pada awalnya, sekitar lima konsep dikembangkan oleh tim kreatif dan dua yang terbaik diujicobakan kepada khalayak sasaran. Hasilnya, masyarakat ternyata lebih menyukai iklan yang bertema dangdut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenapa dangdut? "Karena lewat  ide ini kita mencoba untuk 'memperkenalkan kembali' penyakit TB dengan cara semenarik mungkin" jelas Panata Harianja, creative director yang menggagas konsep iklan layanan masyarakat TB.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut pengamatan Panata, banyak iklan-iklan layanan masyarakat yang disajikan secara tipikal sehingga dalam beberapa detik pertama saja kita tahu itu iklan layanan masyarakat. Padahal, iklan layanan masyarakat itu harus secara ketat bersaing dengan iklan-iklan non layanan masyarakat yang bujetnya lebih besar, memakai bintang yang cantik dan ganteng, lokasi syuting yang eksotis, dan sebagainya. Kesimpulannya, jika iklan layanan masyarakat gagal menarik perhatian, maka semakin berat usaha untuk mengubah perilaku masyarakat ke arah perilaku hidup sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cakupan Kampanye&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kampanye media secara nasional ini akan dilaksanakan sepanjang tahun 2007 dan akan diluncurkan pada acara puncak peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tanggal 24 Maret 2007 yang rencana akan digelar di Makassar atas kerja sama Subdirektorat TB dan Universitas Hasanuddin. Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, SpJP (K) dijadwalkan untuk hadir dalam kegiatan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kampanye ini mencakup pemutaran iklan layanan masyarakat di televisi dan radio, pemuatan advertorial di koran dan majalah, serta pembuatan dan distribusi materi komunikasi, informasi dan edukasi berupa leaflet, poster dan spanduk di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;Khusus seputar Hari Tuberkulosis Sedunia, diadakan berbagai kegiatan talkshow di televisi dan radio, serta pagelaran musik di beberapa kota: Jakarta, Makassar, Kupang, dan Medan. Kegiatan off-air musik ini merupakan bentuk penyuluhan kesehatan tentang tuberkulosis yang dikemas secara menghibur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain kegiatan kampanye iklan, kegiatan advokasi juga digalakkan di berbagai daerah untuk memperoleh dukungan dari pemerintah daerah dalam penanggulangan penyakit TB. Kegiatan advokasi mencakup seminar, kunjungan ke rumah-rumah mantan pasien oleh para pemangku kebijakan, serta serah terima simbolis materi KIE Tuberkulosis di tingkat daerah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menjelang akhir tahun 2007 nanti, fokus kampanye akan beralih ke masalah koinfeksi TB - HIV sesuai dengan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember.    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-7880378834241063363?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/7880378834241063363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=7880378834241063363' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7880378834241063363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/7880378834241063363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/kampanye-nasional-tuberculosis-tb-2007.html' title='Kampanye Nasional Tuberculosis (TB) 2007'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1834432235935113449</id><published>2007-03-31T22:53:00.000+08:00</published><updated>2007-03-31T22:55:39.410+08:00</updated><title type='text'>Peringatan Hari TB Sedunia 2007</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Awal Sakit, Gejala Tidak Khas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;WASPADAI Tiga B (TB), bukan batuk biasa. Iklan layanan masyarakat ini beberapa hari terakhir menghiasi media massa. Peringatan tersebut berkaitan dengan Hari TB Sedunia (World’s TB Day) yang jatuh hari ini, 24 Maret. Apalagi, menurut data dari Koalisi untuk Indonesia Sehat, setiap empat menit satu orang meninggal akibat TB di Indonesia. Negara kita ini menduduki peringkat ketiga setelah India dan Tiongkok dalam kasus TB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TB atau lebih dikenal sebagai TBC (tuberkulosis) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini terdeteksi pada 24 Maret 1882 oleh Robert Koch. Itu sebabnya, TB di dunia medis juga dikenal sebagai Koch pulmonum. (Penularan TB, lihat grafis: Perjalanan Mycobacterium Tuberculosis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri ini sering masuk, terkumpul, dan berkembang biak di dalam paru-paru. Terutama pada orang berdaya tahan tubuh rendah. Selain itu, bakteri tersebut dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, infeksi TB dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, serta kelenjar getah bening. "Namun, organ tubuh yang paling sering terkena TB memang paru-paru," kata dr Endro Sukmono SpP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang diserang paru-paru, maka pada kondisi yang cukup parah, TB dapat mengganggu pernapasan. "Sebab, paru-paru merupakan jalan masuknya oksigen sekaligus jalan keluarnya karbondioksida," ujar Endro. Ketika berhasil menginfeksi paru-paru, kuman dengan segera akan tumbuh dan berkembang biak. Serangkaian reaksi imunologis tubuh berusaha menghambat bakteri TB. Caranya melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri. Mekanisme "benteng" itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut. Efeknya, bakteri TB akan istirahat. Bentuk mirip bercak inilah yang sebenarnya terlihat saat pemeriksaan foto rontgen. Itu sebabnya, orang awam menyebutnya sebagai flek paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebagian orang dengan sistem imun (daya tahan) yang baik, bentuk ini akan menetap sepanjang hidupnya. Pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuberkel berupa tonjolan membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nanti menjadi sumber produksi dahak. "Seseorang yang memproduksi dahak sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TB," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita TB yang sudah melakukan perawatan dan pengobatan dapat sembuh. TB dikatakan sembuh bila tuberkel mengeras sebagai akibat endapan kalsium. Hal ini dapat dilihat jelas dengan foto rontgen dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, orang cenderung mengidentikkan TB dengan batuk. Padahal tidak demikian. Menurut Endro, batuk baru bisa terjadi bila kondisi alveoli (kantong paru) sudah cukup parah. "Selama infeksi awal, tuberkulosis paru jarang menimbulkan gejala," kata Endro. Namun, pada beberapa penderita, timbul gejala yang tidak khas. Seperti kelelahan tanpa sebab, badan lemah, tidak semangat, mudah letih bila sedikit bekerja, tidak nafsu makan, berat badan menurun, berkeringat pada waktu malam, serta demam ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila infeksinya berlanjut, gejala-gejala tersebut menjadi lebih hebat. Seperti dada terasa sakit dan sesak, batuk-batuk menjadi makin hebat, mengeluarkan dahak, bahkan ludah yang bercampur dengan darah dapat dibatukkan keluar. "Dahak sangat menular karena mengandung jutaan kuman TB," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tindakan pencegahan TB adalah dengan vaksinasi BCG. Vaksinasi tersebut tidak selalu dapat menjamin perlindungan terhadap infeksi penyakit itu. Namun, dapat membantu menurunkan risiko terkena tuberkulosis hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1834432235935113449?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1834432235935113449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1834432235935113449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1834432235935113449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1834432235935113449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/peringatan-hari-tb-sedunia-2007.html' title='Peringatan Hari TB Sedunia 2007'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2625019701661481977</id><published>2007-03-30T06:11:00.000+08:00</published><updated>2007-03-31T06:12:45.722+08:00</updated><title type='text'>Tegakah Petugas Kesehatan Memungut Biaya Orang Miskin?</title><content type='html'>Sudah sejak awal kemerdekaan kita melaksanakan pembangunan kesehatan. Selama masa Orde Baru, bahkan sampai beberapa pelita kita bangun kesehatan masyarakat kita. Sudah terjadi banyak sekali kemajuan yang dicapai, memang. Tetapi, masalah utama kesehatan masyarakat kita, yaitu yang ditunjukkan dengan indikator angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan status gizi balita, tampaknya masih jauh dari harapan. Apalagi, jika kemudian kita tengok kiri-kanan di mana kesehatan masyarakat negara-negara Jiran ternyata telah jauh di atas kesehatan masyarakat kita. Angka kematian ibu kita yang sebesar 262 per 100.000 kelahiran hidup boleh dikatakan merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Demikian pun angka kematian bayi yang sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup dan persentase balita dengan gizi kurang yang sebesar 26,5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci penting bagi peningkatan status kesehatan masyarakat adalah tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Pelayanan kesehatan, sebagai komoditas yang berbentuk jasa, pada hakikatnya melekat dalam diri orang-orang yang menyelenggarakannya. Dengan demikian, menyediakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat identik dengan mengirimkan para penyelenggara pelayanan kesehatan ke tempattempat yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Idealnya, sedekat mungkin dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita semua maklum bahwa negara kita ini begitu luas tersebar dalam bentuk pulau-pulau dan keadaan geografi di sebagian pulau itu sulit. Dengan begitu, sangat banyak masyarakat yang berada di tempat-tempat yang, menurut terminologi yang kita gunakan, tinggal di daerah terpencil dan sangat terpencil. Beratus-ratus komunitas tinggal di antara bukit-bukit dan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan di Papua dan Kalimantan. Beratus-ratus komunitas pula tinggal di pulau-pulau di tengah gelombang laut di Kepulauan Riau, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lalu, kita memiliki undang-undang wajib kerja sarjana yang dapat "memaksa" para dokter untuk bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil dan sangat terpencil itu. Tetapi, saat ini undang-undang tersebut telah dicabut dengan alasan melanggar hak asasi manusia. Apalagi, selama bertahun-tahun ternyata yang mematuhi undang-undang tersebut memang hanya sarjana kesehatan, khususnya dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sekarang semuanya terserah kepada semangat kebangsaan para dokter apakah mereka rela membiarkan sebagian anggota bangsa ini tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebenarnya merupakan hak mereka. Saat ini, Departemen Kesehatan masih menyelenggarakan program penempatan dokter dan bidan sebagai pegawai tidak tetap. Namun demikian, ini bukanlah pewajiban atau pemaksaan, melainkan sekadar upaya untuk menarik para dokter dan bidan bekerja di tempat-tempat terpencil dan sangat terpencil, melalui pemberian insentif. Betapa pun, bukan hanya insentif yang akan berperan, tetapi lebih banyak semangat pengabdian para dokter dan bidan yang akan menentukan keberhasilan program ini. Jika rasa nasionalisme mereka masih tinggi, tentunya mereka bersedia untuk mengabdikan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya bagi peningkatan kesehatan bangsa atau masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah keterpencilan,sebagian (cukup banyak, yaitu lebih kurang 20%) masyarakat kita juga berada dalam keadaan miskin. Dari data yang ada diketahui bahwa sebagian besar dari mereka dalam keadaan sakit. Akankah mereka ini kita biarkan sakit dan bahkan meninggal dunia? Departemen Kesehatan telah menyelenggarakan program subsidi pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Melalui PT Asuransi Kesehatan, dana subsidi itu dikelola sehingga bagi masyarakat miskin tersedia pelayanan kesehatan gratis di puskesmas dan di bangsal kelas III rumah sakit. Akankah program ini berhasil? Sekali lagi, rasa kebangsaan kita terpanggil untuk menyukseskannya. Tegakah para petugas kesehatan yang melayani orangorang miskin untuk masih memungut juga uang dari para dhuafa itu? Tegakah orang-orang yang sesungguhnya tldak miskin ikut "menjarah" bantuan untuk orang-orang miskin dengan berpura-pura sebagai orang miskin? Jika rasa tega itu masih ada, kita patut mempertanyakan, ke mana rasa kebangsaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya memang memerlukan uang. Sementara itu, kemampuan pemerintah sangat terbatas sehingga anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan kesehatan sangat kecil. Padahal, kesehatan itu selain berkaitan dengan produktivitas dan intelektualitas, juga berkaitan dengan mati/hidup atau nyawa manusia. Mereka yang sakit (terutama kaum miskin) harus disembuhkan, dan mereka yang tidak sakit harus dijaga agar tetap tidak sakit. Berkaitan dengan rasa nasionalisme, pertanyaannya adalah; tegakah Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah (termasuk DPRD), membiarkan bangsa sendiri teraniaya karena bodoh, tidak produktif, dan bahkan kehilangan nyawa? Pemerintah Daerah dengan APBD-nya saat ini rata-rata hanya mengalokasikan 5% saja untuk pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, katakan Pemerintah memang sangat terbatas kemampuannya di bidang keuangan sehingga belum mampu mengalokasikan dana lebih banyak. Tapi, bukankah sebagian besar dari kita (lebih kurang 80%) bukan orang miskin? Bukankah dengan demikian mereka sebenarnya mampu membiaysi sendiri pelayanan kesehatannya? Bukankah mereka dapat menyumbangkan uangnya yang tidak terpakai (karena tidak pernah sakit) untuk menolong mereka yang sakit? Apa lagi jika yang sakit itu orang-orang miskin? Pertanyaan-pertanyaan itu mengandung konotasi rasa kebangsaan. Orang-orang yang tidak miskin dituntut untuk memiliki jiwa besar, memanfaatkan pelayanan kesehatan bangsa sendiri (bukan beramai-ramai berobat ke luar negeri, misalnya), agar pelayanan kesehatan itu berangsur-angsur maju. Jika mereka terus membelanjakan uang di luar negeri sambil mencaci maki buruknya pelayanan kesehatan bangsa sendiri, kita patut pertanyakan seberapa tebal rasa kebangsaannya. Kapan pelayanan kesehatan bangsa sendiri akan maju jika kita tidak pernah ikut peduli mengupayakannya? Memang diakui bahwa pelayanan kesehatan kita masih memiliki banyak kekurangan. Tetapi, untuk memperbaikinya, siapa yang harus bercucur keringat kalau bukan kita sendiri? Perdagangan bebas sudah mulai mengepakkan sayapnya. Beberapa pelayanan kesehatan milik bangsa lain sudah mulai masuk ke bangsa kita, dan akan semakin banyak yang masuk jika diri kita sebagai sekadar bangsa "bangsa konsumen". Pada gilirannya, pelayanan kesehatan bangsa sendiri akan terdesak dan mati, dan pada saat itu kita akan "dijajah" oleh bangsa -bangsa lain di bidang pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mampu memang relatif jarang menderita sakit. Oleh karena itu, dari mereka sebenarnya diharapkan keikhlasan, dilandasi, rasa kebangsaan, untuk menyumbangkan sebagian anggaran biaya sakitnya (yang tidak terpakai karena sehat) kepada mereka yang sakit. Solidaritas ini akan dapat diwujudkan jika kita semua bersedia untuk ikut serta dalam asuransi kesehatan, dalam tatanan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 40 tahun 2001, SJSN ini akan diberlakukan, di mana semua orang wajib mengikuti jaminan pemeliharaan kesehatan. Keberhasilannya, sekali lagi, terpulang kepada rasa kebangsaan kita. Jika kita ingin segera bangkit bersama-sama melalui sehat bersama-sama agar bangsa ini segera terlepas dari keterpurukan, semua orang harus bersedia mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sebagian anak bangsa yang masih miskin, selain mendapat subsidi dari Pemerintah, juga subsidi dari sesamanya (subsidi silang). Di sini akan berlaku semboyan "Bersama Kita Bisa!" Demikian sekelumit ajakan saya untuk bersama-sama merenung di hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Semoga dengan ajakan ini, kita semua menyadari bahwa pelayanan kesehatan juga memerlukan sentuhan rasa kebangsaan atau nasionalisme kita semua. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2625019701661481977?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2625019701661481977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2625019701661481977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2625019701661481977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2625019701661481977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/tegakah-petugas-kesehatan-memungut.html' title='Tegakah Petugas Kesehatan Memungut Biaya Orang Miskin?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1136398046644466165</id><published>2007-03-15T01:47:00.000+08:00</published><updated>2007-03-31T06:15:32.993+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Asma dan Fakta Yang Belum Terungkap Di Belakangnya</title><content type='html'>Angka kejadian asma terus meningkat tajam beberapa tahun terahkir. Penyakit asma terbanyak terjadi pada anak dan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Alergi dapat menyerang semua organ dan fungsi tubuh tanpa terkecuali. Disamping itu banyak permasalahan kesehatan lain yang menyertai berupa gangguan organ tubuh lain, gangguan perilaku dan permaslahan kesehatan lainnya, Sayangnya permasalahan tersebut belum banyak terungkap. Gangguan tersebut tampaknya sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan penderita asma yang sudah banyak mengalami gangguan. Selama ini informasi tentang asma mungkin hanya seputar pencegahan, gejala di saluran napas dan pengobatan asma.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab. Yang paling sering karena faktor atopi atau alergi. Penyakit ini sangat berkaitan dengan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek anak menderita astma bisa diturunkan ke anak. Faktor-faktor penyebab dan pemicu asma antara lain debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain. Beberapa makanan penyebab alergi makanan seperti susu sapi, ikan laut, buah-buahan, kacang juga dianggap berpernanan penyebab asma. Polusi lingkungan berupa peningkatan penetrasi ozon, sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksid (NOX), partikel buangan diesel, partikel asal polusi (PM10) dihasilkan oleh industri dan kendaraan bermotor. Makanan produk industri dengan pewarna buatan (misalnya tartazine), pengawet (metabisulfit), dan vetsin (monosodium glutamat-MSG) juga bisa memicu asma. Kondisi lain yang dapat memicu timbulnya asma adalah aktifitas, penyakit infeksi, emosi atau stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERMASALAHAN PENDERITA ASMA&lt;br /&gt;Sering kambuh dan berulangnya keluhan asma, sehingga orang tua frustasi akhirnya ”shopping” atau berpindah-pindah dari satu dokter ke dokter lainnya. Hal ini dilakukan karena sering kali keluhan alergi pada anak tersebut sering kambuh meskipun diberi obat yang paling mahal dan paling baik. Bila penatalaksanaan tidak dilakukan secara baik dan benar maka keluhan alergi atau asma akan berulang dan ada kecenderungan membandel. Berulangnya kekekambuhan tersebut akan menyebabkan meningkatnya pengeluaran biaya kesehatan. Tetapi yang harus lebih diperhatikan adalah meningkatkannya resiko untuk terjadinya efek samping akibat pemberian obat. Tak jarang penderita asma mendapatkan pengobatan antibiotika, anti alergi atau bahkan steroid dalam jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita asma beresiko mengalami terjadi reaksi anafilaksis akibat alergi makanan fatal yang dapat mengancam jiwa. Makanan yang terutama sering mengakibatkan reaksi yang fatal tersebut adalah kacang, ikan laut dan telor. Setelah mengkonsumsi makanan tertentu timbul reaksi sesak, mengi, pingsan dan gangguan kesadaran. Bila tidak segera tertolong dapat mengancam jiwa. Di Amerika Serikat dilaporkan sekitar 150 anak meninggal karena reaksi alergi makanan yang fatal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu kualitas hidup anak berupa hambatan aktivitas 30 persen, dibanding 5 persen pada anak non-asma. Asma menyebabkan kehilangan 16 persen hari sekolah pada anak-anak di Asia, 34 persen di Eropa, dan 40 persen di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita alergi dan asma sewring dikaitkan dengan gangguan gizi ganda pada anak. Gizi ganda artinya dapat menimbulkan kegemukan (berat badan lebih) atau bahkan sebaliknya terjadi malnutrisi atau berat badan kurang. Bahkan didapatkan penelitian pada penderita asma terdapat resiko gangguan pertumbuhan tinggi badan. Prostaglandin E2 (PGE2) adalah salah satu faktor lokal yang berperanan penting untuk pertumbuhan tulang. Pada penderita asma sering terjadi peningkatan platelet-activating factor (PAF) yang ternyata dapat menghambat produksi PGE2 dalam osteobast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering dijumpai bahwa penderita asma pada anak mendapatkan overdiagnosis (diagnosis berlebihan) atau overtreatment (pengobatan berlebihan). Tidak jarang ditemui penderita asma yang didiagnosis dan diobati sebagai tuberkulosis dan saat timbul infeksi saluran napas atas sering didiagnosis pnemoni (infeksi pariu-paru) hanya berdasarkan foto rontgen dada. Hasil foto rontgen asma (batuk lama), pnemoni dan tuberkulosis kadang hampir mirip karena terjadi peningkatan gambaran infiltrat paru. Bila tidak cermat maka maka sering terjadi overdiagnosis penyakit lainnya pada kasus asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penderita alergi dan asma tampak anak mudah mengalami sakit infeksi saluran napas baik berupa faringitis akut (infeksi tenggorok), tonsilitis (amandel) dan infeksi saluran napas akut lainnya. Sehingga sering didapatkan seorang anak setiap bulan harus berobat ke dokter karena sering sakit panas, batuk, pilek atau infeksi saluran napas dan mudah terkena penyakit infeksi lainnya secara berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANIFESTASI KLINIS LAIN YANG MENYERTAI&lt;br /&gt;Asma adalah salah satu manifestasi gangguan alergi. Keluhan alergi sering sangat misterius, sering berulang, berubah-ubah datang dan pergi tidak menentu. Kadang minggu ini sakit tenggorokan, minggu berikutnya sakit kepala, pekan depannya sesak selanjutrnya sulit makan hingga berminggu-minggu. Bagaimana keluhan yang berubah-ubah dan misterius itu terjadi. Ahli alergi modern berpendapat serangan alergi atas dasar target organ (organ sasaran). Reaksi alergi yang dapat menggganggu beberapa sistem dan organ tubuh anak dapat menyertai penderita asma. Organ tubuh atau sistem tubuh tertentu mengalami gangguan atau serangan lebih banyak dari organ yang lain. Mengapa berbeda, hingga saat ini masih belum banyak terungkap. Gejala tergantung dari organ atau sistem tubuh , bisa terpengaruh bisa melemah. Penderita asma juga sering disertai gangguan alergi pada organ tubuh yang lain seperti sering pilek, sinusitis, gangguan kulit (eksim), mata gatal, gangguan saluran cerna, sering sakit kepala, migrain, gangguan hormonal. Pada gangguan saluran kencing didapatkan gejala sering kencing, cistitis (infeksi saluran kencing) atau bedwetting (ngompol malam hari). Pada sistem otot dan tulang didapatkan keluhan nyeri kaki, tangan, atau kaku pada leher. Pada gangguan pembuluh darah didapatkan gejala mudah pingsan, tekanan darah rendah dan berdebar-debar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GANGGUAN SUSUNAN SARAF PUSAT&lt;br /&gt;Tak terkecuali ternyata otak ataupun susunan saraf pusat dapat terganggu oleh reaksi alergi. Reaksi alergi dengan berbagai manifestasi klinik ke sistem susunan saraf pusat dapat mengganggu neuroanatomi dan neurofungsional, Selanjutnya akan mengganggu perkembangan dan perilaku pada anak. Beberapa gangguan perilaku yang pernah dilaporkan pada penderita alergi juga pernah dilaporkan pada penderita asma. Banyak penelitian juga menyebutkan gangguan perilaku seperti gangguan emosi, agresif, gangguan tidur dan gangguan perilaku buruk lainnya sering menyertai penderita asma pada usia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tes kepribadian dapat terlihat bahwa pasien-pasien asma lebih bersifat mengutamakan tindakan fisik, lebih sulit menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial, dan mempunyai mekanisme defensif yang kurang baik. Jumlah serangan alergi yang dilaporkan oleh pasien ternyata berhubungan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Reichenberg K mengadakan pengamatan pada anak penderita asma usia 7-9 tahun, didapatkan gangguan emosi dan gangguan perilaku lainnya. Jill S Halterman, dari the University of Rochester School of Medicine di Rochester, New York, melaporkan penderita asma di usia sekolah lebih sering didapatkan perilaku sosial yang negatif seperti mengganggu, berkelahi atau melukai teman lainnya. Sebaliknya juga didapatkan perilaku pemalu dan mudah cemas. Bahkan peneliti terbaru lainnya mengungkapkan bahwa penderita asma berpotensi untuk terjadi gangguan kejiwaan, seperti depresi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma dengan berbagai mekanisme yang berkaitan dengan gangguan neuroanatomi susunan saraf pusat dapat menimbulkan beberapa manifestasi klinis seperti sakit kepala, migrain, vertigo, kehilangan sesaat memori (lupa). Strel'bitskaia seorang peneliti mengungkapkan bahwa pada penderita asma didapat gangguan aktifitas listrik di otak, meskipun saat itu belum bisa dilaporkan kaitannya dengan manifestasi klinik. Peniliti lain yaitu Siniatchkin M, melaporkan penderita asma disertai migrain pada anak juga berkaitan dengan gejala asma dan migrain pada salah satu orang tua. Storfer dkk tahun 2000, melaporkan terdapat kecenderungan terjadi myopia (rabun jauh) 2 kali lebih besar, dalam pengamatan pada 2.720 anak penderita alergi dan asma. Sehingga anak alergi atau asma 2 kali lebih besar untuk memakai kaca mata sejak usia muda. Yang menarik dari penelitian tersebut juga didaptkan bahwa pada kelompok asma dan alergi tampak lebih cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak laporan penelitian yang juga mengungkapkan bahwa pada penderita asma juga disertai gangguan tidur. Gangguan biasanya ditandai dengan awal jam tidur yang larut malam, tidur sering gelisah (bolak balik posisi badannya), kadang dalam keadaan tidur sering mengigau, menangis dan berteriak. Posisi tidurpun sering berpindah dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Tengah malam sering terjaga tidurnya hingga pagi hari, tiba-tiba duduk kemudian tidur lagi, atau mimpi buruk pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun terakhir ini didaptkan penelitian yang mengejutkan yang dilakukan oleh Croen. Maternal asma atau asma saat kehamilan ternyata bisa beresiko terjadinya autis pada anak yang dilahirkan. Penelitian ini dilakukan terhadap 88.000 anak pada tahun 1995 – 1999 di North California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya banyak fakta dan penelitian yang ternyata mengungkapkan bahwa penderita asma selain mengalami gangguan pada penyakit di paru-parunya juga mengalami manifestasi lain pada gangguan beberapa organ tubuh dan gangguan perilaku. Meskipun demikian banyak fakta tersebut masih harus memellukan penelitian lebih lanjut. Melihat demikian kompleksnya masalah kesehatan yang mungkin bisa terjadi maka tindakan pencegahan asma sejak dini bahkan sejak di dalam kandungan harus mulai dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-1136398046644466165?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/1136398046644466165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=1136398046644466165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1136398046644466165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/1136398046644466165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/asma-dan-fakta-yang-belum-terungkap.html' title='Asma dan Fakta Yang Belum Terungkap Di Belakangnya'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-274581569772822503</id><published>2007-03-01T07:31:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:32:50.560+08:00</updated><title type='text'>Penggunaan Antibiotika Irasional Pada Anak</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;“Penderita yang sering berobat di Indonesia bila berobat di luar negeri (terutama di negara maju) sering khawatir, karena bila sakit jarang diberi antibiotika. Sebaliknya pasien yang sering berobat di luar negeri juga sering khawatir bila berobat di Indonesia, setiap sakit selalu mendapatkan antibiotika”.&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Hal ini bukan sekedar pameo belaka. Tampaknya banyak fakta yang mengatakan bahwa memang di Indonesia, dokter lebih gampang memberikan antibiotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan antibiotika irasional atau berlebihan pada anak tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan. Penggunaan berlebihan atau penggunaan irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Sebenarnya permasalahan ini dahulu juga dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia belum ada data resmi tentang pengguanaan antibiotika ini. Sehingga semua pihak saat ini tidak terlalu. Berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pengguanaan antibiotika di Indonesia baik jauh lebih banyak dan lebih mencemaskan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Penggunaan Antibiotika Irasional Pada Anak&lt;br /&gt;Sebenarnya penggunaan antibiotika secara benar dan sesuai indikasi memang harus diberikan. Meskipun terdapat pertimbangan bahaya efek samping dan mahalnya biaya. Tetapi menjadi masalah yang mengkawatirkan, bila penggunaannnya berlebihan. Banyak kerugian yang terjadi bila pemberian antibiotika berlebihan tersebut tidak dikendalikan secara cepat dan tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang dihadapi adalah meningkatnya resistensi terhadap bakteri. Belum lagi perilaku tersebut berpotensi untuk meningkatkan biaya berobat. Harga obat antibiotika sangat mahal dan merupakan bagian terbesar dari biaya pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotika adalah gangguan beberapa organ tubuh. Apalagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Apalagi anak beresiko paling sering mendapatkan antibiotika, karena lebih sering sakit akibat daya tahan tubuh lebih rentan. Bila dalam setahun anak mengalami 9 kali sakit, maka 9 kali 7 hari atau 64 hari anak mendapatkan antibiotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya. Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa atau reaksi anafilaksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh Namur atau disebut "superinfection". Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan Antibiotika yang ringan, apabila antibiotikanya digunakan dengan irasional, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotika yang lebih kuat. Bila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotika yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kembali ke zaman sebelum antibiotika ditemukan. Pada zaman tersebut infeksi yang diakibatkan oleh bakteri tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik. Hal lain yang mungkin terjadi nantinya kebutuhan pemberian antibiotika dengan generasi lebih berat, dan menjadikan biaya pengobatan semakin meningkat karena semakin harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi Pemakaian Antibiotika&lt;br /&gt;Indikasi yang tepat dan benar dalam penggunaan antibiotika pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) indikasi pemberian antibiotika adalah bila batuk dan pilek berkelanjutan selama lebih 10 – 14 hari.yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuk malam dan pagi hari biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika Indikasi lain bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas &gt; 39 C dengan cairan hidung purulen, nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah. Pilihan pertama pengobatan antibiotika untuk kasus ini cukup dengan pemberian Amoxicillin, Amoxicillinm atau Clavulanate. Bila dalam 2 – 3 hari membaik pengobatan dapat dilanjutkan selama 7 hari setelah keluhan membaik atau biasanya selama 10 – 14 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila batuk dan pilek yang berkelanjutan yang terjadi hanya pada malam hari dan pagi hari (bukan sepanjang hari) biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika Indikasi lain bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas &gt; 39 C dengan cairan hidung purulen, nyeri, bengkak di sekitar mata dan wajah. Pilihan pertama pengobatan antibiotika untuk kasus ini cukup dengan pemberian Amoxicillin, Amoxicillinm atau Clavulanate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam 2 – 3 hari membaik pengobatan dapat dilanjutkan selama 7 hari setelah keluhan membaik atau biasanya selama 10 – 14 hari. Indikasi lainnya adalah radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini. Bila sakit batuk dan pilek timbul sepanjang hari (bukan hanya malam dan pagi hari) lebih dari 10-14 hari disertai cairan hidung mukopurulen (kuning atau hijau). Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi. Apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, dilakukan pemeriksaan sample urin dan kemudian di lakukan pemeriksaan kultur di rumah sakit. Setelah beberapa hari akan ketahuan bila ada infeksi bakteri berikut jenisnya dan sensitivitas terhadap jenis obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang lain yang harus mendapatkan antibiotika adalah infeksi saluran kemih dan penyakit tifus Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur darah atau urine. Apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, dilakukan pemeriksaan kulut urine. Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut jenis dan sensitivitas terhadap antibiotika. Untuk mengetahui penyakit tifus harus dilakukan pemeriksaan darah Widal dan kultur darah gal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak usia di bawah 5 tahun yang mengalami infeksi virus sering mengalami overdiagnosis penyakit Tifus. Sering terjadi kesalahan persepsi dalam pembacaan hasil laboratorium. Infeksi virus dengan peningkatan sedkit pemeriksaan nilai widal sudah divonis gejala tifus dan dihantam dengan antibiotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar kasus penyakit infeksi pada anak penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain seharusnya kemungkinan penggunaan antibiotika yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar 10 – 15% penderita anak. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk “self limiting disease” atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5 – 7 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan panas penyebabnya adalah virus. Secara umum setiap anak akan mengalami 2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus. Sebaiknya jangan terlalu mudah mendiagnosis (overdiagnosis) sinusitis pada anak. Bila tidak terdapat komplikasi lainnya secara alamiah pilek, batuk dan pengeluaran cairan hidung akan menetap paling lama sampai 14 hari setelah gejala lainnya membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian terhadap gejala pada 139 anak penderita pilek(flu) karena virus didapatkan bahwa pemberian antibiotik pada kelompok kontrol tidak memperbaiki cairan mucopurulent dari hidung. Antibiotika tidak efektif mengobati Infeksi saluran napas Atas dan tidak mencegah infeksi bakteri tumpangan. Sebagian besar infeksi Saluran napas Atas termasuk sinus paranasalis sangat jarana sekali terjadi komplikasi bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Yang Bertanggung Jawab&lt;br /&gt;Dalam permasalahan penggunaan antibiotika yang berlebihan ini, pihak manakah yang bertanggung jawab untuk mengatasinya. Permasalahan ini tidak sesederhana seperti yang kita lihat. Banyak pihak yang berperanan dan terlibat dalam penggunaan antibiotika berlebihan ini. Pihak yang terlibat mulai dari penderita (orang tua penderita), dokter, rumah sakit, apotik, sales representatif, perusahaan farmasi dan pabrik obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila penggunaan antibiotika berlebihan lebih dikarenakan faktor dokter, maka orang tua sebagai penerima jasa dokter dalam keadaan posisi yang sulit. Tetapi orang tua penderita sebagai pihak pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya rencana pengobatan, tujuan pengobatan dan akibat efek samping pengobatan tersebut Kalau perlu orang tua sedikit berdiskusi dengan cara bukan menggurui untuk peluang apakah boleh tidak diberi antibiótica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain pihak, orangtua juga sering sebagai faktor terjadinya penggunaan antibiotika yang berlebihan. Pendapat umum yang tidak benar terus berkembang, bahwa kalau tidak memakai antibiotika maka penyakitnya akan lama sembuhnya Tidak jarang penggunaan antibiótika adalah permintaan dari orang tua. Yang lebih mengkawatirkan saat ini beberapa orang tua dengan tanpa beban membeli sendiri antibiótika tersebut tanpa pertimbangan dokter. Antibiotika yang merupakan golongan obat terbatas, obat yang harus diresepkan oleh dokter. Tetapi runyamnya ternyata obat antibiotika tersebut mudah didapatkan di apotik atau di toko obat meskipun tanpa resep dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menjadi lebih rumit karena ternyata bisnis perdagangan antibiotika sangat menggiurkan. Pabrik obat, perusahaan farmasi, medical sales representative dan apotik sebagai pihak penyedia obat mempunyai banyak kepentingan. Antibiotika merupakan bisnis utama mereka, sehingga banyak strategi dan cara dilakukan. Dokter sebagai penentu penggunaan antibiotika ini, harus lebih bijak dan harus lebih mempertimbangkan latar belakang ke ilmiuannya. Sesuai sumpah dokter yang pernah diucapkan, apapun pertimbangan pengobatan semuanya adalah demi kepentingan penderita, bukan keperntingan lainnya. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan secara berkala dan berkelanjutan dokter juga ikut berperanan dalam mengurangi perilaku penggunaan antibiótika yang berlebihan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan (Depkes), Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dan beberapa intitusi terkait lainnya harus bekerjasama dalam penanganannya. Pendidikan tentang bahaya dan indikasi pemakaian antibiotika yang benar terhadap masyarakat harus terus dilakukan melalui berbagai media yang ada. Penertiban penjualan obat antibiotika oleh apotik dan lebih khusus lagi toko obat harus terus dilakukan tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi profesi kedokteran harus terus berupaya mengevaluasi dan melakukan pemantauan lebih ketat tentang perilaku penggunaan antibiótika yang berlebihan ini terhadap anggotanya. Kalau perlu secara berkala dilakukan penelitian secara menyeluruh terhadap penggunaan antibitioka yang berlebihan ini. Sebaiknya praktek dan strategi promosi obat antibiotika yang tidak sehat juga harus menjadi perhatian. Bukan malah dimanfaatkan untuk kepentingan dokter, meskipun hanya demi kepentingan kegiatan ilmiah. PERSI sebagai wadah organisasi rumah sakit, juga berwenang memberikan pengawasan kepada anggotanya untuk terus melakukan evaluasi yang ketat terhadap formularium obat yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, karena upaya kampanye dan pendidikan terus menerus terhadap masyarakat dan dokter ternyata dapat menurunkan penggunaan antibiotika secara drastis. Proporsi anak usia 0 – 4 tahun yang mendapatkan antibiotika menuirun dari 47,9% tahun 1996 menjadi 38,1% tahun 2000. Jumlah rata-rata antibiótika yang diresepkan menurun, dari 47.9 1.42 peresepan per anak tahun 1996 menjadi 0.78 peresepan per anak tahun 2000. Rata-rata pengeluaran biaya juga dapat ditekan cukup banyak, padfa tahun 1996 sebesar $31.45 US menjadi $21.04 per anak tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi dan kampanye penyuluhan ke orangtua dan dokter yang telah dilakukan oleh kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Pernapasan Atas yang disebabkan virus. Perubahan warna dahak dan ingus berubah menjadi kental kuning, berlendir dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis Infeksi Saluran Napas Atas karena virus, bukan merupaklan indikasi antibiotika. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya ini seharusnya menjadi contoh yang baik terhadap intitusi yang berwenang di Indonesia dalam mengatasi permasalahan penggunaan antibiotika ini. Melihat rumitnya permasalahan pemberian antibiotika yang irasinol di Indonesia tampaknya sangat sulit dipecahkan. Tetapi kita harus yakin dengan kemauan keras, niat yang tulus dan keterlibatan semua pihak maka permasalahan ini akan dapat terpecahkan. Jangan sampai terjadi, kita semua baru tersadar saat masalah sudah dalam keadaan yang sangat serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-274581569772822503?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/274581569772822503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=274581569772822503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/274581569772822503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/274581569772822503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/penggunaan-antibiotika-irasional-pada.html' title='Penggunaan Antibiotika Irasional Pada Anak'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-6993000766243320575</id><published>2007-03-01T07:27:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:29:43.975+08:00</updated><title type='text'>PEMILIHAN SUSU FORMULA TERBAIK BAGI ANAK</title><content type='html'>Asi adalah susu yang terbaik bagi anak. Susu formula terbaik adalah susu yang cocok dan tidak menimbulkan gangguan. Bukan karena susu yang disukai, termahal, terkenal atau yang mengandung berbagai macam kandungan kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu mendapat advis dari dokter bahwa anaknya harus memakai susu formula A. Saat mencari susu tersebut di supermarket mendapat informasi dari seorang SPG (Sales Promotion Girl) bahwa susu A mungkin tidak cocok karena tidak bisa menggemukkan jadi harus dengan susu B. Sesampai di rumah si ibu mencoba “curhat” pertelepon dengan temannya. Si teman mengatakan bahwa anaknya bisa gemuk dengan susu C karena lebih terkenal dan lebih mahal. Dengan perasaan bingung si Ibu mencoba konsultasi ke dokter lainnya ternyata advisnya berbeda lagi, anak harus minum susu D. Akhirnya si ibu malah menjadi bingung mendapat informasi yang sangat berbeda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sering dihadapkan pada masalah pemilihan jenis susu formula yang tepat dan baik untuk bayi. Masalah ini diperumit dengan semakin banyaknya susu formula yang beredar di pasaran. Informasi tentang pemahaman pemilihan jenis susu semakin banyak didapatkan, baik dari dokter, sales promotion di supermarket, iklan di media cetak dan elektronik, brosur atau dari pengalaman ibu lainnya. Informasi yang beragam inilah yang membingungkan orang tua, karena sering sangat berbeda dan berlawanan. Contoh tersebut menunjukkan bahwa kesulitan pemilihan jenis susu formula banyak dialami oleh para orang tua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan susu formula yang tidak tepat akan mengakibatkan gangguan beberapa fungsi dan organ tubuh seperti diare, sering batuk, sesak dan sebagainya. Gangguan sistem tubuh tersebut ternyata dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta mempengaruhi dan memperberat gangguan perilaku anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI adalah merupakan makanan terbaik untuk bayi dan anak. Tetapi menjadi masalah bila anak tidak dapat mengkonsumsi ASI dengan cukup karena berbagai kondisi dan keadaan. Penggunaan PASI (Pengganti ASI) menjadi alternatif yang tidak dapat dihindarkan. Pemilihan susu terbaik bagi anak harus dilakukan secara cermat dan teliti. Susu merupakan makanan bayi dan anak yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak dan jangka panjang. Bila susu tersebut tidak cocok bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang terjadi terjadi terus menerus dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSU FORMULA TERBAIK&lt;br /&gt;Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris. Karena, susu formula dengan penjualan terbesar yang beredar di setiap negara selalu beredar. Di negara Indonesia misalnya susu formula merek A, di negara Amerika serikat merek B, sedangkan di Belanda mungkin merek C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu yang paling enak dan disukai bukan merupakan pertimbangan utama pemilihan susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga susu yang mahal dan merek yang terkenal juga bukan merupakan jaminan bahwa susu tersebut yang terbaik. Keterkenalan merek susu formula tertentu di suatu negara atau daerah sebenarnya lebih karena pertimbangan keberhasilan strategi pemasaran dan penyediaan barang. Hal ini dapat dillihat bahwa susu dengan penjualan tertinggi di negara satu dengan negara lainnya di dunia sangat berbeda dan bervaiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHD pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan susu formula adalah merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar dan sangat menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-loba mengangkat isu kecerdasan dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena sangat gencarnya promosi “susu kecerdasan” ini, banyak orangtua menolak bila susu anaknya tidak mengandung AA dan DHA. Fenomena ini merubah perilaku produsen untuk selalu menambah zat kecerdasan pada semua produk susu dan makanan anak. Sehingga akhirnya penambahan kandungan AA dan DHA kesannya hanya untuk kepentingan bisnis belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. Bila terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA SUSU FORMULA TIDAK COCOK&lt;br /&gt;Pengaruh ketidak cocokan terhadap susu formula bisa disebabkan karena reaksi simpang makanan bisa karena reaksi alergi atau reaksi nonalergi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sIstem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Reaksi non alergi atau reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi. Intoleransi ini bisa terjadi ketidakcocokan terhadap laktosa, gluten atau jenis lemak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi simpang makanan tersebut terjadi karena ketidakcocokan beberapa kandungan didalam susu formula. Bisa terjadi karena ketidakcocokan terhadap kandungan protein susu sapi (kasein), laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alergi susu sapi adalah alergi terhadap kandungan protein tertentu yang ada di dalamnya. Banyak penelitian mengenai alergenitas protein susu sapi. Terdapat lebih dari 40 jenis protein yang berbeda dalam susu sapi yang berpotensi untuk menyebabkan sensitivitas. Kandungan pada susu sapi yang paling sering menimbulkan alergi adalah lactoglobulin, selanjutnya casein, lactalbumin bovine serum albumin (BSA). Analisa Immunoelectrophoretic menunjukkan bahwa casein berkurang alergenisitasnya setelah pemanasan sekitar 120 C selama 15 menit, sedangkan lactoglobulin, lactalbumin berkurang terhadap pemanasan lebih dari 100C. BSA and gammaglobulin kehilangan antigenisitasnya pada suhu antara 70C – 80C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA REAKSI ALERGI SUSU SAPI ATAU REAKSI SIMPANG SUSU FORMULA&lt;br /&gt;Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa timbul karena reaksi cepat atau timbulnya gejala kurang dari 8 jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari baru timbul keluhan. Tanda dan gejala ketidak cocokan susu formula atau alergi susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan tersebut dapat mengganggu semua organ tubuh terutama pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Kondisi klinis yang dapat diperberat karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu formula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * GANGGUAN SALURAN CERNA: Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering rewel, gelisah atau kolik terutama malam hari. Sering buang air besar (&gt; 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, Feses berwarna hijau, hitam, berbau, sangat keras, cair atau berdarah. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.&lt;br /&gt;    * Bila gangguan saluran cerna terjadi jangka panjang akan mengakibatkan : daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang infeksi terutama ISPA (batuk, pilek, panas, tonsilitis (amandel) berulang kadang setiap bulan atau lebih)&lt;br /&gt;    * Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.&lt;br /&gt;    * Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru). Gusi tampak bengkak seperti tumbuh gigi.&lt;br /&gt;    * Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (&gt;7hari) dan dahak berlebihan )&lt;br /&gt;    * Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan &lt; 35 minggu) Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah.&lt;br /&gt;    * Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak&lt;br /&gt;    * Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.&lt;br /&gt;    * Karena pencernaan terganggu bayi sering minum berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur &lt;1tahun).&lt;br /&gt;    * Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat. Sering berkeringat (berlebihan) terutama dahi, daerah rambut meskipun dalam suhu udara dingin dan menggunakan ac.&lt;br /&gt;    * Gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi simpang makanan seperti ketidakcocokan susu formula terutama mengganggu sistem saluran cerna. Gangguan saluran cerna tersebut kadang mengakibatkan gangguan permeabilitas pada saluran cerna atau leaky gut. Banyak penelitian terakhir mengungkapkan bahwa gangguan saluran cerna kronis dengan berbagai mekanisme imunopatofisiologis dan imunopatobiologis ternyata dapat mengakibatkan gangguan neurofungsional otak. Gangguan fungsi otak tersebut mempengaruhi gangguan perilaku seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala ADHD dan Autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Gangguan perilaku dan motorik (gangguan neuroanatomis dan neurofisiologis) yang sering diperberat dan dikaitkan karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu formula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)&lt;br /&gt;    * GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN&lt;br /&gt;      Usia &lt; 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia &lt; 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.&lt;br /&gt;      Usia &gt; 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.&lt;br /&gt;    * GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,&lt;br /&gt;    * AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.&lt;br /&gt;    * GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Tidak menyukai tempat yang sempit seperti box bayi atau ruangan kamar yang kecil. Sehingga sering minta keluar ruangan atau halaman luar rumah.&lt;br /&gt;    * EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.&lt;br /&gt;    * GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.&lt;br /&gt;    * KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur &lt; 15 bulan, , kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik.&lt;br /&gt;    * IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.&lt;br /&gt;    * Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBAGAI JENIS SUSU FORMULA&lt;br /&gt;Susu sebagai minuman utama pada bayi terdiri dari ASI, PASI atau susu formula (comercial formula) dan Non Formula. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, kandungan gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. ASI juga mengandung zat untuk perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (mencegah dari berbagai penyakit) dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu. Manfaat bagi ibu dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASI (Pengganti Air Susu Ibu) adalah merupakan alternatif terakhir bila memang ASI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. PASI adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan. PASI dapat dikelompokkan menjadi susu formula awal (starting formula), susu lanjutan (Followup Formula) .dan susu formula khusus (specific formula). Starting Formula biasanya diberikan sejak lahir sebelum usia 6 bulan dan Followup Formula diberikan di atas usia 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesific formula merupakan formula khusus yang diberikan pada bayi yang mengalami gangguan malabsorbsi, alergi, intoleransi ataupun penyakit metabolik. Susu formula khusus ini sangat banyak dan bervariasi yang berisi formula tertentu bagi keadaan yang tertentu pula. Diantaranya adalah susu hidrolisa protein ektensif seperti Pepti junior, pregestimil, atau yang paling ekstensif seperti Neocate. Golongan susu tersebut termasuk yang paling aman karena komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak MCT (monochain trigliserida) dan protein susu yang lebih mudah dicerna. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, malabsorspsi dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu formula khusus lainnya adalah susu hidrolisat protein parsial, seperti NAN HA atau Enfa HA. Golongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang beresiko alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian hari. Untuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia 6 bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi. Tetapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu formula khusus kedelai atau susu formula soya adalah susu formula yang mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Susu formula soya yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan sebagainya. Susu formula khusus lainnya adalah susu bebas atau rendah laktosa. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non formula, merupakan susu yang sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai PASI. Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan oleh FDA atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu formula dari susu sapi. Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRATEGI PEMILIHAN SUSU FORMULA&lt;br /&gt;Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar &gt; 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. Dalam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus (lendir yang berlebihan). Hal lain sering terjadi anak divonis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan. Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut. Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Anak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 – 40% mengalami alergi susu soya (kedelai). Tetapi susu soya merupakan pilihan pertama untuk anak alergi susu sapi pada usia di atas 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak mengalami alergi susu sapi yang ringan seperti gangguan kulit dan saluran cerna ringan akan bisa menerima susu sapi tersebut sekitar usia 1 tahun. Bila mengakibatkan gangguan berat seperti batuk, asma dan muntah biasanya akan bisa menerima susu sapi di atas usia 2 hingga 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Proses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut. Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. Bila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA gangguan kulit bisa menghilang. Buang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian susu formula khusus seperti susu soya, susu peptijunior atau susu hipoalergenik sering dianggap tidak bergizi dibanding susu formula lainnya. Sebenarnya secara umum pendapat ini tidak benar. Setiap susu formula kandungan vitamin, mineral dan kalorinya adalah sama, sudah sesuai standar FDA. Harus sesuai dengan kebutuhan anak menurut usianya. Memang susu tersebut tidak mengandung AA, DHA, dan ”kandungan kecerdasan” lainnya. Padahal penambahan kandungan zat tersebut masih belum terbukti secara klinis. Sedangkan bila susu formula lainnya tetap dipaksakan maka banyak gangguan fungsi organ tubuh dan ganggua perilaku yang dapat terjadi dalam jangka panjang. Hal ini justru akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Pertimbangan lain adalah pertimbangan harga susu yang harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga dan harus mudah didapatkan di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi simpang makanan yang diakibatkan susu formula bisa disebabkan karena beberapa komposisi yang terkandung di dalamnya. Baik berupa reaksi alergi, intoleransi, atau reaksi simpang lainnya. Reaksi tersebut dapat mengganggu beberapa organ tubuh dan perilaku pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Crittenden RG, Bennett LE..Cow's milk allergy: a complex disorder. J Am Coll Nutr. 2005 Dec;24(6 Suppl):582S-91S.&lt;br /&gt;   2. Tokodi I, Maj C, Gabor S.[Cycle vomiting syndrome as a clinical appearance of eosinophilic gastroenteritis]. Orv Hetil. 2005 Oct 30;146(44):2265-9. Hungarian..&lt;br /&gt;   3. Paajanen L, Korpela R, Tuure T, Honkanen J, Jarvela I, Ilonen J, Knip M, Vaarala O, Kokkonen J..Cow milk is not responsible for most gastrointestinal immune-like syndromes--evidence from a population-based study. Am J Clin Nutr. 2005 Dec;82(6):1327-35.&lt;br /&gt;   4. Kaczmarski M, Wasilewska J, Lasota M..Hypersensitivity to hydrolyzed cow's milk protein formula in infants and young children with atopic eczema/dermatitis syndrome with cow's milk protein allergy. Rocz Akad Med Bialymst. 2005;50:274-8..&lt;br /&gt;   5. Axelsson I, Jakobsson I, Lindberg T, Benediktsson B: Bovine beta-lactoglobulin in the human milk. A longitudinal study during the whole lactation period. Acta Paediatr Scand 1986 Sep; 75(5): 702-7.&lt;br /&gt;   6. Bentley D, Katchburian A, Brostoff J. Abdominal migraine and food sensitivity in children. Clinical Allergy 1984;14:499-500.&lt;br /&gt;   7. .Blackshaw AJ, Levison DA: Eosinophilic infiltrates of the gastrointestinal tract. J Clin Pathol 1986 Jan; 39(1): 1-7.&lt;br /&gt;   8. Bock SA: Evaluation of IgE-mediated food hypersensitivities. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S20-7.&lt;br /&gt;   9. Carroccio A, Montalto G, Custro N, et al: Evidence of very delayed clinical reactions to cow's milk in cow's milk-intolerant patients. Allergy 2000 Jun; 55(6): 574-9.&lt;br /&gt;  10. Costa M, Brookes SJ. The enteric nervous system. Am J Gastroenterol 1994;89:S29-137.&lt;br /&gt;  11. Doris J Rapp. Allergies and the Hyperactive Child&lt;br /&gt;  12. Dupont C, Heyman M: Food protein-induced enterocolitis syndrome: laboratory perspectives. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S50-7.&lt;br /&gt;  13. Goyal RK, Hirano I. The enteric nervous system. N Engl J Med 1996;334:1106-1115.&lt;br /&gt;  14. Hall K. Allergy of the nervous system : a review Ann Allergy 1976 Jan;36(1):49-64.&lt;br /&gt;  15. Hill DJ, Heine RG, Cameron DJ: The natural history of intolerance to soy and extensively hydrolyzed formula in infants with multiple food protein intolerance. J Pediatr 1999 Jul; 135(1): 118-21.&lt;br /&gt;  16. INTERNATIONAL CONGR. Effects on Stool Characteristics, Gastrointestinal Manifestation and Sleep Pattern ESS OF PEDIATRICS CANCÚN MÉXICO AUGUST 15TH – 20TH ,2004.&lt;br /&gt;  17. Judarwanto W. Effects on Stool Characteristics, Gastrointestinal Manifestation and Sleep Pattern of Palm Olein in Formula-fed Term Infants” 24TH INTERNATIONAL CONGRESS OF PEDIATRICS CANCÚN MÉXICO AUGUST 15TH – 20TH ,2004&lt;br /&gt;  18. Judarwanto W. Dietery Intervention as a Therapy for Behaviour Problems in Children with Gastrointestinal Iacono G, Cavataio F, Montalto G: Intolerance of cow's milk and chronic constipation in children. N Engl J Med 1998 Oct 15; 339(16): 1100-4.&lt;br /&gt;  19. Judarwanto W. Using Nutrient Dense in Children with Gastroenterointestinal Allergies” 24TH Allergy. World Congress Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition tanggal 2 – 7 Juli 2004 di Paris Perancis.&lt;br /&gt;  20. Judarwanto W. Dietery Intervention as a therapy for Sleep Difficulty in Children with Gastrointestinal Allergy”. 24TH INTERNATIONAL CONGRESS OF PEDIATRICS CANCÚN MÉXICO AUGUST 15TH – 20TH ,2004.&lt;br /&gt;  21. Kelly KJ: Eosinophilic gastroenteritis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S28-35.&lt;br /&gt;  22. Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC: Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino acid-based formula. Gastroenterology 1995 Nov; 109(5): 1503-12.&lt;br /&gt;  23. Kokkonen J, Karttunen TJ, Niinimaki A: Lymphonodular hyperplasia as a sign of food allergy in children. J Pediatr Gastroenterol Nutr 1999 Jul; 29(1): 57-62.&lt;br /&gt;  24. Kokkonen J, Haapalahti M, Laurila K, et al: Cow's milk protein-sensitive enteropathy at school age. J Pediatr 2001 Dec; 139(6): 797-803.&lt;br /&gt;  25. Lake AM: Food-induced eosinophilic proctocolitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S58-60.&lt;br /&gt;  26. Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR: Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr 1982 Dec; 101(6): 906-10.&lt;br /&gt;  27. Liacouras CA, Ruchelli E: Eosinophilic esophagitis. Curr Opin Pediatr 2004 Oct; 16(5): 560-6.&lt;br /&gt;  28. Lindberg T: Infantile colic: aetiology and prognosis. Acta Paediatr 2000 Jan; 89(1): 1-2.&lt;br /&gt;  29. Lowichik A, Weinberg AG: A quantitative evaluation of mucosal eosinophils in the pediatric gastrointestinal tract. Mod Pathol 1996 Feb; 9(2): 110-4.&lt;br /&gt;  30. Novembre E, Vierucci A: Milk allergy/intolerance and atopic dermatitis in infancy and childhood. Allergy 2001; 56 Suppl 67: 105-8.&lt;br /&gt;  31. Sampson HA, Anderson JA: Summary and recommendations: Classification of gastrointestinal manifestations due to immunologic reactions to foods in infants and young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S87-94.&lt;br /&gt;  32. Walker WA: Cow's milk protein-sensitive enteropathy at school age: a new entity or a spectrum of mucosal immune responses with age. J Pediatr 2001 Dec; 139(6): 765-6.&lt;br /&gt;  33. Vaughan TR. The role of food in the pathogenesis of migraine headache. Clin Rev Allergy 1994;12:167-180.&lt;br /&gt;  34. Overview Allergy Hormone.Htpp://www.allergycenter/allergy Hormone.&lt;br /&gt;  35. Allergy induced Behaviour Problems in children. Htpp://www.allergies/wkm/behaviour:&lt;br /&gt;  36. Brain allergic in Children.Htpp://www.allergycenter/UCK/allergy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dr Widodo Judarwanto SpA  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-6993000766243320575?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/6993000766243320575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=6993000766243320575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6993000766243320575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/6993000766243320575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/pemilihan-susu-formula-terbaik-bagi.html' title='PEMILIHAN SUSU FORMULA TERBAIK BAGI ANAK'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-2304220870062795347</id><published>2007-03-01T07:25:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:26:13.221+08:00</updated><title type='text'>BAHAYA POLUSI PADA KESEHATAN JANTUNG BISA MENYEBABKAN KEMATIAN MENDADAK</title><content type='html'>Tahukah Anda, ternyata kompor gas, minyak tanah, dan pendingin ruangan bisa mengakibatkan serangan jantung mendadak. Selama ini, asap rokok, hipertensi, kolesterol, diabetes, dan stress dianggap sebagai penyebab penyakit jantung. Hanya itu saja? Tidak. Ternyata polusi udara juga bisa menyebabkan penyakit mematikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr. R Mohammad Yogiarto, Sp.JP (k). Kepala Departemen Kardiologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, polusi udara telah terbukti secara klinis dan epidemiologis bisa berakibat buruk pada kesehatan jantung. Ada beberapa polutan di udara yang secara signifikan menyebabkan penyakit jantung. Jelas Yogiarto. Lebih lanjut, dr Yogiarto mencontohkan, nitrogen dioxide (NO2) yang merupakan satu diantara sekian banyak polutan yang berbahaya, dalam jangka pendek bisa menyebabkan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa studi menunjukkan bahwa dalam waktu singkat polutan ini bisa menyebabkan penyakit jantung. Ungkap dr Yogiarto. Sebagai polutan, NO2 merupakan komponen asap kota yang terdapat dimana-mana. Ia dihasilkan dari pembakaran minyak bumi yang berasal dari sumber tetapmaupun bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan, ternyata konsentrasi NO2 di rumah lebih tinggi ketimbang di luar rumah. Khususnya pada rumah tangga yang menggunakan kompor gas atau kompor minyak tanah. Akan lebih parah lagi jika menggunakan pendingin ruangan. Selain sebagai penyebab penyakit jantung, sebenarnya NO2 juga dapat menimbulkan infeksi saluran pernafasan, iritasi mata, pemicu asma, dan gangguan fungsi paru, terang dokter yang juga sebagai konsultan kardiologis ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ASAP ROKOK&lt;br /&gt;Selain itu, polusi gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari pembakaran tembakau (rokok) juga menyebabkan penyakit jantung. Lebih lanjut dr Yogiarto menjelaskan, afinitas (penggabungan) CO terhadap hemoglobin, 210 kali lebih besar daripada O2, sehingga bila kadar CO Hb sama atau lebih besar, bisa mengakibatkan nekrosis (kematian sel) otot jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas CO memiliki kemampuan mengikat hemoglobin lebih kuat dari oksigen, sehingga sel tubuh kekurangan oksigen. Akibatnya, terjadi penyempitan pembuluh darah karena tubuh berusaha menyeimbangkan kondisi tersebut. Dalam waktu yang lama dan terus menerus, akan mengakibatkan atheroklerosis (penyempitan pembuluh darah) di jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang yang dibakar akan mampu menghasilkan tiga hingga 6 persen gas CO, jelas ayah dua anak ini. Jadi, jika tiga batang rokok, tingkat polusi CO yang dihasilkan telah menyamai sebuah pabrik, kata dr Yogiarto. Pada tingkatan tertentu, semua polutan bisa mengakibatkan kematian otot-otot jantung, karena pembuluh darah arteri koroner yang berfungsi menyuplai darah, nutrisi, dan oksigen untuk otot jantung mengalami penyumbatan. Kondisi yang demikian dikenal dengan serangan jantung akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika otot jantung mati, maka fungsi jantung sebagai pemompa darah untuk semua organ tubuh mengalami gangguan. Intinya, semua pasokan darah beserta zat makanan di dalamnya untuk kebutuhan tubuh dari ujung rambut, sampai ujung kaki akan terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA&lt;br /&gt;Menurut dr Yogiarto, semua keluhan penyakit jantung apapun pemicunya, tidak ada yang beda. Biasanya, nyeri dada. Seperti ditindih beban berat, ditusuk-tusuk, atau juga terasa diremas. Walaupun bisa saja dirasakan berbeda. Biasanya nyeri dirasakan di dada kiri dan menjalar ke lengan kiri, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita serangan jantung akut akan merasakan nyeri dada khas akibat terhentinya pasokan darah ke otot jantung. Dapat dikatakan bahwa nyeri dada yang dirasakan oleh pasien yang mengalami serangan jantung itu merupakan jeritan dari otot jantung yang terhenti pasokan oksigen dan zat makanan lain untuknya.” Hei, gua ini tidak dapat oksigen nih!?” ungkap Yogiarto menirukan jeritan otot jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermacam-macam manifestasi nyeri dada dapat dirasakan. Mulai dari terasa terhimpit barang berat, rasa dibakar, rasa diremas, dipelintir sampai dengan rasa diris-iris. Nyeri dada khas ini lebih dikenal dengan istilah angina pectoris. Biasanya berlangsung lebih dari 20 menit. Nyeri dada ini tidak hilang dengan istirahat dan juga tidak hilang dengan pemberian obat nitrat di bawah lidah. Rasa nyeri di dada ini sering menjalar ke lengan kiri sampai ke jari-jari tangan. Terasa tembus sampai ke punggung dan dapat pula sampai ke leher sehingga terasa seperti dicekik dapat juga ke rahang bawah. Nyeri juga bisa menjalar ke ulu hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan jantung akut ini biasanya diikuti dengan keringat yang bercucuran yang sering melebihi pekerja berat, tetapi dikeluhkan sebagai keringat dingin. Disamping itu ada juga serangan jantung yang seolah-olah tanpa gejala. Pasien hanya merasakan tak enak di dada. Keadaan ini dikenal sebagai Silent Myocardial Infarction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;Tergantung kebutuhannya, beragam jenis pemeriksaan dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis penyakit jantung. Misalnya dengan Elektrokardiogram (EKG) atau foto roentgen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari foto roentgen dapat dilihat ukuran jantung, ada-tidaknya pembesaran. Disamping itu dapat juga dilihat gambaran paru. Kelainan pada koroner tidak bisa dilihat dari foto roentgen ini. Bila dari semua pemeriksaan di atas diagnosa PJK belum berhasil di tegakkan, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan treadmill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, biasanya dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan melakukan kateterisasi jantung. Pemeriksaan ini sampai sekarang masih merupakan ‘Golden Standard’. Karena dapat terlihat jelas tingkat penyempitan dari pembuluh arteri koroner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATETERISASI&lt;br /&gt;Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan selang seukuran ujung lidi. Siang ini dimasukkan langsung ke pembuluh nadi (arteri). Bisa melalui pangkal paha, lipatan lengan atau melalui pembuluh darah di lengan bawah. Kateter didorong dengan tuntunan alat rontgent ke muara pembuluh koroner untuk mengetahui apakah terjadi penyempitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kateterisasi jantung ini dijadikan patokan untuk pengobatan. Apakah cukup hanya dengan obat saja, atau mungkin memerlukan intervensi lain seperti, balonisasi (peniupan) atau pemasangan stent (semacam penyangga seperti cincin atau gorong-gorong yang berguna untuk mencegah kembalinya penyempitan). Namun, bila tidak mungkin dengan obat-obatan, dibalon dengan atau tanpa stent, upaya lain adalah dengan melakukan bedah pintas koroner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-2304220870062795347?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/2304220870062795347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=2304220870062795347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2304220870062795347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/2304220870062795347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/bahaya-polusi-pada-kesehatan-jantung.html' title='BAHAYA POLUSI PADA KESEHATAN JANTUNG BISA MENYEBABKAN KEMATIAN MENDADAK'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-5286440323715465920</id><published>2007-03-01T07:22:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:24:00.920+08:00</updated><title type='text'>Polusi Suara, Ada namun Terlupakan</title><content type='html'>Suara, adalah karunia yang diberikan Tuhan pada manusia. Begitu pentingnya suara, sehingga Tuhan pun “menghadiahkan” indera pendengaran berupa telinga pada manusia. Niscaya, tanpa adanya telinga dan suara, banyak kegiatan manusia terganggu, contoh paling “kental” adalah terganggunya proses komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, perlakuan manusia pada indera pendengaran seringkali tak pada tempatnya. Berjam-jam memutar musik jenis heavy metal dengan volume full, atau nonton konser musik rock persis di bawah sound system, boleh jadi pada suatu waktu akan berakibat fatal pada indera pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui, indera pendengaraan kita lebih sering terganggu oleh kondisi yang memang tidak kita inginkan. Misalkan gemuruh lalu lintas, tinggal di pinggir bandar udara, bekerja di pabrik dengan suara mesin yang keras, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, para ahli mengatakan bahwa inilah yang dimaksud polusi suara. Cirinya adalah bising yang teramat mengganggu, sehingga lambat laun mempengaruhi kondisi kejiwaan manusia. Bukan hanya itu, jika kondisi ini dialami dalam kurun waktu yang panjang, imbasnya akan membuat telinga berkurang kepekaannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Prof dr H Haryoto Kusnoputranto MPH DrPH, mengatakan, bising adalah suara-suara yang tidak kita kehendaki. &lt;br /&gt;“Manusia mempunyai kemampuan untuk mendengarkan frekuensi-frekuensi suara mulai dari 20 hertz hingga 20.000 hertz,” papar Haryoto. Di rentangan itulah, tukas Haryoto, manusia dapat mendengar. Sementara itu, manusia juga dapat mendengar suara desibel (tingkat Kebisingan- red) dari 0 (pelan sekali), hingga 140 desibel (suara tinggi dan menyakitkan). “Kalau lebih dari 140 desibel, bisa terjadi kerusakan pada gendang telinga dan organ-organ di dalam gendang telinga,” ungkap Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryoto mengatakan, ambang batas maksimum yang aman bagi manusia adalah 80 desibel. Namun ia melanjutkan, pendengaran manusia dapat mentolerir lebih dari 80 desibel, asalkan waktu paparannya diperhatikan. “Idealnya, selama delapan jam seseorang bekerja pada 70 desibel,” kata Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mereka yang bekerja pada tingkat kebisingan 90 desibel, tutur Haryoto, lama kerjanya sekitar empat jam. Tingkat kebisingan 95 dersibel, lama bekerja dua jam. Dan tingkat kebisingan 100 desibel, lama bekerja satu jam. Apabila seseorang bekerja melebihi ambang batas yang telah ditolerir, maka untuk jangka panjang akan mengalami gangguan pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Haryoto memaparkan, telinga manusia terdiri dari tiga bagian. Yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Di telinga luar, ujarnya, terdapat saluran. Di bagian tengah, terdapat gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran. Sementara di bagian dalam, terdapat rumah siput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perjalanan suara, tukas Haryoto, diawali saat suara masuk dan menggetarkan gendang telinga. Getaran tersebut disalurkan melalui liang tulang pendengaran, kemudian masuk ke dalam liang rumah siput. “Disini ada cairan yang kemudian bergetar dan mengalir. Di cairan itu ada saraf-saraf, atau rambut getar,” tutur Haryoto. Cairan ini kemudian merangsang saraf-saraf, dan getarannya diinterpretasikan oleh otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sehingga, jika ruangan kerja bising secara terus menerus. Maka, rambut getar akan terkikis dan pendengarannya akan berkurang,” ulas Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat dampak kebisingan terhadap gangguan kesehatan , ungkap Haryoto, yang harus dilihat adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kuatnya bising.&lt;br /&gt;    * Type bising tersebut (terus menerus, sementara, frekwensi melengking atau tinggi).&lt;br /&gt;    * Lama pajanannya.&lt;br /&gt;    * Sudah berapa lama seseorang berada dalam suasana bising. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bising Sebabkan Hipertensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Haryoto, hal yang penting dilakukan adalah upaya mencegah ketulian. “Pekerja di pabrik besi, baja, dan semen, dan bekerja selama delapan jam satu hari, punya potensi terkena ketulian,” cetus Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ProfHaryoto menambahkan, apabila mereka tidak melakukan pemeriksaan secara berkala atau medical examination setiap tahunnya, saat mereka pensiun, besar kemungkinan mereka terkena Noise Induced Hearing Lose atau ketulian yang distimuli oleh kebisingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, lanjut Haryoto, dampak akibat kebisingan bukan hanya gangguan pendengaran saja. Melainkan dapat menyebabkan hipertensi. Menurut Haryoto, hal ini dipicu oleh emosi yang tidak stabil. Ia kemudian memaparkan hasil studi epidemiologis di Amerika Serikat. Penelitian itu mengaitkan masyarakat, kebisingan, serta resiko terjangkit penyakit Hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian tersebut menyebutkan, ketidakstabilan emosi mengakibatkan stress. Jika ditambah dengan penyempitan pembuluh darah, maka dapat memacu jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah keseluruh tubuh. Dalam waktu yang lama, tekanan darah akan naik, dan inilah yang disebut hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah cara untuk menghilangkan kebisingan? Menurut Haryoto, yang pertama kali dilakukan adalah mengatasi sumber kebisingan tersebut. “Kalau Investor atau penanam modal ingin membeli mesin untuk pabrik-pabriknya, hendaknya memilih mesin yang dapat mengurangi kebisingan,” tutur Haryoto. Ia menambahkan, upaya lainnya adalah memberikan peredam suara dan alat pelindung telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk mengatasi kebisingan kota, khususnya di jalan raya, Haryoto mengatakan, produsen-produsen kendaraan bermotor hendaknya mengeluarkan standar kebisingan pada produknya. “Jadi bukan cuma gas emisi, hidrocarbon, karbon monoksida nya saja yang diperhatikan. Melainkan juga standar suaranya, sebab di situlah sumber kebisingan,” cetus Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah itu, bagaimana standar suara itu dipatuhi, diimplementasikan dan dipantau oleh kalangan produsen kendaraan bermotor,” lanjut Haryoto lagi. Standar ini, ujar Haryoto, bukan cuma saat kendaaran bermotor diluncurkan. Tapi juga pengawasan pada empat hingga lima tahun sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryoto mengatakan, pemeriksaan KIR yang dilakukan oleh Pemda DKI, hendaknya memeriksa suara kendaraan bermotor dengan seksama. Karena selama ini, pemeriksaan kir hanya seputar gas emisinya. Padahal, lanjut Haryoto, masalah suara bukan masalah yang sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian dalam lima tahun terakhir, tutur Haryoto, beberapa tempat di Jakarta sudah melampui ambang batas kebisingan, yakni 70 desibel. “Apapun peruntukannya, sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, kebisingan tidak boleh melampui 70 desibel,” ungkap Haryoto. Contoh daerah yang tingkat kebisingannya di atas 70 desibel adalah kawasan Glodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi dapat dibayangkan tingkat emosional mereka yang berdiam di wilayah itu (Glodok-red). Tak heran beberapa waktu lalu timbul kerusuhan, hanya karena penertiban,” cetus Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mengukur tingkat kebisingan di suatu daerah, ungkap Haryoto, dilakukan satu saat saja, tapi dalam waktu 24 jam. Selama 24 jam kebisingan dibagi dua, yaitu kebisingan siang, dan kebisingan malam. Kebisingan siang berlaku mulai jam enam pagi hingga jam sepuluh malam. Sementara kebisingan malam dimulai dari jam sepuluh malam, hingga jam enam pagi. “Ini sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup, nomor 48/MENLH/11/1996 tanggal 25 November 1996,” ulas Haryoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mengurangi kebisingan, ungkap Haryoto, masyarakat dapat mengganti suasana dengan pergi ke daerah yang tingkat kebisingannya rendah, seperti refreshing ke gunung, tepi pantai atau daerah-daerah pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29841276-5286440323715465920?l=lkpk-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/feeds/5286440323715465920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29841276&amp;postID=5286440323715465920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5286440323715465920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29841276/posts/default/5286440323715465920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lkpk-indonesia.blogspot.com/2007/03/polusi-suara-ada-namun-terlupakan.html' title='Polusi Suara, Ada namun Terlupakan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16966051633364075469</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29841276.post-1457219681610072883</id><published>2007-03-01T07:07:00.000+08:00</published><updated>2007-04-01T07:10:49.347+08:00</updated><title type='text'>Rinitis Alergi</title><content type='html'>Rinitis Alergi (RA) adalah inflamasi mukosa saluran hidung dan sinus yang disebabkan alergi terhadap partikel, antara lain: debu, asap, serbuk/tepung sari yang ada di udara. Gejala utama pada hidung yaitu hidung gatal, tersumbat, bersin-bersin, keluar ingus cair seperti air bening. Seringkali gejala meliputi mata, yaitu : berair, kemerahan dan gatal. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RA merupakan penyakit umum dan sering dijumpai. Prevalensi penyakit RA pada beberapa Negara berkisar antara 4.5-38.3% dari jumlah penduduk dan di Amerika, merupakan 1 diantara deretan atas penyakit umum yang sering dijumpai. Meskipun dapat timbul pada semua usia, tetapi 2/3 penderita umumnya mulai menderita pada saat berusia 30 tahun. Dapat terjadi pada wanita dan pria dengan kemungkinan yang sama. Penyakit ini herediter dengan predisposisi genetic kuat. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, akan memberi kemungkinan sebesar 30% terhadap keturunannya dan bila kedua orang tua menderita akan diperkirakan mengenai sekitar 50% keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun juga, RA harus dipikirkan sebagai keadaan yang cukup serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita akibat beratnya gejala yang dialami dan juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Penderita akan mengalami keterbatasan dalam aktifitas sehari-hari, sering meninggalkan sekolah atau pekerjaannya, dan menghabiskan biaya yang besar bila menjadi kronis. RA juga dipengaruhi lingkungan dari faktor allergen. Penyakit ini masih sering disepelekan, untuk itu perlu diberikan beberapa informasi agar penderita tidak terlalu meremehkan dan dapat mengetahui berbagai upaya untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyebab&lt;br /&gt;Alergi terhadap partikel yang pada individu umum, tidak membahayakan dan tidak menimbulkan respon imun tetapi pada penderita alergi, kontak dengan partikel tersebut (yang disebut allergen) menyebabkan sistem imun tersensitisasi. Reaksi yang terjadi menghasilkan antibody terhadap allergen dan mengakibatkan pelepasan zat yang disebut histamine (dan beberapa jenis lain) ke dalam darah. Zat tersebut menimbulkan reaksi gatal, pembengkakan jaringan yang berkaitan, sekresi 
